
...°°°°Cemas°°°°...
Di pondo pesantren Al Fattah seluruh keluarga kiyai Fattah berkumpul untuk mengantar kepergian Gus Rohman dan Aisyah ke jember karena Gus Rohman yang harus mengajar di pesantren milik mertuanya di sana.
"Abi umi kami pamit iya ke Jember"ucap Gus Rohman kepada kedua orang tuanya.
"Iya hati hati nak ,kalo sudah sampai kabari iya"ucap Kiyai Fattah.
"Iya bi"ucap Aisyah dan Gus Rohman.
Setelah bersalam-salaman kepada kedua orang tua dan yang lain Gus Rohman mengandarai mobil miliknya keluar dari pesantren Al Fattah menuju ke pesantren Al BAROKAH di Jember.
"Sayang kamu mau membeli oleh oleh apa"tanya Gus Rohman.
"Nantik dah mas kalo ada durian mampir iya mas aku pengen "ucap Aisyah.
"Iya sudah nantik kalo ada pedagang buah durian kita mampir oke"ucap Gus Rohman sembari mengelus pucuk kepala sang istri.
"Oh iya mas katanya papanya mbak Putri mau membeli tanah di dekat pesantren Al Fattah iya mas"tanya Aisyah.
"Iya dek katanya mau di wakaf kan ke pesantren Al Fattah,terus mau di buat Asrama lagi dan sekolahan dan insyaallah akan jadi cabang dari pesantren Al BAROKAH di Jember "ucap Gus Rohman.
"Alhamdulillah kalo begitu mas pondok pesantren Al BAROKAH dan Al Fattah semakin berkembang di Jawa timur "ucap Aisyah.
"Iya dek kita bersyukur karena pesantren Al Fattah bisa berkembang menjadi pesantren yang lebih baik lagi dan akan lebih besar lagi"ucap Gus Rohman.
"Oh iya mas katanya mbak Putri hamil lagi subhanallah "ucap Aisyah.
"Iya mas juga denger begitu di grub keluarga kemarin"ucap Gus Rohman.
"Semoga anak anak Ami dan Abati bisa jadi Sholeh dan Sholehah iya nak"ucap Aisyah sembari mengelus perutnya yang sudah besar di usia ke 6 bulan.
"Amin anak anak Abati harus jadi anak Sholeh dan Sholehah"ucap Gus Rohman.
"Kamu istirahat saja dulu sayang perjalanan masih jauh"ucap Gus Rohman kepada sang istri.
"Enggak kasian mas kalo aku tidur gak ada teman ngobrol"ucap Aisyah.
"Tenang saja sayang"ucap Gus Rohman.
"Kamu istirahat saja dulu nantik kalo sudah ada pedagang durian mas mampir terus mas bangunin kamu sayang"ucap Gus Rohman.
"Baiklah kalo itu mau mas"ucap Aisyah.
"Ini pakek bantal penyangga leher biar gak sakit kepala kamu sayang"ucap Gus Rohman.
"Iya mas"ucap Aisyah.
Aisyah memejamkan matanya agar terlelap dan Gus Rohman melanjutkan mengendarai mobil miliknya menembus jalanan dengan kecepatan sedang karena mengingat sang istri sedang hamil.
*****
__ADS_1
Di kediaman keluarga Gus Malik Putri sedang cemas mengingat Aslan dan Aslani masih berusia 5 bulan sudah harus punya adek di dalam perut sang ummanya.
"Maafin umma iya nak,kalian harus punya adek di usia kalian yang masih 5 bulan"ucap Putri cemas mengingat dirinya tidak bisa memberi kasih sayang kepada Aslan dan Aslani.
Bayi mungil tersebut seakan mengerti ummanya sedang sedih kedua bayi mungil tersebut menjulurkan tangannya kepada sang ummanya seakan tidak rela ummanya bersedih.Gus Malik yang melihat sang istri bersedih karena harus hamil di usia Aslan dan Aslani yang terbilang masih butuh kasih sayang Gus Malik merasakan ada beban yang berat untuk seorang ibu.
"Umma tidak apa apa "tanya Gus Malik.
"Insyaallah umma tidak apa apa Abi,Abi sudah pulang dari pesantren"tanya Putri kepada sang suami.
"Umma jangan terlalu cemas ,Abi bakalan selalu jadi orang pertama yang selalu standby di dekat umma jika umma butuh apa apa"ucap Gus Malik.
"Umma cuma cemas Abi,Aslan dan Aslani harus kurang kasih sayang di usia mereka yang terbilang masih 5 bulan"ucap Putri sambil mengusap pucuk kepala Aslan dan Aslani yang menggeliat dan memain jari jarinya meraih ke sembarang arah.
