Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)

Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)
"Sayang.."


__ADS_3

jangan lupa like dan vote nya ya gess๐Ÿ˜˜


Next.....


Mobil sudah terparkir didepan Apartemen, mobil seharga 7 triliun dengan merk Mclaren FI LM-spes supercar itu merupakan hadiah pernikahan dari tuan Zain kepada Arkana yang dikirim langsung oleh pihak pemiliknya sedangkan Ayara mendapat hadiah yang berupa saham .


Keduanya sudah menuju ke Kediaman Wijaya Zain tak ada pembicaraan dalam mobil itu hingga Ayara memecah keheningan


"Siapa nanti yang akan membereskan Apartemen anda.."


"Aku sudah menelpon pembantuku untuk datang membereskannya..."


"Owh.. apa pembantu mu juga yang berbelanja mengisi kulkas itu..?"


"Hmm.."


Pembicaraan berakhir dan terjadi keheningan lagi hingga sampai ke Rumah Arkana.


Ayara turun dari mobil dengan memijakkan kaki di Rumah Arkana yang baru pertama kali ia datangi. Sungguh Ayara tak bisa menutupi kekaguman pada Rumah didepannya Rumah yang menjulang tinggi dengan interior mewah yang terkesan sangat menarik, Ayara langsung disambut oleh pelukan hangat dari Sandra mama mertuanya.


"Akhirnya kau datang juga nak... Ayo masuk" ucap mama Sandra sambil menggandeng tangan menantunya.


"Apa anakmu tidak mau kau sambut...?"


Arkana kesal karena biasanya mamanya selalu menyambutnya ketika ia pulang.


"Arkana kau sudah menikah bukan mama lagi yang akan menyambutmu tapi istri mu.."


"Ish.... Kau telah mengambil milikku gadis aneh tunggu pembalasanku.." gerutunya


Kini semuanya sudah berkumpul di Ruang tamu tampak pak Zain sudah menunggu kedatangan mereka.


"Maaf kami datang terlambat.. kami bangun kesiangan tadi" ucap Arkana membuka pembicaraan


Mama dan papanya beradu pandang kemudian tertawa berbarengan


Hahahaha.... Haha..haha..haha


Arkanapun terkejut dengan tawa papanya karena hampir bertahun-tahun ia tak pernah tertawa terakhir kali ia dengar 10 tahun yang lalu karena kakek dan nenekku yang merupakan orang tuanya datang kesini setelah itu ia tak pernah tertawa lagi dan hanya berwajah sangat dingin saja.


"Apa aku salah bicara mengapa mama dan papa tertawa.."


Sedangkan Ayara kaget ternyata tuan Zain tak semenyeramkan apa yang ia inspektasikan.


"Kau lucu sekali nak... Dalam masa pengantin baru sudah biasa dengan orang yang terlambat bangun kau ada-ada saja..."


Giliran Ayara dan Arkana yang beradu pandang mereka langsung mengerti dan langsung membantahnya secara berbarengan.


"Bukan begitu... Kami" suara mereka terhenti dengan ucapan Zain


"Kami memakluminya... Kami aslinya yang meminta maaf karena telah mengganggu masa pengantin kalian.."


"Itu tidak benar mama.." ucap Arkana emosi


"Sudah.. sudah kalian mau honeymoon kemana..?"

__ADS_1


Ayara dan Arkana kembali beradu pandang kini giliran Ayara yang membantah


"Tidak usah tuan Zain.. kami masih sibuk dengan urusan masing-masing sebaiknya nanti saja.." dengan suara lembutnya Ayara menolak secara tidak langsung


"Nak... Panggil dengan sebutan papa dan mama seperti Arkana apa kau lupa.."


" maaf pa..pa.. saya kurang kebiasaan "


"Hmm... Jangan salah bicara lagi.. Ya sudah kapan kalian siap bilang kepada papa biar papa yang akan menyiapkannya..."


"Baik pah.." ucap Arkana dan memaki papanya "Ia sepertinya sengaja...".


"Ya sudah kalian istirahat sana pasti kalian capek dari kemaren hingga semalam kan.." goda Sandra


"Oh iya Ayara.. kopermu sudah ada di Kamar Arkana dan sudah dibereskan oleh pelayan.."


"Oh iya ma terima kasih... Kami pamit"


Kini keduanya sudah sampai didalam Kamar mereka, Kamar yang tak jauh berbeda dengan kamar yang ada di Apartemen itu namun lebih besar dan lebih terkesan mewah dibanding kamar Apartemen.


Arkana menghempaskan tubuhnya di kasur yang ber merk king koil yang kualitasnya sudah terakreditasi A sungguh benar-benar konglomerat Ayara membuka lemari dan ternyata bajunyapun sudah tertata rapi disana.


"Mana nama panggilan untukku..?" Tanya Arkana


"Sebenarnya saya tidak menyiapkannya saya bingung mau manggil apa kepada anda..." Timpal Ayara cengngengesan.


