
****
Sampailah Ayara di Ruangannya, Ayara sudah memerintah kan Nisa sepupunya untuk menaruh baju pengantin di Ruangannya.
"Silahkan duduk tuan muda.."
Ayara mempersilahkan Arkana untuk duduk di sofa namun saat Ayara hendak duduk Arkana bersuara dengan tampang dinginnya
"Aku tidak mau duduk di Sofa..."
"Terus..tuan muda mau duduk dimana disini tak ada lagi tempat duduk selain di Sofa.."
"Ada itu kursimu saya mau duduk disitu...silahkan nona Ayara saja yang duduk di Sofa"
"Hah.." Ayara melototkan matanya, apa ia tidak merasa malu meminta kursi di perusahaan orang
"Apa kau keberatan nona Ayara...?"
"Hmmm tidak tuan muda silahkan duduk.."
Ayara benar-benar kesal bagaimana bisa ia tinggal satu atap nantinya bersama pria yang egonya sangat tinggi seperti Arkana..Huh menyebalkan. Arkana sudah duduk dikursi kebesaran Ayara dengan tenang ia seperti tak memiliki dosa sama sekali, sedangkan Ayara sedang memakinya dalam hati.
"Baiklah tuan muda silahkan anda langsung mencoba pakaian anda..."
"Aku tidak mau memakai bekas orang lain buatkan aku rancangan lain lagi..."
Ayara mengernyitkan dahinya seraya berkata
"Bekas orang lain..? Apa maksud tuan muda pakaian ini saja bahkan belum ada yang punya, ini rancangan terbaru saya yang dikhususkan untuk pesta pernikahan saya nanti..."
"Memang..tapi ini kamu rancang khusus untuk alexs kan saya tidak mau memakainya pokok nya saya minta buatkan rancangan baru lagi..."
"Tapi ini waktunya sudah mepet tuan muda...bisa saja saya merancangnya tapi tidak dengan desainer saya untuk menyelesaikannya dalam waktu 2 hari..."
Ayara mencoba mencari alasan yang tepat agar ia mau memakainya tidak mungkin ia menyelesaikan 3 baju dalam waktu 2 hari yang benar saja.
"Apa kau sedang berusaha membujukku...?"
"Iya... eh tidak memang itu kenyataannya tuan muda lagi pula Alexs belum pernah mencobanya datang kesini saja ia belum pernah, kalau tidak percaya tanyakan saja pada rumput bergoyang..."
"Apa kau sedang menyindirku..."
"Yang benar saja tuan muda mana berani saya, hanya orang bodoh yang berani menyindir anda mengapa anda terlalu terbawa perasaan..."
"Terbawa perasaan..?"
"Tidak tuan muda...lupakan lebih baik anda mencoba pakaian anda takutnya tidak pas ukuran di badan anda.."
Ayara segera beralih topik agar ia tidak salah bicara bisa-bisa ia kena amuknya nanti
"Apa kau menghinaku dengan mengatakan ukurannya tidak akan pas di badanku apa aku terlihat gendut.."
"Anda jangan salah paham dulu tuan muda, saya hanya mengatakan takutnya tidak pas karena anda dan Alexs berbeda..."
Mengapa ia selalu menyudutkan ku seakan ia terus mencari kesalahanku, ia hanya berkata satu kata sedangkan aku harus merangkai banyak kata.
__ADS_1
"Baiklah saya akan memakainya tapi dengan satu syarat apa kau bisa melaksanakannya..."
"Syarat...? Baiklah jika saya mampu maka akan saya laksanakan, memang apa syaratnya...?"
Ayara lebih memilih syarat itu daripada harus membuat rancangan baru lagi bisa-bisa ia kehilangan waktu dengan ide gilanya itu.
"Tenang Saya tidak akan memintanya hari ini ...tapi saya sudah memikirkannya jadi bersabarlah"
"Mengapa perasaan ku jadi tidak enak.." gumam Ayara
****
Kini keduanya sudah berada di depan butik untuk pulang, Arkana sudah masuk ke dalam mobilnya sedangkan Ayara masih mematung ditempat.
"Apa kau masih mau berdiri disitu, ayo masuk kau selalu saja membuatku menunggu?"
"Anda tidak perlu menungguku tuan muda...saya akan pulang naik taxi saja..."
"Apa kau tidak dengar dengan perintahku haruskan aku memarahimu terlebih dahulu hingga kau tak pernah lagi membantahku.."
"Tapi sungguh...saya akan pulang sendiri saja"
Arkana turun kembali dari mobilnya dan menghampiri Ayara dengan wajah merah padam
"Kau selalu saja membuat ku emosi cepat masuk jangan sampai kau malu ketika jadi perhatian publik karena aku akan menggendongmu dengan paksa..."
"Baiklah saya akan masuk.."
Ayara segera berlari kedalam mobil Arkana, ia tahu kalau ucapannya tidak pernah berbohong sedangkan Arkana mendengus kesal sambil merapikan jasnya.
Arkana melajukan mobilnya menuju restorant N.A.R untuk makan siang bersamanya namun Ayara masih diam menatap keluar jendela dengan tatapan kosong.
"Apa kau marah padaku...?"
