Ayah Pengganti Buat Anakku

Ayah Pengganti Buat Anakku
Niat buruk rafa dan putri


__ADS_3

Dari kejauhan tampak seseorang memperhatikan Lia, yang tak lain adalah Rafa. Wajahnya memerah dan mengepalkan tangan menahan amarah.


"sial, Kenapa juga suaminya Lia datang ke sini rencanaku jadi berantakan. " gumam nya lagi.


" seharusnya sekarang aku bisa mendekatkan diri pada Lia dengan memberikan perhatian-perhatian padanya."


" aku tahu sebenarnya dia itu korban dari pemerkosaan kakak iparnya sendiri dan sekarang dalam keadaan hamil. "


aku sempat mendengar percakapan antara Abangku dan kakak ipar lia. dia mengatakan dengan bangganya telah mengambil ke gadisan adik iparnya sendiri.


mendengar kenyataan itu sebenarnya aku sangat marah dan ingin memukul wajahnya hingga babak belur, tetapi aku tidak bisa apa-apa karena aku hanya orang lain dan aku tidak mau dianggap mencampuri urusan mereka.


Sebenarnya aku sudah lama mengenal lia karena kita satu sekolahan di SMA 5, dan aku adalah kakak kelasnya.Tetapi Lia tidak mengenali aku karena dia tipe perempuan yang alim dan tidak banyak bergaul dengan lelaki.


Aku sangat menyukainya karena dia adalah tipe wanita idamanku. Aku menyukai wanita yang lugu dan pemalu seperti lia.


Saat kami sama-sama tamat sekolahan aku sempat putus asa karena tidak tahu bagaimana cara menghubungi Lia karena aku tidak mempunyai nomor hp-nya sementara rumahnya pun aku juga tidak mengetahuinya.


Kebetulan aku pernah melihat Kakak ipar lia di acara sekolahan kami. acara untuk pelepasan murid-murid Kelas 3 dan aku kembali melihat kakak iparnya saat bermain ke rumahku dan ternyata dia berteman dengan Abangku sendiri.


Dari kakak iparnya lah aku mencari tahu di mana alamat rumahnya karena setahu aku lia tinggal bersama kakaknya dan kakak iparnya. Sejak saat itu aku selalu memantaunya bahkan aku sengaja membantunya secara diam diam mencari pekerjaan untuknya dengan membuat selebaran lowongan pekerjaan di tempat aku bekerja sekarang.


Dan sudah aku duga sebelumnya bahwa lia melamar pekerjaan ditempat kerja ku itu, saat itu juga aku membujuk bos di tempat kerja agar menerima Lia dengan alasan dia adalah adik sepupuku.


Setelah sebulan ia bekerja rencananya aku ingin melamarnya dan menjadikannya istri dan aku juga akan menerima anak yang ada dalam kandungannya tetapi itu semua dihancurkan oleh lelaki yang bernama Faruk karena dia telah dulu datang untuk melamar Lia.


Aku pun membentuti mereka, karena aku ingin tahu di mana Lia sekarang tinggal dengan suaminya.


" Mas berhenti dulu sebentar itu ada timnya si Putri aku mau izin pulang dulu sebentar ya. " Ucapku pada mas Faruq.


Kami pun berhenti tepat di depan mereka.


" loh Li, kok kamu sama suamimu si Rafa nya mana. "tanya Putri heran.

__ADS_1


" maaf teman-teman aku izin pulang dulu ya karena aku lagi kurang enak badan, kepalaku pusing banget."


" Oh ya sekalian aku minta tolong bilangin sama si Rafa kalau aku udah pulang sama suami karena tadi si Rafa pamitnya mau beli minum." ucapku pada mereka lagi.


" kamu sakit Li?Ya udah kalau gitu kamu istirahat aja di rumah biar nanti aku izin sama bos. "ucap Rani padaku.


Aku dan suamiku pun pamit dan Bagas pulang karena Seluruh badanku terasa sakit dan kepala semakin berat.


Sesampainya kami di rumah aku pun langsung berbaring di atas tempat tidur.


" Mas Maafin aku ya. "ucapku memelas pada mas Faruq.


" Maaf kenapa sayang. "tanya Mas Faruq.


