Ayah Pengganti Buat Anakku

Ayah Pengganti Buat Anakku
Rahasia farukh


__ADS_3

Hari ini tepat dimana aku mulai masuk kerja. Dan selama itu juga mas farukh tidak meminta hak nya sebagai suami.


Aku sudah sering bertanya, apa dia tidak menginginkan hak nya, tetapi ia selalu menjawab kalau ia kasihan kepada ku karena aku lagi hamil muda yang mana sangat rentan, dan ia tidak mau kalau sesuatu yang buruk menimpa ku.


Aku pun memaklumi kekhawatirannya, tetapi tetap saja aku merasa bersalah terhadapnya, karena bagaimana pun nafkah bathin itu menjadi hal yang wajib untuk manusia apalagi pria yang notabene nya memiliki gairah seksual melebihi perempuan.


Seperti biasa kami pun shalat subuh berjama'ah. Setelah shalat akupun berkutat didapur membuat menu untuk sarapan kami.


"Mas yuk kita sarapan, aku udah siapin sarapan untuk mas di atas meja." Ucapku masuk kedalam kamar karena aku melihat suamiku duduk ditepi ranjang kami.


"E eh iya lia, sebentar ya, mas mau memakai jaket dulu." Ucapnya sambil gelagapan.


"Apa itu mas?" Tanya ku saat ku melihat secarik kertas ditangan nya dan segera ia simpan didalam saku jaket.


"Nanti aku jelaskan ya, sekarang kita sarapan dulu yuk." Ajaknya.


Akupun mengambil piring untuknya dan mengisi dengan menu sarapan kami.


"Mas, apa ada hal yang mas sembunyikan dariku?" Tanyaku segera, karena aku sungguh penasaran dan sampai aku lupa kalau mas farukh belum menyentuh makanan nya.


Kemudian mas farukh pun menatap ku.


"Baiklah lia, sepertinya mas harus jujur padamu." Ucapnya menggenggam tanganku.


Lalu ia pun mengeluarkan secarik kertas yang sempat aku lihat tadi.


"Ini coba kamu baca dulu lia." Ucapnya memberikan kertas itu padaku.


Aku pun membacanya.


" Ini apa maksudnya ya mas?" Ucapku tak mengerti isi kertas itu.


"Sebelumnya mas mau minta maaf padamu, karena mas menyembunyikan semua ini dari mu lia." Ucapnya lagi.


" Iya tapi itu apa isi nya mas? Aku benar benar tidak mengerti isi surat itu." Tanya ku semakin penasaran.


Kemudian mas farukh pun menghembuskan nafasnya sangat berat sekali terdengar olehku.

__ADS_1


" Ini hasil rekam medisku lia." Ucapnya lagi.


"Kamu sakit mas? Apa nya yang sakit mas? Sakit mas tidak berbahayakan mas? Yuk kita periksa lagi kerumah sakit mas." Tanyaku cemas.


" Kamu tenang dulu ya, tidak baik untuk kesehatan janinmu kalau kamu sekhawatir itu." Ucapnya menangkanku.


"Baiklah mas akan jawab,iya benar lia, mas memang dalam keadaan sakit. Sakit mas ini sudah di diagnosa dokter pada saat mas masih kecil." Ucapnya menggantung.


"Iya tapi mas sakit apa? Mas jangan membuat aku cemas mas, aku nggak mau kehilangan kamu mas." Ucapku sambil berkaca kaca.


"Apa kamu sudah diberi tahu mas bambang kalau mas pernah demam tinggi sewaktu kecil" Tanya nya lagi.


"Iya mas, memang sebelum kita bertemu mas bambang pernah mengatakan kalau mas ada kekurangan akibat dari demam tinggi sewaktu kecil."


"Tapi aku tidak bertanya lebih lanjut kekuranganmu apa, karena pada saat itu, yang ada dalam fikiranku hanya aku akan menerima semua kelebihan dan kekurangan pasangan ku kelak karena ia telah mau berkorban banyak untuk ku dan calon anak ku."


"Memang nya mas sakit apa?" Tanya ku lagi.


"Sebenarnya penyakit mas berawal bukan dari demam tinggi itu, tetapi.." Lagi lagi ia menggantungkan ucapannya.


