Ayah Pengganti Buat Anakku

Ayah Pengganti Buat Anakku
Pertemuan


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertama aku bekerja, karena aku lulus saat di interview. Aku pun diletakkan kedalam sebuah tim yang berisi 5 orang yang mana tugas kami telah dibagi permasing masing.


Aku sangat senang karena tim ku tak ada yang jahat, semua nya bernasib sama dengan ku yang dari keluarga kurang mampu.


Dan kami pun pergi ke desa desa guna menjajakan dagangan kami, tim siapa yang paling banyak dalam penjualan bulan ini akan diberi bonus.


Tak terasa sebulan sudah aku bekerja. Hari ini hari dimana aku mendapatkan upah dari jerih payahku selama sebulan.


Dan bulan ini tim kami tidak mendapatkan bonus karena penjualan hanya memenuhi standar.


Mudah mudahan penjualan kami bisa lebih meningkat lagi.


"Kamu sudah pulang lia?" Tanya mas bambang yang sudah duduk di depan televisi.


"Eh mas, sudah mas. Mas kok tumben sudah pulang? Biasa nya habis maghrib baru pulang." Tanyaku penasaran.


"Iya, mas tadi tidak ke bengkel, tetapi mas habis dari rumah calon suami mu. Nanti malam ia akan datang kesini dengan keluarga nya untuk melihatmu. Apakah kamu keberatan lia?" Tanya mas bambang sungkan.


" Nggak kok mas aku nggak keberatan, malahan aku sangat bersyukur lelaki itu masih mau menerima aku sebagai istri nya yang sedang mengandung anak orang lain ini." Ujarku oada mas bambang.


"Tapi ia tidak sama seperti lelaki pada umumnya lia, tetapi mas pastikan ia adalah orang yang baik, bertanggung jawab dan pekerja keras." Ucap ms bambang.


"Maksud nya mas apa tidak sama seperti lelaki pada umumnya?" tanyaku mengkerutkan kening.


"Begini lia, ia dulu waktu kecil pernah demam tinggi hingga step dan akibat dari step nya itu otak nya sedikit lemah. Sikap nya seperti anak kecil. Tetapi ia sangat rajin dalam bekerja. Dan juga sangat penyayang." Jelas mas bambang.


"Apakah kamu keberatan setelah kamu mengetahui kekurangan dari calon suami mu itu lia?" Tanya nya lagi.


"Apakah orang sepertiku masih bisa memilih mas? Syukur syukur lelaki itu mau menjadi pengganti ayah anakku. Apapun kekurangannya insha Allah aku ikhlas mas." Jawabku sqmbil terisak.


"Baiklah kalau begitu, sekarang kamu bersih bersih dulu, habis isya mereka akan datang kemari."


Akupun bergegas masuk kedalam kamar. Dan aku pun melaksanakan sahat ashar karena tadi memang aku belum shalat.


Hanya kepadaMu lah hamba berserah diri. Hamba ikhlas ya Allah dengan takdir yang telah engkau berikan pada hamba.

__ADS_1


Hamba berjanji akan selalu menghormati dan menghargai suami hamba kelak meski apapun keadaannya.


Serta hamba akan mengabdikan diri sepenuhnya kepadanya.


Tok..Tok..Tok.. "Lia apa mas boleh masuk?" Tanya mas bambang.


"Masuklah mas, tidak dikunci kok." Ucapku setelah membaca doa dan mengakhiri shalat ku.


"Ini mas bawakan baju serta kerudung baru untukmu." Ujar mas bambang sambil menyerahkan bungkusan kepadaku.


"Terima kasih mas, tapi seharusnya mas tak usah repot repot membelikanku pakaian. Aku cukup memakai pakain yang ada juga nggak apa apa kok mas." Ucapku tersenyum padanya.


"Nanti kamu akan dilamar orang lia, masa ia pakaian nya yang biasa aja, kan nggak sesuai dengan temanya lia." Ucapnya lagi sambil mengusap kepalaku.


Akupun hanya bisa tersenyum mendengar ucapan mas bambang yang terdengar lucu bagiku.


