
sepeninggal mbak romlah kami masih duduk diruang tamu.
" sepertinya robi itu adalah orang yang sama-sama bergerak di bidang tekstil dengan mas. ya mas masih ingat betul waktu itu dia pernah datang ke Toko Mas dan marah-marah, dan dia bilang Kalau Mas mengambil pelanggannya saat itu mas hanya bilang kalau rezeki maut jodoh itu ada di tangan Allah Tetapi dia masih marah-marah dan akan mengancam membuat perhitungan pada mas."ucap mas farukh.
" Astaga Mas kalau gitu kamu harus hati-hati Mas. ucapku khawatir padanya.
" Iya Faruq Seharusnya kamu lebih berhati-hati lagi untuk saat ini karena orang seperti itu terbilang nekat dan mau melakukan apapun Asal keinginannya terkabul. sebaiknya kamu laporkan hal ini ke pihak berwajib karena Bapak takut nanti sesuatu hal yang buruk terjadi padamu." ucap bapak mertua menimpali.
" Betul apa kata Bapakmu Faruk Ibu juga setuju Kalau masalah ini harus dilaporkan ke polisi. nanti biar dia dapat ganjarannya dan tidak akan mengulangi perbuatan nya lagi." ibu mertua bersuara.
" sepertinya Faruq harus menemui si roby itu dulu Pak Bu untuk menanyakan apa Masalah sebenarnya kalau tidak ada titik terang atau dia masih berniat untuk mencelakai saya baru saya akan melaporkan kasus ini ke polisi. "ucap Mas Faruq lagi.
" untuk Mas Jaka sebaiknya kita cabut tuntutannya ya Lia Pak Bu Karena bagaimanapun Mas Jaka itu masih keluarganya Lia. " ucapnya lagi.
" apa Mas yakin Mas sebaiknya kita kasih efek Jera dulu untuk Mas Jaka agar tidak kembali berbuat macam-macam pada kita. "ucapku tidak setuju dengan ide Mas Faruq.
" Iya Faruk Ibu setuju apa yang dikatakan Lia setidaknya kita hukum dia untuk beberapa minggu dulu agar dia menyesali perbuatannya. "ucap ibu mertua menimpali perkataanku.
" tapi mas hanya kasihan terhadap Mbak Romlah Lia dan anaknya. Mas tahu dan Mas takut kalau itu terjadi padamu makanya mas mau cabut tuntutan itu. "ucap mas Faruk lagi.
" sebaiknya sekarang dengan itu yang masih pikirkan Mas fokuskan saja pada kesehatanmu masalah Mbak Romlah biar aku yang mengatasinya dan berbicara padanya. ucapku akhirnya.
__ADS_1
" sekarang Mas harus istirahat dan jangan banyak pikiran. Aku tidak mau kalau Mas sampai kecapean dan kenapa-kenapa." akupun mengantarkan mas faruq ke dalam kamar.
seminggu sudah waktu berlalu semenjak masih pada keluar dari rumah sakit. aku juga sudah berbicara pada Mbak Romlah dan Mas Bambang kalau tetap akan melanjutkan tuntutan terhadap majaka tetapi aku hanya mengurangi masa tahanannya saja.
dan mbak romlah pun akhirnya menyetujui walaupun Masih berat terasa di hatinya tetapi Bagaimanapun aku harus membuat efek jera terhadapnya dan Mbak Romlah mengerti itu.
hari ini di mana Aku sudah mulai bekerja kembali karena aku tidak mau berlama-lama libur lagi takut Bos marah.
" Mas apa tidak apa-apa kamu tinggal sendirian di rumah sementara aku pergi bekerja dan tidak ada yang mengurusi mu di rumah. "ucapku merasa tidak enak pada mas faruq.
" Pergilah Lia Mas Tidak apa-apa kok malah kita segan pada bosmu saja,karena bosmu sudah berbaik hati untuk memberikan cuti sepanjang yang kamu mau dan sekarang rasanya Mas sudah sehat dan bisa membenahi diri sendiri. kamu jangan sampai kena marah sama bosmu karena terlalu lama cuti. "ucap faruq lagi.
