Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)

Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)
Malam Pertama


__ADS_3

NEXT


"Oo..ya sudah lupakan apa panggilan yang cocok buat saya untuk anda..." Ayara menatap Arkana dengan penasaran


"Hmmm...apa yaa... Kau carilah sendiri aku dah ngantuk"


Ucap Arkana meninggalkan Ayara menuju kamarnya


"Ish dasar.. sudah dibantu juga..." Ayara mengerucutkan bibirnya dibelakang Arkana


"Aku tidak minta bantuan kau saja yang menawarkannya" timpal Arkana diujung tangga.


"Saya kan hanya menjalankan tugas sebagai seorang istri.. apakah salah?"


"Istri..?aku saja tak percaya kalau kau istriku.." Arkana menyunggingkan bibirnya sebelum benar-benar masuk ke dalam kamarnya


"Saya lebih gak percaya kalau anda suamiku..." Teriak Ayara dengan lantang.


****


Arkana sudah membaringkan tubuhnya di Kasur empuk yang bermerk Airland itu saat hendak menutup mata Ayara masuk dengan wajah kesalnya dan langsung masuk menuju kamar mandi dengan membanting pintu sangat keras.


"Kau punya masalah dengan pintu itu..?"


"Saya memang tak punya masalah dengan pintu ini tapi dengan pemiliknya..." Ucap Ayara dengan mengeluarkan kepalanya dan kembali menbanting pintu itu.


"Dasar gadis aneh...".


****


Ayara kebingungan dalam kamar mandi bagaimana bisa ia lupa tidak membawa baju ganti ke dalam kamar mandi dan lebih sialnya lagi ini kan Apertemen Arkana yang jelas tidak akan ada baju wanita disini.


"Aku harus bagaimana...? Aku akan tanya dulu pada pria arrogant itu"


Arkana sudah masuk kedalam dunia mimpinya namun terbangun dengan teriakan Ayara yang masih berada dalam Kamar Mandi


"Tuan ...tuan muda..."


"Ada apa dengan gadis aneh itu.... Mengapa ia berteriak dalam kamar mandi dan sudah 2 jam ia berada disana apa yang ia lakukan..?"


"Ada apa kau berteriak- teriak di sana hah...cepat keluar" teriak Arkana ia sudah sangat marah karena ada orang yang berani mengganggu tidurnya


sedangkan Ayara sudah sangat kebingungan didalam sana


"Apa aku harus meminta bantuan padanya..? Dan apakah dia akan mau membantuku rasanya tidak mungkin tapi aku tak punya pilihan lain selain dia aku sudah sangat kedinginan disini.."


Arkana merasa tak ada jawaban dari gadis dalam kamar mandi itu ia beranjak dari atas kasurnya menuju pintu Kamar mandi


"Mengapa aku jadi khawatir padanya.."


Arkana mengetuk pintu kamar mandi itu


"Apa yang kau lakukan disana sudah 2 jam kau berada disana, aku tak mau kau merepotkanku nanti..."


"Hmmm saya lupa bawa baju ganti kesini tuan muda, apa anda punya..?"


Arkana menghembuskan nafas lega akhirnya gadis itu bersuara juga entah mengapa ia sangat khawatir pada gadis aneh ini.

__ADS_1


"Apa kau gila mana mungkin aku punya baju wanita disini.. dasar aneh"


"Saya kan hanya sekedar bertanya mengapa anda marah"


"Cepat keluar kau tidak sopan berbicara denganku didalam kamar Mandi .."


"Baiklah saya akan keluar tapi bolehkan saya meminta handuk punya anda kerudung saya jatuh tadi dan basah kena air...?"


"Kau terlalu lebay...memang kenapa kalau kau tak berkerudung hah..?"


"Saya tidak biasa untuk itu..."


"Halah aku tidak akan nafsu kepadamu..." Ucap Arkana sambil mengambil handuk


"Nih handuk mu sudah ayo cepat keluar..."


"Kau harus menghadap kebelakang dulu..." Ucap Ayara gemetar


"Baiklah..ayo cepat ambil "ucap Arkana


Arkana akhirnya membalikkan tubuhnya karena ia tak tega mendengar suara gemetar gadis itu.


Terpaksa Ayara kembali memakai baju pengantinnya dan handuk untuk menutupi kepalanya, akhirnya Ayara keluar dari dalam kamar mandi dan terkejut mendapati Arkana masih berdiri didepan sana.


"Akhirnya kau keluar juga..."


"Mengapa anda tampak khawatir...?"


"Aku khawatir padamu..? Jangan harap mengapa kau tak langsung keluar saja ganggu orang tidur.."


"Masak saya harus keluar tanpa baju yang benar saja.."


"Saya terpaksa waktu itu fotografer menyebalkan itu yang memaksaku..."


"Tidak usah gengsi kau menikmati kan waktu itu.."


"Tidak tidak tidak ..menikmati dari mana akibat pipimu bibirku jadi ternodai "


Perdebatan akhirnya berhenti tatkala ada suara ketukan dari luar.


"Kau banyak bicara ..cepat kau temui kurir diluar aku sudah memesankan baju untuk mu.."


