Ayah Pengganti Buat Anakku

Ayah Pengganti Buat Anakku
karma jaka


__ADS_3

" Mas sebentar lagi aku dan ibu akan pergi melihat Mas Jaka di rumah sakit, Apakah kamu tidak apa-apa di sini dulu sendiri Mas? " ucapku pada masa.


" Astaghfirullahaladzim Memangnya Mas Jaka Sakit apa Dek? "tanya mas faruq padaku.


" aku juga tidak tahu Mas, Mas Bambang menelponku tadi pagi dan memberitahu kalau mas jaka masuk rumah sakit subuh tadi."ucapku.


" kalau begitu sampaikan salamku pada Mas Jaka Dan tolong bilang padanya kalau aku belum bisa menjenguknya untuk saat ini. "ucap Mas Faruq.


aku pun melihat ke arah ibu dan ayah Mertuaku karena Mas Faruq belum tahu siapa pelaku yang menabraknya kalau sampai dia tahu mungkin dia tidak akan pernah memaafkan Mas Jaka.


" Baiklah Mas nanti akan saya sampaikan ke Mas Jaka. kalau begitu saya pamit dulu ya Mas." ucapku sambil mencium punggung tangan suamiku.


" bapak dan ibu tinggal sebentar ya nak, bapak mau melihat Kakak iparmu dulu. kamu tidak apa-apa kan sendirian di sini? "tanya Bapak mertuaku pada suamiku.


"ya nggak apa apa pak,justru saya yang sungkan sama bapak karena saya yang seharusnya menjenguk beliau,tetapi karena keadaan saya seperti ini jadi saya minta tolong bapak mewakili saya ya pak."ucap mas faruq minta tolong pada bapak mertua.


Bapak pun mengiyakan perkataan Mas Faruq. dan kami segera pergi ke rumah sakit tempat Mas Jaka dirawat.


sepanjang perjalanan kami hanya Diam seribu bahasa, sibuk dalam pikiran masing masing. akupun tidak mampu mengajak Mertuaku berbicara duluan.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan mas Jaka ya, Perasaan semalam dia baik-baik saja. apa ada yang mencelakainya di dalam penjara semalam ya? gumamku dalam hati.


tak membutuhkan waktu lama sekitar 10 menit kami pun sampai di rumah sakit tersebut. Bapak pun menanyakan ke resepsionis di mana Mas Jaka dirawat.


" Selamat pagi sus Apakah pasien bernama Jaka dirawat di sini di kamar berapa Ya Sus? "tanya Bapak mertua pada suster yang menjaga di meja resepsionis.

__ADS_1


" sebentar ya Pak saya periksa dulu." jawab suster tersebut.


" pasien bernama Jaka dirawat masih dirawat di IGD Pak. Bapak tinggal lurus belok kanan nah di sana ada nanti ruang IGD nya." ucap Suster itu lagi.


" Terima kasih ya sus." ucap bapak mertua. akupun mengangguk terhadap suster tersebut tanda mengucapkan terima kasih juga.


kami pun gegas pergi ke ruang IGD. di sana aku bisa melihat banyak sekali pasien dengan bermacam-macam penyakitnya mulai dari luka-luka seperti kecelakaan ada yang kakinya terangkat dan diikat kan tali dan memakai gips sepertinya kakinya patah. dan di sudut ruangan aku melihat Mas Bambang dan Mbak Romlah sedang duduk depan seorang pasien yang mukanya dibalut perban.


"Assalamu'alaikum mas mbak." Salamku seraya mencium tangan mas bambang dan mbak romlah.


nampak sekali gurat kesedihan dan kelelahan dari kedua kakakku ini. Mbak Romlah sepertinya belum sempat beristirahat dari kemarin karena ada kantong besar di matanya.


