
Ayara terkejut bukan main dengan wajah pucat pasinya pasalnya pria didepannya ini pernah ia hina habis habisan, Ayara menelan ludahnya dengan susah payah tatkala sorot mata itu menatapnya dengan tatapan yang tajam dan mengintimidasi,
"Tidak ada yang salah tuan, saya hanya terkejut dengan keberadaan tuan muda Arkana di Restoran saya.."ucap Ayara gugup,
buru-buru Ayara pergi dari ruangan itu seraya berkata
" silahkan dinikmati hidangannya tuan..."ucap Ayara berusaha tenang walau ketakutan menyelimuti tapi ia berusaha untuk menutupinya,
setelah sampai didepan pintu Ayara berkata "Tamat riwayatku.."sambil menepuk jidatnya
"Kau sangat bodoh Ayara mengapa kau menghinanya bahkan kau bilang ia hanya seorang reporter..Habislah aku.."ucap Ayara merutuki kebodohannya.
"Baiklah Ayara kau harus temui dia di kantornya dan meminta maaf agar saham yang kau tanam di perusahaan papanya tidak dicabut.."ucap Ayara menenangkan hatinya.
"Tapi, bagaimana kalau dia sudah mengadu kelakuanku kepada papanya? Secara kan dia putra semata wayangnya pasti apa yang ia mau akan dituruti.. membayangkan saja aku tidak bisa, haruskah aku memulainya dari nol lagi? Ucap Ayara frustasi.
Di Rumah Wijaya Zain#
Saat Arkana pulang dari kantornya tepat pukul 00.30, Papanya sudah menunggunya di Ruang tamu,
"mana janjimu? gadis mana yang ingin kau nikahkan?" Ucap Zain dengan suara beratnya,
mendengar suara papanya dan melontarkan pertanyaan, Arkana berhenti melangkah dan menoleh
"Besok.." ucap Arkana singkat dan melanjutkan langkahnya menuju kamar.
Didalam kamar Arkana merasa frustasi bagaimana dia bisa lupa untuk mencari wanita untuk dinikahinya, walau seribu wanita ia bisa dapatkan tapi ia harus membawa wanita yang disukai oleh papanya.
Tidak mudah bukan?
Terlintas dipikirannya nama wanita yang pas untuk dinikahinya "Sintya" yaa dia wanita yang sudah kenal dengan keluarga ini dan papanya merupakan rekan bisnis papa sekaligus teman masa kecilku, pasti papa akan setuju dan aku akan menceraikannya setelah mendapat hak waris itu.."ucap Arkana.
Dilain tempat Ayara masih tidak bisa tidur dengan kajadian tadi sore di Restorantnya, ia masih enggan untuk menutup matanya walau sudah ia paksakan.
"Aku harus menemuinya besok siang dan meminta agar ia tidak mencabut sahamku di perusahaan pusat.."ucap Ayara yakin.
Kantor Arkana Group#
Ceo muda itu turun dari mobil lambo nya dan tak lupa memasang wajah dingin tanpa senyuman yang membuat para karyawan menunduk tatkala bertemu dengannya dan tak ada yang berani menatapnya.
saat memasuki ruangannya, Sintya sudah duduk disana dengan wajah tak berdosa,
pas sekali wanita ini disini, jadi aku tak perlu repot untuk menghubunginya.
"Arkana akhirnya kau datang juga aku sudah lama menunggumu.."ucap Sintya menghampiri dan ingin memeluknya,
namun Arkana menepis tangan itu tatkala ingin menyentuhnya.
"Sintya berhentilah bersikap seperti ini jika kau tak mau menanggung akibatnya.."ucap Arkana marah.
__ADS_1
"Tapi aku mencintaimu Arkana .."ucap Sintya bersungguh-sungguh
"tapi aku tidak.."ucap Arkana datar,
"Baiklah apa yang harus aku lakukan agar kau mau menerimaku..?"tanya Sintya,
Arkana menyeringai dan menatap Sintya dengan tajam
"saya punya satu syarat kepadamu, jika kau mampu menaklukkan hati papaku, kau akan menikah denganku secepatnya.."ucap Arkana dingin.
