
...°°°°Ngidam Durian°°°°...
Gus Rohman sudah sampai di perbatasan Bondowoso Jember Gus Rohman menghentikan mobilnya di salah satu penjual durian dan langsung membangunkan sang istri yang sedari tadi terlelap setelah Aisyah terbangun Gus Rohman dan Aisyah keluar dari dalam mobil untuk membeli durian.
"Silahkan pak di pilih duriannya"ucap penjual durian tersebut.
Gus Rohman memilih buah durian yang menurutnya manis.
"Sayang kamu mau makan di sini atau di bawa ke pondok pesantren Al BAROKAH"ucap Gus Rohman.
"Yang mana ini pak yang manis soalnya untuk ibu ibu hamil mbak ipar saya dan istri saya sedang ngidam pak"tanya Gus Rohman kepada penjual durian.
"Ini manis semua den kalo gak percaya bisa di makan di sini satu kalo seumpama tidak manis nantik aden gratis untuk durian ini"ucap pedagang durian tersebut.
"Iya sudah pak buka 1 saja "ucap Aisyah kepada pedagang durian tersebut.
"Baik neng"ucap pedagang durian tersebut membuka salah satu buah yang di pilih oleh Gus Rohman.
"Ini Aden neng silahkan di rasakan, insyaallah saya jujur dalam penjualan durian ini meskipun mahalnya durian sekarang"ucap pedagang durian tersebut.
"Alhamdulillah manis mas,mas cobain deh kalo gak percaya durian ini manis "ucap Aisyah kepada sang suami.
"Iya sayang manis"ucap Gus Rohman saat menikmati buah tersebut.
"Berapa 10 buah durian ini pak"tanya Gus Rohman.
"1 bijinya saya jual 55 den kalo Aden beli 10 saya kasih harga kurang 500 den sudah harga murah den kualitas terjamin "ucap pedagang durian tersebut.
"Baik lah pak ini "ucap Gus Rohman menikmati durian tersebut.
"Ini gak kebanyakan mas"tanya Aisyah melihat durian 9 buah.
"Enggak sayang,kan di rumah sana banyak anggota keluarga kita"ucap Gus Rohman.
"Iya sudah pak tolong bantu saya taruh di begasi iya pak"ucap Gus Rohman kepada pedagang durian tersebut.
Setelah selesai membayar semua durian tersebut Gus Rohman masih menemani sang istri yang masih menyantap daging durian tersebut dengan begitu nikmat hingga durian tersebut habis setelah itu Gus Rohman berterimakasih kepada pedagang durian tersebut dan langsung melanjutkan perjalanan menuju pondok pesantren Al BAROKAH .
Di pondok pesantren Al BAROKAH Gus Malik dan Putri mengajak Aslan dan Aslani berkeliling pondok pesantren Al BAROKAH mengunakan stoller bayi seluruh santri dan santriwati yang melihat kearah pasangan halal tersebut kagum dan sangan mendambakan pendamping seperti Gus Malik ataupun Ning Putri semua santri dan santriwati yang berpapasan dengan Gus dan Ning nya tersebut seketika berbaris untuk menghormati guru sekaligus putra dari kiyai Alwi dan menantunya.
"Masyaallah apa ini aku merasa gak pantas"gumam Putri melihat seluruh santri dan santriwati menghormati dirinya dan sang suami.
"Kamu kenapa umma"tanya Gus Malik melihat sang istri yang tertunduk.
__ADS_1
"Gak apa apa bi,cumak merasa gak pantas saja bi"ucap Putri.
"Masyaallah Abi merasa senang umma sekarang sudah seperti ini ,apa umma menyesali seluruh perbuatan umma dulu iya"tanya Gus Malik.
"Iya bi semoga dengan adanya Abi jadi imamnya umma ,umma akan lebih baik kedepannya"ucap Putri
"Umma jangan terlalu settres iya karena kasihan dede bayinya yang di rahim entar malah ikutan settres "ucap Gus Malik mengingatkan sang istri.
Tak lama kemudian Gus Malik dan Putri melihat mobil milik Gus Rohman sudah mulai memasuki parkiran pesantren Al BAROKAH.
"Eh itu bi dek Ais sudah tiba ayok bi,umma pengen makan durian nya"ucap Putri.
"Iya bentar umma ,anak anak mau di dorong gimana ini pelan pelan saja umma Abi sudah nyuruh dek Rohman memesan durian sebanyak mungkin"ucap Gus Malik.
