
Ceklek, aku pun membuka pintu dan tiba-tiba aku terkejut melihat sesosok orang berdiri di depan pintu rumahku.
" Rafa!" ucapku terkejut.
" Hai Li, kamu kok pulang duluan tadi. " Tanyanya padaku.
melihat dia tiba-tiba ada di depan rumahku seketika aku pun bengong dan tidak menjawab pertanyaannya.
" Apa aku boleh masuk Li? "tanyanya lagi.
" Eh Raf, maaf sebaiknya kita duduk di teras saja karena suamiku tidak ada di rumah dan aku tidak mau nanti timbul fitnah. " Ucapku.
" oke baiklah Li Aku duduk di situ ya. "ucapnya sambil berjalan ke arah kursi yang ada di depan teras rumahku.
" Kamu mau minum apa Raf? " Tanya ku padanya.
" air putih saja Li. "ucapnya
aku pun gegas masuk ke dalam rumah dan mengambil minuman untuk Rafa.
tak membutuhkan waktu lama aku pun kembali ke depan karena ia hanya minta air putih.
" kamu kok tahu aku tinggal di sini Raf? "Tanyaku padanya.
" nggak disuruh dulu nih aku minum Li? " tanyanya balik.
" Eh iya silakan minum Raf. "ucapku
" Aku tahu dari kantor Li karena kamu membuat Alamatmu di sini waktu kamu melamar pekerjaan." jawabnya setelah minum.
" Kamu kenapa pulang duluan tanpa memberitahuku terlebih dahulu?" Tanyanya balik.
" Aku pikir kamu diculik orang Li karena aku meninggalkan kamu sendirian dalam keadaan sakit untuk membeli minum untukmu. " Ucapnya padaku.
Sebenarnya aku sudah melihat lia dengan suaminya tadi dan aku mengikuti mereka sampai di sini. Aku juga bohong kalau aku meminta alamat rumahnya dari kantor, karena aku tidak rela saat melihat dia bermesraan dengan suaminya. Aku cemburu Li. gumamku dalam hati.
Entah kenapa rasa ingin memiliki Lia menjadi sangat besar sekarang karena aku sungguh sangat tidak rela melihat ada lelaki lain menjadi pasangan Lia.
__ADS_1
" Apa kamu sudah izin untuk pulang lebih cepat ke kantor Li? "tanya aku pada Lia.
" Aku sudah minta izin ke Rani dan mintanya untuk meminta izin ke bos dan bos mengizinkanku. " Jawabku pada rafa.
" Maaf ya Raf sepertinya badanku masih sakit dan kepalaku masih terasa pusing, aku minta kamu untuk segera pulang ya karena aku mau istirahat. " Ucapku sambil menyuruhnya pulang.
Jujur aku tak nyaman dengan keberadaan Rafa di rumahku karena mas Faruk tidak di rumah dan aku takut tetangga-tetangga akan membuat gosip baru tentangku.
Biarlah aku sedikit keras dan tegas berbicara dengan Rafa karena aku sudah tahu niat busuknya yang ingin menghancurkan rumah tanggaku.
Dan aku tidak akan membiarkan siapapun masuk ke dalam Rumah tanggaku dan menjadi benalu.
" Oh iya maafkan aku Li, aku akan segera pulang tetapi kamu harus menjaga kesehatanmu ya agar besok kembali masuk kerja. " Ucapnya padaku dan aku tahu iya merasa tersinggung dengan pengusiranku secara halus padanya.
" Kamu tenang saja Raff suamiku sangat mencintaiku dan ia pasti akan merawatku dengan sangat baik. " Ucapku padanya.
Aku tidak mau suatu saat kalau aku berbicara lunak dengan Rafa sekarang seolah-olah aku membuka peluang untuknya untuk masuk ke dalam Rumah tanggaku dan aku harus tegas kalau aku sangat bahagia dengan kehidupan Rumah tanggaku saat ini.
" Baiklah kalau begitu aku pamit ya Li, salam buat suamimu. " Ucapnya pamit.
" Iya raf pasti aku sampaikan. " Ucapku lagi.
mulai hari ini aku harus lebih waspada terhadap lava dan Putri karena aku sudah tahu maksud dan tujuan mereka.
