Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)

Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)
Bab 10 Kantor Arkana Group


__ADS_3

🌷🌷Jadilah seperti bunga tulip yang membahagiakan siapapun yang memandangnya tanpa perlu bersuara🌷🌷


Sebelum lanjut ke ceritanya jangan lupa like , vote dan simpan di favoritnya..ok👌


NEXT...


Setelah keluar dari Rumah Wijaya Zain, Sintya segera menuju ke kantor Arkana untuk menemuinya karena sedari tadi ia menelpon tak kunjung diangkat.


"Sial, dasar om tua bisa-bisanya ia menolakku..."


"Arkana lagi mengapa ia tak kunjung mengangkat telpon ku.."


Sintya sangat frustasi dalam mobilnya gagal sudah ia mendapatkan suami dan mertua milyader tapi "Aku tak akan menyerah sebelum mendapatkanmu Arkana..."


Dalam kemarahannya ia terpaksa banting setir tatkala mobilnya hampir menyerempet mobil Rolls Royce Sweptail yang dikendarai oleh alexs buana yang merupakan mantan kekasihnya.


Alangkah terkejutnya Sintya saat mengetahui pemilik mobil itu adalah mantan kekasihnya dulu


"Alexs..."


Alexs pun tak kalah terkejutnya dengan Sintya ia mencoba meyakinkan diri dan maju untuk melihat nya lebih dekat dan benar bahwa didepannya adalah mantan kekasih yang ia cari selama ini.


"Sintya....benarkah ini kamu? Sudah lama aku mencarimu dan akhirnya aku menemukanmu.." ucap Alexs tersenyum senang


"Maaf aku tak punya waktu untuk berbincang dengan orang tak dikenal..." Saut Sintya dan pergi meninggalkan alexs yang masih mematung


"Tak apa Sintya hari ini aku gagal berbicara denganmu tapi tidak dengan esok, aku akan mendapatkanmu bagaimanapun caranya dan kau....akan bertekuk lutut dihadapanku..."seringai licik tercipta di bibir lelaki yang perawakannya sangat tinggi dan tampan.


Kantor Arkana group#


Dalam ruangan ber AC dua insan manusia itu masih enggan untuk bersuara mereka masih sama-sama diam hingga suara pintu mengalihkan pandangan mereka, asisten Roni masuk setelah mengucapkan permisi dan ia membawa map yang harus ditanda tangani oleh Arkana


"Permisi tuan muda....ini berkas yang harus tuan muda tanda tangani..." Ucap sang Asisten yang menyodorkan tumpukan berkas ditangannya


Ayara kaget bagaimana ia bisa pulang jika pekerjaan Arkana sebanyak itu, belum lagi dimeja pria arrogant itu sudah menumpuk banyak berkas


"Apa tidak bisa besok untuk mengerjakan ini semua..?"protes Ayara melihat sang Asisten


Sang asisten Roni mengalihkan pandangannya dan menatap Ayara cukup lama hingga deheman tuan mudanya membuarkan lamunannya


"Ehhem...apa kau tidak dengar dia bertanya apa Roni.." ucap Arkana menekankan namanya


"Maaf tuan muda..."


"Nona Ayara, pekerjaan tuan muda memang tidak bisa di cancel semuanya harus selesai hari ini, dan tuan muda memang selalu lembur..."


"Jika kau sudah tidak berkepentingan disini maka keluarlah.."ucap Arkana tegas, entah mengapa saat Roni menatap Ayara hatinya seperti terbakar dan badannya terasa panas


"Dan ingat jangan ada yang menggangguku..."


"Baik tuan muda..."


Roni segera mengundurkan diri dari Ruangan itu, terlihat jelas kalau tuan mudanya sangat marah saat dirinya menatap Ayara.

__ADS_1


Setelah kepergian Roni Ayara menatap Arkana tajam


"Mengapa kau menatap ku seperti itu.....tundukkan pandanganmu.."ucap Arkana datar


Ayara menghembuskan nafas beratnya


"Mengapa kau terlihat marah kepada asisten mu..."


"Saya tidak marah....dan itu urusanku sebaiknya kau diam dan duduk saja dengan tenang...."


"Huffft.....apa aku boleh pindah ke sofa itu....?"


