
sebelum lanjut jangan lupa like,vote dan simpan di favorit kalian ok👍
dan lihat profil autor ada apa ok👌
Next
Arkana berjalan didepan meninggalkan Ayara yang masih tertinggal dibelakang, sedangkan Ayara berjalan cepat mengikuti langkah Arkana.
Suasana sangat sepi dan gelap hanya temaram lampu remang-remang yang menyinari langkah mereka.
Mereka berdua memasuki lift, keduanya sama-sama diam tak ada yang mau mulai bicara.
Setelah keluar dari lift saat mau menuju loby, Ayara merasa ada sesuatu dikakinya, wajahnya langsung pucat saat melihat seekor kecoa melintas di kakinya
"Aaaa kecoa..." Teriaknya sambil menarik jas
Ayara melompat-lompat sambil memegang lengan Arkana, sedangkan Arkana mematung saat gadis itu memegangnya.
"Hey diamlah....ini sudah malam nanti orang berpikir apa tentang kita.."
Ayara segera menutup mulutnya tak bersuara ia masih shok dengan kehadiran kecoa menjijikkan itu.
"Dan tanganmu... mau sampai kapan kau memegang lenganku.."
Ayara kaget dan langsung melepas genggamannya seraya berkata
"Maaf tuan muda saya tidak sengaja...saya hanya refleks tadi..." Ucap Ayara menundukkan kepala
"Alasan..." Ucap Arkana meninggalkan Ayara namun sesungging senyuman tercipta dibibir nya.
"Saat sampai didepan parkiran Ayara hendak masuk kedalam mobilnya namun perintah Arkana membuatnya mengurungkan niatnya itu.
"Masuklah dalam mobil akan saya antar kau pulang..ini sudah larut malam tak baik perempuan pulang sendirian bahaya" Ucap Arkana datar
Ayara berpikir sejenak
"Cepatlah masuk kau terlalu banyak berpikir.."
"Bagaimana dengan mobil saya tuan muda...?"
"Akan saya suruh orang untuk mengantarkannya ke rumahmu..."
"Tidak usah tuan muda akan saya ambil besok pagi saja, saya tak mau merepotkanmu..."
"Baiklah...cepat masuk kau terlalu banyak bicara.."
Ayara segera berlari masuk kedalam mobil Arkana sebelum pria itu meninggalkannya.
Saat Ayara hendak masuk mobil di bagian belakang, Arkana kembali bersuara
__ADS_1
"Duduk di depan saya bukan sopir mu..."
"Tapi tuan muda kita bukan muh.." ucapan Ayara terpotong oleh Arkana
"Kau banyak bicara sekali...apa mau saya tinggalkan"
Ayara segera masuk di samping pengemudi tepatnya disebelah Arkana karena Ayara juga takut untuk pulang sendirian mengingat ini sudah malam pasti jalanan akan sepi.
Terjadi keheningan dalam mobil itu hanya deru mesin yang berbunyi jalanan pun juga sudah sepi tapi Arkana sangat santai mengemudi tak mengebut sama sekali, ingin rasanya Ayara bertanya mengapa tak mengebut namun ia tahan karena pasti pria ini akan marah.
Ayara memilih diam dan menatap lurus ke depan hingga ia tak sengaja tertidur, Arkana pun yang melihatnya tersenyum, entah mengapa kelakuan gadis di sampingnya ini selalu bikin ia tersenyum, Arkana melambatkan mobilnya agar Ayara tidak terganggu .
"Gadis ini cepat sekali tidur.." gumam Arkana
Sampailah Arkana didepan rumah Ayara, Arkana memang sudah tau letak rumah Ayara dari Roni yang menyuruhnya menyelidiki identitasnya waktu itu.
Ayara terbangun dan kaget saat mengetahui dirinya sudah sampai di depan Rumah nya.
"Bagaimana bisa kau mengetahui letak rumahku..."
"Saya mengetahui semua tentang orang yang menanam saham di perusahaan ku..."
Arkana sudah mengetahui kalau Ayara akan menanyakan hal itu .
"Dan mengapa kau tak membangunkan ku..."
"Apa kau tak mau turun dari mobil ku nona Ayara..."
"Kau memang selalu pintar mengalihkan pembicaraan tuan muda Arkana..."gumam Ayara sambil turun dari mobil lamborgini itu.