"Eh beneran Abi pesan yang banyak "tanya Putri kepada sang suami.
"Iya umma masyaallah makin jadi ibu ibu umma makin bawel sekarang "ucap Gus Malik sembari menoel hidung sang istri.
"Assalamualaikum mas mbak"ucap Aisyah dan Gus Rohman saat melihat Gus Malik dan Putri menghampirinya.
"Waalaikum salam"ucap Gus Malik dan Putri bersamaan sambil mendorong stroller bayi.
"Ponaan aunty belum tidur"ucap Aisyah sembari menoel hidung Aslan dan Aslani bergantian.
"Astagfirullah umma mereka berdua masih capek dan baru datang masak langsung di tanya pesanan Abi,maaf iya dek biasa bumil"ucap Gus Malik.
"Iya gak apa apa mas ini duriannya mas"ucap Gus Rohman memberikan 2 buah durian kepada Gus Malik.
"Terimakasih dek nanti mas transfer ke rekening kamu oke dek"ucap Gus Malik.
"Ya Allah mas tidak usah lagian saya memang niatnya mau beli buah durian karena Aisyah tadi mintak buah tersebut "ucap Gus Rohman.
"Iya gak apa apa biar mas transfer ke Ais aja"ucap Gus Malik
"Iya sudah mas bantu Bawak ke dhalem iya"ucap Gus Malik.
"Terimakasih mas"ucap Gus Rohman.
Gus Malik membantu Gus Rohman membawa 9 buah durian untuk di bawak ke dhalem terlebih dahulu di sana sudah ada Gus Yusuf, Ning Salwa,Gus Wahab, Ning Royhana ,Amira,Tari menemani umi dan kiyai Alwi.
"Assalamualaikum "ucap Gus Rohman dan yang lain.
"Waalaikum salam "ucap seluruh keluarga besar Kiyai Alwi.
__ADS_1
"Mas Yusuf bukaain duriannya dong"ucap Putri meminta Gus Yusuf untuk membuka salah satu duriannya yang sedari tadi sudah bikin ngiler.
"Astagfirullah umma baru nyampek bukannya makan dulu tapi malah di suruh buka durian "ucap Gus Malik.
"Biarin wong umma sudah ngiler "ucap Putri.
"Iya sudah biar Abi yang buka"ucap Gus Malik.
"Nggak aku mintak mas Yusuf yang buka"rengek Putri dengan manjanya.
"Sudah sudah biar mas yang buka dek"ucap Gus Yusuf.
"Makasih mas"ucap Putri.
"Maaf iya mas ngerepotin"ucap Gus Malik meminta maaf kepada Gus Yusuf.
"Tidak apa apa mas paham"ucap Gus Yusuf sembari membuka durian.
"Ini dek durian sudah mas buka"ucap Gus Yusuf kepada Putri.
Putri dan yang lain menikmati buah durian tersebut.
"Emm enak banget bi"ucap Putri sembari menikmati daging durian tersebut.
"Masyaallah umma sampek blepotan gitu makannya"ucap Gus Malik sembari membersihkan bibir sang istri.
"Hehehe maaf"ucap Putri sembari tertawa.
"Enak banget iya kan Tante"ucap Amira dan Tari.
"Iya enak banget dan manis banget kan "ucap Putri .
Putri terus menikmati buah durian tersebut hingga akhirnya durian yang di buka oleh Gus Yusuf dan dan gus Malik sudah habis tinggal kulit nya tinggal beberapa buah lagi di dhalem setelah beberapa saat kemudian adzan Maghrib berkumandang di masjid Pondok Pesantren Al BAROKAH seluruh penghuni pesantren Al BAROKAH pergi menuju ke masjid untuk menunaikan ibadah shalat magrib berjamaah sedangkan Putri, Aisyah,Ning Royhana Ning Salwa dan umi Sarah berada di dhalem untuk shalat magrib di kamar masing masing.....
insyaallah bakalan UP setiap hari terimakasih atas supportnya semoga senang membacanya..
FB:Afan Di
Bagaimana selanjutnya~
Bersambung~
Terimakasih sudah membaca dan berkunjung di novel yang saya buat semoga kalian suka dengan Novel saya dan jika ada kesalahan maka tolong berikan komentar agar saya bisa memperbaiki novel tersebut kedepannya Terimaa kasih untuk kalian yang sudah sedia membaca novel saya~~~~
__ADS_1