Ayara melihat Arkana sekilas dan kembali menatap keluar jendela
"Saya tidak berhak marah kepada anda lagi pula saya tidak sedang marah.."
"Kau tidak perlu bicara bahasa formal padaku biasa saja, lalu apa yang kau lamunkan.."
"Saya tidak lagi melamun saya hanya sedang melihat rumput bergoyang saja.." ucap Ayara cengengesan
"Tidak lucu.." ucapnya dingin
"Baiklah sebenarnya saya sedang ngelamunin masa yang akan saya jalani dimana saya akan hidup di Rumah seorang milyader yang disegani seluruh orang rasanya seperti mimpi saja namun ketika disuruh memilih lebih baik saya bangun dari mimpi itu karena menurut saya mimpi itu terlalu buruk untuk dimimpikan..."
"Bukankah itu impian semua wanita yang ingin hidup dengan harta dan kau salah satu wanita yang beruntung..."
Ayara tersenyum
"Kau salah besar tuan muda tidak semua wanita seperti itu dan salah satunya seperti saya jika disuruh memilih saya akan membatalkan ikatan ini dan mencari pasangan yang lain saya tidak mengatakan anda tidak baik namun perbedaan kasta dan seluruh yang kita miliki mulai dari sifat dan kriteria sangatlah berbeda kita seperti minyak dan air yang tidak akan pernah bersatu...."
Arkana kaget dengan pengakuan gadis yang dianggapnya polos ini, ia tidak menyangka jika ada gadis yang menolaknya walaupun secara tidak langsung
"Apa kau tertekan dengan ikatan ini..?"
__ADS_1
"Saya lebih baik tertekan dari pada harus membuat malu keluargaku dan saya melakukan semua ini atas dasar rasa terima kasihku kepada anda dan tuan Zain mungkin dengan cara ini saya tidak akan merasa punya hutang budi kepada siapapun...dan saya tidak tahu rencana apa yang anda buat sehingga anda mau menikah dengan saya gadis yang awal pertemuan menyisakan kesan yang buruk karena telah menghina anda..."
"Ternyata saya bisa mengetahui sisi lain dari anda nona Ayara, lupakan masalah ini sebaiknya kita makan siang terlebih dahulu karena saya sudah lapar mendengar ocehan mu dari tadi dan temani saya makan tidak ada penolakan..."
"Tidak ada yang berani membantah perintah mu tuan muda A R K A N A.." ucap Ayara menekankan namanya.
"Baiklah ayo masuk..."
Arkana melangkah ingin masuk ke Restorant N.A.R namun terhenti saat Ayara masih mematung ditempat, Arkana kembali menoleh kebelakang dan menatap Ayara namun Ayara langsung angkat bicara
"Kau duluan saja tuan muda nanti saya akan menyusul saya tidak biasa menjadi perhatian publik..."
"Apa kau malu berjalan denganku..?"
"Tidak...semua orang ingin berada diposisi saya, hanya saja saya tidak mau mengundang perhatian orang dan sekarang sedang istirahat kantor pasti pengunjung sedang ramai..."
"Baiklah akan ku turuti permintaan mu tapi berhentilah memakai bahasa formal kepadaku apakah aku harus terus mengingatkanmu...?"
"Baiklah saya eh maksud ku aku akan berhenti memakai bahasa formal kepadamu...terima kasih, Aku akan lewat pintu bagian belakang dan tunggu aku di Ruang VIP paling pojok dadada..." Ucap Ayara melambaikan tangannya dan berlari menuju pintu belakang.
Sedangkan Arkana tersenyum dengan kelakuan calon istrinya itu
"Baru tahu aku kalau ada gadis yang minder berjalan ku dengan alasan tak mau jadi perhatian publik .." aneh sekali bukan.
Arkana sudah memasuki Restorant N.A.R dan terlihat banyak sekali pengunjung disana seorang pelayan langsung menghampirinya dan mengarahkannya untuk duduk di Ruang VIP disebelah kanan.
"Silahkan duduk disana tuan muda..." Ucap sang pelayan
"Saya tidak mau duduk disana saya ingin duduk di Ruang VIP paling pojok itu..."
"Oh dipersilahkan tuan muda..."
Ayara sudah duduk di Ruangan itu tinggal menunggu Arkana untuk datang, pelayan sudah mengantarkan Arkana ke ruangan VIP dan tersenyum saat Ayara juga berada disana
"Pantessan tidak mau duduk disana ternyata disini ada calon istrinya..." Gerutu pelayan dalam hati
"Mohon undur diri tuan muda dan nona Ayara.."
"Iya... Eh tunggu sekalian kita mau pesan , tuan muda silahkan dipilih menunya..."
"Terserah kau...."
"Sosweeet..." Dalam hati pelayan
"Baiklah jangan salahkan aku jika kau tak menyukainya nanti..."
"Aku tahu kalau pilihanmu yang terbaik untukku..."
"Haduh mengapa saya harus berada dalam sebuah drama romantis seperti ini sudah paket komplit juga yang satu cantik dan yang satunya tampan milyader juga pula jadi iri saya.." gerutu pelayan lagi.
"Baiklah pelayan saya pesan ini 2, ini, ini dan minumnya juga sama...."
"Baik nona... Saya permisi undur diri ...".
stop dulu😘👋👋👋
__ADS_1