Bad Boy : Hitam Putih Ketua Geng Motor

Bad Boy : Hitam Putih Ketua Geng Motor
Kedatangan Mika


__ADS_3

Perlakuan Mika benar-benar membuat Dira kesal. Bagaimana tidak, pria itu selalu mengikutinya di sekolah. Kemana pun dia pergi, seolah Mika punya mata-mata, dia selalu tahu dimana Dira bersembunyi.


Bahkan hal langka terjadi pada Mika, pria itu menginjakkan kaki di perpustakaan, agar bisa duduk di dekat Dira. Tidak ngapain, hanya duduk diam menemaninya.


Jika orang lain lihat, seolah ingin memberi kesan bahwa Mika benar-benar menyukai Dira dan bersikap menjadi pacar yang baik, padahal Dira tahu tujuan Mika, melakukan hal itu hanya tidak ingin memberi kesempatan kepadanya dan juga Anja untuk berbicara.


Ruang gerak Dira benar-benar ditutup oleh pria itu. Tidak hanya sampai di situ, pulang sekolah pun Mika memaksa untuk mengantarnya ke tempat kerja.


Di hari pertama pria itu meminta dan tentu saja dengan paksaan, seperti sikapnya yang selalu ditunjukannya, Dira sudah menolak.


"Aku bisa pulang sendiri," ucap Dira kesal, memilih tetap melangkah meski ada Josh di sana yang siap menghadang. Kadang Dira berpikir apa Josh itu adalah ekor atau kembaran Mika selalu saja berada di mana sahabatnya itu ada.


"Tentu saja Lu bisa pulang sendiri tapi gua mau lu pulang bareng gua," jawab Mika memaksa.


Dira bisa apa lagi selain menurut, terpaksa dia naik ke atas motor gede milik Mika. Lihat lah sepanjang jalan, mereka hanya diam, sikap Mika saat mereka hanya berdua, jauh dari pengamatan orang, Mika akan cuek dan menganggapnya orang lain.


Sejak itu setiap hari Mika akan mengantarnya pulang, lalu setelah sampai di depan tempat kerjanya, Mika langsung tancap gas tanpa mengatakan apapun juga.


"Selamat datang," ucap Dira tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang datang ke cafe mereka. "Anja."


"Dira, aku mau bicara," ucap Anja memohon. Setelah seminggu sejak pertandingan itu, Anja baru mendatanginya. Dira tidak menyalahkannya akan hal itu. Anja tersudutkan oleh keadaan.

__ADS_1


Wika, sepupu Anja menemui Dira keesokan harinya, setelah pertandingan sialan itu dan menjelaskan keadaan Anja. Wika juga menitipkan surat yang dibuat Anja untuknya. Dalam surat itu Anja menjelaskan semuanya bahwa dia tidak berdaya, dia salah karena sudah mempertaruhkan hubungan mereka.


'Satu hal yang perlu kamu ingat, Ra, aku benar-benar mencintai mu. Aku akan cari jalan agar Mika mau melepaskan mu.'


Dira akan selalu ingat kalimat terakhir Anja dalam suratnya dan itu sedikit membuat hati Dira lebih tenang dan membuatnya tidak membenci pria itu.


"Kamu mau apa ke sini?" tanya Dira khawatir. di liriknya ke arah luar cafe memastikan bahwa Mika tidak ada di sana ataupun anak buahnya yang bisa melaporkan mengenai kedatangan Anja ke cafe itu.


"Aku ingin bertemu dan berbicara denganmu. Aku rindu sekali, bahkan untuk berbicara pun aku sudah tidak bisa. Berhari aku menahan gejolak dan keinginan untuk bertemu denganmu, tapi aku sudah tidak sanggup lagi hingga langkah membawaku kemari," ucap Anja lirih yang membuat Dira juga serba salah.


"Jangan begitu, Ja. Kamu tahu sendiri bahwa Mika itu pria yang tidak bisa diajak kompromi. Aku nggak mau terjadi hal buruk padamu, hanya karena datang menemuiku," jawab Dira meremas tangannya sendiri. Keduanya duduk berdampingan, memilih tempat yang jauh dari pengamatan siapapun yang memasuki cafe itu.


