
...°°°°Perjuangan Menjadi Seorang Ibu°°°°...
Gus Rohman yang kelelahan akibat menemani Aisyah melahirkan sekaligus menjadi tempat bulan bulanan tangan dan gigitan Aisyah Gus Rohman langsung tersungkur pingsan di dekat brangkar sang istri dan suster yang melihat itu menahan tawa.
"Astagfirullah kemana suami saya dok"tanya Aisyah melihat samping kanan tidak melihat keberadaan sang suami yang baru selesai melahirkan.
"Itu di brangkar lagi di rawat sama suster soalnya dia pingsan mungkin tadi Ning mencengkram sangat erat hingga akhirnya Gus lemah"ucap dokter menunjuk ke arah brangkar.
"Astagfirullah Abati malah pingsan"ucap Aisyah.
"Iya sudah saya keluar dulu iya Ning"ucap Dokter Andini
Dokter Andini yang sudah selesai melakukan tugasnya dirinya pamit untuk shalat subuh terlebih dahulu karena baru selesai membantu persalinan Aisyah suster masih membersihkan seluruh badan ketiga bayi mungil tersebut lalu membawa ke ruang khusus bayi terlebih dahulu agar melihat perkembangan ketiga bayi mungil tersebut.
Di luar ruangan sudah berkumpul anggota keluarga kiyai Alwi selepas shalat subuh.
"Bagaimana sus keadaan cucu dan anak saya"tanya Kiyai Alwi.
"Alhamdulillah ke 4 sehat kiyai ibu dan ketiga bayi nya Alhamdulillah sehat"ucap suster.
"Subhanallah cucu kita banyak umi"ucap kiyai Alwi.
"Boleh kita masuk sus"tanya Umi Sarah.
"Boleh silahkan"ucap suster.
Kiyai dan umi Sarah masuk ke ruangan bersalin.
"Bagaimana nak kondisi kamu"tanya kiyai Alwi.
"Alhamdulillah bah baik"ucap Aisyah.
"Kemana Rohman"tanya umi Sarah.
"Itu"tunjuk Aisyah ke brangkar.
"Astagfirullah kenapa malah pingsan"ucap umi Sarah sembari menahan tawa.
Beberapa saat kemudian Gus Rohman terbangun dari pingsannya .
"Sudah bangun nak"tanya umi Sarah.
"Eh umi memang Rohman kenapa umi"tanya Gus Rohman.
"Astagfirullah kamu lupa kalo kamu pingsan tadi nak"tanya umi Sarah.
"Astagfirullah saya pingsan umi"ucap Gus Rohman.
"Iya nak"ucap umi Sarah.
Gus Rohman serasa pingin menghilang dari bumi karena mertuanya bilang dirinya pingsan
"Adzanin dulu sana anak anak"ucap kiyai Alwi kepada menantunya.
"Baik bah"ucap Gus Rohman.
Gus Rohman pergi keruangan khusus bayi yang baru lahir bersama suster untuk mengadzani ketiga bayi mungil tersebut.
Setelah selesai mengadzani ketiga bayi mungil tersebut Gus Rohman langsung melakukan shalat subuh di musholla sedangkan Gus Malik dan Putri sudah kembali ke pondok pesantren karena Aslan dan Aslani masih di rumah bersama mama dan papa.
"Oh iya nak kamu sudah punya nama"tanya kiyai Alwi kepada menantunya.
"Belum bah apa Abah sudah menyiapkan nama"tanya Gus Rohman.
"Abah sudah prediksi dari awal kalo kalian memiliki 3 bayi kembar dan Abah juga sudah menyiapkan nama buat cucu Abah"ucap kiyai Alwi saat berada ruang rawat Aisyah.
"Kalo boleh tau siapa namannya abah"tanya Gus Rohman.
"Putra pertama Abah kasih nama Hussain Azzam Fadli Artinya Anak laki laki yang sopan dan tegas dalam mengambil keputusan,Putra kedua Abah kasih nama Hasan Azmi Fadhil yang artinya anak laki-laki yang mempunyai kekuatan pembawa kebaikan serta mulia dan Putri ke tiga mu yang paling cantik Abah kasih nama Hasana Aiza Fikria yang artinya anak perempuan yang baik serta bijaksana"ucap Abah menyebutkan ketiga nama lengkap sang anak.
"Di panggil siapa bah"tanya Gus Rohman.
"Azzam,Azmi,dan Aiza panggilan mereka"ucap kiyai Alwi.
"Iya sudah Abah Rohman setuju nama yang di berikan Abah sangat bagus"ucap Gus Rohman.
