Avalon Knight

Avalon Knight
TRANSFORMASI


__ADS_3

Sesampai di depan pintu gerbang yang tertutup dan terkunci rapat, tiba-tiba Shemmer memegang lenganku tanpa aba-aba, ia langsung lompat tinggi setengah terbang melewati pintu gerbang kapernaum dengan mudahnya dan mendarat di sisi sebaliknya. Akupun sangat terkejut sampai tidak bisa jalan dan kakiku gemetaran dengan peristiwa seperti itu, semua terjadi dengan sangat cepat bahkan sebelum aku sempat bernafas.


Yang kuingat hanyalah lengan dan bahuku terasa sakit karena tertarik. Pintu gerbang kediaman raja Naham yang kulihat dibawah, kulintasi begitu saja dan akhirnya aku mendarat lagi bersama Shemmer, hampir tersungkur dan jatuh terguling-guling kalau tidak ditahan olehnya.


" Kita mau kemana? " tukasku


" Keluar dari kota ini! " sahut Shemmer tanpa menoleh ke kiri maupun kekanan dan terus berjalan, masuk kedalam lorong-lorong kapernaum. Setelah berjalan sebentar ke jalan utama, Shemmer mengambil arah ke belok kiri, tidak terus menuju pintu gerbang. Mungkinkah ada jalan lain untuk keluar masuk kapernaum selain pintu gerbang?


" Hanya ada satu pintu keluar masuk kota ini. Pintu gerbang telah dijaga prajurit. Hal ini tidak seperti biasanya, kecuali bila ada orang yang sedang Naham tahan, tidak boleh keluar dari kota ini. Dan aku langsung menebak, itu pasti kau..." ujar Shemmer sambil berjalan terus, padahal jalan didepanya hampir buntu terhalang tembok kota.


" Apakah kau sering melakukan ini? maksudku menerobos ke penjara, dan membebaskan orang seperti ini?" tanyaku terengah-engah mencoba mengikutinya dari belakang.


" Tidak, ini baru pertama kalinya..." sahutnya tanpa menoleh dan terus berjalan ke arah tembok


Kini aku mengerti apa yang coba dilakukan Shemmer, kami sampao pada tembok benteng kapernaum, ia segera memegang tanganku, tetapi aku tidak mau dipegang seperti itu lagi, terasa sakit sekali.


Aku langsung memeluknya...dan betul juga, dia segera melompat dari rumah sebelah kiri untuk mengambil pijakan diatas teras. Kemudian yang ku tahu, kami berdua melambung tinggi sekali ke atas melewati tembok kota. Bisa dibilang kami terbang. Ngeri sekali rasanya melihat ke bawah seperti mau jatuh.


Saat akan mendarat aku menutup mataku, takut melihat jika jatuh dengan kecepatan tinggi seperti itu. Pastilah tubuh kami hancur saat mendarat kembali ke atas tanah. Tapi yang kutakutkan tidak terjadi, Shemmer mendarat mulus seolah-olah ada yang menahan, namun kekuatan dari Shemmer sendiri.


Setelah mendarat, aku minta istirahat sebentar untuk meredakan ketegangan akibat lompatan yang sangat tinggi tadi. Lagipula aku sudah berada jauh diluar kota kapernaum, tidak ada yang perlu ditakutkan lagi. Shemmer membiarkan aku beristirahat dan ia berjalan menjauhiku, kemudian berdiri diam.


Tanpa menoleh dan menatap pandangan jauh di depan ia berkata " Kemenangan, kemuliaan, dan keselamatan hanya untuk orang yang percaya akan apa yang kukatakan " lalu ia terdiam sebentar.

__ADS_1


" Apakah engkau percaya akan ceritaku dan kuasa Rajaku atas maut? "


Apakah aku harus menjawabnya? lagipula kenapa ia bertanya hal-hal yang tidak berhubungan dengan kejadian luar biasa seperti yang kualami tadi? pertanyaan seperti.... bagaimana rasanya dipenjara, atau apakah aku baik-baik saja? malah di bertanya hal lain kepadaku?


Mendadak aku teringat apa yang dikatakan penduduk kapernaum termasuk ibu Ribka, dan perintah raja Naham yang secara langsung maupun tidak langsung. Agar tidak mengabulkan apa saja yang diminta oleh Shemmer, termasuk mencap Shemmer dengan sebutan orang gila?


Namun, setelah beberapa hal yang kualami bersama Shemmer, aku tidak punya alasan untuk tidak percaya terhadap apa yang dikatakannya.


" Tidak setiap hari engkau mendapatkan pengalaman terbang seperti tadi bukan? " ujarnya. Dan akupun mengangguk perlahan, dan tanpa melihatku sepertinya Shemmer sudah tahu bahwa aku percaya pada dia.


