Avalon Knight

Avalon Knight
ASTAROTH


__ADS_3

Hahaha..., hari yang indah, mengusir kekelaman yang kemarin. Kuhirup bunga putih sekali lagi, dan lagi. Hmm, kenapa aku ingin terus menghirupnya ya? Tapi... kini kenapa tubuhku terasa berat. Sepertinya sulit menggerakan badanku ini. Aku mencoba menggelengkan kepala untuk mengusir pening yang dengan perlahan menyerangku.


Pasti bunga ini penyebabnya, dampak dari aromanya sangatlah memabukkan, mudah-mudahan bukan racun yang ku hirup dan jangan sampai pingsan. Tapi rasanya...sayang sekali untuk membuang bunga putih ini.


Perlahan mataku menangkap ada yang bergerak jauh di depan sana. Titik-titik hitam yang semakin lama semakin jelas terlihat. Itu adalah sekelompok orang yang mengendarai sesuatu mirip kuda.


Ada sekitar dua puluh orang yang berkendara hewan seperti kuda Itu sedang melintas jauh di depanku. Mereka bergerak dari arah lembah menuju ke danau. Aku berdiri dan terus memperhatikan mereka.


Mendadak mereka berputar, mengubah arah tepat menuju ke arahku. Sepertinya mereka telah melihat keberadaanku di tempat ini.


Apakah aku harus berlari atau tetap disini? kalau lari, kakiku terasa enggan bergerak karena aroma yang ditimbulkan oleh bunga tadi. Lagipula pasukan itu mungkin saja dari kota para ksatria yang sedang kutuju, karena tidak terlihat seperti monster-monster kemarin.


Pasukan itu bergerak semakin mendekat kepadaku dan akupun bisa melihat apa yang mereka kendarai, ternyata itu adalah keledai-keledai yang dihiasi dengan mewah, mirip kuda perang.


Keledai-keledai itu menggunakan topeng kulit yang ditutupi dengan batu mulia berwarna-warni dan badannya ditutupi dengan pelana yang bertabur batu mulia juga. Hal itu membuat keledai-keledai tersebut berkilauan terkena sinar matahari pagi. Sebuah riasan yang berlebihan untuk seekor keledai.


Akupun tersenyum sendiri melihat pemandangan itu, kasihan melihat keledai yang membawa riasan berlebihan seperti dipaksa menjadi kuda. Terlihat aneh dan lucu. Apalagi mendengar suara-suara protes para keledai saat di cambuk untuk berlari oleh para pengendaranya.


Para pengendara itu mengenakan baju perang, hanya saja tidak seindah seperti yang dipakai oleh Shemmer. Baju perang mereka memiliki ukiran dan pernik sederhana, namun seluruh bahannya dilapisi dengan emas, membuat mereka lebih berkilau daripada keledai yang ditungganginya. Ketopong perang mereka terlihat lancip tinggi menjulang, dengan rumbai-rumbai berwarna emas yang melambai-lambai panjang sampai kepunggungnya. Suatu pemandangan berlebihan bagi seorang prajurit.


Dengan segera mereka menghadangku, dan menodongkan tombaknya yang panjang kearahku. Mata mereka yang ada dibalik ketopong perang memandang dengan liar, seakan-akan siap membunuhku bila aku bergerak atau


" Hahaha...kita dapat satu lagi! " kata salah dari mereka, disambut gelak tawa kasar oleh yang lain.

__ADS_1


" Entah kenapa dari kemarin banyak sekali orang liar yang melintasi negeri kita. "


" Siapa kalian? " tanyaku dengan nada datar dan bersiap melakukan perlawanan jika diperlukan dengan menyiapkan belati yang ku masukkan di balik jubah bagian lengan kanan.


Senyumku tadi yang terlukis saat melihat kekonyolan keledai mereka, kini hilang seketika berganti dengan waspada dan serius, mendengar nada bicara mereka tidak bersahabat. Hasrat untuk menghajar mereka timbul, apalagi saat mata-mata tombak mereka dihunuskan dekat dengan leherku.


" Kami adalah prajurit astaroth, tutup mulutmu orang hina! " teriak salah satu dari mereka


Dalam hati aku bergumam " untung kalian adalah manusia, jika monster apalagi makhluk menyeramkan, langsung kutebas habis, apalagi aku perlu informasi keberadaan kota Eklesia. Aku harus menahan diri, "


" Astaroth? apakah itu adalah kota para ksatria? " tanyaku lagi.


