
sebelum baca jangan lupa simpan difavorit dulu agar tahu saat cerita ini up ok👍 lanjuuuuuut🤭🤭
NEXT....
Entah mengapa Arkana merasa Rindu pada sosok Ayara ingin sekali ia segera pulang menemui istri cantiknya ia masih terngiang-ngiang dengan ucapannya
"Aku menunggumu suamiku..."
"Ah... Sial"
Sang Asisten masuk membuyarkan lamunan Arkana
"Maaf tuan muda diluar ada pak Rahman dan istrinya sekaligus mertua Anda ingin bertemu dengan Anda apa anda bisa menemuinya..."
Arkana kaget dengan kedatangan mertua di Kantornya.
"Bodoh sekali kau.. cepat suruh masuk "
"Baik tuan muda..."
Pak Zain memasuki Ruangan Arkana seorang diri
"Assalamualaikum..."
"Wa alaikum salam.. gimana kabarnya pak? Ibu dimana kok tidak masuk..?"
"Alhamdulilah sehat nak ... Ibu menunggu diluar saja katanya lagi pula Ayah yang punya perlu pada kamu... Panggil Ayah saja seperti Ayara.. gimana kabar Ayara??"
"Ayara sehat yah Silahkan duduk ... "
"Terima kasih ..."
"Hmm.. baiklah apa tujuan ayah kesini .."
Terlihat diwajah tua itu terdapat gurat kesedihan yang mendalam
"Ayah hanya mau bilang terima kasih atas segala kebaikan mu dan keluargamu mungkin tanpa bantuan keluarga mu kami sekeluarga akan menanggung malu seumur hidup apalagi Ayara reputasinya akan hancur beserta usahanya dan kamu adalah penyelamat keluarga kami... Ayah tidak tahu caranya berterima kasih padamu dan keluargamu Ayah hanya bisa berdoa untuk kebaikan keluargamu..."
"Ayah tidak perlu sungkan seperti itu kita sudah menjadi keluarga dan doa Ayah sudah cukup untuk kami apa ada hal yang lebih besar daripada doa..? Hadiah mahal pun tak akan cukup untuk membeli doa seorang Ayah bukan begitu...?"
Pak Rahman tersenyum mendengar ucapan Arkana
"Kau memang menantu yang terbaik... Ayara pasti beruntung memilikimu..."
"Tidak juga begitu Ayah..." Ucap Ayara cengngengesan
"Ayah akan doain kalian semoga pernikahan kalian sakinah mawaddah warahmah sampai maut memisahkan... Oh iya besok pagi Ayah dan ibu akan berangkat umroh kau datanglah bersama Ayara untuk mengantar kami ke Bandara..."
"Mengapa mendadak...? Apa Ayara sudah tahu..?"
"Ayara memang tidak tahu tapi kami sudah merencanakan sebelummya..."
"Hmm... Baiklah besok pagi kami akan datang dan mengantar Ayah ke Bandara.."
"Terima kasih nak... Apa kau mau menuruti permintaan Ayah..?"
"Tentu saja.... Katakan apa itu..?"
__ADS_1
"Ayah minta jagalah Ayara ketika kami tidak ada bahagiakan dia selama menjadi istrimu... Ayah tahu kau menikahi Ayara hanya karena sebuah paksaan tapi Ayah yakin kaulah jodoh Ayara sebenarnya saya tidak memintamu untuk berjanji tapi ini permintaan seorang Ayah kepada menantunya jika kelak kau tidak bahagia bersama Ayara dan cerai merupakan salah satu jalan keluar maka tetaplah jagalah dia seperti adikmu Ayah memohon padamu..."
"Mengapa Ayah bicara seperti itu... Ayah akan kembalikan?"
"Apa kau mau mengujudkannya..?"
"Baiklah saya akan coba memenuhi permintaan Ayah.."
"Terima kasih nak... Ayah akan pulang sekarang, Ayah percayakan Ayara pada nak Arkana..."
"Sama-sama yah... Mari Arkana antar pulang"
"Tidak usah nak kau pasti banyak pekerjaan Ayah akan pulang naik taxi saja.."
"Tidak merepotkan kok yah Arkana juga akan pulang jadi bareng saja.."
"Baiklah jika kau memaksa..."
Akhirnya Arkana mengantar pulang mertuanya ia menolak untuk mampir karena ia sudah sangat rindu dengan sosok istrinya itu, sekitar pukul 15:00 Arkana sampai di Rumah tidak biasanya Arkana pulang se sore ini biasanya dia akan pulang sangat malam atau hampir maghrib dan benar saja Ayara sudah berdiri didepan pintu , saat Ayara mendengar suara deru mobil Arkana ia segera turun dari Kamarnya.
"Assalamualaikum tuan muda..." Ucap Ayara menyalimi Arkana dan mengambil tas kerjanya dan tak lupa senyum manis diwajahnya
"Wa alaikum salam... Kau benar menungguku pulang?"
