
"Lia,lia bangun dek." Ucap seseorang memanggilku sambil menepuk pelan pipiku.
aku pun berusaha membuka mata karena jujur saja kepala ini terasa sangat pusing. saat mataku terbuka aku melihat Mbak Romlah berada duduk di sebelahku.
" Mbak aku ada di mana ini? "tanya aku sambil memegang kepala.
" kamu masih di dalam toko tempat kita melihat CCTV itu dek tadi kamu pingsan makanya Mbak nggak bawa kamu langsung pulang Mbak takut kamu kenapa-kenapa. Apakah kamu sekarang masih pusing?"tanya lagi.
" Iya mbak tapi apakah polisi sudah mengetahui siapa pelakunya?"tanyaku.
" belum dek tapi secepatnya polisi akan mengetahui siapa pelakunya. "ucap Mbak romlah.
" tapi sepertinya aku pernah melihat mobil itu Mbak. "ucapku.
seketika Mbak Romlah pun terkejut dan membelalakkan matanya.
" kamu pernah melihatnya Dek? "tanya Mbak Romlah gugup.
" Iya mbak Aku pernah melihatnya tapi aku lupa di mana Aku pernah melihat mobil itu. Memangnya Kenapa Mbak Kenapa Mbak terlihat gugup? " tanya aku heran.
" Nggak kok dek Mbak Nggak gugup. mungkin kamu lagi shock aja jadi kamu berhalusinasi bahwa pernah melihat mobil itu." ucapnya sambil menyengir.
" aku sangat berharap pelakunya itu cepat tertangkap Mbak karena sampai kapanpun selama pelakunya masih berkeliaran Aku tidak akan tenang. " ucapkan sambil menangis.
"Iya kamu yang sabar ya Dek Mbak pasti akan membantu kamu mencari siapa pelakunya." ucapnya menenangkanku.
Drrt drrt drrt, tiba tiba handphone mbak romlah berbunyi.
" Mbak keluar dulu sebentar ya Dek ada telepon dari Mas Jaka.
" Iya mbak." Ucapku.
__ADS_1
mbak romlah pun keluar dari ruangan tempatku istirahat tadi titik Kenapa Mbak Romlah menerima telepon jauh-jauh ya? Ah mungkin barulah padahal penting yang ingin bicarakan dengan mas Jaka.
Lebih baik aku cek sekali lagi CCTV dan mengingat kembali karena mobil itu sangat familiar.
saat hendak keluar aku Mendengar pembicaraan Mbak Romlah dan mas Jaka.
" kamu harus tanggung jawab Mas, kamu tidak bisa lari seperti itu. "ucap Mbak Romlah sedikit marah.
aku pun menjadi heran kenapa Mbak Romlah berkata seperti itu kepada Mas Jaka titik tanggung jawab apa Yang dimaksudnya?
" kalau sampai Lia tahu atau Mas Bambang tahu bisa habis kamu Mas. "ucapnya lagi.
aku pun terkejut dengan pernyataan Mbak Romlah. Apa maksudnya semua ini? Apakah ada kaitannya dengan persiapan nabrak Mas Faruq? aku semakin penasaran Ada apa ini sebenarnya apa yang disembunyikan Mbak Romlah dan Mas Jaka dariku dan Mas Bambang.
" pokoknya aku tidak mau tahu Mas kamu harus mengakui perbuatanmu terhadap dia karena mobil yang kamu pakai itu pernah dia melihat dan dia berpikir bahwa mobil itu familiar."
" lebih baik kamu ke sini sekarang udah malam Milia dan meminta maaf kalau kamu tidak sengaja menabrak suaminya dan mungkin dengan begitu dia akan memaafkanmu dan tidak akan memperkarakanmu. "chat Mbak Romlah yang berhasil membuatku kaget dan tidak percaya.
" Lia kenapa kamu keluar Apakah kamu tidak pusing lagi? "ucap Mbak Romlah gugup.
" kenapa Mbak Kenapa mesti kamu melakukan itu semua?" ucapku terisak.
" apa salah suamiku pada suamimu Mbak dari dulu suamimu selalu begitu padaku tidak pernah mau melihat ketenangan hidupku titik sampai di mana dia menghancurkan masa depanku titik dan Untung saja Tuhan menyayangiku mengirimkan Mas Faruq untuk menata masa depanku kembali titik tetapi kenapa dia seolah tidak mau melihat hidupku tenang. "ucapku semakin menggebu.
