Ayah Pengganti Buat Anakku

Ayah Pengganti Buat Anakku
Jalan Keluar


__ADS_3

Kami yang menyaksikan semua itu, tak satupun mau menolong nya, hingga ia meminta ampun pada mas bambang agar tak memukulinya lagi.


"Aku mohon mas, jangan pukul aku lagi, aku akan bertanggung jawab." Ucapnya memeluk kaki mas bambang.


"Kalau kamu menikahi lia, bagaimana dengan romlah ha? Pernikahan kalian tidak akan sah selama romlah masih jadi istri mu." Ucap mas bambang geram.


"Aku akan menceraikan romlah mas." Ucap nya enteng.


Plak!! plak!! plak!! dan mbak romlah pun menamparnya.


"Kamu sudah gila ya mas, apa begini jalan keluar fikirmu itu? Kamu maunya enak sendiri mas atas perbuatan mu, dan kami yang akan menanggung akibatnya?"


"Kau pikir dirimu siapa mas? Seenak jidat nya membuat keputusan." Jawab mbak romlah marah.


"Trus aku harus bagaimana? Hanya itu jalan satu satunya yang bisa aku pikirkan saat ini."Jawabnya membela diri.


Sesaat kemudian kami pun terdiam. Kami hanyut dalam pikiran masing masing.


Aku pun tak kalah pusingnya, karena aku yang akan menanggung ejekan dari tetangga kelak apabila mereka tahu kalau aku hamil sebelum nikah.


"Baiklah kalau begitu, aku akan mencarika ayah pengganti untuk anakmu ini." Ucap mas bambang.


"Tapi mas, apa ada lelaki yang mau menerimaku yang dalam keadaan seperti ini? huhuhu" Ucapku sambil menangis.


"Kamu tenang saja ya lia, mas pasti akan berusaha semaksimal mungkin mencari sosok ayah pengganti itu." ucap mas bambang meyakinkan ku lagi.


"Iya mas, terima kasih ya mas." Ucapku mengelap air mata ini.


"Kamu adalah adik bungsu kami, justru nasib kamu yang paling tidak beruntung dari kami. Mas merasa gagal telah menjaga mu lia, mas yang seharusnya minta maaf, karena tidak bisa menjaga amanah dari orangtua kita." Saat itu aku pun larut dalam pelukan mas bambang.


Pelukan hangat yang sama dengan pelukan bapak. Biasa nya bapak lah yang selalu membuat aku tersenyum. Bersama bapak aku selalu merasa bahagia.


Kakak kakak ku pun semuanya memelukku, suasan menjadi sangat haru. Kami terhanyut oleh perasaan masing masing tentang kenangan bersama kedua almarhum orangtua kami.


" Kamu makan dulu lia. Kakak tunggu diruang di meja makan ya." Terdengar suara ketukan ointu dari kakak ku mas bambang yang membuat aku terbangun dari lamunan.

__ADS_1


"Iya mas, sebentar lagi aku akan menyusul." Ucapku gegas berlalu.


Ya semenjak kejadian itu, aku tinggal bersama dengan mas bambang.


Sebenarnya aku ingin menolak untuk dibawa kerumahnya, karena kakak iparku sangat tidak suka melihatku.


Tetapi kemana aku akan pergi. Tetap tinggal dirumah mbak romlah sudah tidak mungkin. Disana masih ada mas jaka.


Aku takut yang ada nanti ia akan melakukan hal menjijikan seperti dulu.


Tinggal dirumah peninggalan bapak, juga dilarang oleh kakak kakakku.. Mau tidak mau aku harus menuruti kata kata mas bambang.


"Ayok duduk lia, kamu harus banyak banyak makan karena kamu kan lagi hamil. Wanita hamil nggak boleh telat makan. Dan nutrisi harus terpenuhi.


Mendengar penuturan mas bambang tiba tiba mbak sinta menghentakkan sendok yang ia pegang tadi ke atas piring.


"Apa? Lia hamil mas? Mana mungkin mas, ia kan belum menikah." Tanya mbak sinta heran.


"Nanti akan mas cerita kan padamu, lebih baik kita makan dulu." Ucap mas bambang mengalihkan pembicaraan.


