
jangan lupa follow autor🧟
Next...
Ayara benar-benar ketakutan ia berusaha mencari alasan yang lebih logis lagi
"Bukan hanya sekedar menafkahi apa kau bisa membahagiakan diriku tuan muda..?"
"Tentu saja itu hal mudah bagi seorang Arkana... Apa ada pertanyaan lain lagi nona Ayara kau seperti mengulur waktu saja"
"Hmmm saya ...saya tidak mengulur waktu..." Ucap Ayara tergagap
Arkana semakin memper erat pelukannya sehingga membuat Ayara sesak
"Tuan muda saya sesak tidak bisa bernafas...."
Arkana segera melepaskan pelukan itu tanpa aba-aba sehingga membuat Ayara hampir terjatuh jika tangan kekar itu tak segera menariknya, Ayara kembali mendekap dipelukan Arkana nafas keduanya sudah tak beraturan ditambah tangan gemetar Ayara yang menyentuh dada bidang Arkana yang membuat tubuh Arkana terasa memanas.
Arkana mulai menatap intens wajah Ayara mulai dari bulu mata lentik bola mata hitam yang pekat dan turun kehidung yang begitu mancung hingga tatapannya terhenti ketika melihat bibir ranum tipis milik Ayara yang begitu menggodanya ingin sekali ia menjamah dan merasakan manisnya bibir itu namun Arkana tak tega merasakan tubuh Ayara yang begitu gemetar .
"Sial mengapa tubuhku bereaksi aku akan terjebak dalam ideku sendiri nanti dan apa keistimewaan gadis ini mengapa ia seperti mempunyai daya tarik tersendiri padahal ia menggunakan pakaian yang tertutup sehingga tak memperlihatkan lekuk tubuhnya... Tapi mengapa aku begitu tergoda padanya"
Arghhhh ...Arkana mengerang dalam hatinya.
Akhirnya Arkana melepaskan pelukannya dan tertawa terbahak-bahak seluruh Ruangan terasa bergema oleh suara tawanya
Hahahhaa...haha ...kau sangat lucu sekali nona Ayara mengapa wajah mu sangat pucat apa kau ketakutan..? Hahaha.." tawa Arkana pecah
Ayara masih mematung ia tak mengerti dengan sikap Arkana
"Mengapa kau begitu ketakutan..hahaha...wajahmu pucat tubuhmu gemetar ...hahaha"
Akhirnya Ayara mengerti dengan sikap Arkana ia memang sedang mengejeknya.
"Hmmm apakah tuan muda mengerjai saya dari tadi...?"
"Tentu saja hahaha..... Kau kira aku mau bermalam pertama denganmu yang benar saja...hahaha"
"Syukurlah anda hanya mengerjai saya tadi saya benar-benar takut, tuan muda terlihat sangat menyeramkan..."
__ADS_1
Ayara bernafas dengan lega dan mendudukkan tubuhnya disofa kamar itu.
"Hahaha... Kau terlihat sangat lucu tadi, wajahmu pucat seperti orang mati hahaa..."
Tak henti-hentinya Arkana mengejek Ayara dengan tawanya yang begitu pecah
"Anda terlihat sangat tampan ketika tertawa..."
Arkana memberhentikan tawanya dan kembali memasang admosfer dingin diwajah nya.
"Aku tahu itu..."
"Tapi anda lebih tampan ketika tertawa dibandingkan anda berwajah dingin... Maka tertawalah setiap hari.."
"Aku memang tampan sejak lahir walau aku merubah mimik wajahku tetap saja diriku akan tampan kau saja yang baru tahu..."
"Tapi saya serius tuan muda anda lebih tampan ketika tertawa sedangkan ketika berwajah dingin kau seperti beruang kutub utara saja..."
Ayara memiliki ide
"Kau berani mengatai...." Ayara segera menutup mulut Arkana dengan jemarinya
Kini posisi mereka sangatlah dekat dan intim degup jantung Arkana berpacu lebih cepat ditambah Ayara mengelus- elus dada bidangnya yang membuat tubuhnya bereaksi dan terasa memanas...
Tak ada jawaban dari Arkana ia hanya diam mematung menatap wajah cantik didepannya hawa panas mulai menyelimuti tubuhnya dan lagi-lagi bibir tipis itu menjadi pusat perhatian mata Arkana.
Ayara memajukan wajahnya lebih dekat dengan bibir Arkana sedangkan Arkana langsung menundukkan wajahnya agar bisa digapai oleh Ayara yang lebih pendek darinya.
Saat Arkana hampir menggapai bibir Ayara si empunya berlari dan duduk kembali disofa dengan tawanya yang pecah.
"Hahaha... Aku berhasil membalasmu tuan muda hahaha...satu kosong satu kosong.." Ayara mengejek Arkana dengan gelak tawanya.
