
" Pada masa itu Eklesia banyak bersekutu dengan kota-kota seperti astaroth, kapernaum, irshemesh, kirharaseth dan kota-kota kirjath. Para penguasa Eklesia telah membentuk aliansi dengan kota-kota tersebut. Akhirnya Eklesia menjadi terpengaruh dengan kebiasaan kota-kota lainnya. Terpengaruh kenyamanan kapernaum, membangun kekayaan seperti astaroth, suka membelenggu seperti irshemesh, dan terobesi kemuliaan serta kekuasaan seperti Kirharaseth. "
" Persekutuan tersebut ditentang oleh Shen. Dia memang hanya seorang prajurit kecil, namun dia berani melawan dan bertarung melawan raja empat kota yang ada disekeliling Eklesia, baik raja kota utara irshemesh, raja kota timur Kirharaseth, raja kota selatan kapernaum, dan raja kota barat astaroth. Dan paling hebat adalah Shen bertarung langsung dengan para pemimpin Eklesia sendiri, karena pemimpin Eklesia sudah melenceng dari amanah agung Raja Avalon. "
" Kisahnya terus dikenang, di ceritakan turun temurun, pada setiap generasi. Mungkin lain waktu, aku bisa menceritakan kepadamu dengan jelas dan detail. Namun pasti yang jelas, pertarungannya itu menjadi awal mula tonggak sejarah lahirnya ordo-ordo di Eklesia, " lalu Arel kemudian membawa ke sebuah lukisan yang lain.
Lukisan yang menggambarkan be figur-figur manusia dengan kostum yang berbeda-beda, salah satunya adalah ksatria. Baju perang dengan jubah dan pedangnya, sangat mencolok berada di tengah-tengah lukisan itu.
" Inilah beberapa ordo besar yang berpengaruh dan memerintah negeri ini. Ada ordo Knights, Arkhierus, Rephael, Evangelion, dan Prophet. "
" Ordo Knights terdiri dari para ksatria, yang mengkhususkan dirinya untuk berperang. Ordo ini sudah hampir musnah, karena ada suatu masa yang damai, dimana sama sekali tidak ada ancaman terhadap Eklesia, dan tidak ada lagi yang harus diperangi. "
" Banyak yang tidak menyukai Ordo Knights. Mereka berpikir kami hanya membuang-buang waktu saja, karena sudah tidak ada lagi yang perlu dilawan. Namun di masa-masa yang meresahkan ini, dimana empat kota telah jatuh di tangan azmaveth, banyak orang yang ingin masuk Ordo Knights. Tapi sudah terlambat, karena untuk menjadi ksatria dibutuhkan disiplin, tekad serta latihan yang lama. "
" Aku dan Eleazer termasuk didalam Ordo Knights. Saat itu seperti kau tahu, kami sedang mendapat tugas untuk melihat astaroth. Dan yang kami lihat adalah seseorang yang bertarung sengit melawan monster leon, apalagi tingkatan leon setara dengan pangkat jenderal. Hebat juga untuk seorang metaneos seperti engkau bisa bertahan dari keroyokan azmaveth bahkan juga berhasil melukai leon. Hanya seorang Knight senior dengan pengalaman tempur yang lama bisa menghadang dan menghadapi leon beserta pasukan azmaveth sendirian. Dan orang-orang seperti itupun sudah sedikit sekali yang tertinggal di Eklesia. " ujar Arel.
Aku sedikit tersipu dan tersanjung mendapat pujian dari Arel. Dia ternyata tidak segalak yang aku Kira. Arel sadar bahwa ceritanya sudah agak melenceng, lalu dia melanjutkan ceritanya lagi.
" Ordo Arkhierus terdiri dari orang-orang pintar dan bijak, atau... seperti itulah menurut pendapat mereka, dan mereka berpendapat kalau mereka memiliki kemampuan bertempur yang terbaik di Eklesia, " ada nada tidak suka saat Arel mengatakan hal tersebut.
" Sementara Ordo Rephael mengkonsentrasikan diri pada perawatan luka dan kesembuhan, dan kau sudah melihat salah satunya adalah Helen. "
Kemudian Arel terdiam sesaat, wajahnya terlihat murung dan sedih. Ia sadar kalau aku memperhatikannya. Dan iapun melanjutkan ceritanya lagi dengan perlahan.
" Ordo Evangelion terdiri dari para musafir. Mereka diutus ke kota-kota lain untuk memperingatkan mereka akan bahaya musuh dari azmaveth, dan merekrut prajurit baru untuk Eklesia. Tugas yang amat sulit. " ujarnya sambil menarik nafas panjang, mencoba menenangkan dirinya.
