Bad Boy : Hitam Putih Ketua Geng Motor

Bad Boy : Hitam Putih Ketua Geng Motor
Kedatangan Lily


__ADS_3

"Kenapa kau ke sini?" tanya Dira saat mendapati Lily berada di dekat pintu gerbang sekolah mereka.


Lily hanya melihat cuek pada Dira. Orang yang tidak ingin dia lihat. Tampilannya terlihat menor, berlebihan dengan warna merah di bibirnya dan bedak yang tebal. Jauh dari kesan anak SMA.


"Lily, kau mencariku?" kembali Dira menegur, walau tidak mungkin kalau gadis itu sedang mencarinya. Hanya saja dia ingin tahu tujuan Lily datang.


"Bisakah kau pergi? Jangan menegur ku! Aku gak mau Mika sampai melihat mu bicara dengan ku!" umpat Lily sedikit menjauh.


Kini Dira sadar kalau tujuan gadis itu datang ternyata ingin bertemu dengan Mika. Tapi pria itu justru sudah beberapa hari tidak masuk sekolah, dan hari ini juga dia tidak melihatnya.


"Aku pikir Mika tidak sekolah," ucapnya agar Lily tidak perlu menunggu orang yang tidak akan kunjung datang.

__ADS_1


"Kau pikir aku akan percaya akan perkataan bohongmu? Aku bilang pergi!" teriak Lily hingga siswa yang kebetulan lewat melihat ke arah mereka.


Dira mengangguk, memilih meninggalkan sepupunya itu. Di tengah jalan, dia melihat Mika yang datang dengan motornya menuju ke arah sekolah. Begitu melihat Dira, dia berhenti untuk menegur gadis itu.


"Naik!" ucapnya memberi perintah.


Belum sempat Dira melakukan perintahnya Lily sudah datang setelah berlari ke arah mereka, berteriak memanggil nama Mika hingga membuat keduanya menoleh ke arah gadis itu.


"Aku mencarimu," jawab Lily tersenyum manis. "Mika, aku kangen banget sama kamu," lanjutnya semakin mendekat dan memegang tangan Mika yang ada di gagang stang motor.


Dira melirik sekilas, lalu mengalihkan pandangannya. Dua orang siswi sekolah mereka lewat dan melihat aksi Lily lalu mulai berbisik yang sengaja agar ketiganya bisa mendengar.

__ADS_1


"Katanya pacaran sama Dira, kok Mika pegangan tangan sama cewek lain, dasar playboy," ucap salah satu siswa itu berlalu pergi.


Wajah Dira memerah saat me dengar hal itu dan tepat Lily juga menoleh ke arahnya. Sementara Mika jadi serba salah pada Mika. Kemarin dia mengenaskan pada gadis itu agar jangan mempermalukan dirinya, karena semua orang tahu mereka berpacaran, jadi harus terlebih selayaknya pacaran, kini malah dia yang terlebih berdekatan dengan gadis lain.


Terlihat Lily melotot kan mata ke arah Dira. Dia akan mempertanyakan pernyataan siswa itu nanti di rumah. Untuk sekarang Lily harus mengajak Mika pergi dari sana. Sudah seperti itu keadaannya, jangan sampai Mika dan Dira benar-benar jadian. Lily tidak mau disalib oleh Dira.


"Aku ingin bicara denganmu. Ayo kita pergi dari sini," pinta Lily manja. Mengayun-ayunkan tangan Mika seolah anak manja yang meminta permen.


Mika seolah makan buah simalakama. Ingin memenuhi permintaan Lily tapi dia takut mengecewakan Dira. Kalau dia memilih Dira, dia tidak enak hati pada Lily yang sudah menyelamatkannya dari ambang kematian. Mika menoleh ke arah Dira, gadis itu menunduk, dan rasa bersalah bersarang di dadanya. Dia tidak ingin gadis itu menangis.


"Ayo, Mika. Ada hal yang ingin aku katakan padamu. Penting!" seru Lily memaksa. Mika tidak punya pilihan selain mengikuti kemauan Lily.

__ADS_1


Gadis itu segera naik ke atas motor Dira, memakai helm yang biasa dipakai Dira dan tanpa malu memeluk Mika dengan erat, lalu keduanya melaju meninggalkan Dira dengan perasaan sakit yang dia sendiri tidak tahu kenapa hatinya harus sakit melihat keduanya pergi berdua.


__ADS_2