Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)

Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)
fitting baju pengantin


__ADS_3

NEXT


Berita menggemparkan itu sampai kepada Sintya acara live yang dilakukan sungguh membuatnya terkejut bagaimana bisa rencana yang dilakukannya malah membuat nya hancur sendiri.


"Tidak mungkin...ini tidak mungkin..."


"Berita apa ini... Gak mungkin ini pasti hoaks..."


"Pelayan...."


Sintya sangat-sangat frustasi ia berteriak memanggil pelayannya dengan histeris.


"Pelayan..."


"Iya nyonya.."


"Lambat sekali kau... Sudah bosan bekerja hah, cepat cari tahu tentang berita ini..." Ucap Sintya menunjukkan berita diponselnya


"Itu benar adanya nyonya...tuan muda Arkana memang bertunangan dengan nona Ayara yang sudah direncanakan seminggu yang lalu.."


"Tidak.. itu tidak mungkin itu pasti berita hoaks yang diedit oleh para awak media.." Sintya tetap kekeh


"Tak ada yang berani dengan keluarga Wijaya Zain nyonya apalagi mengedit tentang begituan, itu memang nyata dan tuan Buana sudah konfirmasi bahwa ia yang melakukan kesalahan dalam mencetak undanganya"


"Bagaimana bisa aghhhhhh..."


Sintya kembali melihat tayangan live itu, alangkah lebih terkejutnya Sintya saat tuan Zain mengatakan bahwa pernikahan Arkana akan dilangsungkan 3 hari lagi.


***


Suasana dalam hotel itu kembali bergemuruh tatkala tuan Zain mengumumkan pernikahan yang akan dilangsungkan 3 hari lagi, namun berbeda dengan Ayara dan Arkana mereka saling menatap dalam keterkejutan.


"Apa-apa an papa ini bagaimana bisa aku menikah dalam waktu sedekat itu..."


"Apakah aku akan menjadi istri dari tuan arrogant itu, membayangkan saja rasanya mengerikan bagaimana bisa aku hidup satu rumah dengan pria dingin dan angkuh itu... Rasanya lebih baik menanggung malu dari pada harus menikah dengannya..."


Pikiran mereka masih sama-sama berkecamuk sedangkan para orang tua sudah sangat bahagia dengan keputusan Zain.


"Selamat nak sebentar lagi kau akan jadi seorang suami dan mama sangat bahagia karena mama tidak sabar ingin menimang cucu...nanti mama akan pamerin ke semua teman sosialita mama...kan teman mama sudah pada punya cucu semua tinggal mama aja yang belum tapi akhirnya anak mama menikah juga selamat yaa sayang.." tutur mama Sandra berbinar.


Acarapun akhirnya selesai orang-orang sudah mulai membubarkan diri awalnya para tamu hanya sedikit tetapi saat tahu bahwa putra tunggal Wijaya Zain yang melangsungkan pertunangan langsung para pejabat tinggi langsung menghadiri nya sekaligus mencari muka dengan tuan Zain.


"Arkana antar Ayara pulang kasihan dia kalau harus nyetir sendiri...biar ayah dan ibunya diantar oleh sopir.."


Karena tuan Zain tahu kalau mereka harus bicara berdua


"Tidak usah repot-repot tuan Zain saya akan pulang sendiri...kasihan tuan muda Arkana pasti beliau juga lelah.."


"Tidak ada penolakan....antar ia Arkana dan ingat jangan panggil saya tuan Zain panggil saja papa seperti Arkana karena sebentar lagi kau akan jadi menantu ku dan ubah juga panggilanmu kepada Arkana..."


"Baik pa..pa.." ucap Ayara terbata ia tak berani menentang keputusan calon papa mertuanya itu ia terlalu dingin untuk ditentang


"Saya pamit assalamualaikum..."


"Wa alaikum salam.."