"Tentu saja buktinya aku berdiri menyambutmu..."
"Kau ini... Papa dan mama kemana?"
"Keluar tadi... Makanya aku memanggilmu tuan muda"
"Maksudnya..?" Ayara mengernyitkan dahi nya tanda tak mengerti
"Iya.. aku ingin kau memanggilku tidak dengan sebutan tuan muda.."
"Terus.."
"Panggil dengan sebutan lain...."
"Contohnya..." Timpal Ayara tersenyum
"Ya contohnya seperti tadi pagi..."
"Apa kau mau ku sebut dengan sebutan mas atau sayang a..tau.. suamiku pilih saja.."
"Itu terserah kau... Pokoknya harus ganti"
"Kalau aku tidak mau..."
"Apa kau berani melanggar perintah suamimu...?"
"Tentu saja tidak... Aku hanya lebih nyaman memanggilmu tuan muda apa ada yang salah..?"
"Tidak...." Ucap Arkana kecewa dan memasuki Kamar mandi, mereka memang sudah sampai di Kamarnya.
"Ada apa dengan pria arrogant itu.. au ah bodo amat".
Setelah Arkana selesai mandi ia menggelar sajadahnya untuk sholat ashar ia sudah belajar sedikit mengenai sholat ia juga tidak terlalu lupa dengan gerakan sholat sedangkan Ayara kaget apa yang dilakukan Arkana.
__ADS_1
"Apa kau sudah sholat ashar..?" Tanya Arkana membuyarkan keterkejutan Ayara
"I...iya aku sudah sholat tadi.."
"Hmm baiklah... "
Ayara melihat gerakan sholat Arkana ia terlihat begitu tampan ketika memakai kopiah dan sarung auranya berkali-kali lipat memancar dari biasanya.
"Andai pernikahan ini sungguhan mungkin aku akan jadi wanita paling beruntung di Dunia ini.." Tak terasa air mata Ayara menetes dipipinya
Arkana telah menyelesaikan sholatnya ia menghampiri Ayara duduk di Ranjang, Arkana mengernyitkan dahi melihat air mata Ayara dipipi nya.
"Apa kau menangis..?"
"Hah... Tidak aku tidak menangis.." ucap Ayara gelagapan ia segera mengusap air mata dipipinya.
"Hmmm... Oh iya tadi orang tua mu datang ke Kantorku"
"Benarkah..? ngapain..? Apa ia bertanya tentangku ? Apa yang ia bicarakan padamu..? Mengapa ia tak meneleponku dulu.." ucap Ayara antusias
"Berhentilah nyerocos.. bertanyalah satu persatu .."
"Baiklah apa tujuan ia datang ke Kantormu..?'
"Ia berkata padaku kalau ia akan berangkat umroh besok dan kita harus mengantarnya ke Bandara.."
"Hah .... Mengapa mendadak sekali?" Kaget Ayara
"Katanya tidak mendadak mereka sudah merencanakan sebelumnya mereka hanya tidak bilang saja padamu.."
"Benarkah... Mengapa mereka memberi tahumu lebih dulu dibanding aku...?
"Entah..."
"Aku akan menelepon mereka..."
"Silahkan... Aku keluar dulu ngambil minuman.."
Ayara mencekal tangan Arkana ketika hendak berdiri, Arkana merasakan lembutnya tangan itu menyentuh kulitnya ia menoleh kepada Ayara.
"Kau duduklah aku akan mengambilkan nya untukmu, aku istrimu kau bebas menyuruhku semau mu karena ini kewajibanku sebagai seorang istri.."
Arkana tercengang mendengar perkataan Ayara
"Katanya kau mau menelepon orang tuamu..?"
"Nanti saja ..tugas istri jauh lebih penting.." timpal Ayara mengedipkan matanya dan berlalu keluar Kamar.
"Sial.... gadis itu pakek guna-guna apa hingga hatiku selalu tidak bisa dikondisikan hatiku selalu bergetar tatkala dekat dengannya, sebuah rasa yang tidak bisa ditebak dan mustahil menghampiri diriku apa ini yang dinamakan jatuh cinta..?? Tidak... Tidak mungkin mana mungkin seorang Arkana Wijaya Zain terpikat dengan cewek aneh seperti dia pria dengan slogan anti lengket hanya ditaklukan oleh seorang gadis aneh kan tidak lucu rasanya..."
Arkana sebisa mungkin menyangkal perasaannya pada Ayara.
stop dulu guys....
terima kasih untuk para readers yang telah membaca hasil tulisan gabut pena misterius😂😂 saya sebagai autor sekali lagi mengucapkan thank you very much😘
see you next time👋👋 jangan lupa like vote dan komennua agar cerita ini tidak berhenti ditengah jalan dadada👋👋
__ADS_1