Ayat Ayat Cinta

Ayat Ayat Cinta
Bab 79


__ADS_3

...°°°°Gugup°°°°...


Di kediaman keluarga Alexander Gus Malik dan Putri sedang menginap di sana Gus Malik pulang dari pondok pesantren Al BAROKAH menuju minsion milik papa Alex jam 9:30 beberapa saat kemudian setelah Gus Malik tiba di minsion milik papa Alex ,papa Alex juga tiba di kediaman miliknya papa Alex keluar dari helikopter yang lending di ruftof.


"Assalamualaikum pa sudah tiba"ucap Gus Malik menyambut kedatangan mertuanya.


"Waalaikum salam nak,sudah lama kamu di sini"ucap papa Alex.


"Sudah nginep dari kemarin pa hehehe,itu cucu papa ada di bawah"ucap Gus Malik


"Iya sudah ayok turun papa sudah kangen sama mama mu juga"ucap papa Alex sambil tersenyum.


"Papa kenapa gak ngajak Malik kalo memang papa sibuk di Jakarta,kan Mali jugak bisa bantu papa"ucap Gus Malik sembari menuruni tangga.


"Enggak kasian Cucu papa kalo kamu tinggal"ucap papa Alex sembari melangkah.


Pria paruh baya tersebut sangat bahagia karena sang menantu nya tersebut sangatlah menyangi sang anak dan dirinya begitupun mama mertuanya.Begitupun Gus Malik sangat bahagia karena mertuanya sangat menyanginya, setibanya di ruang keluarga Putri langsung bergegas mencium punggung tangan sang papa.


"Papa kenapa gak bilang kalo mau ke Jakarta kan kasian mama sendirian di rumahkan bisa aku dan Abi dan anak anak bisa nemenin mama kalo mama kesepian"ucap Putri


"Maaf iya sayang,papa gak mau ganggu kalian apa lagi mama yang penting kalian sehat sehat kan "ucap Alex merengkuh tubuh sang anak kesayangannya.


"Iya sudah sana kalian tidur papa juga mau istirahat"ucap papa Alex


"Baik pa"ucap Gus Malik dan Putri.


Mereka berdua pun mengendong Aslan dan Lani menuju ke kamar setelah mereka berdua tiba di kamar Putri langsung menidurkan Aslan dan Lani setelah mereka berdua tertidur Gus Malik mengajak Putri bercocok tanam.


"Umma mumpung mereka berdua tidur kita buat adek buat Aslan dan Lani."ucap Gus Malik mengoda Putri.


"Ayok dha bi"ujar Putri langsung bergegas memeluk tubuh sang suami.


"don't ever leave me yes i really love you Abi"ucap Putri sembari memeluk tubuh sang suami.


"Yes my darling"ucap Gus Malik mencium kening sang istri.


Mereka berdua pun memulai bercocok tanam dengan panasnya Gus Malik dan Putri bercocok tanam hingga jam 12 malam setelah beberapa ronde mereka berdua lakukan akhirnya Gus Malik dan Putri tertidur.


Sedangkan di pondok pesantren Al Fattah Gus Yazid selalu melihat jam tangannya dirinya sangat ingin jam tersebut berputar dengan cepat tapi sayang namanya juga hanya keinginan saja.Hingga jam 2 malam Gus Yazid tidak bisa tidur akibat kepikiran tentang lamaran esok pagi.


Sedangkan dikamar sebelah Aisyah dan Gus Rohman sudah selesai beribadah cocok tanam Gus Rohman sudah selesai mandi junub setelah melakukan ibadah cocok tanam tersebut.Gus Rohman langsung melakukan shalat tahajud dan tidur di samping istri nya,malam sudah sirna berganti cahaya sinar mentari pagi yang sangat hangat Gus Rohman mengajak sang istri untuk berjalan jalan setelah selesai shalat subuh untuk berkeliling pondok pesantren Al Fattah pondok yang belum sebesar pesantren Al BAROKAH yang didirikan beberapa tahun lalu mulai banyak santri yang belajar di pondok pesantren Al Fattah tersebut.


Setelah selesai berkeliling di sekitar pesantren Al Fattah Gus Rohman dan Aisyah kembali ke dhalem untuk membantu mempersiapkan barang barang yang akan di bawa ke rumah kiyai Nur untuk melamar Alya untuk Gus Yazid.

__ADS_1


"Gimana mas Yazid sudah siapa"tanya Gus Rohman.


"Gugup dek"ucap Gus Yazid.


"Ya elah belum malam pertama sudah gugup apa lagi pas malam pertama bisa pingsan"ledek Gus Rohman


Sedangkan Alya sudah di jemput oleh kakak laki lakinya dengan mobil milik abahnya beberapa jam kemudian Alya dan kakaknya sudah tiba di kediaman di daerah Bondowoso karena hari itu adalah hari Sabtu seluruh santri dan santriwati cumak ada jam pelajaran hingga jam 10 setelah itu Alya pulang bersama kakaknya yang bernama Hoirul Anwar meskipun dirinya seorang putra dan putri kiyai mereka berdua tidak pernah meminta orang orang sekitar kediamannya untuk memanggil mereka dengan sebutan Gus dan Ning.


Sedangkan Alya masih dengan detak jantung yang tak beraturan sangking dirinya gugup entah kenapa karena ini adalah hari yang dirinya tunggu yaitu lamaran dari Gus Yazid yang di impikan selama ini olehnya dirinya sangat menginginkan hal tersebut hingga dari semalam dirinya tidak bisa tidur nyenyak karena kepikiran hal tersebut.


"Assalamualaikum Abi Umi"ucap Alya sembari mencium punggung tangan sang ibu dan ayahnya.


"Waalaikum salam,"ucap kiyai Nur dan Umi Zahra.