Mendengar ucapan Arkana yang baru saja dilontarkan mampu membuat hati Sintya sangat bahagia
"menikah..?"ucap Sintya mengulang
"aku akan melakukan apapun agar bisa menikah denganmu.."ucap Sintya dengan tersenyum lebar
"apa syaratnya..? Tanya Sintya penasaran,
"syaratnya cukup gampang kau temui saja papaku dan bilang bahwa kau calon menantunya.. sudah selesai.."jawab Arkana datar
"beneran hanya itu saja..?mudah sekali.."jawab Sintya dengan yakinnya
"dan jika kau gagal jangan harap kau bisa menemui ku.."ucap Arkana tegas
Sintya tersenyum seraya berkata
"ini tidak akan gagal Arkana, menikah denganmu adalah cita-citaku sedari kecil dan ini pekerjaan yang sangat mudah, bukankah om dan tante sudah mengenalku? Jadi tenang saja.."lagi-lagi Sintya berucap dengan yakinnya
"secepat itukah .."jawab Sintya berbinar
"Hmm.." hanya deheman yang keluar dari mulut Arkana
"ok.. aku akan pulang terlebih dahulu untuk berdandan agar tidak malu-maluin didepan calon mertua..dada sayang "ucap Sintya genit
sedangkan Arkana tersenyum sinis saat kepergian Sintya
"Kau kira gampang menaklukkan hati sekeras batu milik papaku, dasar gadis bodoh semoga saja keberuntungan berpihak kepadamu hari ini.."ucap Arkana mengejek,
lain halnya dengan Sintya yang hatinya sangat berbunga-bunga keluar dari Ruangan itu ia terus saja tersenyum sampai karyawan dibuat bingung olehnya , dan tanpa disadari ada karyawan yang tak sengaja menabrak tubuh nya sehingga mengakibatkan tas nya jatuh
"maaf nona saya tak sengaja .."ucap karyawan itu bergetar ketakutan
"gak papa santai saja.."ucap Sintya tersenyum
karyawan itu melongo tak percaya melihat reaksi model yang terkenal sombong itu, pasalnya pernah ada cleaning service yang tak sengaja menabraknya dan ia langsung menyiram air kotor itu keseluruh tubuhnya..Arrogant bukan??
"Hari ini aku memaafkan mu karena aku sedang bahagia, kau tau kenapa alasan ku bahagia?" Ucap Sintya bertanya,
Karyawan itu menggeleng
__ADS_1
"karena sebentar lagi aku akan menjadi istri dari Arkana Wijaya Zain, ceo diperusahaan ini.."ucap Sintya dengan bangganya,
"selamat nona..kau sangat cocok dengan tuan muda karena kau seorang model"ucap karyawan itu
"aku tak butuh ucapan selamat dari mu.."ucap Sintya dengan sombongnya
"Ish dasar sombong" gerutu karyawan itu.
Sintya kembali ke kantor pada waktu jam istirahat tiba, ia sudah mengenakan dress selutut dengan rambut dibiarkan tergerai dan high heels yang membuatnya terlihat sangat perfect, ia langsung masuk keruangan Arkana seraya berkata
"Ayo aku sudah siap.."
Arkana melihat sekilas dan langsung berdiri meninggalkan Sintya
"apa aku kurang cantik.. sehingga ia tak mau memuji ku?" Ucap Sintya mendengus
Saat diparkiran Sintya hendak masuk ke mobil Arkana namun Arkana menahannya
" naik mobil sendiri.."ucap Arkana datar
Sintya yang mendengarnya terlihat sangat kesal bukankah dirinya sebentar lagi akan jadi istrinya mengapa sifatnya tidak bisa diubah
"demi menjadi menantu Wijaya Zain aku harus sabar.."ucapnya dalam hati
"Baiklah aku akan membawa mobil sendiri, tapi bolehkah kita makan terlebih dahulu?" Mohonnya
"Hmm" jawaban yang sangat singkat dari seorang Arkana.
Sintya memilih Restorant NAR yang dekat dari kantor Arkana karena dirinya sudah sangat lapar, Saat pesanan yang mereka pesan datang ternyata Ayaralah yang mengantarnya.
"Silahkan dinikmati hidangannya tuan muda Arkana dan nona.."ucapnya lembut
Sintya yang mendengar suaranya serasa tidak asing ia menoleh dan terkejut
"Gadis miskin" ucapnya
Ayara yang mendengar mengerutkan dahinya "siapa..?"tanyanya
"Kamu Ayara kan?gadis miskin yang dibuly di sekolah dasar?" Ucap Sintya mengejek
Ayara mencoba mengingat
"Sintya..??"
" yaa betul sekali ternyata kau masih ingat..tapi mulai sekarang jangan panggil aku sintya lagi..panggil saja Nona muda Sintya karena sebentar lagi aku akan jadi istri dari Arkana Wijaya Zain, mengerti?" Ucap Sintya panjang lebar,
Arkana dan Ayara saling pandang
"aku tak peduli .."ucap Ayara kesal,
__ADS_1
ternyata Sintya lah yang membuly nya dulu dan caciannya pun masih ia ingat "gadis miskin .."
~pena misterius~