"Kau sudah berani membohongi suami mu..."


"Tidak... saya tidak berbohong hanya sekedar iseng hihihi... kalau anda sendiri apa nama panggilan untuk saya?"


"Anda sama saja tuan muda... Baiklah apa kiranya nama yang cocok untuk kita pakai nanti .."


"Kau terlalu lebay nona Ayara panggil saja.. mas, honey atau sayang gimana itu saja dipikirin.."


"Hah... Yang benar saja saya tidak mau pokoknya cari panggilan yang lain.. enak saja"


"Itu terserah kamu... Saya ngantuk jangan ganggu aku"


"Sayang... Rasanya ingin muntah"


Ayara duduk di Sofa Ruangan itu dengan menatap Arkana yang sedang terlelap diatas kasur empuk miliknya.


Benarkah ia suamiku... Rasanya seperti mimpi saja aku memang mengaguminya siapa yang bisa menolak pesona seorang milyader muda seperti nya namun ketika disuruh memilih aku ingin lebih tak mengenalnya karena ia aku terjebak dalam pernikahan palsu ini tapi aku berusaha ikhlas dengan takdir alloh dan aku menjadikan pernikahan ini sebagai ladang ibadah dengan ridho alloh.


"Sekedar mengagumi namun tak mencintai..".


****


Makan malam dikeluarga Wijaya Zain terasa lengkap karena sosok anak perempuan yang didambakan dari dulu oleh keluarga itu dilengkapi oleh Ayara menantunya.


"Akhirnya mama punya juga anak perempuan...." Ucap mama Sandra setelah semuanya selesai makan.


"Apa mama menyesal memiliki anak laki-laki seperti ku.."


"Seandainya papa bisa memilih lebih baik punya anak perempuan seperti Ayara dari pada punya anak seperti kau.." bukan mama Sandra yang menjawab melainkan papa Zain.

__ADS_1


"Hissh ...."


"Papamu hanya bercanda nak..." Timpal mama Sandra tertawa sedangkan Ayara hanya diam melihat adegan didepannya.


"Oh iya ngomong-ngomong apa nama panggilan kalian berdua kok mama seperti tak mendengar sapaan kalian.."


"Kami... Kami." Ucap Ayara tergagap dan langsung dipotong oleh Arkana


"Sayang.. ya nama panggilan kami itu benarkan sayang..?" Jawab Arkana melihat Ayara


"Sayang.. iya sayang..." Seperti ada yang menggelitik diperut Ayara tatkala ia mengucapkannya rasanya ia ingin tertawa dan muntah didepan Arkana sekarang.


"Menyebalkan"


""Oh ternyata anak mama yang dingin dan kaku ini bisa juga romantis..." Goda mama Sandra


Sedangkan papa Zain sudah menebak kalau anak dan menantunya sedang berbohong.


"Kami permisi ya mah pa mau keatas dulu.." ucap Ayara menarik tangan Arkana


"Iya silahkan kami tak akan mengganggu masa pengantin kalian ... " Timpalnya


Sedangkan Ayara menarik tangan Arkana sampai keatas dan yang ditarik hanya mematung melihat tangan mungil yang sedang menariknya.


"Apa yang kau katakan tadi..? Apa tidak ada panggilan lain selain itu?"


Arkana mendengus dan duduk di ranjangnya


"Kenapa dengan panggilannya apa kamu suka..?"


"Hah suka dari mana saya aja geli dengarnya.."


"Mengapa kau marah seharusnya aku yang marah karena kau telah mengambil perhatian dari orang tuaku sejak kau kesini..."


Ayara mengernyitkan dahinya tanda tak mengerti


"Terus aku harus memanggilmu apa.." timpal Arkana lagi


"Entah... Saya juga bingung?"


"Kau itu keras kepala ya jangan memakai bahasa formal kepadaku.." ucap Arkana karena setiap Ayara memakai bahasa formal ia seperti orang asing dan Arkana tidak suka itu


"Jika kau tetap memakai bahasa formal kepadaku kau akan ku hukum dan ini adalah perintah dari seorang Arkana sekaligus suamimu..."


Ayara memutar bola matanya malas


"Baiklah suamiku aku akan menuruti semua perintahmu.."


Setelah mengucapkan itu Ayara pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan wajahnya sebelum tidur. Sedangkan Arkana sangat bahagia entah kenapa saat Ayara memanggil sebutan suamiku kepadanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik diperutnya.


Ayara sudah selesai dengan ritualnya ia tetap menggunakan gamis lengkap dengan kerudungnya dengan wajah yang sudah fresh dan pada saat ia hendak duduk ia kebingungan mencari sofa di Kamar itu sedangkan Arkana sudah berbaring dengan memainkan handphonenya.


"Tuan muda dimana sofa di Kamar ini mengapa tiba-tiba menghilang..?"


Arkana yang sedari sibuk dengan handphone nya beralih menatap Ayara.

__ADS_1


see you next time๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹


__ADS_2