" Baiklah kalau begitu aku berangkat kerja dulu ya Mas, kalau terjadi apa-apa padamu kamu Segera menelponku ya Mas. Jujur aku sebenarnya masih takut meninggalkanmu sendirian aku takut terjadi apa-apa denganmu. Tapi karena kamu sudah merasa yakin bahwa kamu sudah baik-baik saja aku akan pergi bekerja hari ini. Jaga diri baik-baik ya Mas, semua perlengkapanmu sudah aku siapkan tuh makan sama minum yang ada di atas meja dekat tempat tidur."ucapku menyalami tangan mas faruq dan segera pergi bekerja.
" Hai Lia kamu udah masuk hari ini? sorry ya aku belum bisa menjawab suamimu soalnya aku ada beberapa keperluan penting beberapa hari ini. apakah suamimu sudah sehat? "ucap Putri di saat aku baru masuk ke dalam kantor.
" Iya nggak papa kok Putri aku paham, Aku segan kalau terlalu lama mengambil cuti nanti yang ada Bos malah menyuruhku cuti selamanya. Karena Mas Faruq sudah sehat makanya aku kembali bekerja hari ini. "ucapku padanya.
" Aku mau pergi menemui bos dulu ya Put ada hal yang ingin aku bicarakan pada beliau." ucap ku berlalu meninggalkan Putri menuju ke ruangan Bos.
tok tok tok akupun mengetuk pintu ruangan bos dengan was was, takut mengganggu kegiatannya didalam.
__ADS_1
"masuk."terdengar suara seseorang dari dalam menyuruhku masuk.
"permisi bos,apa aku mengganggu waktunya bos?"tanyaku akhirnya saat membuka pintu.
"oh ternyata kamu lia,silahkan masuk."Ucapnya melihat kearahku.
"Ada apa lia? apa ada yang bisa saya bantu?"ucap pak bos setelah saya dipersilahkan olehnya duduk.
"hmmm sebenarnya saya malu mau meminta pada pak bos, tapi saya mohon bapak berkenan mengabulkan nya."Ucapku akhirnya walaupun terlihat ragu.
"Ya silahkan ada apa?kalau saya bisa mengabulkan nya kenapa tidak." jawabnya lagi sambil melihat ke arahku.
"begini pak, kalau boleh saya mau agar saya bekerja dikantor saja pak,apapun akan saya kerjakan pak."ucapku akhirnya sambil menatap mata pak bos.
"Berarti kamu tidak akan bekerja dilapangan begitu?apa kamu sudah memikirkan nya? soalnya orang lebih memilih bekerja langsung terjun kelapangan karena banyak bonus yang didapat. apalagi kamu bisa memenuhi target perbulan nya.bonus nya nggak main main loh lia."ucao pak bos semakin membuat ku bimbang.
akupun berpikir sejenak,benar juga yang dikatakan pak bos,kalau bonus perbulan inilah yang sangat diharapkan anggotanya.
"kalau kamu hanya bekerja dikantor, otomatis hanya gaji pokok yang akan kamu terima. sebaiknya kamu pikirkan matang matang dulu lia."ucap pak bos memberi waktu padaku.
"Aku sudah memikirnya pak bos, sebaiknya saya bekerja dikantor saja, karena secara fisik saya sekarang tidak memungkinkan untuk berkeliling keliling, dan saya takut nanti terjadi hal yang tidak di inginkan pada kandungan saya."Ucapku akhirnya menyebutkan alasan sebenarnya.
__ADS_1
"oalah kamu lagi hamil sekarang toh, ya sudah kalau begitu,nanti akan saya katakan pada rani agar membuat daftar baru untuk kelapangan dan mengeluarkan namamu dari daftar pegawai lapangan dan menggantinya dengan pekerja dikantor. Selamat ya atas kehamilanmu." ucap pak bos tersenyum.
"alhambudillah aku memiliki bos yang baik hati dan pengertian seperti bak bos, kalau begitu saya permisi dulu ya pak. Banyak yang harus saya kerjakan sekarang." Ucapku pamit.