Sedangkan Arkana tidak bisa lagi menahan hasrat nya ia menghampiri Ayara yang sedang tertawa dan langsung menarik pinggangnya hingga kejadian tak terduga terjadi Arkana ******* bibir Ayara dengan sangat lembut ia tahu kalau Ayara pasti belum pernah berciuman dengan siapapun Arkana terus menggigit bibir Ayara agar ia membukanya namun Ayara tetap bungkam ia masih shok dengan tindakan Arkana ia memilih untuk diam hingga keduanya kehabisan oksigen barulah Arkana melepaskan pangutannya.
"Kau yang menggodaku lebih dulu nona Ayara..."
"Tapi saya hanya membalas..." Belum sampai Ayara menyelesaikan bicaranya Arkana kembali melahap bibir tipis itu dengan menekan ceruk leher Ayara yang ketika itu Ayara sedang membuka mulutnya Arkana menjelajahi isi mulut Ayara dengan sangat teliti tak ada ruang untuk ia lewati walau satu centi pun.
"Sial mengapa bibirnya begitu manis..."
__ADS_1
Ayara diam ia baru pertama kali merasakan sensasi berciuman dengan seseorang dan Arkana melakukannya dengan sangat lembut yang membuat Ayara tak munafik menikmatinya.
Arkana segera melepas pangutannya ia tak bisa berlama-lama bisa jadi ia akan hilaf dan tidak bisa mengendalikan dirinya ia segera masuk kedalam kamar mandi meninggalkan Ayara yang masih bernafas tersenggal-senggal.
Arkana benar-benar diserang hawa nafsu yang sangat berat ia berusaha menghilangkan hawa panas yang menjalar ditubuhnya dengan membasuh wajahnya dengan air dingin.
Kau sangat bodoh Arkana mengapa kau menyerangnya terlebih dahulu... Kau akan diolok nanti sama gadis aneh itu..bodoh bodoh bodoh kau Arkana...tapi mengapa gadis itu sangat menggoda padahal aku pernah melihat wanita yang paling seksi tapi aku tetap tak tergoda sama sekali gadis ini seperti memiliki magnet untuk selalu menarikku bisa gila aku lama-lama.
Sedangkan Ayara masih diam mematung sejak kepergian Arkana ke Kamar Mandi ia tidak habis pikir dengan kejadian tadi
"Bagaimana bisa aku menikmatinya... pasti pria arrogant itu akan mengejekku karena aku telah menikmati ciumannya ia pasti melihat ekspresi ku tadi..aduh Ayara mau taro dimana muka kau nanti..."
Ayara memilih membaringkan tubuhnya disofa dan memperbaiki kerudungnya yang miring akibat ulah Arkana
"Lebih baik aku tidur sebelum pria arrogant itu keluar...".
Arkana sudah meredakan hasratnya butuh 20 menit lamanya untuk meredakan hasrat yang bergelora itu akhirnya ia keluar dari Kamar mandi dengan wajah yang sudah fresh, Arkana melihat Ayara sudah tertidur di Sofa ia merasa lega karena selamat dari ejekannya ia melintasi Ayara dan naik ke atas ranjangnya sendiri, matanya kini sedang menatap gadis yang sedang tertidur pulas diatas sofa
"Damai sekali tidurnya terlihat sangat cantik dan indah dipandang..."
Arkana terus-menerus menatapnya kulit putih hidung mancung dan bibir tipis yang membuatnya mengingat kejadian aneh tadi ingin sekali ia mengulangnya namun ia segera menepis pikiran kotor dirinya
"Lebih baik aku tidur bisa gila aku memikirkannya..."
Arkana mematikan lampu yang membuat seisi Ruangan menjadi gelap yang sontak membuat Ayara berteriak naik ke atas ranjang dan berada tepat diatas tubuh Arkana. Arkana yang kaget dengan teriakan Ayara ingin duduk dari posisinya namun langsung ditabrak oleh tubuh mungil Ayara yang sontak membuatnya terlentang kembali. Degup jantungnya seperti dipompa tak beraturan Arkana merasa tubuhnya kembali diserang oleh hawa panas yang akan sulit diredakan
Deg..deg..deg
Ayara terus memeluk Arkana dengan sangat erat ia memiliki phobia atau trauma gelap dari kecil sedangkan Arkana berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Ayara ia tidak akan kuat jika berada diposisi begini terus.
"Apa yang kau lakukan... Menyingkirlah dari tubuhku kau sangat berat aku bisa mati tertimpa olehmu.."
"Tidak mau...nyalakan dulu lampunya.."
"Kalau kau memelukku seperti ini bagaimana aku akan menyalakan lampunya..."
Ayara melonggarkan pelukannya namun tetap tak menyingkirkan tubuhnya karena ia sangat ketakutan.
Arkana berhasil menyalakan lampu diatas nakas sedang Ayara tidak sadar dengan terangnya lampu ia masih setia memejamkan matanya.
__ADS_1
mohon like dan vote nya ya teman-teman🥺
see next time👋👋