" Ksatria...?! kami juga bisa membeli ksatria manapun sesuka kami, dan kami akan menjualmu menjadi budak astaroth, hahahah...! " ujar seseorang yang paling depan, sepertinya ia adalah pemimpin mereka.


Sebenarnya tubuh mereka sangat gendut dan pendek dengan perut buncit. Salah seorang dari mereka turun dari keledainya dengan susah payah, berjalan dengan tambang menuju in ke arahku. Jelas mereka mau mengikat dan membawaku, jelas aku tidak mau. jadi bahan buruan mereka untuk dijual. Dan tombak-tombak yang mengitari aku bergerak merapat menutup ruang gerakku.


Aku melompat dan berkelit dan menjauh. Tapi anehnya aku tidak bisa melompat tinggi ataupun terbang, dan badanku terasa berat akibat menghirup aroma bunga putih tadi. Orang-orang astaroth tidak kalah terkejut melihat gerakanku yang gesit. Mereka terlihat gusar dan segera mengambil beberapa tali lasso lagi. Siap menangkapku.


" Orang astaroth tahan!! " teriakku keras.


" Seluruh kota di sekitar kalian sedang di hancurkan oleh pasukan azmaveth. Aku yakin mereka juga menuju kota kalian untuk menghancurkan! "


" Hahaha...omong kosong, semua orang yang kami tangkap kemarin juga mengatakan hal yang sama! " jawab salah satu dari mereka

__ADS_1


" Kami gak pedul! astaroth punya perjanjian dengan azmaveth, mereka tak mungkin menyerang kami! "


Dan merekapun mulai mengayunkan tali lassonya bersamaan, siap menangkapku.


Aku segera berlari menghindar dan mencoba terbang. Namun aku tidak ada tenaga sama sekali untuk terbang. Sebuah tali dengan cepat menggapai kaki kiriku dan menjeratnya. Aku berusaha berontak, melepaskan tali, namun terlambat tali-tali yang lainya mengikatku bersamaan.


Meskipun sudah terikat akupun tetap berontak sehingga salah satu orang yang menarikku tertarik dan terjatih dari atas keledainya dan terjerembab ke tanah.


Aku masih tetap berontak dan merekapun mulai kewalahan menghadapiku. Ada dua puluh orang langsung mengeroyokku meninju dan menendangku sampai akupun tidak berdaya. Bahkan aku dalam keadaan setengah sadar seperti hendak pingsan.


Seseorang akhirnya menghentikan teman-temanya yang sedang mengeroyokku. Ia meletakkan tangannya di dahiku dan membuka mataku. Kemudian ia kembali pada pemimpin dari orang-orang astaroth tersebut dan berbicara " ia terkena racun piseah yang parah. Ia pasti telah menghirup bunga itu. Apakah kau masih punya penangkalnya?


" Gila, terkena racun piseah itu sangat berat bahkan bisa berujung kematian, tetapi mengapa tenaganya masih sangat kuat ketika memberikan perlawanan, bahkan kita dibuat kewalahan menangkapnya! ini aku masih punya berberapa, cepat berikan padanya sebelum ia lumpuh total dan tidak bisa dijual sebagai budak. "


" Eh... jangan diberikan semua penawarnya. Berikan dia setengah takaran saja. Aku tidak mau dia menjadi pulih dan merepotkan kita semua! " ujar dari pemimpin orang-orang astaroth tersebut.


Salah satu orang itu kembali lagi kepadaku. Memberikan sesuatu padaku dan memaksaku menelannya.


Dalam keadaan setengah sadar aku mendengar samar-samar perkataan mereka.


" kita akan memberikan sebagai hadiah pada raja covetous. Hari raya persembahan buat dewa perang aven hampir tiba, dan dia sangat bagus dan butuh pertarung kuat dan hebat, pastinya raja covetous sangat senang dan memberikan kita banyak hadiah...ayo kita bawa ke astaroth. " sambil terbahak-bahak


" Ayo kita bawa ke astaroth dan angkat ini budak! " mereka semua tertawa lagi.

__ADS_1


__ADS_2