Ayah Pengganti Buat Anakku

Ayah Pengganti Buat Anakku
Jaka masuk rumah sakit


__ADS_3

"sebenarnya yang menyuruhku adalah pak robi, dia adalah rekan bisnis ku. tapi mas sungguh menyesal Romlah mas tidak akan mengulanginya lagi. "ucap Mas Bambang masih memegang tangan Mbak Romlah.


"robi?robi siapa?" hanya Pak mertua.


" pak Robi adalah rekan bisnis saya Pak Yang sama-sama di bidang tekstil Apa motif Beliau saya juga tidak tahu yang pasti sayang hanya diberi tugas untuk mencari kayu Faruk. "ucap Mas jaka lagi.


"Robi? Sepertinya saya tidak mengenal yang namanya Robi ataupun rekening bisnis Saya juga tidak ada yang bernama Robi. lalu apa motifnya itu mencelakai anak saya. pak polisi tolong bapak segera tangkap yang bernama Robi itu. "ucap Ayah mertuaku lagi.


" untuk saat ini kamu masih saya masukkan ke dalam penjara karena saya ingin melihat siapa Robby itu dan apa motifnya. sebelum dia tertangkap Kamu tidak akan saya lepaskan. "ucap ayah mertua tinggal.


" tidak Pak saya mohon pak tidak, Tolong Pak tolong lepaskan suami saya". ucap Mbak Romlah.


tiba-tiba Mbak Romlah pun ambruk ke lantai dan dengan sikap Mas Bambang menangkapnya.


" sebaiknya kita pulang dulu Lia dan bawa Romlah ke rumah nanti biar pak polisi yang mengurus semuanya. dan apabila tersangkanya sudah ditangkap baru kita ke sini lagi. "ucap Mas Bambang padaku.


" Ayo Pak Bu kita pulang dulu ke rumah Lia. karena Lia lihat Bapak dan Ibu sangat letih. "ucapku pada ayah dan ibu mertuaku.


kami pun meninggalkan Kantor Polisi Setelah berpamitan kepada Pak polisi dan Jaka pun diseret ke balik jeruji besi.


" Pak siapa Robby itu sepertinya Ibu tidak mengenal yang namanya Robi itu apa mungkin dia termasuk salah satu saingan Faruq Pak? "ucap ibu mertua pada ayah mertua.


" Bapak juga tidak tahu Bu sebaiknya kita tunggu informasi selanjutnya dari pak polisi. "pencapaian mertuaku lagi.


aku pun pergi meninggalkan kantor polisi bersama kedua Mertuaku menggunakan mobil mereka dan Mas Bambang serta Mbak Romlah pun pergi ke rumah Mas Bambang menggunakan motor Mas Bambang.


sesampainya kami di rumah aku pun mempersilahkan Mertuaku untuk istirahat di kamar belakang. dan aku pun bergegas ke dapur guna menyiapkan makanan untuk mereka.


setelah selesai memasak aku pun memanggil mereka dan kami pun makan bersama.

__ADS_1


" nak Apakah kamu lagi hamil?"ucap ibu mertua yang membuatku kaget dan tersedak makanan.


uhuk uhuk.


"hati hati nak,ini minum pelan pelan."ibu mertua memberi minum padaku.


"terimakasih buk."ucapku mengambil minum yang diberi ibu mertua.


"maaf ya nak,tadi ibu mendengar kamu dibelakang muntah muntah.Apa kamu lagi hamil?"tanya ibu mertua lagi.


Aku tidak menyangka kalau Mertuaku mendengar di saat aku mual-mual di belakang karena menghirup bau masakan yang aku masak sendiri, padahal aku sudah merendam sedini mungkin suaranya.


aku pun gelagapan dan tidak tahu harus menjawab apa. kalau aku mengakui kalau sedang hamil nanti bagaimana kalau ibu mertua mengajakku Kebidan dan memeriksakan kehamilanku, dan Nanti ibu mertua juga mengetahui kalau anak yang dalam kandunganku bukan cucunya karena dilihat dari umur pernikahanku dan usia kehamilanku.


" Kenapa diam saja Nak Apakah kamu sekarang lagi hamil Kalau iya mari kita periksakan ke bidan.