Semoga keputusan papa yang terbaik untuk mu Arkana, papa yakin Ayara akan menjadi istri yang akan membuatmu lebih baik lagi kedepannya.


Arkana meninggalkan Ayara dibelakang dan menunggunya didalam mobil sedangkan Ayara sangat kesusahan berjalan karena gaun yang dipakainya terlalu berat untuk tubuhnya yang kecil, sesampainya didalam mobil Ayara mendapat omelan dari Arkana


"Kau lambat sekali aku sampai bosan menunggumu..."


"Maaf.."

__ADS_1


Perasaan hanya sebentar tidak sampai 3 menit mengapa ia marah seolah ia menungguku berjam-jam dasar aneh


"Dan gaun mu apa yang kau pakai kenapa kau seperti membawa besi yang berat saat berjalan..."


"Ini rancangan ku sendiri, desainer ku hanya salah memberi kainnya dan pakaian yang sedang kau pakai itu juga rancanganku jadi jangan mengejekku.."


Arkana melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, hanya ada keheningan yang tercipta dalam mobil itu hingga Ayara memecahkan keheningan itu.


"Tuan muda apa aku boleh bicara.."


"Hmmm.."


"Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada anda karena telah menolong saya dan keluarga saya dari rasa malu, dan untuk masalah pernikahan anda bisa membatalkannya dan saya akan bantu bicara kepada tuan Zain pasti beliau akan bisa mengerti, lagi pula kita tidak ada kecocokan sama sekali sifat dan kriteria kita sangatlah berbeda.."


"Kau terlalu banyak bicara nona ikuti saja perintah dari calon mertua mu..."


Ayara tersentak mengapa ia tak menentang keputusan papanya, apa yang ia rencanakan, Ayara bingung dengan situasi seperti ini ia tidak bisa menebak tentang pria yang menjadi tunangannya yang dikenalnya seminggu yang lalu.


"Apa hubungan keluarga mu dengan keluargaku..? Mengapa Ayah mu terlihat sangat dekat dengan papaku.." Tanya Arkana karena dari tadi rasa penasarannya masih tak terjawab, menurut Arkana jarang sekali papanya dekat dengan seseorang apalagi orang itu memanggilnya dengan sebutan Zain dan kalau dilihat ia bukanlah seorang pengusaha karena Arkana sendiri tak mengenalnya.


" kata Ayahku tuan Zain adalah sahabat masa SMA nya, saya juga baru tahu dan kaget saat tuan Zain menghadiri pesta pertunanganku.."


"Oh.."


*****


Pagi yang cerah Ayara membuka gordennya dan menatap taman didepan Rumahnya, tak terasa ia akan menikah dalam waktu 3 hari lagi dengan pria yang begitu Arrogant seperti Arkana ia tak menyangka jika Alexs akan meninggalkannya dihari pertunangannya.


"Mengapa ia kabur dihari yang begitu penting..."


"Apa alasannya sehingga ia membatalkannya ..."


"Stop Ayara kamu tidak perlu lagi memikirkan dia, kau juga tidak perlu tahu alasannya mungkin Allah sudah memperingatkan mu bahwa ia tidak baik untukmu, lihatlah ke depan jangan pernah lagi menoleh ke belakang jika bukan untuk sebuah pelajaran "


Saat ingin keluar kamar handphonenya berdering dan tertera nomor tak dikenal, Ayara mengernyitkan dahinya dan mengangkatnya.


"Halo ***..."


Belum Ayara mengucapkan salam , orang yang disebrang sudah memotongnya.


"Cepatlah keluar aku berada didepan rumahmu..."


Ayara terkejut karena yang menelpon adalah Arkana


tunangannya


"Ngapain..?"


Panggilan pun terputus, Ayara sangat kesal mengapa ia mendapatkan calon suami se arrogant itu. Ayara keluar dari Rumahnya dan benar saja mobil lamborghini veneno roadster itu sudah terparkir didepan gerbang Rumahnya dan iapun menghampirinya.