" Kemudian Prophet adalah Ordo yang suka menyendiri. Tidak banyak anggotanya, jarang ada yang mau bergaul dengan mereka. Mungkin karena mereka memiliki kemampuan untuk melihat masa depan dan masa lalu, nanti bisa dibaca oleh mereka, dan umumnya tidak ada yang suka diungkap masa lalunya, seperti kemarin di saat kita bermeditasi bersama untuk pemulihan ingatanmu dan aku juga Helen masuk dalam ingatan masa lalumu. Tapi tenang, rahasia identitas masa lalumu secara detail kami simpan rapat-rapat. " ungkap Arel sambil tersenyum padaku. Namun aku tidak tahu harus berbicara apa dan hanya diam saja.
" Arel...Arel...! "
Tiba-tiba ada suara yang memanggil-manggil namanya, dan menyadarkan aku dari lamunanku saat memandangi lukisan itu. Itu suara Eleazer dan dalam beberapa lompatan saja, kini Eleazer sudah berada di dekat kami. Membuatku teringat saat pertama kali dapat melompat jauh dan secepat Itu.
__ADS_1
" Aku mencari-cari kalian ke seluruh kota, " kata Eleazer sambil berusaha menenangkan nafasnya yang terengah-engah. Akupun tersenyum membayangkan betapa lelahnya dia, karena telah berlari dan berlompatan mengelilingi Eklesia dengan kecepatan seperti itu hanya untuk mencari kami.
" Kau... Eleazer jangan berpura-pura terengah-engah, agar kami mengira kau telah mengelilingi kota ini tujuh kali. Aku tahu kau hanya bertanya kepada beberapa orang, kemudian menemukan kami disini, " ujar Arel sambil mendelik dengan kesal. Eleazer pun tertawa, dan kemudian nafasnya menjadi normal lembali dan ia berubah menjadi serius.
" Ketua Ordo Knights ingin segera bertemu denganmu! " ujar Eleazer menatapku dengan serius.
Arel tiba-tiba menjadi cemas. Mereka berdua mengambil beberapa langkah menjauh dariku dan berbisik-bisik. Aku sempat mendengar Eleazer seperti berkata, " Hah... hilang ingatan? "
Arel segera bersuara mendesis berusaha mendiamkan Eleazer. Tidak lama kemudian mereka selesai berbicara, kemudian Arel menganggukkan kepalanya ke arahku, dan segera ia langsung bergegas pergi meninggalkan aku bersama Eleazer.
" Arel pergi kemana? " tanyaku saat Eleazer menghampiriku.
" Ada yang harus di lakukan. Aku yang akan menemanimu. Kau belum bisa bergerak dengan cepat bukan? "
Aku mengangguk. Memang lukaku sudah sembuh baik di pelipis mata kanan, dan hanya menyisakan bekas luka, juga bagian punggung, sudah tidak terasa sakit lagi saat aku bergerak, namun aku juga tidak mau ambil resiko.
Kami berjalan kembali menuruni tangga gedung, dan bergabung kembali dengan keramaian di kota inti Eklesia. Lain kali aku mau kembali ke gedung itu untuk belajar sejarah lebih dalam lagi tentang Eklesia.
" Kenapa dengan ordo-ordo disini? kenapa juga Arel tidak menyukai Ordo Arkhierus? Dia juga sedih mengenai Ordo Evangelion tapi tertawa kecil mengenai Ordo Prophet? "
" Hahahah.....jadi Arel sudah cerita ya? Baguslah. Aku tidak perlu menjelaskan panjang lebar padamu. "
" Pertentangan antar Ordo? kenapa? " Tanyaku
" Hmm...Arel belum menjelaskan ya?! " Eleazer balik tanya padaku
" Baiklah aku ceritakan saja sedikit, soal Ordo Arkhierus siapa sih yang menyukai mereka? Bukan hanya Arel saja, namun semua ordo yang lain tidak menyukai Ordo Arkhierus, kecuali mereka sendiri. Mengaku paling bijak namun malah memecah belah Eklesia, kau akan lihat sendiri jika bertemu salah satu dari mereka, kenapa mereka begitu mengesalkan. " ujar Eleazer sambil menekan nada suaranya, pertanda seperti dia sedang marah.