" Soalnya tadi aku hanya pergi berdua dengan Rafa membagikan selebaran."


" Aku udah berusaha menelpon kamu dari tadi Mas, tetapi kamu tidak angkat-angkat telepon nya dan akhirnya HP aku lowbat. " ucapku lagi.


" Oh itu, Nggak apa-apa kok Sayang Mas ngerti."


" Kan tadi udah bareng sama kamu Mas sekarang kan belum waktu makan siang dan aku belum lapar. "jawabku.


" Ya sudah kalau belum lapar, sekarang mas mau bikinin kamu teh hangat dulu ya supaya kamu enakan. "ucapnya lagi sambil berlalu ke dapur.


sungguh sangat beruntung aku mendapatkan suami seperti Mas Faruq kalau, Aku memiliki suami selain dia mungkin aku tidak tahu bagaimana nasibku sekarang dan calon anakku.


Sambil menunggu Mas Faruq aku pun menghidupkan kembali hp yang sambil dicas. mana tahu ada informasi dari tempat kerja atau Ada pesan dari dari bos.


Ting, bunyi notifikasi hp-ku titik akupun segera membukanya dan ternyata pesan dari Rani.


" Assalamualaikum Lia, gimana kabar kamu udah baikan? tadi aku udah izinin kamu sama bos dan katanya nggak papa. kamu lagi sibuk nggak soalnya ada hal penting yang harus aku sampaikan tentang Rafa dan Putri pada mu li. " ucap Rani.


aku pun segera membalas pesannya Rani.

__ADS_1


" enggak Ran, Ada hal penting apa yang mau kamu bicarakan tentang Rafa dan Putri ke aku?"tanya aku heran,


tiba-tiba Mas Faruq masuk sambil membawa secangkir teh dan beberapa kudapan.


" kok kamu main handphone sih sayang tapi katanya tadi kepalanya sakit." tanya Mas Faruk.


" ini Mas aku tadi mau mencoba cek mana tahu ada pesan dari kantor karena aku pulang cepat." ucapku lagi.


tring tring tring HP mas Faruq pun berbunyi.


" Assalamualaikum Pak Haji. Oh baiklah pak haji Saya akan segera ke sana." ucap Mas Faruq pada seseorang yang dipanggilnya Pak Haji.


" sayang mas mau ke pasar dulu sebentar ya soalnya pelanggan Mas mau ngambil barang yang sudah dipesannya tadi pagi."


" Mas janji akan cepat balik ke sini lagi dan menemani kamu. "ucap Mas Faruq.


" Ya sudah Mas hati-hati ya di jalan. "ucapku sambil mencium punggung tangan suamiku.


Tak lama kemudian HP aku pun berdering dan ternyata yang memanggil adalah Rani.


" Assalamualaikum Ran ada apa ya? " Tanyaku.


" Waalaikumsalam li aku ganggu nggak dan suami kamu ada di dekat kamu nggak ya sekarang?"tanyanya lagi.


" Enggak kok Ran kamu nggak ganggu dan suamiku udah pergi kerja, emangnya apa yang mau kamu bicarakan tentang Rafa dan Putri. "ucapku to the point.


" begini Li, Tadi pagi aku tidak sengaja mendengar percakapan Rafa dan Putri untuk mendekatkan kamu dengan si Rafa, dengan imbalan Putri akan diberikan hp baru oleh si rafa apabila ia berhasil membuat kamu dan dia menjadi sepasang kekasih."


" Aku harap kamu harus lebih berhati-hati terhadap Rafa dan Putri li. karena yang aku lihat Rafa sepertinya orang yang nekat." ucapnya panjang lebar.


Sontak saja aku terkejut mendengar pernyataan Rani. Aku tidak menyangka kalau perlakuan baik Rafa dan Putri ada udang Dibalik Batu.


Saat aku dan Rani masih berbincang di telepon tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumahku.

__ADS_1


" Ran sepertinya ada yang mengetuk pintu rumahku dan mungkin itu suamiku yang datang. nanti kita sambung lagi ya aku mau bukain pintu dulu. "ucapku pada Rani sambil mematikan sambungan telepon.


__ADS_2