Ayah Pengganti Buat Anakku

Ayah Pengganti Buat Anakku
Isi hati Farukh


__ADS_3

"Kalau aku boleh jujur, sebenarnya awal mula mas bambang ingin menjodohkan kita itu mas masih sempat ragu, karena betul kata kamu tadi kalau kita belum mengenal satu sama lain."


"Tapi setelah mas melihat fotomu, entah kenapa hati mas ada sesuatu yang lain,entah itu kagum atau apa mas juga nggak paham."


"Tapi satu mas yakini kalau mas harus menolong gadis ini dari ketidak adilan dunia terhadap nya."


"Bukan berarti mas terpaksa menikahi mu ya, mas tulus ingin membantumu lia."


"Maafkan mas ya lia, kalau mas harus mengatakan semua ini, karena bagaimana pun kamu juga berhak mengetahuinya."


"Mas tidak pandai merangkai kata kata indah, mas juga tidak ahli dalam menutupi isi hati mas. Karena menurut mas dalam rumah tangga itu harus ada saling keterbukaan, saling kepercayaan dan saling menghargai."


"Makanya mas berani mengungkapkan semua nya ini pada mu lia."


"Mungkin saat ini kita sama sama menata hati kita agar menyatu dalam ikatan pernikahan ini sampai disaat kita sama sama saling mencintai dan menyayangi."


"Apa kamu marah padaku lia?" Tanya mas farukh.


"Maafkan aku mas, maaf kan aku." Ucapku tak tahan dengan deraian air mata.


Sesak sekali rasanya setelah aku tahu apa isi hati mas farukh. Tapi aku tak boleh egois, bagaimana pun niat mas farukh tulus padaku, dan aku harus bisa menghargai itu.


" Menangis lah lia, kalau itu bisa menghilangkan sesak didadamu." Dibawanyalah aku dalam pelukan nya. Ya pelukan hangat yang sama seperti pelukan almarhum bapak.


"Setelah kamu selesai menangis mari kita sama sama membina rumah tangga kita agar menjadi rumah tangga yang di berkahi Allah SWT."


Pelukan mas farukh semakin dalam dan aku semakin hanyut dalam kesedihan ini.


Mungkin aku juga salah, karena berharap jawaban lebih dari ini dari mas farukh, tanpa melihat siapa aku.


Setelah sekian lama aku menangis, akhirnya aku bisa bernafas dengan lega, karena memang benar kalau dengan menangis bisa meringan kan sesak didada maka luapkan lah semuanya.


"Terimakasih mas karena telah menerima semua kekurangan ku." Kataku.


"Ssttt, kamu tidak boleh berterimakasih padaku, mungkin sudah takdir kita berdua berjodoh dengan jalan seperti ini."


"Tapi satu yang harus kamu tau, kamu itu sangat berharga bagiku, dan aku akan selalu menyayangi mu setulus hatiku." Ucapnya tersenyum.

__ADS_1


Mendengar jawaban tulus dari nya hati ini tiba tiba menghangat. Apa mungkin setelah ini dia juga bisa mencintaiku?


Biarlah semua aku jalani seperti air yang mengalir.


Setelah sekian lama berbincang bincang kami pun memutuskan untuk beristirahat.


Mas farukh juga tidak meminta hak nya malam ini padaku, dia memberiku waktu agar aku bisa mempersiapkan diri. Sampai kapanpun aku siap, dia bersedia menungguku.


Aku sangat beruntung Tuhan mempertemukan aku dengan seorang lelaki yang sangat baik hati nya.


" Terimakasi ya Allah engkau telah menghadirkan imam yang baik seperti mas farukh. Aku akan mencoba semampuku menjadi istri yang baik baginya. Aamiin." Do'aku.


Keesokan harinya, setelah shalat subuh aku pun memasak didapur untuk sarapan suamiku.


Sebenarnya hanya masak nasi goreng pakai telur dadar saja karena mas farukh yang meminta. Katanya agar aku nggak kecapekan karena aku lagi hamil muda.


Sesaat kemudian kami pun sarapan pagi dengan menu yang amat sederhana. Aku beruntung sekali mrndapatkan suami yang pengertian seperti mas farukh.