" tidak Bu Lia tidak hamil. Mungkin ini karena faktor kelelahan karena dari semalam Lia kurang tidur." ucapku akhirnya berbohong.


" Sabar toh bu , mungkin belum rezekinya lagian kan Faruq masih Sebulanan menikah, gimana sih Ibu. "ucap pak mertua.


" Ya apa salahnya toh Pak, Ibu berharap kalau lia hamil, kita kan sudah lama pengen cucu Pak." ucap ibu mertua lagi.


" Iya bapak ngerti, tapi kan kalau ibu bicara seperti itu nanti yang ada lia kepikiran. lebih baik kita doakan saja yang terbaik cara menang itu karena adalah rezeki dari Tuhan dan kita tidak bisa memaksa kehendak Yang Di Atas selalu harus sesuai dengan kehendak kita. "ucapan mertua lagi.


kami pun melanjutkan makan malam dengan keheningan titik hanya suara gentingan piring dan sendok yang beradu yang terdengar.


keesokan harinya aku pun bangun pagi-pagi sekali. Dan Aku berencana untuk libur saja hari ini dari kerja. untungnya bos di kantor mengizinkan aku untuk istirahat di rumah sampai kasus ini selesai.


untung aku memiliki bos yang pengertian kalau tidak ,mungkin aku bisa dipecat. karena seenaknya minta libur beberapa hari ke depan.

__ADS_1


triing triing triing tiba tiba handphone ku berbunyi.


" Assalamualaikum Mas Apakah ada kabar terbaru dari kantor polisi? "Tanyaku setelah mengangkat telepon yang ternyata Mas Bambang.


"wa'alaikumsalam lia kamu sebaiknya sekarang ke rumah sakit karena Jaka tadi subuh dibawa oleh pihak penjara ke rumah sakit." ucap Mas Bambang yang membuatku kaget.


" Baiklah Mas aku akan segera ke rumah sakit dan rumah sakit mana Mas? nanti kamu kirimkan saja alamatnya ya Mas." ucapku Seraya mematikan telepon.


" loh Pak Bu pagi-pagi begini sudah rapi mau ke mana? "tanya aku pada ibu dan ayah mertua yang hendak pergi.


" kami mau ke rumah sakit nak melihat keadaan Faruq karena semalam kami hanya menitipkannya pada suster." macam ibu mertua menjawab.


" kalau begitu lia juga mau pergi ke rumah sakit pak Bu karena sebentar ini Mas Bambang menelpon dan mengabarkan kalau Mas Jaka masuk rumah sakit tadi subuh. Mungkin lia sehabis melihat mas faruq lia akan ke rumah sakit sebentar tempat Mas Jaka dirawat. Apakah tidak apa-apa Pak Bu? "tanya aku.


" Jaka Kakak iparmu yang semalam ditangkap polisi itu lia? Lalu Kenapa dia bisa masuk rumah sakit?" tanya ibu mertua terkejut.


" Iya Bu Mas Jaka yang nabrak Mas Faruq semalam titik dia juga tidak tahu Bu Apa penyebab dia masuk rumah sakit nanti dia mau melihat ke sana apa yang sebenarnya terjadi. "ucapku lagi.


" baiklah sebaiknya kita pagi ini pergi melihat dulu habis itu baru kita pergi melihat Kakak iparmu itu. "ucap ayah mertua.


setelah sarapan pagi kami pun pergi ke rumah sakit tempat di mana mas Faruq dirawat.


Assalamualaikum ucap kami serentak saat tiba di ruang rawat inap mas faruq.


Waalaikumsalam jawab Mas Faruq yang saat itu sudah bangun dan duduk sambil menyandar ke bed rumah sakit.


" Mas kamu sudah agak mendingan?" tanya aku mendekatinya dan mencium punggung tangannya.


" Iya Dek Mas sudah agak mendingan. kamu bagaimana keadaannya kamu tidak masuk kerja hari ini? "ucap Mas faruq.

__ADS_1


" tidak Mas aku sudah izin sama bos Kalau aku tidak masuk kerja beberapa hari ini. dan beliau mengizinkan. "jawabku.


__ADS_2