Ayah Pengganti Buat Anakku

Ayah Pengganti Buat Anakku
mencari pelakunya


__ADS_3

Sesampainya di IGD aku pun melihat ibu mertua dan ayah mertua sedang duduk sebelahan dengan mas Faruk.


" Assalamualaikum Bu, pak. " ucapku sambil menyalami mereka.


" Waalaikumsalam Lia sini duduk dekat Ibu. "ucap ibu mertua sambil menepuk kursi yang ada di sebelahnya.


aku pun segera duduk di sebelah ibu.


" kamu sudah baikan lia?" tanya ibu mertuaku lagi.


" Ibu tadi tidak bisa berlama-lama menunggumu karena Faruq sendirian di sini, maafkan Ibu ya nak. "ucap ibu mertuaku lagi.


" Iya Bu nggak apa-apa, aku sudah baikan kok. " balas ku.


" Bagaimana kondisi Mas Faruq Bu, apa dokter sudah menemui Ibu? "Tanyaku pada ibu mertua.


Ibu Pun tampak melirik bapak sambil memikirkan sesuatu. Akupun menjadi takut kalau ada hal buruk yang menimpa suamiku.


" Faruq Nggak apa-apa kok Nak Ko Ma Kata dokter dia hanya kesenggol sedikit. " desah ibu mertuaku.


tetapi rasanya aku merasakan ibu mertua menyembunyikan sesuatu dariku dan aku tidak tahu apa itu.


" sudah kamu tidak perlu memikirkan apapun yang penting Sekarang keadaan suamimu baik-baik saja. "ucapan yang ayah mertuaku.


ibu mertua pun menggenggam tanganku dan ia bertanya padaku.


" nak Apakah kamu sedang mengandung sekarang? tanya ibu mertua.


seketika aku pun terbelalak mendengar pertanyaan ibu titik bukan aku tidak mau memberitahu mereka karena aku takut mereka tahu usia kandunganku dan anak yang dalam kandungan ini bukan cucu mereka.


" Ibu tahu dari mana?"tanya aku lagi.


"Ibu tahu dari raut wajahmu nak karena raut wajahmu seperti orang sedang hamil dan ibu bisa merasakan itu. karena kamu kelihatan pucat dan sangat lelah. "ucap ibu mertua.


aku pun menggelengkan kepalaku karena aku juga tidak sanggup menjawab pertanyaan ibu takut nanti kalau ibu mertua mengetahui segalanya dan aku tidak siap untuk kehilangan separuh.

__ADS_1


" ya sudah sekarang lebih baik kamu pulang saja,sepertinya kamu kelelahan, biar ibu dan bapak yang menunggu suamimu di sini. "


aku pun mengikuti permintaan ibu dan segera mencium kedua tangan ibu dan ayah mertuaku.


tak lupa aku pun berpamitan pada suamiku Walaupun dia belum sadar dari pingsannya.


saat hendak keluar dari kamar aku pun berpapasan dengan mbak romlah dan dia bertanya padaku.


" Dek sini ikut Mbak sebentar. "ucapnya sambil menarik tanganku menjauh dari ruang rawat masih baru.


" Ada apa Mbak kok sepertinya penting sekali?" tanya aku heran.


" sepertinya suamimu itu sengaja ditabrak Dek dari belakang karena Mbak sempat pergi ke TKP tadi bersama Mas Bambang agar melihat kejadian yang sebenarnya seperti apa. "ucapnya padaku.


" di situ kami melihat dari CCTV toko yang ada di dekat kejadian karena terlihat jelas suamimu itu memang sengaja ditabrak dan sehabis ditabrak orang itu pun langsung meninggalkan TKP. "ucapnya membuatku terkejut.


aku pun siap mendengar pernyataan Mbak Romlah titik aku juga tidak menyangka ada orang yang tinggal mencegah kayu suamiku padahal dia bisa dibilang baru tinggal di kota ini seandainya ada musuhnya aku rasa itu tidak mungkin karena masa lalu adalah orang yang hambal dan tidak neko-neko.


Tetapi kalau benar semua perkataan Mbak Romlah siapa pelakunya, aku harus mengetahuinya dan aku harus membuat perhitungan pada orang itu.