" Apa aku berhenti aja ya dari pekerjaan ini, daripada nanti terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan akhirnya membuat aku menyesal." Gumamku.
" Ya aku harus membicarakan hal ini pada masa Faruq dan meminta pendapatnya." Gumamku lagi.
Kenapa kepalaku semakin pusing ya, apa mungkin aku terlalu banyak pikiran dan mengakibatkan pusing di kepalaku ini? Lebih baik sekarang aku istirahat dulu sambil menunggu mas Faruk pulang kerja.
Triing triing lagi lagi hp ku berbunyi.
" Assalamualaikum Dengan siapa ini? " Tanyaku pada penelpon dengan nomor asing karena tidak ada nama yang tertera di dalamnya.
"Apa benar ini dengan Ibu Lia?" Ucapnya di seberang telepon.
" ya dengan saya sendiri ini dengan siapa ya? "tanya aku balik.
__ADS_1
" kami dari pihak rumah sakit, mau memberitahukan bahwa Bapak Faruk mengalami tabrak lari dan sekarang beliau dirawat di IGD Rumah Sakit Harapan Kita. " Ucapnya lagi.
" astaghfirullahaladzim Baiklah Bu saya akan segera ke sana. "ucapku Seraya mematikan telepon.
aku pun gegas pergi ke rumah sakit tempat Mas Faruq dirawat. dalam hati aku selalu berdoa agar suamiku baik-baik saja.
" Permisi mbak dengan pasien Faruq Al Fahri dirawat sebelah mana ya Mbak? "Tanyaku pada resepsionis.
" sebentar ya Mbak saya periksa dulu. "
" pasien bernama Faruk Alfari sekarang masih di IGD Bu silakan Ibu lurus lalu belok kiri Nah di situ ada ruang IGD. "ucapnya memberitahu.
aku pun segera berlari menuju ke tempat Mas Faruq dirawat tanpa memikirkan kondisi tubuhku yang sebelumnya terasa pusing dan lelah.
Sesampainya di IGD aku pun mencari-cari di mana mas Faruq berada. Saat kutemukan ternyata dia berada di sudut ruangan. Saat aku melihatnya seketika luruh pertahananku dan aku tidak bisa menahan air mata segera ku memeluk suamiku yang tergeletak tak berdaya itu.
" Mas Kenapa jadi seperti ini siapa yang mencelakaimu Mas? "Tanyaku sambil terisak.
Saat itu juga semua pandanganku menjadi gelap dan....Bruug.. aku pun terjatuh.
Saat aku membuka mata ku melihat ada Mbak Romlah di sampingku dan Mas Bambang.
" di mana Aku ini mbak, Aduh kenapa Kepalaku sakit sekali. "tanya aku pada Mbak Romlah.
" kamu sekarang ada di rumah sakit Lia tadi Mbak dan Mas mu ditelepon sama pihak rumah sakit bahwa Faruq mengalami kecelakaan dan kamu pingsan di IGD."
" makanya kami segera datang ke rumah sakit dan melihat keadaanmu. "ucap Mbak Romlah.
Oh iya tiba-tiba aku teringat akan suamiku, tadi aku sempat Kehilangan kendali karena syok melihat Mas Faruq terbaring lemah di brankas rumah sakit.
" Mas Faruq menjadi korban tabrak lari mbak aku mau melihat suamiku dulu sekarang, tolong mbak antarin aku ke tempat Mas Faruq ya Mbak. " Pintaku padanya.
" Kamu di sini saja dulu ya tadi mbak lihat ada mertuamu yang sudah menemani faruq di sana. " Ucapnya lagi padaku.
" Apa mbak ibu mertua dan ayah mertuaku sudah datang? "Tanya aku kaget.
Aku takut apabila mertuaku mengetahui kalau aku sudah berbadan dua sekarang. Aku tidak mau kehilangan mas faruq karena aku sangat mencintainya.
__ADS_1
" Iya tadi mbak juga lihat dari kejauhan kalau mertuamu keluar dari ruanganmu ini, mungkin setelah melihat keadaanmu baru mereka ke tempat Faruq lagi. " Ucap mbak Romlah dan itu semakin membuatku takut.