"Kalau tak tinggal disini, dia mau tinggal dimana sinta? Tak mungkin aku membiarkan nya tinggal dirumah peninggalan ibu. Dia kan lagi hamil, nanti kenapa kenapa tidak ada yang tahu." Ucap mas bambang memberi pengertian.


"Ya kan biasanya dia tinggal dengan romlah, kenapa sekarang malah tinggal bersama kita sih?" Ucapnya tak terima.


"Iya itu makanya, nanti akan mas ceritakan sama kamu apa yang terjadi. Sekarang kita makan saja dulu. Mas mau berangkat ke bengkel sebentar


lagi."


" Kamu nggak usah dengerin omongan mbak mu ya lia, dia kan memang begitu. " Jawabnya sambil tersenyum.


"Iya mas." Jawabku tersenyum membalasnya.


Kami pun melanjutkan sarapan yang sempat terunda.


Saat ini aku sudah berada dalam kamar tamu. Karena kami sudah selesai sarapan dan mas bambang juga sudah berangkat ke bengkel.

__ADS_1


Saat itu masuk lah mbak sinta tanpa mengetu pintu terlebih dahulu. Untung saja aku sedang tidak di dekat pintu, kalau tidak entah apa yang akan terjadi.


"Heh, kamu sudah membuat kami malu, apa kamu masih punya nyali untuk bertemu dengan orang orang ha?"


"Kalau sampai masalah mu ini menyebar ke seluruh komplek ini, aku tak segan segan menghukum mu." Ancam nya.


Ia pun berlalu dan pergi dari kamarku. Aku sungguh tak sanggup menghadapi semua ini. Disini aku hanya lah korban, tetapi kenapa seolah olah aku adalah tersangka utama nya.


Ingin rasanya menyusul ibu dan bapak, agar tak ada lagi beban di hidupku ini dan tak menyusahkan orang.


kriing kriing kriing, tiba tiba gawai ku pun berbunyi. Nomor tak dikenal? Siapa ya? Ingin menjawab tapi takut nanti yang ada malah mas jaka yang menghubungi ku. Meskipun aku tak tahu apakah dia menyimpan nomorku atau tidak.


Dan gawaiku pun kembali berbunyi, masih nomor yang sama. Apa sebaiknya aku angkat saja ya, mana tahu penting.


"Halo selamat siang apakah ini benar dengan saudari Lia Anggraini." Ucap seseorang yang terdengar asing bagiku suaranya.


"Iya benar dengan saya sendiri, anda siapa ya dan ada perlu apa? Tanyaku padanya.


"Kami dari showroom motor ananda. Saudari diharapkan untuk datang kekantor kami besok pagi guna untuk di interview."


Aku pun terlonjak senang, karena dari sekian banyak aku melamar pekerjaan, akhirnya ada juga yang mau mempekerjakan ku walaupun hanya tamatan sekolah menengah atas.


" Baiklah pak saya akan kesana besok pagi. Terima kasih banyak ya pak." Ucapku syukur.


Telepon pun terputus. Alhamdulillah ya Allah dibalik masalah yang sedang aku hadapi ternyata engkau telah memberikan rezki yang sudah aku tunggu tunggu. Mungkin ini adalah rezeki anak yang sedang aku kandung.


Semoga saja kamu dan ibu kuat dalam menjalani hari hari ini ya nak. Ibu berjanji akan selalu menjagamu dan menyayangimu sepenuh hati.


Rasanya sudah tak sabar ingin cepat cepat bekerja, karena seharian dirumah ini rasanya aku tak betah.


Bahkan kalau mas bambang tidak dirumah makanan semuanya di simpan oleh mbak sinta. Yang ada cuma nasi dan sayur.


Sebenarnya aku tak keberatan dengan lauk sisa untuk ku hanya nasi dan sayur saja, tetapi aku selalu dituduh oleh mbak sinta kalau aku selalu makan banyak dan tak meninggalkan lauk untuk orang lain.


Ingin rasanya aku mengatakan yang sebenarnya pada mas bambang, tetapi aku tidak mau bertengkar gara gara aku.

__ADS_1


Lebih baik aku mengalah, karena mas bambang juga tidak mempermasalahkan berapa banyak aku makan.


__ADS_2