"Tuan muda lagi apa anda disini mengapa tidak langsung masuk saja.."


"Apa kau buta aku sedang menunggu mu cepat naik.."


"Mau kemana..?"


"Kau cerewet sekali cepatlah naik, kita akan fitting baju pengantin hari ini.."


"Hah Beneran saya kira pernikahannya akan dibatalkan dan rencananya nanti siang saya akan menemui tuan Zain dan akan membicarakannya..."


"Kau terlalu banyak bicara apa kau tidak malu kepada papaku saat ingin membatalkan pernikahan, ingat dia yang menyelamatkanmu dari rasa malu yang besar dan akulah korbannya, saatnya kau membalas budi kepadaku dengan cara menikah maka kita akan impas.."


"Apa tidak bisa balas budi lainnya..?"

__ADS_1


"Tidak ada dan cepatlah naik kau terlalu banyak bertanya.."


"Aku akan memakai mobilku sendiri.." tolak nya


"Apa aku harus turun dan menggendongmu masuk..."


Arkana sudah sangat kesal dengan gadis didepannya ini, keliatannya aja polos nyatanya sangatlah cerewet


"Tidak perlu tuan muda baiklah saya akan masuk..".


Tidak ada pembicaraan dalam mobil itu selalu saja hening tak ada yang mau mengalah untuk memecahkan keheningan itu hingga nada dering ponsel Arkana berbunyi.


"Halo ma.."


"Iya Arkana sudah menjemputnya.."


"Bicaralah kalau mama tidak percaya.."


Arkana menyerahkan ponselnya kepada Ayara dan Ayara langsung mengerti


"Assalamualaikum tante.."


”Rencananya saya akan fitting baju di Butik saya sendiri, saya sudah menyiapkannya seminggu yang lalu tinggal di cek apakah ukurannya pas atau tidak..."


"Wa alaikum salam.."


Ayara menyerahkan ponselnya kembali kepada Arkana dan ia ingat ketika Arkana meneleponnya .


"Dari mana tuan muda mendapatkan nomor hp saya..?"


"Tidak penting.."


Ayara mendengus kesal selalu jawabannya tidak memuaskan dan ia punya ide apakah pria arrogant ini juga tahu letak butiknya.


"Oh iya tuan muda kita akan fitting baju di Butik ku saja..Boutiq N.A.R" ucap Ayara namun tak mendapat respon dari Arkana.


15 menit akhirnya keduanya sampai Ayara terkejut bagaimana bisa tuan arrogant ini juga mengetahui letak butiknya padahal ia tak mengatakan jalannya.


"Anda hebat tuan muda bagaimana bisa anda mengetahui seluruh hidupku mulai dari letak Rumahku, nomor hp dan sekarang juga Butikku ..?"


Arkana terkejut bagaimana bisa ia lupa untuk pura-pura menanyakan letaknya saja, Ayara pasti tahu kalau Arkana sudah mengorek informasi tentangnya kau sangat bodoh Arkana.


"Tidak penting.."


"Tapi itu penting tuan muda saya hanya ingin tahu.."


"Ya sudah tanyakan saja pada rumput bergoyang.."


"Hahaha kau sangat lucu tuan muda.." Ayarapun tertawa mengejek


"Kau mengejekku...cepatlah turun sepertinya kau senang sekali berduaan denganku.."


"Ish kau terlalu PD Tuan.."


Ayarapun segera turun dari mobil sambil menggerutu sedangkan semua orang langsung terfokus padanya.


"Waw tuan muda Arkana tampan sekali dia..."


"Beruntung sekali wanita itu...Andai aku berada diposisinya..."


"Sudah tampan kaya pula paket komplit dah..."


Kasat kusut mulai terdengar dari pengunjung butik tatkala Ayara dan Arkana lewat.

__ADS_1


see you next time😘


__ADS_2