__ADS_1
Sedangkan di pondok pesantren Al Fattah kabar mengenai kelahiran dari Aisyah membuat kiyai Fattah,umi Salamah,dan keluarga yang lain berangkat pagi itu juga ke Jember Gus Yazid dan Alya berada di supiri oleh ustadz abu karena mengingat Gus Yazid sangat lemas akibat morning snikes yang dirinya alami, sedangkan kiyai Alwi dan Nyai Salamah di di supiri oleh Gus Wafiq dan istrinya.
"Mas katanya mbak Aisyah ngelahirin anak 3 kembar"tanya Alya kepada sang suami.
"Kurang tau mas sayang cuma mas denger dari umi tadi seperti itu"ucap Gus Yazid.
"Oh iya ustadz bagaimana keadaan keluarga kamu"tanya Gus Yazid kepada ustadz abu.
"Alhamdulillah baik Gus"ucap ustadz Abu .
"Syukurlah kalo begitu,kalo anda capek istirahat di pinggir jalan atau gantian dengan saya "ucap Gus Yazid.
"Tidak Gus saya sudah sering nganter kiyai kemana mana kadang kalo mios(pergi)keluar kota saya yang nyetir dan Alhamdulillah saya kuat Gus"ucap ustadz Abu.
"Baiklah kalo begitu "ucap Gus Yazid.
Beberapa jam di perjalan Gus Yazid melihat pedagang salak seketika dirinya meminta ustad Abu menghentikan mobilnya untuk membeli salak dan beberapa oleh oleh.
"Ustadz berhenti sebentar saya mau membelikan beberapa hadiah buat keponakan saya sekaligus mau membeli salak ustadz"ucap Gus Yazid.
"Baik Gus."ucap ustadz Abu.
Di pondok pesantren Al BAROKAH seluruh santri dan santriwati yang mendengar bahwasanya Ning Aisyah melahirkan mengucapkan syukur Alhamdulillah dan mereka ingin melihat para Gus kecil dan Ning Kecil.
"Ya Allah semoga Ning dan Gus kecil dan Ning kecil bisa lekas kembali ke pondok kami gak sabar melihat wajah Gus dan Ning"santriwati berdoa.
"Iya semoga cepat kembali kepondok Ning Aisyah dan Bayinya"ucap salah satu santriwati.
Sedangkan Gus Malik mengajar di pesantren para santri dan santriwati sedangkan Putri masih mengasuh Aslan dan Aslani.
"Um-mma"panggil Aslan.
"Umma"panggil Lani.
"Ada apa nak"tanya Putri.
"Ngengg " Aslan yang sedang bermain mobil-mobilan bersama sang adik.
Aslan dan Aslani sudah bisa merangkak kemana mana hingga membuat Putri semakin tidak tenang dengan tingkah laku kedua anak anak yang merangkak kemana mana.
"Aem aem" Aslan dan Lani.
"Bismillahirrahmanirrahim"ucap Zainab membaca basmalah langsung menyuapi sun ke Aslan dan Lani.
"Aaa"ucap Zainab.
"Dek Zai kamu gak kuliah sekarang"tanya Putri sembari duduk menemani Aslan dan Lani.
"Libur Ning gak ada mata kuliah tapi kalo Azizah masuk"ucap Zainab.
"Oh iya bagaimana kabarnya katanya ada seorang laki laki yang mau melamar Azizah "tanya Putri.
"Kurang paham saya Ning soalnya kita beda jurusan tapi memang ada seorang laki laki baik dan yang sering memberikan perhatian kepada Azizah "ucap Zainab.
"Oh begitu iya dek Zai"ucap Putri.
"Eh siapa itu yang mau di lamar kamu tha nak Zai"tanya mama Elice.
"Eh bukan bu,tapi Azizah yang mau di lamar "ucap Zainab.
"Owlh kamu sama Anak teman ibu mau nak tapi mereka di Jakarta "tanya mama Elice.
"Enggak Buk saya gak mau soalnya saya masih mau sukses dulu"ucap Zainab .
"Ah begitu iya nak kirain mau tapi gak apa apa lah kapan kapan ibu kenalin sama temennya ibu iya "ucap mama Elice.
Sedangkan di rumah sakit Aisyah dan Gus Rohman sedang di temanin oleh umi Sarah dan kiyai Alwi tak lama kemudian ketiga bayi mungil tersebut di bawa ke ruang rawat untuk di berikan ASI oleh sang ibunya.
"Ibuk ini bayinya berikan ASI setelah itu taruh di box bayinya"ucap Suster.
"Baik sus"ucap Aisyah.