"Kenapa..?" Tanya Arkana dingin


"Jika aku terus berada di kursi ini maka badanku akan terasa pegel nantinya..." Keluh Ayara


"Itu resiko mu..."


"Issh...bukan hanya itu aku juga bosan memandang wajahmu..."


Ayara segera menutup mulutnya mengapa bisa ia keceplosan


Mendengar hal itu Arkana menatapnya tajam bagaimana bisa ia bosan memandang wajahku yang tampan jika diluaran saja para gadis ingin memandangnya walau sebentar


"Apa saya tidak salah dengar nona...?"


"Tidak ....tidak maksud saya bukan begitu, saya hanya bosan memandang kertas nya tuan muda..." Ucap Ayara tergagap


"Baiklah jika kau hanya bosan memandang kertas, akan saya singkirkan kertas itu dari hadapanmu...dan kau akan tetap duduk di kursi"


"Saya akan bekerja dengan laptop ini..."


"Roni.... "Panggil Arkana kepada sang asisten


"Iya tuan muda...."sautnya


Cepat kau pindah kertas ini ke meja yang lain..."


Roni mengernyitkan dahinya namun ia tak berani membantahnya


"Laksanakan tuan muda..."


Ayara hanya mendengus kesal, begitu arrogant pria dihadapannya ini


Setelah Roni memindah kan semua kertasnya, Roni menatap Ayara seraya berkata


"Sebaiknya nona Ayara pindah ke sofa itu agar badan nona tidak pegal nantinya..."


"Terima.." belum sampai Ayara bicara, Arkana sudah memotongnya


"Roni...jika sekali lagi kau mengganggu ketenanganku lebih baik besok kau tidak usah bekerja.." ucap Arkana tegas tapi lebih kepada ancaman


"Maaf tuan muda..saya pamit undur diri"

__ADS_1


Setelah Roni keluar Ayara kembali berucap


"Mengapa kau memarahinya lagi...apa kesalahannya..?"


"Saya sudah memperingatkan mu nona, jangan pernah mengusik ketenanganku dan jangan membantahku jika kau tak mau sahammu ku cabut...."


"Issh ...kau bisanya mengancam pria arrogant...dan dalam kamusmu kau selalu benar dan tidak pernah salah..."ucap Ayara dalam hati


"Dan satu lagi jangan pernah kau menjelekkan ku dalam pikiranmu ...mengerti.." ancam Arkana yang sontak membuat Ayara kaget


"Mengapa bisa ia selalu tahu isi dalam pikiranku.."


"Saya tidak berani tuan muda... dan saya mengerti.." ucap Ayara tersenyum


"Saya tidak butuh senyumanmu sebaiknya kau simpan saja untuk orang lain.."


"Ishh menyebalkan sekali pria ini...


Skip


Sesampainya Sintya di Kantor Arkana saat ia hendak masuk keruangan Arkana asisten Roni langsung menahannya yang membuatnya sangat marah


"Apa yang kau lakukan ...minggir dari hadapanku pria bodoh.." ucap Sintya berapi


"Maaf nona, ini perintah tuan muda langsung beliau sangat sibuk didalam..."


"Aku tak perduli...cepat minggir dari hadapanku..."


"Maaf sekali lagi nona..ini perintahnya dan tidak ada yang boleh membantahnya..."ucap Roni yang berusaha menahan tubuh Sintya


"Kau mau dipecat.....sebentar lagi aku akan istri tuan mudamu.." sentak Sintya


Dan membuat tangan Roni melepaskan pegangannya kepada Sintya


Sintya langsung menerobos masuk kadalam dan alangkah kagetnya ia mengetahui gadis miskin berada disatu ruangan bersama Arkana


"Siapa yang menyuruhmu masuk.."


Ucapan Arkana membuyarkan keterkejutan Sintya


Yaa Arkana sudah menduga jika Sintya akan datang dan keributan nya diluar membuat dugaannya semakin kuat


"Maaf tuan muda...nona Sintya memaksa masuk saya sudah berusaha menahannya namun beliau tetap memaksa..."ucap Roni diambang pintu.


"Baiklah aku percaya pada mu... pulanglah karna tugasmu sudah selesai..."


"Baik tuan muda..".


hey hey hey berhenti dulu....


beri asupan kepada autor dengan like dan votenya ok


bay bay readers😍😍

__ADS_1


~pena misterius~


__ADS_2