
Helenpun gelagapan dengan pertanyaan yang mendadak ditujukan padanya. Dan ia berusaha untuk menenangkan dirinya dulu, kemudian baru menjawab.
" Ya aku rasa bisa, asal hanya sebentar dan tidak memaksakan diri " ujarnya sambil tidak yakin.
Kemudian Kademah memandang tajam kembali ke arah Eleazer sembari mengangguk, dan Eleazer pun turut mengangguk memberi hormat. Dengan enggan, Eleazer mengambil jarak agak jauh dariku, kemudian dia memanggil beberapa temannya untuk turun.
" Ziba, Hezekiah,...turunlah! " seru Eleazer sambil menoleh ke deretan bangku di tempatku tadi duduk bersamanya. Kemudian dua orang yang di panggil Eleazer itu turun, keluar dari tempat duduknya. Dua orang itu berbadan besar, dan tingginya lebih dari rata-rata para ksatria yang ada di ruangan itu.
Segera saja kedua ksatria tersebut mengambil posisi siap di depanku. Sementara itu, Eleazer dengan ragu maju dan mengambil posisi menyerang.
" Hai ksatria asing, bila kau ksatria Revelation sejati, tunjukkan pada kami jurus "tujuh meterai", agar kami tahu bahwa engkau memang telah ditetapkan oleh Raja Avalon untuk menjadi bagian. Bila kau tidak dapat menunjukkannya...aku minta maaf, kau mungkin bisa tewas karena tidak dapat mempertahankan diri dari mereka. Untuk itu pertahankanlah dirimu sebaik mungkin dan tunjukkan meterai-meterai itu..." kata Kademah memecah keheningan suasana tempat tersebut.
Perkataan Kademah seperti sebuah aba-aba untuk siap menyerang bagi ketiga ksatria yang ada didepanku. Dengan segera mereka menghunuskan pedangnya.
Tiga buah pedang berkilat-kilat dengan cahayanya masing-masing. Dan Ziba serta Hezekiah menggunakan pedang yang belum pernah kulihat, sementara itu Eleazer menggunakan pedang yang sudah kukenal dengan baik, itu.... Ephesian!
Akupun menjadi tegang, sambil menutup mata sebentar dan memegang erat Revelation dengan kedua tanganku di dadaku. Namun pedang Revelation menderu dan berdengung semakin kuat, seakan-akan bergairah dengan pertarungan ini.
Pikiranku berkecamuk tidak karuan, serasa ingin lari dari pertempuran ini, lebih baik melawan pasukan kegelapan daripada harus melawan sesama ksatria dan dilihat banyak ksatria yang menonton di coliseum ini. Apakah dengan jurus tujuh meterai? apakah ini jurus dari kekuatan asli pedang Revelation? selama aku bertempur melawan pasukan kegelapan baru pertama kali ini aku mendengar jurus asli dari kekuatan pedang Revelation, dan jika aku tidak bisa menunjukkan kepada mereka bisa-bisa aku tewas ditempat ini.
Tiga ksatria di depanku saat ini sepertinya tidak main-main, ada hawa pembunuh yang kurasakan dari mereka. Oh...Raja Avalon, tolonglah aku...aku tak ingin melawan mereka namun dipaksa, untuk membuktikan kekuatan sejati pedang yang kupegang ini.
Pedang Hezekiah yang mengeluarkan cahaya berwarna biru tua itu dengan cepat dan menghujam dari atas, seperti jawaban dari doa permohonanku. Aku menangkis dan menahan seketika serangan tersebut dan kemudian mundur kebelakang. Untung Eleazer dan Ziba tidak turut menyerang, ternyata mereka tidak main keroyokan seperti yang kukhawatirkan tadi
__ADS_1
" Shafat Othniel! " seruan Hezekiah membuat pedangnya yang bergagangkan segi enam, bersinar lebih terang. Dan tiba-tiba sebuah bacokan dan tebasan pedang dari sebelah kanan terdengar keras menderu ke arahku.
" Zwingg.....trakk.....zwing....trakk...." bunyi kedua pedang saling beradu.
Aku hanya bisa menahannya dengan Revelation, sambil melompat mundur kesamping kanan juga kiri.
" Shafat Ehud! "
" Shafat Samgar! "
" Shafat Debora! "
Tebasan kilat dari kiri, bawah, atas menghujam ke arahku dengan cepat secara bersamaan mengarah kepadaku, secara refleks aku menangkis tiga serangan sekaligus dan membuatku terpental ke belakang. Aku menghantam tiang batu yang ada di belakangku. Punggungku terasa sakit kembali, tanganku nyeri menahan getaran benturan pedang dari serangan terakhir.