Aisyah memberikan Asi kepada ketiga putra dan putri nya bergantian beberapa saat kemudian kiyai Fattah dan rombongan yang lain sudah sampai di rumah sakit untuk mengunjungi kedua anak dan menantunya sekaligus ketiga cucunya.
"Assalamualaikum"ucap kiyai Fattah dan seluruh rombongan masuk ke ruang rawat VVIP.
__ADS_1
"Waalaikum salam"ucap kiyai Alwi dan seluruh keluarga yang lain.
"Bagaimana kabarnya kiyai"tanya kiyai Fattah kepada besannya.
"Alhamdulillah baik kiyai"ucap Kiyai Alwi.
"Kalian bagaimana sehat"tanya kiyai Alwi.
"Alhamdulillah sehat kiyai"ucap kiyai Fattah.
"Bagaimana keadaan kamu nak"tanya umi Salamah.
"Alhamdulillah umi Ais sehat"ucap Aisyah.
"Subhanallah tampan dan cantik cucu umi"ucap umi Salamah.
"Namanya siapa saja nak"tanya umi Salamah kepada Gus Rohman.
"Hussain Azzam Fadli,Hasan Azmi Fadhil,dan Hasana Aiza Fikria,panggilannya Azzam,Azmi, Aiza umi"ucap Gus Rohman.
"Subhanallah semoga nama kalian bisa menjadi anak anak yang Sholeh dan Sholehah "ucap umi Salamah.
"Oh iya Alya sedang Hamil dan Yazid morning snikes "ucap umi Salamah.
"Alhamdulillah umi,tapi maksudnya umi gimana morning snikes"tanya Gus Rohman.
"Iya mirip orang hamil nak"ucap umi Salamah.
"Hahaha bener kamu mas"tanya Gus Rohman.
"Ya elah ketawa terus "ucap Yazid.
"Hahaha gak apa lah yang penting kamu sudah tahu rasanya jadi wanita hamil"ucap Gus Rohman.
"Yelah siapa tadi yang pingsan"celetuk Aisyah.
"Hah pingsan maksud nya Rohman pingsan nak"tanya umi Salamah.
"Iya umi tau tuh bukannya siap siap mengadzani ketiga putra putrinya malah pingsan"ucap Aisyah.
"Ya ampun dek kamu ini iya kenapa malah pingsan "tanya Gus Wafiq sembari menahan tawa.
"Ya impas kalo begitu kan mas"ucap Gus Yazid.
"Hahaha bener Thu"ucap Gus Wafiq.
"Memang siapa yang pingsan"tanya kiyai Fattah saat memasuki kamar rawat inap Aisyah.
"Putra Abi pingsan "celetuk Aisyah.
"Astagfirullah yang benar nak"tanya kiyai Fattah.
"Beneran bi wong Aisyah main Jambak jambakan dan main cengkram nih liat tangan masih merah dan banyak bekas luka gigitan Aisyah "ucap Gus Rohman sembari mengusel ngusel rambut sang istri.
"Ya Allah itu namanya perjuangan seorang ibu nak"ucap kiyai Fattah.
"Makanya kita harus selalu menghormati ibu kita karena ini menjadi ibu itu berat pertama hamil, melahirkan, melahirkan satu bayi saja bisa membuat nyawa hampir melayang apa lagi tiga bayi kembar sekaligus"ucap Gus kiyai Fattah memberikan pemahaman kepada putranya.
"Terimakasih bi , insyaallah saya akan memberikan yang terbaik buat istri dan anak anaksaya bi"ucap Gus Rohman.
"Oh iya hargai perjuangan seorang ibu karena saat kalian masih ada ibu terkadang kalian selalu membantah apa yang di ucapkan oleh ibumu kalo ibu mu sudah tiada kamu akan menyesal saat dirinya pergi"ucap Kiyai Fattah.
"Baik bah"ucap ketiga laki laki yang berada di ruang rawat.
Setelah itu adzan dhuhur berkumandang di masjid sekitar rumah sakit kiyai Alwi dan yang lain pergi ke masjid sedangkan Gus Rohman dan Aisyah menjaga ketiga anaknya sekaligus Gus Rohman sholat duhur di ruang rawat tersebut.
Ig: Afan_di1210
FB:Afan Di
Bagaimana selanjutnya~
Bersambung~
Insyaallah saya akan usahakan up setiap hari terimakasih~~~~
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca dan berkunjung di novel yang saya buat semoga kalian suka dengan Novel saya dan jika ada kesalahan maka tolong berikan komentar agar saya bisa memperbaiki novel tersebut kedepannya Terimaa kasih untuk kalian yang sudah sedia membaca novel saya~~~~