" Aku ingin mendengar dan kau mengatakan sendiri. Dengan mulut seseorang di benarkan dan dengan mulut pula seseorang be diselamatkan "


" Ya aku percaya ! " ujarku bergetar ada rasa takut, senang, semangat bercampur jadi satu. Aku merasa tegang, kurasakan ada sesuatu yang luar biasa akan terjadi hanya karena tiga kata itu, Ada apa gerangan yang mungkin terjadi?


" Raja Avalon telah memilihmu " kata Shemmer sambil meletak tangan kanannya di pundak kiriku.


" Maukah engkau hidup sebagai ksatria sepertiku sebagai KSATRIA AVALON ? Bersediakah kau mati untuk Raja Avalon? "


Sontak ketika Shemmer berkata seperti itu, hatiku, jiwaku, tubuhku, bergairah, semangat yang menggebu, rasa senang yang tidak dapat ucapkan kata-kata, disaat lamunanku di penjara, ternyata Raja Avalon, mendengar keinginanku dan mengabulkan permintaanku langsung saja tanpa ragu aku jawab dengan mantap " aku bersedia melayani dan mati bagi Raja Avalon


Seketika itu rasa capek, lelah, rasa sakit hilang lenyap.


" Mari..! " kata Shemmer, sambil berdiri dan berjalan. Aku mengikutinya sambil bertanya-tanya kemana sebenarnya kami akan pergi. Dia membawaku ke sebuah sungai yang letaknya agak jauh di samping kapernaum, dekat ke arah hutan. Setelah Shemmer melepaskan jubah dan zirahnya, ia kemudian pedang Ephesians dan masuk kedalam sungai itu.

__ADS_1


Setelah aku juga melepaskan beberapa bagian pakaian yang berat dan hanya tinggal celana panjang yang terbuat dari kulit hewan masih kukenakan, kakiku bergerak dengan gemetar masuk kedalam sungai itu. Bukan karena kedingingan namun entah kenapa aku jadi takut. Selangkah demi selangkah aku berjalan melawan arus sungai itu.


Saat aku telah dekat dengan Shemmer, dia menyuruhku berlutut, sehingga air sungai itu telah mencapai pundakku. Sambil mengangkat pedang Ephesians, ia meletakkan ujung pedangnya dipundak kananku kemudian berpindah ke pundak kiriku, lalu terakhir ke atas kepalaku. Pedang agung itu mendengung di dekat telingaku, seperti turut berkata-kata.


Suara lantang Shemmer terdengar menggelegar " Aku... Shemmer, Ksatria Kerajaan Avalon. Dengan nama Raja Avalon yang berkuasa, penuntun setiap ksatria, menyatakan bahwa kuasa kerajaan terdahulu dicuri, kini dipulihkan dan dikembalikan kepadamu. "


Kemudian Shemmer meletakkan telapak tangannya di dahiku. Aku merasakan kehangatan telapak tangannya kemudian mengalir ke sekujur tubuhku. Menghangatkan tubuhku yang berendam di dalam air sungai. Perlahan-lahan kehangatan itu terasa bertambah panas... sangat panas, dan mengeluarkan energi yang menyentak dan menerobos masuk ke dalam tubuhku. Sentakannya membuatku sulit bernafas dan tenggelam.


Aku dapat melihat permukaan air yang ada diatas kepalaku dan sinar perak di atas riak air tersebut, semua Itu kelihatan sangat terang, jauh lebih terang dari biasanya.


Ada sebuah sensasi hebat yang mengalir didalam setiap jaringan darahku. Aku seperti terhanyut dan ingin tetap tinggal disana, dalam keheningan merasakan keberadaanku dalam aliran hangat darahku. Tetapi sesak nafas memaksaku untuk muncul kembali ke permukaan air.


Masih dengan tubuh yang sangat lemas, sayup-sayup aku mendengar suara Shemmer. Sepertinya dia sedang berbicara dengan seseorang. Dalam keadaan setengah sadar, aku melihat sosok samar di seberang sungai. Ia memiliki jubah seperti Shemmer dengan pedang yang sangat besar di punggungnya, jauh lebih besar dari pedang Ephesians. Panjang pedang tersebut lebih panjang, bahkan melebihi tinggi si pembawa pedang tersebut.


" Shemmer cepatlah, waktunya telah tiba. Kita harus berangkat sekarang! " kata orang di seberang sungai.


" Mereka sedang menuju tepat kemari. Kekuatan itu terlalu besar, jika hanya, jika hanya kita berdua tidak akan dapat menahanya. "


Dalam keadaan setengah sadar, aku berpikir " mereka? siapa mereka yang di maksud itu? "


Dan Shemmer tidak menjawabnya dan tidak menghiraukan peringatan orang di seberang sungai itu, dan dia tetap memegang tanganku dan memapahku untuk kembali ke pinggir sungai dan kemudian meletakkan disana.


Setelah itu, aku tidak ingat apa-apa lagi. Kesadaranku hilang, saat menahan gelora kuasa yang berlangsung didalam tubuhku. Aku merasa dibawa jauh, jauh sekali...ke tempat dimana terang itu berasal. Aku merasakan damai, sukacita.

__ADS_1


__ADS_2