"Iya deh mas nanti aku pakai. Makasih sebelumnya loh ini mas." Ucapku mengambil kantong plastik ditangan mas bambang.


"Nah gitu dong, itu baru nama nya adik mas yang paling mas sayang."


Disaat aku lagi di dandani oleh mbak romlah, terdengar suara mobil. Sepertinya calon ku sudah datang.


Detak jantungku pun berdegup kencang. Ternyata benar calon suamiku datang beserta keluarga nya.


"Kamu nggak usah gugup lia, dia orang baik dan dari keluarga baik baik. Kamu berdo'a aja ya, mudah mudahan acara nya lancar tanpa ada hambatan. Mbak tinggal dulu ya, nanti mbak kembali." Ucap mbak romlah gegas pergi dari kamarku.


"Ya Allah seandainya memang pria baik hati itu adalah calon suamiku, aku ikhlas ya Allah menerima segala kelebihan dan kekurangan nya. Jadikan lah pernikahan kami kelak hanya sekali seumur hidupku ya Allah. Aamiin aamiin."


Aku mendengar percakapan antara mas bambang dan keluarga calon suamiku.


"Selamat siang calon besan, silahkan masuk jangan sungkan sungkan anggap saja rumah sendiri", ucapan mas bambang yg aku dengar.


Hati ini semakin tak karuan, karena aku akan segera bertemu dengan calon suamiku.


Setelah sekian lama mereka berbincang, tiba tiba mbak romlah masuk kekamarku.

__ADS_1


"Ayok lia calon suami mu dan keuarga nya mau melihat mu. Apakah kamu sudah selesai berdandan? Tanya mbak romlah.


"Su..sudah mbak", ucapku.


Kamipun keluar menemui calon suami ku. Dan ku lihat sambil menundukkan kepala, semua orang tertuju padaku sambil tersenyum.


"Nah itu dia sudah turun, sini lia duduk di dekat mas." Ucap mas bambang sambil menepuk kursi disebelah nya.


Aku yang sedari tadi menunduk pun mengangguk dan duduk disebelah mas bambang.


"Lia, perkenalkan mereka semua keluarga calon suami mu. Nah yang pakai baju batik kuning coklat itu namanya farukh, ia calon suami mu." Ucap mas bambang panjang lebar.


Aku pun mengangkat kepala dan menyapa semua keluarga calon suami ku. Dan aku pun dapat melihat dengan jelas wajah calon ku.


Dia memang tak tampan tetapi manis, karena kulit nya yang sedikit coklat menambah kesan ke macho an, karena memang aku menyukai pria yang berkulit sedikit gelap.


Tiba tiba tatapan kami pun beradu untuk beberapa saat.


"Hem..sepertinya ada yang terpesona nih pada pandangan pertama." Ucap mas bambang membuyarkan lamunanku.


Semua orang pun tertawa mendengar guyonan kakak laki laki ku satu satu nya itu.


"Ini yang namanya nak lia ya? Wah cantik sekali kamu nak. Sini duduk dekat ibu." Ucap ibu ibu paruh baya memakai baju brokat mustard.


Aku pun mengikuti perkataan ibu itu dan segera pindah duduk di sebelah ibu ibu itu.


"Saya ibu darwisah, ibunya si farukh calon suami mu." Ucap ibu nya mas farukh sambil tersenyum tulus.


Melihat sosok beliau aku teringat pada almarhumah ibu, kalau ibu masih hidup, mungkin ibu juga akan terharu dan senang melihat putri bungsunya diterima dengan baik di keluarga suaminya.


Seketika air mata pun turun dengan sendiri nya dari pelupuk mata ini.


"Kamu kenapa menangis nak? Anggap ibu ini sebagai ibu pengganti ibu kandung kamu y, karena ibu akan menyayangi kamu sama seperti ibu menyayangi farukh." Ucapnya sambil memelukku.


Aku pun menganggukkan kepala karena tak bisa bicara apa apa karena sesak didalam dada ini.

__ADS_1


__ADS_2