Anja memberanikan diri untuk menyentuh bahkan kini menggenggam tangan gadis itu, yang terasa dingin dan berkeringat. Tentu saja Dira gugup, berdekatan dengan pria itu. Dia juga merindukan kebersamaanya dengan Anja. Namun, apa daya, disaat baru mencicipi manisnya rasa cinta dan perhatian yang diberikan Anja, keduanya harus berpisah, dipisahkan oleh iblis yang bernama Mika Angelo.


***


Plak!


Satu tamparan mendarat di pipi Dira begitu dia memasuki pintu rumah. dengan bengisnya Merlin yang baru saja menamparnya menatap penuh jijik ke arah Dira seolah garis itu kedapatan berbuat zinah.


"Tante," desis Dira memegangi pipinya yang masih berdenyut sakit.

__ADS_1


"Tutup mulutmu! Kau memang biadab! Anak yang tidak tahu diri! Bagaimana mungkin kamu membawa seorang pria ke rumah ini?" teriak Merlin penuh murka.


Perkataan Merlin tentu saja berhasil membuat Dira terkejut, keningnya berkerut memikirkan maksud ucapan tantenya itu. Memangnya pria mana yang dia bawa ke rumah itu?


"Maksud Tante apa? Pria apa?" tantang Dira yang merasa tidak pernah berbuat hina di dalam rumah mereka.


Belum sempat menjawab, Lily sudah keluar dari dalam dengan gaya melipat tangan di dada menatap penuh cemooh pada Dira, dan menggantikan ibunya untuk menjelaskan kebingungan Dira.


"Perbuatanmu memang sangat menjijikan, tapi untuk kali ini, aku akan minta Mama untuk memaafkanmu karena ternyata apa yang kau lakukan memberikan sedikit dampak baik untukku," ujar Lily penuh senyum gembira.


Dira melihat ke arah Lily. Tampilan gadis itu sedikit berbeda saat ini. Tampaknya dia baru saja memoles bedak dan lipstik ke bibirnya, terlihat wajahnya begitu berseri-seri seolah mendapatkan harta karun yang sudah lama terpendam dan dia cari.


"Maksud mu apa, Ly? Aku nggak ngerti," ujar Dira yang masih belum mengerti ucapan yang penuh dengan teka-teki dari ibu dan anak itu.


"Waktu kita pergi liburan, kamu bawa siapa ke rumah ini? Kau bawa laki-laki, kan? Dan laki-laki itu datang ke sini mencari dewi penolongnya," sambar Lily penuh kemenangan, seolah dia puas melihat wajah terkejut Dira yang karena ketangkap basah sudah berbohong pada mereka.


Dira yang mengingat tentang peristiwa penyelamatannya terhadap Mika sontak melihat ke arah Merlin. Dia mendekat dan berusaha meraih tangan wanita itu namun, mundur, tidak sudi disentuh oleh Dira.


"Aku bisa jelaskan semuanya. Saat itu, dia terluka dan ketika aku pulang kerja, aku melihatnya merintih minta tolong. Aku ingin membawanya ke klinik, tapi saat itu aku tidak punya uang dan tidak kuat untuk memapah nya lebih jauh lagi, jadi aku membawanya ke rumah ini dan mencoba untuk mengobatinya," terang Dira memohon agar tantenya tidak menyiksanya atas kelancangannya yang sudah berani membawa orang lain masuk ke rumah mereka tanpa seizin pemilik rumah.


"Aku akan membunuhmu jika sekali lagi kau melakukan hal itu, tapi untuk ini aku akan memaafkanmu dengan catatan jika pria itu datang lagi ke sini, kau jangan pernah menunjukkan wajahmu karena dia berpikir bahwa wanita yang sudah menyelamatkannya malam itu adalah Lily dan biarkan hal itu berjalan seperti itu saja!" perintah Merlin lalu pergi meninggalkan Dira yang hanya bisa terdiam.

__ADS_1


"Terima kasih sepupu, berkat kau kini aku punya gebetan baru dan aku lihat dari penampilannya, dia pasti anak orang kaya. Ingat apa kata Mama, kalau dia main lagi ke sini jangan pernah menunjukkan diri atau mengaku-ngaku bahwa kaulah yang sudah menyelamatkannya, kalau tidak aku akan menghabisimu!"


__ADS_2