" aku akan tetap memperkarakan kasus ini sampai kapanpun aku akan meminta keadilan. sudah cukup hidupku yang dibuat hancur oleh Mas Jaka tidak dengan suamiku Mbak. "ucapku tegas.
" kalau keluarga suamiku tahu siapa penyebab ini semua Siapa dalang dari kecelakaannya Mas Faruq mereka pasti akan tidak setuju untuk memaafkan suamimu Mbak." ucapku masih menangis.
" Maafkan suami Mbak Lia Mbak mohon tolong jangan perkarakan kasus ini. Mbak tahu Mas Jaka itu tidak sengaja menabrak suamimu. Apa kamu tidak kasihan melihat keponakanmu Lia? "ucap Mbak Romlah memegang tanganku.
" maafkan juga Mbak karena dari awal Mbak tidak jujur padamu titik sebenarnya Mbak pusing harus mengatakan apa padamu. Mbak Mohon lihat pikirkanlah baik-baik pikirkan keponakanmu karena mereka masih membutuhkan ayahnya. " ucapnya lagi.
__ADS_1
sesaat kemudian polisi pun menghampiri kami dan dia mengatakan bahwa pelaku yang telah menabrak suamiku sudah ditemukan dan akan segera dijemput.
mendengar itu mbak romlah pun semakin menangis dan memohon padaku agar mencabut tuntutan ini.
Mas Bambang pun nampak datang menghampiriku dan Mbak Romlah.
" Ada apa ini Dek Kenapa Romlah menangis? "ucapnya bertanya dan mungkin Mas Bambang tidak tahu bahwa pelakunya adalah suami Mbak Romlah.
" begini Pak Bambang pelakunya sudah kami ketahui dan kami akan segera menjemput. "Ucap pak polisi yang menjawab.
" siapa pelakunya Pak Kalau begitu mari segera kita menjemput tersangka tersebut dan aku akan menanyakan apa motif dia menabrak gua. "ucap Mas Bambang menggebu.
" pelakunya yaitu Pak Jaka yang tak lain masih suami dari adik bapak Romlah. "Ucap pak polisi lagi.
Mas membangun sangat terkejut mendengar penuturan pak polisi dan masuk Bambang segera menolehku dan juga Mbak Romlah Agar memberi penjelasan tentang semua ini.
" Iya Mas ternyata lagunya adalah Mas Jaka suami Mbak Romlah titikku juga tidak tahu kenapa dan apa motifnya menabrak suamiku."ucapku menjawab tatapan mata Mas Bambang.
" apakah ini benar romlah? "tanya Mas Bambang berteriak.
" jawab Mas Romlah Kenapa kamu menjadi diam seperti itu? "tanya Mas Bambang memegang lengan Mbak Romlah erat.
Mbak Romlah pun menganggukkan kepalanya dan menunduk.
" Maafkan suami Mbak Lia Mbak mohon padamu Maafkan suami Mbak dan titik "ucapnya memelas lagi sambil menangis.
" mas aku tahu perbuatan Mas Jaka itu tidak benar tapi aku mohon jangan perkarakan kasus ini karena bagaimanapun dia masih memiliki tanggungan hidup dan aku tidak mau anakku mengetahui kalau bapaknya adalah mantan narapidana. "ucap Mbak Romlah memohon kepada Mas Bambang.
" kamu jangan egois Romlah Si Jaka itu memang dari dulu sepertinya tidak menyukai Lia. Coba kamu lihat adik kandungmu sendiri sudah direnggut kesuciannya dan sekarang Ketika ada seorang laki-laki yang mau menerima dia apa adanya tetapi dia malah mau mencelakainya. apa kamu tidak berpikir dan tidak kasihan terhadap adik kandungmu sendiri Hah? "ucap Mas Bambang lantang.
"Seharusnya dari dulu suami mu itu kita penjarakan karena dia telah berbuat tidak pantas terhadap lia. Tetapi kami masih memikirkan mu dan anak mu. Sekarang dia semakin keterlaluan karena ini menyangkut nyawa orang lain. Apabila orang tua faruq mengetahui dalangnya,apa yang akan kita jelaskan kepada mereka?" Ucap mas bambang sambil membelalakkan mata.
__ADS_1