Mungkin ini terdengar terlalu cepat mengingat usia pernikahan kami baru 2 hari, tetapi aku sangat merasakan kalau mas farukh benar benar tulus padaku.


"Kamu kapan mulai masuk kerja lia?" Tanya suamiku setelah kami selesai sarapan.


"Hmmm mungkin 5 hari lagi mas, karena aku ijin nya hanya 1 minggu. Kenapa memang nya mas?" Tanyaku lagi.


"Nggak mas cuma mau tanya aja." Ucapnya tersenyum.


"Kalau kamu berhenti dari pekerjaan kamu gimana lia? Bukannya apa apa, mas cuma takut kamu kelelahan, dan berimbas pada bayi kita." Ucapnya lagi.


Deg! Aku pun terpana kala mas farukh menyebutkan kalau anak yang aku kandung itu anak kita.


Aku sungguh terharu dengan perkataan suamiku ini.


"A apa mas? Anak ki kita?" Tanya ku terbata.


"Lah iya kan, aku suami sah mu, dan kamu sekarang sedang mengandung, yang berarti itu bayi kita kan?" Ucapnya tersenyum manis.


"Ya Allah mas, terimakasih banyak ya mas, kalau mas mau menerima dan mengakui kalau anak ini anak nya mas."

__ADS_1


"Aku nggak tahu harus bagaimana berterimakasih padamu mas."


"Memang benar kata mas bambang kalau mas farukh adalah malaikat pelindung yang siap melindungi ku dan anak dalam kandungan ku ini."Ucap ku terharu, dan tanpa terasa air mata pun menetes.


" Sudah ya lia, kamu nggak boleh sedih sedih terus, kasihan anak yang ada dalam kandunganmu itu."


"Setiap ibu hamil tidak boleh banyak fikiran dan harus selalu bahagia, agar perkembangan janin nya tumbuh dengan sempurna." Ucapnya lagi sambil menghapus sisa air mata yang menempel dipipi ku.


Aku pun memeluk mas farukh dengan sangat erat, karena entah kenapa setiap aku memeluknya, aku merasakan sosok bapak hadir dalam diri mas farukh.


"Terimakasih mas, terimakasih banyak karena sudah menjadi suamiku, karena sudah baik padaku." Ucapku terisak.


"Iya sama sama, sekarang kamu jangan nangis lagi ya." Ucapnya tersenyum.


Akupin membalas dengan anggukan kepala.


"Ya sudah kalau begitu mas berangkat kerja dulu ya, takut kesiangan dan rejeki mas ntar dipatuk ayam lagi." Ucapnya sambil melepaskan pelukannya.


"Iya mas, mas harus hati hati ya dalam bekerja, ingat ada aku dan anak kita yang menunggu mu dirumah."Ucapku lagi.


" Siap nyonya." Ucapnya memberi hormat, dan itu sungguh lucu bagiku.


" Ayah berangkat dulu ya nak, kamu jangan nakal nakal ya sama bunda mu, dan jangan menyusahkan bunda mu ya."Ucapnya lagi sambil mengelus perutku yang belum membuncit.


Astaga kenapa semakin hari mas farukh semakin membuat aku berbunga bunga, karena perkataan nya yang berhasil membuat aku terharu an melayang.


"Iya ayah, aku janji nggak bakalan nakal sama bunda." Ucapku meniru suara anak kecil.


Mas farukh pun tertawa mendengar ocehan ku.


"Ya sudah kalau begitu mas pamit ya, jaga diri baik baik, dan kalau ada apa apa kamu harus langsung menghubungi mas ya." Ucapnya lagi.


"Iya mas, mas hati hati ya dijalan dan juga hati hati dalam bekerja." Ucapku sambil mencium punggung tangan suamiku.


"Insha Allah. Dah assalamu'alaikum."


"Wa'alaikum salam mas." Aku pun mengantar mas farukh ke depan pintu dan melepas kepergian mas farukh dengan sepeda motor nya sampai ia menghilang.

__ADS_1


__ADS_2