
NABILA AYARA RAHMAN
(Ayara nya malu guys untuk memperlihatkan wajahnya kepada para readers๐)
Sepatu sneakers kesukaan Ayara.
ARKANA WIJAYA ZAIN
(Jatuh cinta....??? Rasanya tidak mungkin)
Begitulah visualnya gess.....
Next
*****
Pukul 03:00 Ayara terbangun karena hari ini ia akan mandi suci setelah bersih dari datang bulannya, ia merasakan sesak nafas seperti tertimpa sesuatu diatas tubuhnya.
Ayara membuka matanya dan terkejut saat pertama kali Arkana menjadi pemandangan utamanya ia tak langsung melepas diri melainkan menatap wajah tampan suaminya.
"Kau sangat tampan suamiku wajah putih hidung mancung dan rahang yang keras siapa pun yang memilikimu pasti akan merasa beruntung tapi sayang kau terlalu arrogant dan dingin untuk dimiliki.."
Ayara segera melepaskan diri dari pelukan Arkana namun semakin ia memberontak semakin erat juga pelukan dari Arkana
"Tuan muda lepaskan tanganmu aku ingin ke Kamar Mandi.." ucap Ayara, Ayara sadar ia tak berhak untuk marah kepada Arkana karena ia suaminya dan berhak sepenuhnya atas dirinya.
Tak ada jawaban dari pria tampan itu ia terlihat sangat damai dalam tidurnya.
"Tuan muda.... Aku sesak tidak bisa bernafas tanganmu terlalu berat untuk tubuhku yang kecil..."
Barulah Arkana membuka matanya dan langsung menabrak retina mata Ayara keduanya masih saling pandang hingga Ayara memutus kontak terlebih dahulu
"Cepat singkirkan tanganmu tuan muda... Aku sudah sangat sesak..."
"Ish... Jangan G-R aku kira kau bantal gulingku"
"Yayaya... Aku percaya padamu aku tak mau berdebat dengan kau sepagi ini.." ucap Ayara meninggalkan Arkana masuk ke kamar mandi
"Tumben dia tak banyak bicara tapi untung saja ia langsung percaya... Kali ini aku selamat ".
Ayara sudah menyelesaikan ritual mandinya ia keluar dari kamar mandi tepat azan subuh berkumandang ia segera menggelar sajadahnya dan melihat Arkana masih berbaring memainkan handphonenya ia tak peduli ia sudah sangat rindu Robb nya karena sudah seminggu ia tak bersujud pada nya.
Hati Arkana terasa bergetar melihat Ayara sedang sholat ia bertambah mengagumi sosok istrinya yang sangat taat pada tuhannya sedangkan dirinya sudah lama tak melakukan ibadah ia bahkan sampai lupa kapan terakhir ia sholat, memalukan bukan.
__ADS_1
Matahari sudah mulai menampakkan sinarnya hingga menembus gorden kamar itu dan Ayara masih enggan untuk meninggalkan sajadahnya itulah hal yang dilakukan Ayara setiap suci dihari pertamanya, Arkana sudah memasuki kamar mandi barulah Ayara mengakhiri dzikirnya dan menyiapkan pakaian untuk Arkana.
Arkana keluar dari kamar mandi menggunakan bathrob atau jubah mandi karena tahu Ayara pasti tidak suka kalau dirinya hanya memakai handuk biasa.
Hmmm.. tuan muda bolehkah aku hari ini pergi ke Restorant...?
"Tidak boleh kata mama kau harus berada di Rumah bersama mama.."
"Sampai kapan..?"
"Entahlah.."
"Hmm baiklah aku akan turun sebentar..."
Ayara turun dari kamarnya dan melihat banyak pelayan sedang melakukan pekerjaannya masing-masing Ayara langsung menuju dapur untuk melihat apa yang sedang dimasak oleh para Choki terhebat itu sekitar ada 3 orang disana
"Apa saya bisa membantu kalian..?"
Mereka langsung berhenti dan membungkukkan badannya pada Ayara
"Tidak usah nona muda ini pekerjaan kami anda silahkan menunggu di Meja makan saja.."
"Kalian tidak perlu menghormatiku seperti itu panggil Ayara saja padaku..."
"Kami tidak berani nona muda ini sudah ketentuan di Rumah ini.."
"Baiklah saya pergi keatas dulu kalian lanjut saja memasak dan jangan terlalu menghormati ku seperti itu kalian lebih tua dariku...permisi"
"Silahkan nona muda Ayara.." serempak mereka.
Ayara kembali ke Kamar dan melihat Arkana masih sibuk dengan handphonenya mungkin karena sudah 2 hari ia tidak ke Kantor makanya tugasnya menumpuk.
"Apa yang akan aku lakukan di Rumah sebesar ini nanti jika aku tak pergi ke Restorant tidak ada pekerjaan yang bisa aku lakukan disini semuanya sudah terurus.."
