Ayat Ayat Cinta

Ayat Ayat Cinta
Bab 59


__ADS_3

...°°Pindah Rumah°°...


Setelah selesai Gus Malik izin pindah ke rumah nya sendiri agar bisa lebih mandiri ,Gus Malik memberitahukan kepada sang istri bahwa besok pagi mereka berempat akan pindah rumah agar bisa lebih mandiri, Gus Malik beranjak menuju ke kamar untuk membantu sang istri mengasuh Aslan dan Aslani.


"Umma...!"penggil Gus Malik saat melihat sang istri sibuk membersihkan tempat tidur Aslan dan Aslani.


"Iya Abi kenapa"tanya Putri kepada sang suami.


"Besok pagi kita pindah ke rumah yang Abi siapin buat umma"ucap Gus Malik.


"Kenapa mendadak Abi "tanya Putri kepada sang suami.


"Iya gak apa apa kok umma cumak pengen mandiri saja "ucap Gus Malik sambil mengendong Aslan.


"Oh iya sudah umma beresin semua pakaian kita iya Abi,Abi jaga Aslan dan Aslani"ucap Putri.


"Biar Abi saja yang beresin "ucap Gus Malik melarang sang istri untuk membereskan semua barang nya .


"Nggak perlu Abi ini urusan istri,Abi pasti capek kan umma ambilin air terlebih dahulu iya,Abi jaga anak anak"ucap Putri keluar kamar untuk mengambilkan air minum.


Gus Malik merasa semakin sayang kepada sang istri dia tidak menyangka bahwa sang istri bisa menjadi romantis mengingat dulu pas perjodohannya Putri sangat tidak suka dengan dirinya, sekarang dirinya bersyukur atas nikmat yang di berikan oleh Allah SWT agar mengubah sifat manja sang beberapa saat kemudian Putri kembali dari dapur membawa segelas kopi yang biasa Gus Malik minum setiap hari nya.


"Ini Abi sayang kopinya"ucap Putri memberikan segelas kopi kepada sang suami.


"Terimakasih istri Sholehah ku"ucap Gus Malik membuat Putri salah tingkah seketika pujian sang suami membuat pipinya merah merona seperti tomat.


"Kenapa umma pipinya merah seperti itu"tanya Gus Malik.


"Ih Abi mah kebiasaan deh kalo sudah muji pasti akan ini itu"ucap Putri sembari menutup pipinya dengan kedua tangan nya membuat Gus Malik tertawa.


"Hehehe lagian suruh siapa jadi istri makin cantik setiap hari"ucap Gus Malik sembari mencubit pipi sang istri gemas.


"Ih lama lama pipi umma makin tembem"ucap Putri sembari membereskan pakaian yang akan di bawa ke rumahnya.


"Ya ampun umma sayangnya Abi"ucap Gus Malik sembari mengusap kepala Aslan.


"Abi jangan pernah ada orang ketiga di antara kita iya bi, cukup umma yang ada di hati Abi setiap hari"ucap Putri sambil memeluk tubuh sang suami.


"Iya umma sayang Abi janji tidak ada orang kedua,ketiga dan ke empat yang akan mengantikan umma di hati Abi,cuma umma ,Aslan dan Aslani yang ada di hati Abi mulai dari dulu hingga tua nantik"ucap Gus Malik sembari mencium kening sang istri.


"Abi umma lanjutin kuliah atau tidak ini Abi"tanya Putri sembari membereskan pakaian dan meletakkan di koper.


"Abi terserah umma saja tapi,umma jangan sampai lupa kalo sekarang sudah ada Aslan dan Aslani yang harus di jaga"ucap Gus Malik.


"Ibu adalah madrasah bagi anak anak"ucap Gus Malik meskipun Putri sudah tamat S1.


"Hemmm insyaallah tidak Abi umma bakalan kuliah dari rumah saja"ucap Putri.


"Iya sudah nantik Abi yang urus iya umma "ucap Gus Malik.


Setelah selesai membereskan semua pakaian dan barang-barang Aslan dan Aslani hanya ada beberapa saja yang di tinggal di kamar tersebut supaya kalo menginap tidak membawa pakaian.Gus Malik langsung menaruh Aslan di box bayi dan langsung membawa koper terlebih dahulu ke rumah nya di bantu beberapa santri yang di panggil oleh Gus Malik.


"Farhan"panggil Gus Malik kepada santrinya .


"Assalamualaikum Gus ada yang saya bisa bantu"tanya Farhan dengan sopan.

__ADS_1


"Waalaikum salam ,kamu mintak bantuan Ikbal untuk membantu saya dan kamu membawa koper ini kerumah saya yang di depan pesantren bisa"tanya Gus Malik kepada Farhan.


"Bisa Gus ,saya panggil Ikbal terlebih dahulu iya Gus"ucap Farhan.


"Baiklah saya tunggu di depan dhalem (rumah kiyai) iya"ucap Gus Malik.


.


"Assalamualaikum "sambung Gus Malik.


"Waalaikum salam Gus"ucap Farhan .


Farhan memanggil Ikbal untuk membantu Gus Malik membawa koper ke rumah Gus Malik yang baru hanya 10 menit dari pondok pesantren, beberapa saat kemudian Farhan dan Ikbal sudah berada di depan kediaman kiyai Alwi mereka berdua langsung mengucapkan salam.


"Assalamualaikum"ucap Farhan dan Ikbal bersamaan.


"Waalaikum salam ada apa nak Ikbal nak Farhan"tanya umi Sarah.


"Begini umi kita berdua di panggil Gus Malik untuk membantu membawa koper ke rumah Gus yang baru "ucap Farhan menjelaskan.


"Oh iya sudah masuk dulu yuk nak"ucap umi Sarah.