"Terima kasih banyak tuan muda..."
Arkana tak menjawab dan langsung melesat pergi meninggalkan Ayara, sedangkan Ayara sudah sangat kesal karena Arkana tak menjawab ucapan terima kasihnya.
"Menyebalkan.."
Esok paginya Ayara sudah bersiap pergi ke kantor Arkana untuk mengambil mobilnya dan tak lupa ia membawa undangan pesta pertunangannya untuk Arkana.
Ayara memakai gamis polos warna maroon yang sangat cocok dengan warna kulitnya yang putih dipadu hijab segitiga warna biru telur asin yang tampak begitu cantik dan elegant saat dipakai dan tak lupa sepatu sneakers yang menyempurnakan penampilannya.
Ayara memang tidak terlalu suka dengan sepatu high heels karena kakinya akan sakit jika terlalu lama dipakai.
Ayara sudah sampai didepan kantor Arkana group dengan menggunakan taxi, ia memasuki kantor Arkana dan tak sengaja bertemu dengan Roni sang asisten nya Arkana.
"Selamat pagi...bolehkah saya meminta tolong padamu..", ucap Ayara lembut
Sedangkan Roni masih mematung melihat penampilan Ayara yang sangat begitu cantik Hingga ia tersadar saat Ayara melambai-lambaikan tangannya didepan wajahnya.
"Pagi nona Ayara....tentu saja boleh, apa yang bisa saya lakukan"
__ADS_1
"Saya mau nitip undangan buat tuan muda Arkana tolong disampaikan, ini undangan pesta pertunangan saya dan kamu juga saya undang..." Ucap Ayara sambil mengambil undangan didalam tas nya.
Roni sudah mengetahui perihal pertunangan Ayara dan Alexs namun ia berpura-pura tidak tahu.
"Selamat atas pertunanganmu nona Ayara saya akan merasa terhormat bila datang ke acara pestamu dan saya mengucapkan terima kasih atas undangannya namun apakah lebih baik nona Ayara langsung mengundangnya sendiri kepada tuan muda Arkana ...." Ucap sang asisten panjang lebar
"Hmm apakah ia tidak sibuk..?"
"Tidak ..tuan muda tak ada meeting pagi ini..."
"Baiklah.."
Ayara sudah sampai didepan ruangan Arkana, sang asisten masuk terlebih dahulu sedangkan Ayara menunggu diluar
"Selamat pagi tuan muda, apakah pagi ini anda sibuk..?"
Arkana mengernyitkan dahi seraya berkata
"Tidak.." ucapnya datar
"Apakah tuan muda bersedia menemui nona Ayara diluar..beliau mempunyai keperluan kepada anda.."
Entah mengapa saat mendengar nama Ayara, Arkana seperti mempunyai energi yang berbeda, ia kira Ayara akan langsung pergi setelah mengambil mobilnya.
"Hmm.."
Asisten Roni pun keluar memanggil Ayara, Ayara segera masuk setelah mengetuk pintu dan permisi .
Arkana tak berkedip menatap gadis didepannya itu
"bagaimana bisa ia secantik dan se anggun itu dengan memakai pakaian yang sesederhana dan selonggar itu..." gumamnya
Namun Arkana segera sadar dan memasang wajah dinginnya kembali.
"Selamat Pagi tuan muda Arkana..."
"Pagi.."
"Baiklah kedatangan saya kesini ingin mengundang anda secara langsung ke pesta pertunangan saya yang akan diselenggarakan 6 hari lagi, saya berharap anda bisa menghadiri pesta tersebut dan suatu kehormatan bila anda dapat menghadirinya.." ucap Ayara sambil mengulurkan kertas undangan.
"Saya tidak janji.." ucapnya
Seperti kehilangan energi...Arkana tidak senang mendengar ucapan Ayara.
Ayara kesal dan cemberut mendengar ucapan Arkana sedangkan Arkana ingin sekali tertawa melihat wajah cemberut Ayara yang begitu menggemaskan namun ia tahan demi menjaga imagenya.
see you next time
hey para readers dapat undangan nih dari Ayara mohon kehadirannya katanya😂😂
__ADS_1
halu bersama🥴
~pena misterius~