"Mata kamu kenapa nak kok mirip panda gak tidur dari semalam "tanya umi Zahra.


"Paling mikirin Gus Yazid umi"ledek kakaknya.


"Astagfirullah engak ya kak ,kakak paling yang lagi mikirin cewek "ucap Alya sembari mengerucutkan bibirnya sebal.


"Ya elah kalo enggak kenapa itu bibir manyun"ledek Anwar.


"Kakak gak bakalan nikah kalo adek kesayangannya kakak ini belum bertemu pria yang tepat ,tapi setelah ini kakak bakalan cari kakak ipar mu yang sangat amat sayang sama Abi,Umi,dan kamu"sambung Anwar.


"Sudah sudah kalian makan lah dulu,nantik rombongan kiyai Fattah dan keluarga bakalan datang"ucap kiyai Nur .


"Iya Abi"ucap Alya.


"Alya setelah selesai kamu mandi gih bau asem"ledek kiyai Nur.


"Astagfirullah kenapa aku malah jadi bahan bullying Abi sama kakak"ucap Alya sembari melangkah menuju kekamar.


Alya membersihkan badan setelah selesai dirinya langsung shalat dhuhur di rumah setelah itu keluar untuk makan siang dan menunggu rombongan keluarga besar Kiyai Fattah.


Sedangkan di kamar kiyai Fattah menghubungi Kiyai Nur untuk memberikan penjelasan kepada sang besan untuk sekaligus memanggil penghulu dan Petugas KUA karena mereka berdua akan memberikan kejutan dadakan bukan hanya sekedar melamar tapi langsung di nikahkan karena beberapa bulan lagi Alya akan lulus SMK di sana dan kiyai Fattah sudah menyiapkan segala hal seperti Maskawin Logam Mulia ,uang 100 Juta dan seperangkat alat sholat untuk pernikahan mendadak tersebut.


Setelah beberapa jam rombongan kiyai Fattah berjalan menuju Bondowoso dengan mengunakan 4 mobil yang berisi berbagai bingkisan dan buah tangan yang akan di bawa ke rumah menantunya tersebut Gus Yazid makin gugup saat di perjalanan untuk melamar sang pujaan hatinya tersebut di Bondowoso.


Beberapa jam kemudian rombongan keluarga besar Kiyai Fattah sudah tiba di kediaman keluarga kiyai Nur di sana seluruh keluarga besar Kiyai Nur berkumpul tetangga sebelah rumah pun membantu menyiapkan hidangan yang akan di berikan kepada keluarga kiyai Fattah.


"Assalamualaikum"ucap Kiyai Fattah.


"Waalaikum salam"ucap seluruh keluarga besar Kiyai Nur.

__ADS_1


"Silahkan duduk "ucap kiyai Nur kepada seluruh rombongan keluarga Kiyai Fattah.


"Terimakasih atas sambutan nya padahal tidak perlu sampai rame"ucapan kiyai Fattah sopan berbasa basi terlebih dahulu.


"Tidak apa apa kiyai ,saya sangat berterima kasih atas kunjungan Anda beserta keluarga besar Kiyai"ucap kiyai Nur.


"Maaf beribu-ribu maaf kiyai sebenernya ada apa kiyai beserta keluarga besar sampai datang kesini",tanya kiyai Nur.


"Begini mengenai pembahasan lamaran kemarin soal putra saya Yazid ke putri kiyai Alya Maharani, bagaimana kiyai apa sudah ada titik terang "tanya kiyai Fattah.


"Begini kiyai kan ini putri saya yang akan menjalankan ibadah tersebut,biar lebih jelasnya langsung tanyakan kepada putri saya kiyai saya takut kalo saya terima nantik putri saya yang menolak jadi lebih baik Alya saja yang menjawab, bagaimana nak apa kamu mau menerima lamaran dari Gus Yazid "tanya kiyai Nur sembari menoleh ke arah Alya yang duduk di samping umi Zahra.


"Al jawab saja nak"ucap umi Zahra sembari mengusap punggung Alya.


Deg deg deg deg detak jantung kedua orang tersebut berdetak tak beraturan Alya maupun Gus Yazid gugup.


"In-insyallah sa saya a kan menerima lamaran dari Gus Yazid"ucap Alya sembari meneteskan air mata terharu.


"Alhamdulillah"ucap seluruh orang yang berada di dalam kediaman keluarga Kiyai Nur.


"Bagaimana kalo kita langsung nikahan saja "ucap kiyai Nur.


"Kalo begitu saya setuju saja"ucap kiyai Fattah.


"Bagaimana nak kalian berdua mau langsung menikah"tanya Kiyai Nur kepada Gus Yazid.


Deg deg deg deg deg


Gus Yazid langsung kaget karena dirinya langsung di todong oleh abahnya mirip Gus Rohman yang di todong saat pernikahan dengan sang adik ipar Aisyah.


"Kalo memang tidak mau menikah sekarang juga tidak apa apa ,tapi Alya harus di pindsh ke pesantren lain agar kalian tidak bisa berbuat macam-macam di sana"ucap kiyai Fattah membuat Gus Yazid seketika langsung menoleh ke arah abahnya.


"Bener itu kiyai saya juga setuju"ucap kiyai Nur.


"Insyaallah saya siap Abi,tapi maharnya belum saya dapat"ucap Gus Yazid.


Niat lamaran malah disuruh langsung nikah huff...


FB:Afan Di


Bagaimana selanjutnya~


Bersambung~

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca dan berkunjung di novel yang saya buat semoga kalian suka dengan Novel saya dan jika ada kesalahan maka tolong berikan komentar agar saya bisa memperbaiki novel tersebut kedepannya Terimaa kasih untuk kalian yang sudah sedia membaca novel saya~~


__ADS_2