Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)

Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)
menyiksaku


__ADS_3

jangan lupa like dan votenya ya kawan


NEXT


****


Azan maghrib berkumandang Ayara menggelar sajadahnya ia menatap pintu yang terbuka ternyata Arkana sudah selesai dengan pekerjaannya Arkana memang meneruskan pekerjaannya ke Rumah dan letak ruang kerjanya dilantai satu dibawah.


"Apa kau tak mau menungguku untuk menjadi imam mu..?


"Hmmm ku kira tuan muda lama..."


"Banyak alasan .. tunggu aku sebentar"


Ayara meyiapkan baju koko untuk Arkana .


Kini mereka melakukan ibadah berjamaah yang pertama kalinya dengan husyuk , Arkana mengakhiri sholatnya dengan mengucapkan salam Arkana melanjutkannya dengan mengucapkan dzikir sedikit hingga sholat benar-benar selesai.


"Tuan muda..." Ucap Ayara yang membuat Arkana menoleh Ayara segera mengambil tangan Arkana dan menciumnya sedangkan Arkana refleks mencium kepala Ayara.


Ayara melotot ketika merasakan ciuman dikepalanya.


"Apa aku salah mencium mu..?" Tanya Arkana


"Hmm.. tidak aku hanya refleks saja tadi"


"Bahkan aku bisa lebih daripada menciummu..." Ucap Arkana dan pergi menuju ranjang


Glekkkkk... Ayara tercengang ditempat Arkana merasa puas melihat wajah merah Ayara.


****


Setelah selesai sholat isyak dan makan malam waktunya bagi Ayara dan Arkana tidur, Arkana melihat Ayara masih menggunakan baju lengkap dengan kerudungnya.


"Apa kau tidak risih memakai baju lengkap saat tidur rambutmu akan rontok nanti kalau terus menerus ditutupi..."


"Aku tak peduli... Meski dirimu suamiku tetap saja aku malu pada seorang laki-laki kecuali Ayahku..." Ucap Ayara acuh


"Malu..."


Terlintas ide dipikiran Arkana


"Apa aku tidak boleh melihat tubuh istriku sendiri..?"


Glekkk...


" Hmm tentu saja boleh tapi... Aku tidak siap"


"Apa kau masih ingat dengan janjimu...?"


"Janji..?" Ayara mengkerutkan dahinya


"Iya kau punya janji padaku waktu fitting baju pengantin di Butik N.A.R jangan pura- pura lupa kau, aku mengajukan syarat waktu itu dan kau menerima syarat itu jika aku memakai baju yang dirancang husus untuk Alexs apa kau ingat...?"


Ayara sekarang baru ingat kalau Arkana mengajukan syarat dan terpaksa Ayara menyetujui syarat Arkana agar ia mau memakai baju itu.

__ADS_1


"Ya aku ingat... Baiklah apa syarat itu?" Timpal Ayara penasaran


Arkana tersenyum menyeringai menatap Ayara sedang Ayara tahu arti senyuman itu


"Mengapa perasaanku tidak enak..." Gumamnya


"Syaratnya... Aku mau kau tidur dengan menggunakan baju biasa tanpa gamis penutup seperti ini setiap hari.."


"Apa.... Tidak tidak tidak syarat apa- apaan ini... "ucap Ayara melotot tanda tidak setuju dengan syarat Arkana


"Jangan berpikiran yang aneh-aneh aku hanya kasihan melihat kau tertidur dengan kain tebal seperti ini lagi pula aku suami mu apa salahnya..?"


"Tapi aku tidak mau.... Apa tidak ada syarat lain selain syarat tadi.?"


"Tidak ada...." Timpal Arkana datar dan tidur menyelimuti tubuhnya


"Oh iya kau sudah berjanji maka tepatilah dan seorang muslim kau pasti sudah tahu apa hukuman bagi orang yang melanggar janji dan syaratnya dimulai malam ini dan seterusnya..."


"Hmm bolehkah saya memulainya besok malam saja tuan muda..." Rayu Ayara pada Arkana


"Tidak boleh... Cepatlah kau terlalu banyak bicara lagi pula aku hanya kasihan melihatmu tidur dengan tidak nyaman dan syarat ini menguntungkanmu juga kan??"


"Menguntungkan dari mana menyengsarakan iya.." gerutu Ayara


"Apa kau mengatakan sesuatu..."


"Tidak... hmm bagaimana kalau syaratnya diganti saja aku akan memanggilmu tidak dengan sebutan tuan muda lagi bagaimana...?" Ayara mencoba membujuk Arkana


"Tidak bisa.. pokoknya syarat tidak bisa diganggu gugat"


Ayara terpaksa menuruti syarat itu ia berlalu pergi ke kamar mandi dan mengambil baju tidur yang biasa ia pakai di Rumahnya, ibunya memang membawakan baju tidur Ayara dikopernya.


S


K


P


Sudah 2 jam yang lalu Ayara berada di dalam Kamar mandi Arkana nampak gelisah menunggu kedatangan Ayara


"Kemana gadis aneh itu.. mengapa ia belum keluar juga tidak mungkin kan ia bunuh diri...?"