"Benarkah...kau baik sekali terima kasih tuan muda eh suamiku.." ucap Ayara kegirangan dan berlari keluar


"Suamiku..." Mengapa aku bahagia saat dia memanggilku dengan sebutan suamiku


"Arghhhhh... Bisa gila aku"


Ayara sudah menerima paket yang berisi 2 set baju gamis lengkap dengan kerudungnya ia berniat untuk berganti namun saat memasuki kamar ternyata Arkana sedang berada didalam kamar mandi.


"Apa anda masih lama tuan muda..? Saya ingin berganti pakaian..."


"Pakai kamar mandi dibawah saja disamping Dapur.."


"Ok...".


****

__ADS_1


Ayara sudah berganti pakaian ia memakai gamis lengkap dengan kerudungnya ia duduk di Ruang tamu sedangkan jam sudah menunjukkan pukul 10 malam .


Ayara merenungi nasib pernikahan kedepannya bagaimana bisa ia akan hidup bersama pria yang tidak ia cintai mengenalnya saja baru seminggu rasanya ia ingin ditelan bumi saja hingga ia terlelap disofa Ruang tamu mungkin karena lelah seharian tidak beristirahat sama sekali.


Arkana tidak bisa tidur karena menunggu Ayara yang tak kunjung datang entah mengapa perasaannya takut terjadi apa-apa pada Ayara sehingga ia tidak bisa lagi menunggunya dan pada akhirnya ia turun mencari Ayara ke Ruang tamu.


"Ternyata kau disini gadis aneh...kau enak-enakkan tidur disini sedangkan aku tidak bisa tidur mikirin kau disana , aku kerjain kau..."


"Hei bangun...enak sekali kau tidur aku sudah lama menunggumu di Kamar..."


Ayara tersentak dan terbangun dengan mengucek matanya


"Ada apa.." Ayara berucap dengan setengah kesadaran ia benar-benar dilanda kekantukan yang sangat berat


"Kau enak sekali tidur disini sedangkan aku sudah lama menunggumu di Kamar..."


"Buat apa anda menunggu saya tuan muda..."


"Apa kau lupa kalau malam ini adalah malam pertama kita..." ucap Arkana dengan tegas


Ayara langsung melototkan matanya kini kesadarannya langsung pulih seutuhnya sedang Arkana sudah naik tangga meninggalkan Ayara yang masih shok


"Cepat ku tunggu kau di Kamar jangan lama-lama..." Timpal Arkana diujung tangga sesampainya didalam Kamar Arkana tertawa terbahak-bahak dengan memegang perutnya karena kamar itu kedap suara jadi tidak akan kedengaran keluar


"Puas sekali rasanya mengerjai gadis aneh itu ia sangat shok dan ketakutan aku jadi tidak sabar mengerjainya lebih lanjut..."


Ayara masih mematung di Ruang tamu ia tidak menyangka kalau Arkana akan meminta haknya hari ini


"Bagaimana bisa ia meminta haknya sedangkan dia belum mengerjakan kewajibannya sebagai seorang suami tapi kalau aku menolak pasti alloh akan murka kepada ku dengan memberikan neraka padaku dan jelas aku tidak mau itu terjadi...."


Pikirannya masih berkecamuk namun Ayara memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar itu dan sampailah ia didepan pintu kamar, ia masih enggan untuk masuk dan masih mondar- mandir dengan perasaan gelisah ia sangat takut bertemu dengan Arkana yang terlihat sangat menyeramkan.


"Bismillah...apapun yang terjadi nanti hamba pasrahkan kepadamu ya robb.." ucap Ayara dan melangkah masuk


Terlihat Arkana masih memainkan ponselnya di tepi ranjang ia kembali melangkah dengan perasaan was-was


"Habislah kau Ayara kau tidak akan selamat hari ini.." ucap Ayara dalam hati


Arkana menaruh hp nya dan berjalan menghampiri Ayara ingin rasanya ia tertawa melihat gadis didepannya begitu ketakutan.


"Apa kau sudah siap nona Ayara...?"


"Saya...saya..saya.." Ayara benar-benar dilanda kegugupan karena baru sekarang ia bersama dengan laki-laki dalam satu kamar dan jaraknya pun sangat intim


"Mengapa kau begitu gugup...rilexs saja nona Ayara aku akan melakukannya dengan sangat pelan..." Ucap dengan suara lembut


Arkana sudah melingkarkan tangannya di pinggang Ayara hembusan nafas keduanya sudah tidak teratur bau harum dari tubuh Ayara sudah masuk ke indra penciuman Arkana.


"Tapi saya belum siap tuan muda..."


"sayangnya aku tidak mau mendengar alasanmu dan tentu saja kau tahu tentang hak dan kewajibanmu sebagai seorang istri bukankah agama mu telah mengajarimu tentang itu..."


"Tapi kau belum melaksanakan kewajibanmu tuan muda ..."


"Baiklah aku akan melaksanakan kewajibanku sebagai seorang suami bukankah kewajiban seorang suami menafkahi istrinya secara lahir dan batin aku bisa memberikan itu..."


Ayara seperti di skakmat oleh Arkana ia tak menyangka kalau Arkana mempunyai jawaban yang tidak bisa dibantah.

__ADS_1


Like dan vote nya yaa gess🥺


See you next time👋👋


__ADS_2