" untuk saat ini Mbak tidak tahu Dek Karena Mas Bambang belum memberi informasi apapun dan sekarang Mas Bambang sedang pergi ke kantor polisi guna membuat laporan atas dugaan percobaan pembunuhan."


aku pun segera menelpon Mas Bambang dan menanyakan kabar terbaru.


tut tut tut begitulah nada panggilan di dalam HP ku saat menelpon Mas Bambang. sampai panggilan ketiga baru teleponku diangkat olehnya.


" Assalamualaikum Mas di mana sekarang? Apakah sudah diketahui penabrak Mas Faruq Mas? Mas di kantor polisi yang di mana sekarang Aku akan segera ke sana. " tanya ke memberondong padanya.


" Waalaikumsalam Dek Mas masih di kantor polisi ini mau pakai TKP bersama Pak polisi untuk mengusir tuntas kasus ini. kamu sebaiknya pulang saja diantar sama Romlah Mas saja yang akan mengurus semuanya mas tidak mau kamu kenapa-kenapa karena kamu lagi hamil Dek. serahkan saja semuanya sama Mas dan Pak polisi ya. kamu nggak usah khawatir"hijabnya padaku panjang lebar.


"tapi Mas aku tidak akan tenang sampai aku mengetahui orang tersebut dan Apa maksudnya ingin mencelakai suamiku. "ucapku sambil terisak.


" Iya Mas paham Dek Tapi kamu harus ingat kondisimu sekarang yang lagi hamil, Mas nggak mau Kamu kecapean nanti terjadi hal yang tidak diinginkan pada kandunganmu nanti yang ada suamimu marah pada mas karena mas tidak bisa menjagamu." ucap Mas Bambang.


" tapi aku tidak bisa tenang Mas. biarkan aku ke sana paling tidak aku melihat cctv nya secara langsung kejadiannya. "ucapku masih sambil terisak.

__ADS_1


Mbak Romlah pun merangkul pundakku dan mengelus punggungku sesekali untuk menenangkanku.


" baiklah kalau itu mau model sekarang mas mau menuju ke TKP nanti mas share aja melalui pesan singkat ya. "ucap Mas Bambang.


setelah itu tak lama terdengar bunyi notifikasi dari teleponku dan itu adalah pesan lokasi yang dikirim oleh Mas Bambang ,aku dan Mbak Romlah pun Gagas pergi ke TKP titik rasanya aku ingin sekali menjambak rambut orang yang telah melukai suamiku.


karena ulahnya suamiku menjadi tidak berdaya di rumah sakit.


sesampainya Kami di sana Aku pun melihatmu seimbang sedang berbicara dengan seorang polisi.


" Mas bagaimana kelanjutan kasusnya Mas Bolehkah aku melihat rekaman CCTV itu? "ucapku pada mas bambang.


"ayo ikut mas." ucapnya lagi.


kami pun pergi ke salah satu toko yang didatangi mas bambang tadi.


Sesampainya di sana kami pun menemui pemilik toko dan kembali meminta izin untuk melihat kembali rekaman cctv itu.


Aku pun sangat terkejut saat melihat detik detik kejadian tabrakan yang menimpa suamiku.


aku pun sangat syok saat melihat salah satu mobil menabrak mas faruk dari belakang.


Aku bisa merasakan sakit yang dirasakan suamiku itu.


"Stop tunggu sebentar pak, berenti disitu pak." Ucapku.


Aku seperti nya pernah melihat mobil itu, tapi aku lupa dimana aku melihatnya.


Mobil xen*a warna putih dengan stiker anime dikaca belakang mobil itu yang membuat nya familiar.


Aku pun semakin berpikir keras, bahwa aku harus mengingat mobil itu punya siapa. Karena aku juga sangat penasaran dengan orang tersebut, dan harus menanyakan apa motif dia sebenarnya mencelakai suamiku.


Tiba tiba aku merasa pusing, seperti berputar putar.


"Lia kamu kenapa? Astaghfirullah." ucap mbak romlah yang menangkap tubuhku saat akan jatuh. dan setelah itu semuanya gelap.

__ADS_1


__ADS_2