Pikiran Arkana berkecamuk terpaksa ia turun dari ranjang dan mengetuk pintu Kamar mandi


"Hey... Kamu masih didalam..?" Teriak Arkana


Ayara terkejut ia ketiduran didalam Kamar mandi karena ia tidak PD keluar alhasil ia ketiduran tadi padahal ia sudah memilih baju tidur dengan lengan panjang dan celana panjang tapi tetap saja ia malu karena lekuk tubuhnya terlihat apalagi rambutnya yang panjang tanpa kerudung yang membuatnya was-was pada Arkana.


"Hey.... Apa kau masih hidup...?" Teriak Arkana karena tidak ada jawaban dari dalam.


"I...i..ya tuan muda kau kira aku sudah mati..."


"Mengapa kau lama sekali dalam kamar mandi apa yang kau lakukan cepat keluar..."


"Baiklah aku akan keluar aku hanya ketiduran tadi...tapi kau harus pergi dari sana..." Teriaknya

__ADS_1


"Tidak mau.. cepat keluar kau terlalu lama disana jika dalam hitungan ketiga kau tak keluar akan ku dobrak pintu ini satu... dua.. ti..."


Ayara terpaksa keluar dari Kamar mandi dengan rambut tergerai menjuntai kebawah Ayara menunduk tak berani menatap Arkana sedang Arkana langsung menelan salivanya dan masih dalam keadaan vase ketertakjuban melihat Ayara tanpa penutup rambut ia tak menyangka jika Ayara memiliki kecantikan yang terpendam tepat didepan matanya rambut hitam panjang dengan kulit leher sangat putih tubuh begitu ramping serta kulit kaki yang sangat putih bersih.


"Inikah yang dinamakan bidadari bumi...?"


Ayara segera berlari tatkala Arkana terus menatapnya ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut diatas ranjang


"Jangan menatapku seperti itu... Aku tahu aku cantik" ucap Ayara meniru logat Arkana


Sedang Arkana langsung menetralkan jantung dan hawa panas yang menjalar ditubuhnya ia tak menggubris perkataan Ayara dan memilih masuk kedalam Kamar mandi.


"Sial mengapa naluri kelelakianku bereaksi..." Arkana selalu dibayang-bayang leher jenjang putih Ayara


"Stop Arkana... Jangan bayangin dia lagi bukankah kamu pernah melihat lebih dari itu mengapa kau tak bisa menahan hawa nafsumu.. aneh bukan"


"Tapi jika aku tidur seranjang dengannya bisakah aku menahannya... Oh papa ini semua gara-gara dirimu aku jadi tersiksa karenanya..."


Setelah selesai meredakan nafsunya Arkana keluar dari Kamar mandi dan melihat Ayara sudah tertidur dengan menutupi seluruh tubuhnya tak terkecuali rambutnya.


"Gadis aneh...".


Arkana bernafas dengan lega untung Ayara menutupi seluruh tubuhnya jadi ia tidak bisa melihat apa-apa tapi naas saat Arkana ingin memejamkan matanya Ayara membuka selimutnya dan wajahnya menghadap padanya mungkin karena gerah Ayara membuka selimutnya yang tak sengaja.


Arkana disuguhkan dengan pemandangan yang luar biasa bagaimana tidak?? Wajah putih yang sedang terlelap dengan rambut menutupi separuh wajahnya dan leher yang sangat putih serta bibir mungil yang sangat merah tanpa lipstik, Arkana kembali menelan saliva nya ia membelai wajah Ayara dan merapikan rambut yang berada diwajah nya hingga tangannya menyentuh pada bibir mungil itu sehingga Arkana sudah tidak bisa dikondisikan ia terus mendekat pada bibir ranum itu hingga sedikit lagi ia mencapainya namun sial Ayara terbatuk hingga Arkana kaget dan menjauh darinya .


Ayara terbangun dari tidurnya ia menatap Arkana yang sedang duduk dengan nafas tak teratur


"Tuan muda kenapa...?"


Arkana tak berani menatap Ayara karena ia yakin jika ia melihat Ayara dalam sedetik saja maka ia akan lupa daratan.


"Tidak apa-apa aku hanya mengangkat telepon tadi..." Ucapnya berbohong


"Oh..."


Ayara turun dari ranjang menuju meja di samping ranjang yang tepat berada di samping Arkana, Ayara menggulung rambutnya hingga terlihat jelaslah leher jenjang putih itu, Ayara berniat mengambil air yang terletak diatas nakas namun naas ia tersandung sandal Arkana yang mengakibatkan ia terjatuh menubruk tubuh Arkana.


Arkana yang refleks langsung menangkap tubuh itu hingga terjadilah pandang- memandang, tubuh Arkana langsung sangat bereaksi hawa panas menjalar ditubuhnya hingga Arkana memutus kontak mata terlebih dahulu.


"Maaf tuan muda aku tersandung sandal tuan muda tadi.."


"Mengapa kau menyalahkan sandalku...?"


"Memang kenyataannya..."


"Sudah lah aku mau tidur..." Ucap Arkana menahan tubuhnya namun dapat diketahui oleh Ayara


"Ada apa dengan dia aneh sekali..."


Arkana yang berselimut didalammya merasa makin gerah ditambah ia selalu terbayang dengan leher jenjang milik Ayara ingin sekali ia menggigitnya belum lagi dengan bibir ranumnya


Arghhhh


"Gadis itu benar-benar menyiksaku..." Gumamnya.

__ADS_1


stop๐Ÿ˜ฎ


see you next time๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹๐Ÿ‘‹


__ADS_2