Bad Boy : Hitam Putih Ketua Geng Motor

Bad Boy : Hitam Putih Ketua Geng Motor
Pernyataan Cinta Lily


__ADS_3

"Sini kau! Bisa-bisanya kau merayu kekasih Lily, hingga pria itu menjaga jarak dengannya!" serang Merlin yang tidak ingin memberi kesempatan kepada Dira untuk menjelaskan, dia hanya peduli dengan apa yang dikatakan oleh Lily, putrinya.


Sore tadi Lily pulang dengan menangis dan segera mengadukan kekesalannya yang dirasakannya.


"Ibu pasti tidak menduga kalau ternyata Dira sudah mengganggu Mika. Aku mendengar sendiri dari siswa satu sekolah mereka bahwa Dira merayu Mika hingga dianggap berpacaran!" teriak Lily tidak terima dengan kenyataan yang dia dapatkan.


Penuh semangat dia mendatangi sekolah itu siang tadi untuk bertemu dengan Mika. Setelah Mika datang ke rumahnya tempo hari, lalu Lily menawarkan agar mereka bisa pergi hang out bersama. Mika yang merasa berhutang budi, mengangguk, mengiyakan. Lily menganggap itu sebagai kencan pertama mereka.


Beberapa hari lalu Lily benar-benar jatuh cinta kepada Mika dan berniat ingin mendapatkan pria itu bagaimanapun caranya.


Dan setelah mereka tiba di salah satu cafe yang ditunjuk sendiri oleh Lily, memilih tempat di dekat sekolahnya agar teman-teman nya bisa melihatnya jalan dengan seorang pria tampan dengan motor super mahal. Lalu gadis itu tanpa rasa malu mengungkapkan perasaannya kepada Mika.


"Aku benar-benar menyukaimu, Mika. Sejak pandangan pertama. Aku gak bisa melupakanmu," ucap Lily mencoba memperjuangkan cintanya, persetan dengan informasi yang dia dengar dari siswa tadi, belum tentu juga itu suatu kebenaran, jadi lebih baik dia mencoba untuk mengungkapkan isi hatinya kepada Mika.


Lagi pula gadis itu punya kartu As yang memungkinkan bahwa Mika tidak akan menolak permintaannya. Dia juga yakin, Mika tidak akan suka dengan gaya sederhana Dira yang dinilai Lily sangat kampungan.

__ADS_1


Mika yang mendengar ungkapan hati Lily menjadi serba salah. Dia sama sekali tidak memiliki perasaan apapun terhadap pria itu. Dia datang ke rumah Lily saat itu karena memang ingin mengucapkan terima kasih, sekaligus memberikan beberapa hadiah mahal sebagai bentuk terima kasihnya. Namun, kedatangannya membuat Lily salah arti, gadis itu jatuh cinta pada pandangan pertama pada Mika dan memanfaatkan rasa terima kasih pria itu dengan mengajaknya jalan.


Mika tidak berpikir lain dia hanya ingin bersikap baik terhadap dewi yang sudah menolongnya, tidak lebih. Tapi lihat kan, Lily sudah salah mengartikan.


"Maaf, Lily. Aku gak bisa menerima perasaan mu. Aku tahu kau sudah menyelamatkan hidupku, tapi aku tidak bisa menerima cintamu hanya karena merasa tidak enak hati padamu. Kau gadis yang baik, pasti banyak pria yang mau denganmu," ucap Mika tegas. Dia bukan tipe pria yang bisa berkata lain dengan apa isi hatinya.


Lily kecewa, tapi untuk menyerah, tentu saja dia tidak mau. "Apa karena kau sudah punya pacar? Apa benar kau pacaran dengan Dira?" tanya Lily spontan, tidak bisa meredam amarah dan rasa penasarannya.


"Dira? Kau mengenalnya?" tanya Mika penasaran, padahal dia tidak menyebutkan nama Dira tadi.


"Apa gadis itu, alasan kau menolak ku?" tanya Lily tidak bisa menahan air matanya.


"Aku mohon jangan menangis. Bukan Dira alasan aku tidak bisa menerimamu, tapi karena memang tidak punya perasaan apapun padamu, selain menganggap mu sahabat," jawab Mika meyakinkan.


"Jadi kau tidak pacaran dengan dia?"

__ADS_1


Mika hanya menggeleng, mengabaikan pembahasan itu. Dia jadi teringat pada Dira dan menjadi tidak enak hati.


"Aku mohon kau mau memikirkannya. Aku benar-benar mencintaimu, Mika," ucap Lily memberanikan diri menggenggam tangan pria itu.


"Aku minta maaf, Lily. Aku gak bisa. Percayalah, mungkin aku gak bisa membalas perasaan mu, tapi aku gak akan melupakan perbuatan baikmu padaku," ucap Mika menarik tangannya.


Setelahnya, Mika mengantar Lily. Perasaan Mika jadi semakin tidak nyaman pada gadis itu karena terus merengek padanya. Mika paling benci pada gadis yang tidak punya harga diri seperti Lily, yang memaksa menawarkan dirinya pada Mika, hal itu mengingatkan pada gadis yang menjadi selingkuhan ayahnya.


Begitu masuk Lily meraung menangis menceritakan perihal penolakan itu pada Merlin. Keduanya sudah tidak sabar menunggu Dira pulang kerja malam itu.


Dan begitu gadis itu membuka pintu, Merlin serta merta menjambak Dira seraya memaki gadis itu.


"Ampun, Tante. Aku gak menggoda Mika," ucap Dira di tengah keterkejutannya. Kepulangannya ke rumah justru disambut dengan kekerasan rumah tangga.


"Kau bohong! Kenapa dia menolakku? Aku juga sangat apa kata teman sekolah mu itu. Kau itu harusnya tahu diri, kau berada di sana untuk sekolah, bukan pacaran!" maki Lily geram. Dia ingin melampiaskan amarahnya pada Dira, salah atau pun tidak. Dia butuh seseorang yang harus dia maki agar amarahnya surut.

__ADS_1


__ADS_2