Ucap Ayara mengeluh
"Kau tinggal duduk manis saja disini apa susahnya lagi pula semua wanita ingin berada diposisi mu duduk manis di Rumah menunggu kedatangan suami pulang...gitu aja repot"
"Ya aku tahu tapi aku akan merasa bosan nanti apalagi menunggu kedatanganmu pulang membosankan sekali bukan..."
"Ish... Ya sudah ayo pasangkan dasi padaku.."
"Aku.. kau kan bisa"
"Apa gunanya punya istri jika tidak disuruh ayo cepat pasangkan..."
"Hmm baiklah.."
Ayara memasangkan dasi pada Arkana
__ADS_1
"Sudah selesai... Sebentar aku akan mengambilkan sepatu untuk mu"
Arkana melihat ketulusan diwajah itu andai pernikahan ini sungguhan mungkin Arkana akan menjadi pria yang sangat beruntung di Dunia ini bodoh sekali Alexs menyia-nyiakan wanita sebaik dia demi wanita ****** seperti Sintya, Arkana memang sudah tahu dibalik gagalnya pertunangan Ayara disebabkan oleh Sintya makanya Arkana mengirim Sintya ke luar Negeri selama setengah bulan dan tentu ia tidak menolak karena ambisinya terlalu besar menjadi seorang model apalagi ditawarkan oleh perusahaan Arkana group yang tentunya sangat mudah untuk menjadi terkenal namun Arkana tak sebodoh itu ia masih ingin bermain-main dengan Sintya karena ulahnya ia terjebak dalam pernikahan konyol dengan Ayara.
Ayara dan Arkana turun dari kamarnya menuju meja Makan papa dan mamanya sudah menunggu disana apalagi tuan Zain tersenyum mengejek pada Arkana.
"Selamat pagi nak.. nyenyak kan tidurnya?"
Bukan mama Sandra yang menyapa melainkan tuan Zain dengan senyuman penuh dengan ejekan pada Arkana
"Pagi pa.. ma Alhamdulillah nyenyak" ucap Ayara
Arkana menatap tajam pada papanya ia tahu kalau papanya sedang mengejek nya.
"Kembalikan sofa ku pa aku tidak punya tempat duduk santai dikamarku..."
"Ayara apa kau keberatan jika papa tidak mengembalikan sofa mu.. Arkana memang tega pada papa diusia papa yang sudah tua ia tidak membiarkan papa duduk dengan nyaman..." Rayu papa Zain pada Ayara
"Tentu saja tidak pa... Tuan mu ... Maksud saya mas Arkana hanya bercanda..." Timpal Ayara gelagapan hampir saja ia salah bicara menyebutkan nama Arkana.
"Uhuk...uhuk...uhuk.."
Arkana tersedak makanan saat mendengar Ayara memanggilnya dengan sebutan mas Ayara segera mengambilkan air untuk Arkana
"Hati-hati donk sayang..." Ucapnya lagi
Arkana menatap wajah tak berdosa itu sedang panik sedangkan hati Arkana terasa ketar-ketir mendapat panggilan entah aneh atau bahagia. Tuan Zain dan Sandra saling pandang mereka tersenyum melihat tingkah salting putranya.
"Suamiku hati-hati lah ketika makan jangan sampai tersedak lagi..."
Jantung Arkana sudah tidak karuan panggilan Ayara membuatnya mati kutu ia hanya bisa mengangguk dab berdiri hendak pergi ke Kantor.
"Jika aku terus berada disini bisa mati karena serangan jantung aku..."
Ayara ikut berdiri tatkala Arkana ijin berangkat pada papa dan mamanya sampai didepan pintu mobil Ayara memanggil Arkana .
"Tuan muda..." Ayara mengambil tangan Arkana dan menciumnya
"Ini termasuk kewajiban seorang istri ... Aku hanya menjalankan kewajiban selama menjadi istrimu jadi jangan kaget .."
Arkana memang kaget saat tangannya disentuh oleh bibir mungil Ayara jantungnya kembali bergetar tak beraturan ia tidak menggubris perkataan Ayara dan langsung masuk mobil, Ayara melambaikan tangannya pada Arkana saat mobil itu mulai berjalan meninggalkan Rumah.
"Aku menunggumu pulang tuan muda ...." Teriaknya yang masih didengar oleh Arkana.
Didalam mobil Arkana menggerutu tidak jelas
"Sial mengapa gadis itu bisa membuatku mati kutu hampir aku terkena serangan jantung tadi, mengapa panggilannya begitu membuatku bahagia, apa panggilannya tadi...?Mas, Sayang dan lagi suamiku oh pasti papa dan mama menertawai ku tadi... Hancur sudah reputasi ku didepan mereka... Ternyata aku salah menilai gadis polos itu aku harus waspada jangan sampai aku jatuh cinta padanya...".
see you next time... jangan lupa vote dan like nya๐๐๐
__ADS_1