
"mas jakaaa,huhuhu."tiba tiba tangis mbak romlah pecah saat dia baru siuman.
"ada apa romlah?siapa yang menelpon mu tadi?"tanya mas bambang bingung.
"ya mbak,siapa menelpon mbak tadi sampai mbak pingsan."ucapku menambahkan.
Mbak Romlah masih menangis tanpa menjawab pertanyaan kami. Aku sungguh penasaran Ada apa sebenarnya ini. Apakah ada kaitannya dengan kecelakaan Mas Faruq dengan kasus yang terjadi sama Mas Jaka.
" Ada apa ini sebenarnya Romlah kamu jangan membuat aku pusing. "ucap Mas Bambang mulai tersulut emosi.
" Mas ternyata yang mencelakai Mas Jaka adalah orang suruhan Robi. " Mbak Romlah akhirnya berucap.
apa??? aku dan Mas Jaka pun terkejut mendengar pernyataan dari Mbak Romlah.
" Dari mana kamu tahu rumah? " Tanya Mas Bambang lagi.
" yang menelpon aku barusan adalah si Robi itu mas. dan dia mengatakan kalau berani mengusut Tuntas tentang kecelakaan Faruk maka Mas Jaka akan semakin menderita. Mbak mohon Lia Tolong cabut tuntutan Ini Mbak nggak mau sesuatu hal yang buruk terjadi pada Mas Jaka. kasihanilah kami Lia Mbak mohon. " ucap Mbak Romlah akhirnya padaku.
aku dan Mas Bambang pun semakin terkejut mendengar pengakuan ini titik jujur sebenarnya aku mau tuntas masalah ini Tapi aku juga kasihan melihat Mbak rumah seperti ini.
" Mbak harus minta izin terlebih dahulu pada orang tua mas Faruq karena Beliau juga berhak untuk memutuskan Apakah mencabut atau tidak tante-tante terhadap Mas Jaka." ucapku pada Mbak Romlah yang memang orang tua mas Faruq tidak berada di sana dan mereka sudah berangkat ke rumah sakit tempat Mas Faruq dirawat.
" tapi kamu bersedia akan dia untuk mencoba tuntutan ini? "tanya Mbak Romlah.
aku pun hanya bisa mengangguk kan kepala. jujur sebenarnya aku tidak mau mencabut tuntutan ini tetapi mau bagaimana lagi Aku teringat dengan keponakanku itu karena nanti pasti akan menjadi tekanan mental untuknya dengan melihat orang tuanya di dalam penjara.
__ADS_1
" Terima kasih banyak Lia terima kasih. Mbak tahu kamu adalah wanita yang lembut penuh kasih dan pemaaf Mbak akan menemui mertuamu dan memohon kepada beliau agar mencabut tuntutan ini kembali." uap Mbak Romlah sambil menyeka air matanya.
" kalau begitu aku pamit dulu ya Mbak Mas karena aku sudah dari tadi meninggalkan Mas Faruk. sedangkan Mas Faruq belum tahu siapa pelaku yang sebenarnya yang membuat dia kecelakaan, Aku harap Mbak bisa menjelaskan itu pada mas Faruq juga. "ucapku Seraya keluar dari ruangan itu menuju ke tempat suamiku dirawat.
" nanti Mbak nyusul ya Lia Mbak harus menunggu Mas Jaka siuman dulu baru Mbak ke sana menemui mertua dan suamimu. "ucap Mbak Romlah lagi.
aku pun berlalu keluar menuju Rumah Sakit tempat suamiku dirawat. Aku tidak tahu harus menjelaskan apa kepada mertua dan suamiku agar meminta mereka untuk tidak memperpanjang masalah ini. ah Biarlah nanti Mbak Romlah saja yang menjelaskan aku pusing memikirkan ini semua.
" Mas Apakah kamu sudah baikan, kenapa kamu sudah berjalan-jalan? " tanya aku heran.
" Ibu sama Bapak ke mana Mas kok kamu sendirian di sini?" tanya aku lagi.