Dengan segera aku setengah berjongkok sambil menahan sakit tanganku yang masih bergetar, dan jantungku berdegup kencang akibat terlalu tegang dan pikiranku masih berkecamuk, aku berusaha bangkit berdiri menenangkan diri sejenak sambil bersiap menghadapi serangan berikutnya. Kupejam sebentar mataku lagi agar tidak terlalu tegang sambil menstabilkan detak jantung dan pikiran.
Revelation mendengung perlahan, seakan-akan sedang berbicara kepadaku. Astaga...kenapa aku melupakan ini? bukankah aku pernah memakai dan mengkombinasi dengan jurus yang pernah kupelajari di kehidupanku sebelumnya? dan petunjuk yang muncul pada pedang tersebut. Pedang itu berubah warna menjadi seperti warna awan-awan. Tertulis disitu
" Meterai pertama...Mia Spharagis, tusukan cepat seperti anak panah "
kemudian seperti ada kekuatan yang muncul dari pedang masuk kedalam tubuhku dan menuntun saat Revelation bicara.
Belum selesai aku membacanya, tiba-tiba serangan tebasan dari Hezekiah menghujam kedepanku. " Shafat Gideon, " Dengan reflek aku menebas balik " ophsprung tsehakn...Kaiii, "
__ADS_1
" Bwett...Blassstt..."
Tebasan pedang yang kulontarkan begitu cepatnya sampai mengeluarkan angin dalam bentuk bayangan sabit. Dan pedang Hezekiah belum sampai mengenaiku, langsung terpental kebelakang sejauh delapan puluh langkah, namun dia tidak terluka, karena ini adalah jurus perlindungan diri.
Hezekiah dan para ksatria juga Kademah yang menonton sangat terkejut dengan jurus yang kukeluarkan barusan. Lalu ada hadirin ikut berbisik dengan yang lain " jurus ini tidak pernah kulihat selama aku hidup dan tidak pernah ada pada ksatria Revelation sebelumnya. "
" Meterai apa itu? aku tak pernah melihat sebelumnya. Padahal ini jurus yang hebat kukeluarkan, bagaimana kau bisa memantulkan balik dengan begitu mudahnya hai metaneos? " ujar Hezekiah dengan ekspresi wajah tidak percaya.
" Ini adalah jurus pembalik, aku hanya memanfaatkan kekuatanmu dengan melipat gandakan serangan tanpa menggunakan tenagaku yang sebenarnya. " ujarku.
Maka geramlah Hezekiah melancarkan serangan bertubi-tubi kepadaku dan aku hanya menangkis serta menghindar, dan sampai akhirnya pedang Revelation berdengung lebih kuat agar aku menggunakan kekuatan pedang tersebut.
Dalam keadaan posisi pedang naik di depan dadaku dan sedikit mundur kebelakang, dengan pedang terarah lurus depan sejajar, dan dengan dan bahuku. Sementara itu tangan kiriku, terangkat lurus kedepan sambil mengacungkan telunjuk dan jari tengah, seperti posisi mau memanah. Lalu aku berseru dengan suara nyaring,
" Miaaaaa...... Spharagis...... Erikhomai....!! "
Tiba-tiba, tubuhku melesat kedepan dengan sangat cepat. Revelation dengan gerakan menusuk merangsek kedepan.
Pedang Revelation berubah warna menjadi putih berkilauan dan mengeluarkan petir menyelimuti tubuhku juga. Tidak sampai sekejap mata, sekelebatan sinar putih Revelation membuat ujung pedang sudah menempel di tenggorokan Hezekiah, disertai dengan suara gemuruh halilintar bergemuruh yang tertahan!
" Meterai pertama! " seru para hadirin terkejut untuk kedua kalinya melihat jurusku tadi.
Hezekiah yang sedari dalam keadaan siap menyerang, kini menjadi tidak berdaya. Karena mata pedang ujung Revelation sudah menempel di lehernya terlebih dahulu. Seketika ruangan menjadi hening, apakah mereka akan menunggu aku harus meneruskan tusukan ini?
__ADS_1
" Aku kalah...." ujar Hezekiah dan dengan perlahan-lahan ia menurunkan pedangnya.
Akupun juga perlahan-lahan mulai menurunkan Revelation, masih dengan pandangan tidak percaya kalau aku mengeluarkan jurus ini dengan sangat cepat, melebihi kecepatan ketika aku bertempur dengan pasukan azmaveth, tusukan yang mereka sebut ' meterai pertama ' itu.