"Tidak usah umi ,kita berdua menunggu di sini"ucap Ikbal.


"Baiklah umi panggilin Gus Malik terlebih dahulu iya nak,"ucap umi Sarah.


"Baik umi"ucap Farhan dan Ikbal bersamaan.


Umi Sarah masuk kedalam dan langsung memanggil Gus Malik.


"Oh iya umi saya yang manggil"ucap Gus Malik sembari membuka pintu.


"Iya sudah umi ke bawah dulu iya mau masak makan siang"ucap umi Sarah.


"Iya umi"ucap Gus Malik.


Gus Malik membawa koper ke bawah untuk di bawa kerumah barunya yang di beli beberapa bulan yang lalu,saat Gus Malik sudah di bawah Ikbal dan Farhan sedang duduk dan mengobrol .


"Assalamualaikum Ikbal Farhan"ucap Gus Malik.


"Waalaikum salam Gus,"ucap mereka berdua bersamaan.


"Bisa bantu saya kalian sedang tidak sibuk kan"tanya Gus Malik kepada Farhan dan Ikbal.


"Tidak Gus"ucap Ikbal.


"Mari tolong bawakan koper ini kerumah saya yang di depan gang pondok pesantren iya"ucap Gus Malik.


"Iya Gus"ucap Ikbal dan Farhan bersamaan.


Gus Malik, Ikbal dan Farhan berjalan kaki menuju ke rumah Gus Malik yang tidak jauh dari pesantren,Gus Malik berbincang dengan mereka berdua selama perjalanan meskipun Gus Malik adalah guru mereka berdua tapi Gus Malik sangat menyangi mereka berdua.


"Oh iya kalian bagaimana sekolah nya"tanya Gus Malik sambil melangkah didepan mereka.


"Alhamdulillah lancar Gus"ucap Ikbal dan Farhan Bersamaan.

__ADS_1


"Oh iya sebentar lagi kalian berdua akan lulus kalo kalian berdua bisa mendapatkan nilai tertinggi saya janji akan memberikan dana untuk kalian kuliah di mana pun kalian berdua mau"ucap Gus Malik bersungguh sungguh.


"Terimakasih Gus tapi saya sudah di minta oleh Gus Wahab untuk ikut dirinya ke Madinah "ucap Ikbal membuat Farhan terkejut.


"Alhamdulillah kalo begitu,kalo Farhan memang mau ikut ke Madinah biar saya yang tanggung semua biaya pendidikan kamu Farhan"ucap Gus Malik kepada Farhan ,Farhan adalah salah seorang dari sekian banyak santri yang tidak mempunyai biaya karena keluarga Farhan sangat tidak menyanggupi kebutuhan untuk sekolah.


"Beneran Gus"tanya Farhan senang.


"Iya asal kamu dapat jika sempurna di mata pelajaran saya"ucap Gus Malik sembari berjalan menuju rumahnya.


"Baik Gus saya akan memberikan nilai yang terbaik untuk memenuhi syarat untuk masuk kuliah di Madinah"ucap Farhan antusias.


"Oh iya bagaimana keadaan keluarga kamu Farhan "tanya Gus Malik kepada Farhan.


"Alhamdulillah mereka sehat Gus"ucap Farhan.


"Iya sudah tunggu saya buka pintu rumahnya dulu iya"ucap Gus Malik saat tiba di depan rumah.


"Baik Gus"ucap Farhan dan Ikbal.


"Taruk di sini iya Farhan Ikbal "ucap Gus Malik menyuruh Farhan dan Ikbal menaruh koper di dalam ruang tamu.


"Iya Gus"ucap mereka berdua bersamaan.


"Baik lah kita kembali kepondok soalnya besok pagi saya akan pindah kesini"ucap Gus Malik.


"Baik Gus "ucap mereka berdua.


Akhirnya merekapun kembali kepondok dengan berjalan kaki menuju ke pesantren tak sampai 10 menit mereka sudah tiba di pesantren..


Sang Surya sudah tenggelam di ufuk barat pertanda bahwa siang akan berganti malam dengan penuh bahagia Gus Malik dan Putri mengendong Aslan dan Aslani bersamaan.Setelah selesai shalat isya Gus Malik kembali menuju kamar untuk membantu sang istri mengasuh kedua anaknya.


"Umma makin cantik"ucap Gus Malik memuji sang istri.


"Umma apa bisa Abi buka puasa "tanya Gus Malik yang sudah lama tidak bertempur.


"Sudah Abi ,tapi nanti setelah Aslan dan Aslani tertidur iya "ucap Putri.


"Baiklah kalo begitu Abi mau cium umma terlebih dahulu untuk berbuka puasa "ucap Gus Malik .


"Emmmz Abi kebiasaan deh ini kan Aslan nangis lagi gak bisa buka puasa kan Abi"ucap Putri sambil mengendong Aslan yang nangis karena ulah abinya.


"Abi nakal iya nak"ucap Putri sembari memberikan ASI kepada Aslan.


Setelah Aslan tertidur pulas Putri menaruh Aslan di dalam box bayi setelah itu Putri harus memberikan pelayanan terbaik kepada baby besar nya Samapi jam 12 malam Putri baru dilepaskan dari pertempuran hebat tersebut.


Ig:@Afan Di


FB:Afan Di


Bagaimana selanjutnya~


Bersambung~


Terimakasih sudah membaca dan berkunjung di novel yang saya buat semoga kalian suka dengan Novel saya dan jika ada kesalahan maka tolong berikan komentar agar saya bisa memperbaiki novel tersebut kedepannya Terimaa kasih untuk kalian yang sudah sedia membaca novel saya~~

__ADS_1


__ADS_2