" apa yang terjadi Mbak? kenapa sampai seperti ini Mas Jaka Mbak?"Tanyaku pasti sambil menunjuk pasien yang ada di sebelah Mbak Romlah dan aku bisa menebak itu pasti Mas Jaka.


kedua mertua aku pun hanya diam menyimak pertanyaan dariku. Mereka pun tidak ada yang bertanya satupun Apa penyebab dari Mas Jaka masuk ke sini.


aku pun terkejut begitu pula dengan mertuaku tak kalah terkejutnya dariku. Apakah ini Hukum karma yang diderita oleh Mas Jaka titik karena selama ini dia telah zalim terhadap diriku dan sekarang dia juga malah menzalimi suamiku.


" Mbak mohon Lia Mbak Mohon tolong cabut tuntutan dari Mas Jaka. karena mbak tidak kuat melihat Dia menderita lebih dari ini lagi. "ucapnya memegang tanganku.


" Mbak tahu ini adalah hukuman dari Tuhan untuk Mas Jaka tapi ini sangat berat bagi Mbak dan anak Mbak Lia. "ucapnya masih menangis.


" Bapak Ibu saya mohon Tolong maafkan suami saya tolong cabut tuntutannya. saya berjanji saya akan memberi pelajaran padanya nanti. Tapi tolong jangan masukkan dia ke dalam penjara. "ucap mbak romlah tiba-tiba bersujud di kaki bapak dan ibu mertua.


" Sudahlah tidak baik kamu seperti ini bersujud kepada kami. yang seharusnya patut kamu bersujud ialah di hadapan Allah karena dengan meminta ampun kepadanya lah bisa membuat suamimu itu sadar dan tidak mengulangi kesalahannya lagi." ucap Ayah mertuaku.

__ADS_1


" Iya Pak Bu saya berjanji akan berusaha menyadarkan suami saya agar tidak mengulanginya lagi. saya mohon tolong cabut tuntutannya karena dari semalam Anak saya menangis ingin bertemu dengan bapaknya. Saya bingung harus mempertemukannya atau tidak karena saya takut nanti menjadi beban mental oleh anak saya melihat bapaknya mendekam dalam penjara. " ucapkan Mbak Romlah sesegukan.


aku dan Mertuaku pun hanya bisa saling tatap-tatapan dan tidak ada yang berani menjawab pertanyaan dari Mbak Ramlah.


" Memangnya Apa motif dari orang tersebut menikam Mas Jaka Mbak? "tanya aku mengalihkan perhatian Mbak Romlah.


" kata pak polisi mas jaka berkelahi dengan sesama penghuni rutan. Entah apa masalah nya polisi masih mencari kebenarannya dek." jawabnya lagi.


triing triing triing tiba tiba terdengar bunyi handphone. Lalu aku pun melihat hp ku,tetapi sepertinya bukan hp ku yang berbunyi.


" Mungkin HP bapak atau ibu yang berbunyi? "tanya aku lagi.


" tidak nak HP bapak dan ibu tidak berbunyi ini buktinya. "ucapnya sambil memperlihatkan hp-nya kepada kami.


" HP Mas Bambang atau mbak Romlah mungkin yang berbunyi." ucapku lagi.


mereka pun memeriksa hp masing-masing dan ternyata ada satu hp yang dikeluarkan oleh mbak Romlah.


" ini HP mas Jaka ternyata yang berbunyi Lia. "ucapnya sambil memperlihatkan HP yang terus berbunyi.


Gegas Mbak Romlah pun mengangkat telepon yang ada di HP mas Jaka tetapi anehnya hanya nomor saja dan tidak ada kontak nama. sesaat kemudian tiba-tiba Mbak Romlah pun pingsan dan terjatuh ke lantai tanpa sempat aku dan Mas Bambang menyambutnya.


"astaghfirullah mbak." ucapku kaget.


kami semua terkejut karena secara tiba tiba mbak romlah pingsan setelah mengangkat telepon nya mas jaka.

__ADS_1


siapa yang menelpon sehingga mbak romlah terkejut dan pingsan?


mas bambang pun mengambil hp tersebut dan hendak berbicara pada si penelpon,tetapi sayang telepon tersebut sudah terputus.


__ADS_2