"Iya Abi paham insyaallah Abi bakalan bantu umma untuk mengasuh Aslan dan Aslani"ucap Gus Malik.
"Terimakasih Abi"ucap Putri sembari memeluk tubuh sang suami.
"Oh iya bi katanya dek Ais dan dek Rohman pulang ke Jember iya bi"tanya Putri.
"Iya bi mereka mungkin masih dalam perjalanan pulang menuju Jember"ucap Gus Malik.
"Abi umma pengen sesuatu"ucap Putri ngidam.
Deg
Seketika Gus Malik mengingat kejadian waktu hamil Aslan dan Aslani yang di suruh manjat pohon kelapa malam malam dan pas di suruh nyuri mangga muda di dekat pesantren Al BAROKAH.
"Abi..."panggil Putri lagi melihat sang suami sedang melamun.
"AW sakit umma"ucap Gus Malik di beri cubitan di bagian perut nya.
"Lagian suruh siapa malah ngelamun wong umma lagi ngidam sesuatu Abi malah melamun,Abi melamunin apaan sih"ucap Putri sebal melihat sang suami yang melamun.
"Enggak kok cumak ingat saat kamu ngidam kelapa muda di dekat Asrama tengah malam"ucap Gus Malik.
"Hahahaha"sontak putri tertawa.
"Emang ada yang lucu iya umma"tanya Gus Malik.
"Iya ada Abi,umma inget pas celana Abi robek akibat turun dari pohon kelapa tidak hati hati "ucap Putri sambil tertawa.
"Haish yang di inget malah pas celana Abi robek"ucap Gus Malik malu.
"Iya gak apa apa dong bi kan demi mereka berdua "ucap Putri sembari mengusap pucuk kepala Aslan dan Aslani.
"Tapi Abi bersyukur karena semua jerih payahnya Abi selama umma nyiksa Abi dengan ngidam aneh aneh ,anak anak Abi ganteng dan cantik"ucap Gus Malik sembari mencium pipi sang istri.
"Hah aneh jangan bilang nantik Abi malah di siksa lagi sama anak Abi yang di dalam rahim umma iya"ancam Putri.
"Jangan dong iya utunnya Abi jangan ngidam aneh lagi ,Abi gak sanggup "ucap Gus Malik sembari mencium kening dan perut sang istri.
__ADS_1
"Haish belum pernah umma ngidam aneh ketika umma hamil sekarang"ucap Putri.
"Oh iya tadi umma mau apa"tanya Gus Malik kepada sang istri.
"Umma mau durian bi"ucap Putri.
"Hah astagfirullah baru juga di bilang kan"ucap Gus Malik.
"Ye makanya kalo lagi buat dedek bayi jangan sampai kebablasan "ucap Putri menyalahkan sang suami.
"Iya sudah Abi titip ke dek Rohman iya biar dia pulang beli durian di perjalanan "ucap Gus Malik.
"Baik lah bi terserah yang penting nantik ada duriannya"ucap Putri.
"Iya umma sayang Abi telfon dek Rohman dulu iya"ucap Gus Malik.
Setelah itu Gus Malik menelfon Gus Rohman untuk membelikan durian karena mbak Putri sedang ngidam.
["Assalamualaikum dek"]ucap Gus Rohman.
["Waalaikum salam mas, ada apa"]tanya Gus Rohman
["Begini dek ,nantik tolong belikan durian iya mbak Putri lagi ngidam durian"]ucap Gus Malik
["Lah sama ini Ais juga ngidam durian, insyaallah nanti saya akan belikan iya mas"]ucap Gus Rohman.
["Baiklah kalian hati hati di perjalanan jangan keceng kenceng ngendarai mobilnya "]ucap Gus Malik.
["Baik mas,ada lagi"]tanya Gus Rohman.
["Tidak itu saja dek ,iya sudah mas tutup iya Assalamualaikum"]ucap Gus Malik.
["Waalaikum salam mas"]ucap Gus Rohman.
Tut
"Siapa mas"tanya Aisyah.
"Itu mas Malik suruh beli durian juga mbak Putri lagi ngidam"ucap Gus Rohman.
"Oh iya sudah kita beli beberapa buah mas biar kebagian semua kan mas tau sendiri keluarga kita banyak di Jember "ucap Aisyah.
"Iya dek"ucap Gus Rohman.
Gus Rohman terus melanjutkan perjalanan menuju ke pesantren Al BAROKAH dengan kecepatan sedang agar sang istri bisa tenang...
FB:Afan Di
Bagaimana selanjutnya~
Bersambung~
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca dan berkunjung di novel yang saya buat semoga kalian suka dengan Novel saya dan jika ada kesalahan maka tolong berikan komentar agar saya bisa memperbaiki novel tersebut kedepannya Terimaa kasih untuk kalian yang sudah sedia membaca novel saya~~~~