" Soal Ordo Evangelion ini cerita sedih dan sangat pribadi bagi Arel. Namun aku rasa kau layak untuk mengetahuinya. Tidak ada yang harus disembunyikan di Eklesia. Dan entah kenapa aku punya perasaan kuat sekali, kita akan bersama-sama dan menjadi sahabat abadi di Eklesia. "
Eleazer merenung sebentar, " Arel dulu memiliki kekasih seorang Evangelion. Namun dalam tugasnya ke astaroth, ia terkena racun luxurious, Para mamon menangkapnya, membawanya ke azmaveth dan mencuci otaknya, sehingga ia lupa dengan tugasnya, dan kini menjadi salah satu pimpinan divisi azmaveth. Kemudian ia kembali ke astaroth, menjadi salah satu pelaku pembantaian dan pembunuhan. Arel menjadi sangat terpukul melihat kejadian itu. Sejak saat itu, Arel sangat membenci azmaveth, dan kemudian dia berlatih sangat keras menjadi seorang Knight, agar bisa menghabisi para makhluk be azmaveth itu. Dan kinj dia menjadi salah satu andalan Ordo Knight dalam tugas-tugas yang penting. Perjalanan tugasnya ke astaroth kemarin sebenarnya sangat berat baginya. Mungkin dia berharap bertemu dengan mantan kekasihnya dan menyadarkan kembali, tapi malah bertemu dengan kau. " ujarnya sambil tertawa kecil
__ADS_1
" Soal Ordo Prophet, asalnya Arel dari Ordo tersebut. Saat di ordo tersebut penampilan Arel begitu pucat dan galak, sekarang semenjak di Ordo Knights ia sudah jauh lebih baik. "
Aku tertawa bersama Eleazer, saat mendengar penjelasan detail tentang Arel terdahulu.
Lalu kami berhentj tertawa setelah sampai di gerbang yanf megah. Di jaga dua orang prajurit, sambil membukan pintu bagi kami berdua.
Jubah mereka mirip Eleazer, hanya saja bahannya lebih kasar dan warnanya lebih pudar. Ketopong yang mereka pakai agak lonjong menutupi kepalanya. Rompi yang tebal berwarna biru, menutupi hingga ke lutut, dan dipinggang mereka ada sebilah pedang biasa dan seragam. Pada bagain dadanya ada lambang segi empat bagaikan perisai dengan rajawali dan singa.
" Kita akan kemana Eleazer? " tanyaku.
" Pertemuan para ksatria. Butuh waktu enam hari mengumpulkan mereka semua, karena banyak yang diluar Eklesia. Tapi sayang masih banyak ksatria yang tidak memenuhi panggilan darurat ini. "
" Ohya, apakah ada yang bernama Shemmer atau Nahaliel? "
" Hmm...seingatku tidak ada, siapa mereka, ksatria jugakah? " ujar Eleazer.
" Aku tidak tahu pasti, aku menjumpai mereka dalam perjalanan dan bahkan mirip sekali dengan engkau, zirahnya, pedangnya, bahkan Nahaliel berkata pernah tinggal di Eklesia. "
" Nahaliel ya? sepertinya aku pernah mendengar dia, kalau tidak salah dia memang dua generasi diatasku, tetapi dia pergi sudah lama sekali dan tidak pernah kembali, mungkin Kadema mengenalinya. Kalau Shemmer, memang ada nama ksatria yang mirip itu disini, tapi kalau kau bilang diluar Eklesia, kurasa tidak mungkin....kecuali Shemmer satunya lagi... " ujar Eleazer sambil berpikir sejenak.
" Shemmer yang mana? siapa dia? "
" Guruku! dia keluar dari Eklesia pada masa sebelum Nahaliel pergi. Ah... sudahlah aku tidak ingin membicarakan hal Itu. "
" Apa?... gurumu?! " aku terdiam sejenak agak lama, mungkinkah orang yang sama?
Ia hanya menolehku sebentar dan tibalah kami sampai di depan gerbang putih, tinggi dan megah dan pegangan terbuat dari emas. Lambang rajawali dan singa yang kulihat dari gerbang sebelumnya. Terukir potongan-potongan kata yang pernah kulihat di pedang Ephesian...
...--- Endusasthe ten panoplian tou Theou pros to dunasthai humas stenai pros tas methodias tou diabolou ---...
Eleazerpun berdiri agak tegang didepan pintu itu, sambil memegang pegangan di kedua gagang gerbang tersebut sambil menghela nafasnyaa dengan panjang dan menoleh padaku, " Kau sudah siap? "
__ADS_1