Bapak dan Ibu keluar sebentar ini De k. bapak dipanggil sama dokter dan Ibu pergi keluar untuk menebus obat."ucap Mas Faruk padaku.
" bagaimana dengan keadaan Mas Jaka Dek, apakah dia baik-baik saja?" tanya Mas Faruk padaku.
saat sore hari ibu dan bapak mertua aku pun pamit untuk pergi ke rumah mereka, karena ternak beliau tidak ada yang memberi makan.
" kalian tidak apa-apa Bapak tinggal di sini, besok pagi-pagi sekali bapak akan datang lagi ke sini." ucap ayah mertuaku.
" Tidak apa-apa kok pak biar aku yang menjaga Mas Faruq." ucapku Seraya mencium punggung tangan bapak mertua dan ibu mertua.
keesokan harinya mas faruq sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Bapak yang sudah datang dari tadi pagi pun menyelesaikan administrasi, dan kami pun pulang kerumah.
sesampainya kami di rumah aku pun gegas pergi ke dapur guna menyiapkan makanan untuk bapak ibu mertua dan suamiku.
__ADS_1
Assalamualaikum ucap seseorang di depan rumahku dan aku pun bergegas menemuinya.
ternyata yang datang adalah Mas Bambang Mbak Romlah. akupun semakin deg-degan dan was-was apabila nanti apa yang akan diminta Mbak Romlah tidak diterima oleh mertua dan suamiku.
" Silakan duduk Mbak Mas titik tanda ketik ucapku mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu.
" Bapak Ibu saya mohon dengan sangat tolong cabut tuntutan atas Mas Jaka, karena orang yang mencelakai Mas Jaka adalah orang yang sama dengan yang menyuruh Mas Jaka mencelakai Faruq." ucap Mbak Romlah ketika kami sudah berkumpul di ruang tamu.
" Maksudnya apa ini mbak siapa orang yang mencelakai Mas Jaka dan siapa orang yang mencelakaiku? "ucap keluar dari kamar.
aku pun gegas sama papa Mas Jaka agar duduk bersama kami di ruang tamu.
" Maafkan Mbak sebelumnya, sebenarnya yang mencelakaimu itu adalah Mas Jaka tetapi bukan maksud Mas Jaka ingin mencelakaimu tetapi dia disuruh oleh orang lain." ucap Mbak Romlah hati-hati.
mas faruq pun terkejut mendengar pengakuan mbak romlah. bagaimana tidak orang terdekat nya lah yang ingin mencelakai nya.
"Maksud mbak siapa orang yang menyuruh mas jaka?"tanya suamiku sedikit terkejut.
"pengakuan mas jaka yaitu pak robi,tetapi mbak nggak tau siapa itu pak robi. Kemarin mas jaka dihajar orang suruhan robi agar mas jaka tidak membeberkan yang sebenarnya. dan kemarin juga dia menelpon mbak dan mengancam mbk agar tidak menyebutkan nama nya,kalau tidak mas jaka akan jadi taruhannya.Mbak tidak sanggup kalau harus kehilangan mas jaka,bagaimana dengan anak mbak nanti nya."Ucap mbak romlah panjnag lebar.
seketika mas fartuq pun terdiam dan seperti nya tengah memikirkan apa keputusan yang akan di ambilnya.
"pak robi?seperti nya saya pernah mendengar nama itu,tetapi aku tidak tahu siapa dia.Dan apa masalahnya dengan saya sehingga menginginkan nyawa saya."ucap mas faruq akhirnya.
"Sudahlaha faruq,kamu nggak usah terlalu memikirkan orang tersebut.ingat kata dokter kamu tidak boleh stres, karena itu akan sangat berdampak pada kesehatanmu."ucap ayah mertua.
__ADS_1
"tapi pak,aku sepertinya mengenal orang tersebut,tapi dimana?"ucap mas faruq lagi.
"Sebaiknya kamu romlah pulang saja dahulu,biarkan kami merundingkan ini terlebih dahulu,apa sebaiknya yang akan diambil." ucap ibu mertia menimpali.