
"Gimana nih bro, kita lepasin aja atau gimana ini?" ucap pria yang memakai topeng wajah pada sopir. Seperti nya si sopir itu ketuanya, buktinya dia meminta persetujuan dari nya.
Mereka pun tampak diam saling melempar pandangan.
Saat mereka lengah akupun membuka pintu mobil dan..
Brugh!!"aduuh sakit sekali siku ku." rintihku saat aku berhasil keluar dari mobil tersebut.
Ya aku nekat melompat keluar dari mobil setelah mobil itu berjalan cukup pelan. karena mereka Sempat berpikir untuk melepaskanku atau tidak, mungkin secara tidak sengaja si sopir melambatkan laju mobilnya.
Beruntungnya aku saat melompat aku di sambut oleh rerumputan, dan di sana juga terdapat beberapa orang berjualan.
" Waduh dia melompat Bro gimana ini? kita berhenti dulu menyelamatkannya atau kita langsung tancap gas?" tanya penculik yang memakai topeng pada si sopir.
" Ya kali lu mau nolongin dia, mau apa loe babak belur oleh masa. lebih baik kita langsung pergi saja yang penting harta Dia kan sudah ada sama kita. noh tuh warga udah pada ngarah aja ke kita, lebih baik kita tancap gas deh, takut gua ntar jadi lemper oleh masa." ucap si sopir.
"woy berenti woy, tanggung jawab loe, itu ada orang jatuh dari mobil loe." teriak salah satu warga mengejar mobil tersebut.
Tetapi mobil tersebut tetap tidak mai berenti dan pergi meninggalkan kerumununan.
"Mbak gapapa? mbak cedera nggak?" Tanya ibu ibu jualan bakso gerobak yang kebetulan sedang mangkal disitu.
" Nggak apa apa kok buk, saya bai baik saja. Cuma lecet sedikiti disiku saya." Ucapku seraya sedikit meringis kesakitan.
" Mbaknya Kenapa meloncat dari dalam mobil itu? "tanya ibu itu lagi.
__ADS_1
" Saya mau diculik Bu makanya saya nekat melompat dari dalam mobil itu. "jawabku lagi.
" Astaghfirullahaladzim diculik Memangnya Neng kenal sama orang tersebut? "tanya ibu tuh Kaget.
" nggak bu saya nggak kenal mereka Justru saya pesan taksi online tadi mau pulang dari kerja dan saya pikir itu taksi online saya makanya saya naik, eh ternyata di dalam mobil itu masih ada satu lagi orang yang duduk di paling belakang, dan saya tidak mengetahui itu. saat di tengah jalan saya ditodong sama pisau oleh dia dan dia meminta semua harta saya termasuk HP dompet dan semua isi di dalam tas saya."
" Saya benar-benar takut Bu yang saya pikirkan hanya anak dalam kandungan saya ini. Saya takut terjadi apa-apa sama dia, tapi alhamdulillah Tuhan masih baik terhadap saya dan anak saya. akhirnya di saat mereka masih berembuk untuk tetap menculik saya atau tidak di situ saya mengambil kesempatan karena mobilnya berjalan yang sedikit pelan, dan saya nekat melompat keluar. untungnya saya jatuh tepat di atas rerumputan dan masih di keramaian." jelasku panjang lebar.
" Ya Allah Neng untung kamu tidak apa-apa ya lebih baik sekarang kamu periksakan ke rumah sakit mana tahu ada benturan atau apa di saat kamu melompat tadi."ucap ibu itu lagi menyarankan.
aku pun hanya bisa terdiam karena bingung semua uang ku sudah diambil mereka dan handphone-ku pun tidak ada untuk menghubungi keluargaku.
melihatku masih terdiam ibu itu pun tegas pergi ke gerobaknya dan kembali lagi padaku.
aku pun terharu dengan kebaikan hati ibu itu karena zaman sekarang masih ada orang baik yang mau menolongku.