Akupun tak sabar mendengarkan penjelasan mas farukh tetapi aku juga tak mau memotong perkataan nya.


Aku bisa melihat bahwa trauma itu sangat dalam bagi mas farukh, sampai suaranya pun bergetar saat menceritakannya.


Kugenggam semakin erat tangan suamiku itu, agar sesak nya sedikit berkurang.


"Mas dilecehkan saat masih berumur 4 tahun. Bahkan tidak hanya sekali lelaki itu melakukannya. Bahkan berkali kali."


" Sampai suatu hari mas mengalami demam tinggi akibat infeksi pada saluran buang air. Bahkan mas sempat tak sadarkan diri selama 3 hari akibat suhu badan yang terlalu tinggi dan sering menglami kejang kejang."


"Saat dokter memberikan hasil lab kepada kedua orangtua mas, disitu dilihat kalau mas mengalami pelecehan seksual dan akan berkibat fatal bila sudah dewasa kelak."


"Saat itu orangtua mas segera mencari orang itu dan memenjarakannya."


"Tetapi akibat dari itu, mas harus melakukan terapi dan meminum obat agar rasa trauma itu hilang."


"Dan kamu tahu lia apa dampak dari traumatik itu, yaitu ejakulasi dini." Ucapnya sambil menatapku dalam.

__ADS_1


"Maksud nya gimana mas? Jujur aku hanya gadis kampung dan hanya tamatan SMA. Jadi aku nggak ngerti itu mas." Ucapku lagi.


"Ejakulasi dini itu adalah kondisi seorang pria mengeluarkan ****** terlalu cepat saat berhubungan seksual. Kondisi ini mengakibatkan tidak tercapainya ******* atau kepuasan pada pasangan atau pada pria itu sendiri." Ucapnya menjelaskan.


"Maka dari itu aku belum bisa menyentuhmu sampai saat aku memberitahukan padamu masalah ku yang sebenarnya."


"Aku nggak mau kamu kecewa lia, karena kekurangan ku ini." Ucapnya menunduk.


" Ya ampun mas, kenapa tidak kamu katakan dari kemarin kemarin mas, kenapa kamu simpan sendiri masalah mu ini mas."


"Apa mas tahu, kalau aku sempat meragukan diriku sendiri kalau aku memang tak pantas untukmu karena kamu tak pernah menyentuhku."


"Aku selalu ingin bertanya padamu, apa kamu menyesal menikahiku, apa kamu jijik padaku setelah kita menikah."


"Tetapi itu semua hanya bisa aku pendam mas, karena aku takut akan kenyataan."


"Kenyataan kalau semua pertanyaa itu benar adanya." Ucapku menangis.


Melihatku menangis mas farukh pun memelukku.


" Tidak lia, sampai kapanpun mas tidak akan pernah menyesal karena menikahimu, mas tidak akan pernah jijik padamu. Justru sekarang mas merasa kalau separuh jiwa mas telah berada padamu lia." Ucapnya seraya memelukku semakin erat.


"Maafkan mas lia, mas cuma kemarin belum siap untuk mnceritakan aib mas ini padamu. Mas nggak tahu harus mulai dari mana." Ucapnya lagi.


"Jadi bagaimana hasil dari terapi mas itu, apa bisa disembuhkan mas?" Tanyaku.


"Mas belum tahu efek terapi itu sudah sejauh mana, karena mas kan belum punya istri, jadi bagaimana mas bisa mencobanya." Ucapnya tersenyum penuh arti.


Melihat senyuman nya pun aku menjadi kikuk, karena jujur aku juga deg deg an apabila mas farukh mengajakku mencobanya nanti malam.


"Ya sudah lah mas, lebih baik kita sarapan dulu, nanti kita sama sama terlambat untuk bekerja." Ucapku mengalihkan.


"Ok deh kalau begitu, nanti kamu pergi mas anterin ya, sekalian mas mau melihat lokasi tempat mu bekerja." Ucapnya.


" Ok siapa takut. Eh tapi apa mas tidak takut terlambat nantinya?" Tanya ku.


"Enggak lah, demi istri mas yang tercinta ini apapun akan mas lakukan." Ucapnya nyengir.

__ADS_1


"Iiihh gombal." Ucapku mencibir.


Kami pun melanjutkan sarapan yang sempat tertunda itu.


__ADS_2