" Kalau boleh aku tahu nama Ibu siapa ya dan ibu tinggal di mana? nanti kalau ada kesempatan saya mau bertemu Ibu lagi. "ucapku akhirnya menerima uang pemberiannya.
" nama ibu Lasmi ibu tinggal di belakang ruko yang jual kelontong itu. kalau kamu mau main silakan karena Ibu setiap hari berjualan di sini di tepi jalan ini. "ucap Ibu Lasmi lagi.
" Terima kasih banyak ya Bu atas perhatiannya pada saya dan ibu mau memberikan uang ini pada saya. Saya janji saya akan menggantinya nanti." ucapku pada bu lasmi.
" tidak usah kamu ganti neng Ibu ikhlas kok. ibu juga punya anak seumuran kamu dan dia pergi merantau mengikuti suaminya. semoga saja kebaikan ibu ini bisa menolong dia juga yang jauh dari ibu." ucap ibu lasmi dengan mata berkaca kaca.
aku pun menjadi iba dengan Ibu Lasmi karena secara tidak sengaja aku telah mengingatkan beliau pada anaknya yang jauh.
__ADS_1
" Memangnya anak ibu tinggal di mana sekarang Bu? "Tanyaku pada ibu Rasmi akhirnya.
" dia berada di luar pulau ini nak tepatnya di pulau Sumatera. Sudah berapa tahun ini dia tidak pulang, saat ibu melihatmu Ibu teringat padanya. jadinya ibu kangen sama dia. hehehe. "ucap Ibu Lasmi tersenyum.
" pasti anak ibu juga merindukan ibu di sana. bagaimanapun jauhnya seorang anak pada ibunya tetap dia membutuhkan ibunya. Nah sekarang anggap aja aku ini anak ibu karena aku juga tidak memiliki Ibu dan Ayah lagi. karena kedua orang tua saya sudah meninggal. "Kalau Ibu mau memeluk saya anggap saja saya perantara dari anak ibu agar Rindu Ibu bisa terobati. "ucapku tersenyum pada ibu Lasmi.
aku pun memeluk Ibu Lasmi dan beliau pun mencurahkan segala kerinduannya padaku. aku bisa merasakan betapa Rindunya seorang ibu terhadap anaknya yang sudah lama pergi jauh meninggalkannya dan sudah bertahun-tahun tidak bertemu.
setelah dirasa cukup Ibu Pun melepaskan pelukanku.
" Terima kasih ya nak Oh ya Nama kamu siapa? " tanya Bu Lasmi padaku.
" Oh iya Bu saya sampai lupa memperkenalkan diri. Kenalkan nama saya Lia Anggraini ibu. saya tinggal sebelum pasar Cijantung."ucapku memperkenalkan diri.
" Oh iya nak Lia Terima kasih banyak ya karena kamu sudah mau menjadi tempat pelepasan Rindu Ibu pada anak ibu. sekarang ibu sudah sedikit lega karena melihatmu sebagai sosok pengganti anak ibu yang jauh." ucap Bu Lasmi tersenyum.
" Iya sama-sama Bu kalau begitu saya pamit dulu ya Bu saya mau pulang ke rumah dulu nanti dari rumah baru saya ke rumah sakit bersama suami saya. karena mungkin suami saya sudah menunggu saya dan ini hampir Magrib dan saya belum sampai di rumah. mungkin suami Saya khawatir pada saya. "ucapku pamit pada Bu Lasmi.
aku pun menaiki ojek pangkalan yang kebetulan ada di sekitar situ dan aku menyuruh ojek itu mengantarkanku pulang ke rumah.
saat sampai di depan rumah aku pun membayar ongkos ojek dan berlalu masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum Mas. "ucapku mengucap salam dan masuk ke dalam rumah.
" Waalaikumsalam Lia, Kamu dari mana saja kok jam segini baru pulang? Mas khawatir Ini dari tadi Mas telepon nggak aktif-aktif." ucap Mas Faruk keluar dari dalam kamar.
__ADS_1