
pena misterius kembali up🎉
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dikolom komentar dan vote sebanyak-banyaknya ok👌
langsung aja yuhuu🎉🎉
Saat Ayara hendak menuju parkiran, resepsionis itu memanggilnya kembali
Nona ..siapa nama anda.."? Tanya resepsionis itu,
"Tuan muda bertanya nama anda.."ucapnya lagi
Ayara berbalik dan segera kembali ke meja resepsionis itu matanya langsung berbinar ketika ada harapan untuk menemui tuan muda arrogant itu
"Nama Saya Nabila Ayara Rahman.." ucap Ayara antusias,
Resepsionis itu menelepon kembali seraya berkata "dengan Nona Nabila Ayara Rahman tuan..",
"Siapa nama panggilan anda..?" Tanya resepsionis lagi
"Ayara.." ucap Ayara singkat,
"Baiklah nona, anda sekarang langsung disuruh masuk oleh tuan muda.."ucap resepsionis itu dan memanggil satpam untuk mengantar Ayara keruangan Ceonya.
Ayara mengembangkan senyuman terbaiknya kepada resepsionis itu seraya berkata
"Terima kasih banyak, anda telah membantu saya.."
"Biasa aja .." ucap resepsionis itu cuek.
Ayara sudah sampai didepan pintu ruangan Arkana ia mengucapkan terima kasih kepada satpam yang mengantarnya, Ayara merasa sangat gugup tatkala ingin mengetuk pintu milik pria dingin itu tapi ia memberanikan diri mengetuk dan menerima resiko apapun yang terjadi didalam nanti.
Ayara mengetuk pintu dan masuk ketika Arkana menyuruhnya masuk, atmosfer dingin diruangan itu sangat terasa tatkala Arkana menatapnya dengan tajam
"Saya permisi tuan muda.." ucap sang asisten mengundurkan diri
Tinggallah mereka berdua di ruangan itu, Ayara sangat kesal karena lelaki didepannya tak kunjung bicara dan menyuruhnya duduk, Ayara seperti patung jalanan yang tak berguna menurutnya.
Akhirnya Arkana angkat suara "sampai kapan kau mau berdiri disitu..mau sampai lumutan.."ucap Arkana dingin dan terkesan mengejek
Ayara memilih duduk di sofa ruangan itu belum sempat Ayara berbicara Arkana sudah menegurnya
"Siapa yang menyuruhmu untuk duduk disitu.."ucap Arkana dengan menatap tajam Ayara,
Ayara menyipitkan matanya dan segera berdiri "maaf tuan muda, tadi anda menegur saya karena berdiri dan ketika saya duduk anda juga menegur saya terus saya harus bagaimana...?" Ucap Ayara kesal
"Saya memang menegurmu tapi saya tidak menyuruhmu duduk di situ tapi disini.."ucap Arkana sambil menunjuk kursi didepan meja kerjanya.
"Ish kau memang selalu benar tuan muda.." ucap Ayara mengejek
"Baiklah kedatangan saya kesini saya ingin meminta maaf atas kelancangan saya waktu itu.."ucap Ayara lembut to the point karena ia tak ingin berlama-lama dengan pria kutub ini
Arkana masih enggan untuk angkat suara ia masih berkutat dengan laptopnya tanpa mendengar ucapan Ayara.
__ADS_1
"Tuan muda saya berbicara kepada anda, tolong dengarkan saya untuk mempersingkat waktu .."ucap Ayara memohon
"Baiklah apa urusan mu kesini..?" Akhirnya Arkana bersuara
"Seperti yang saya bilang tadi saya ingin meminta maaf atas kelancangan saya waktu itu.." ucap Ayara
"O.. terus.." jawab singkat Arkana
"Saya tidak ingin tuan muda mencabut saham saya di perusahaan pusat.."ucap Ayara menggigit bibirnya
Arkana mengerutkan dahinya menatap gadis aneh didepannya..
"Apa hubungannya..?" Tanya Arkana
"Saya tidak ingin tuan muda mengadu kepada pak Zain atas kelancangan saya..."
Barulah Arkana mengerti maksud tujuan Ayara datang ke perusahaannya.
Saat Arkana ingin berbicara handphone nya terus berdering mengganggu ketenangannya
"Lebih baik tuan muda mengangkatnya terlebih dahulu siapa tahu penting.."ucap Ayara karena Ayara juga merasa terganggu.
Arkana menatap Ayara dengan tajam seperti harimau yang mau menangkap mangsanya
"Siapa kamu yang berani-beraninya memerintah saya..."ucap Arkana marah "kamu disini hanya tamu yang memohon agar saham mu tidak dicabut jadi jagalah sikapmu nona.."
Padahal Arkana sendiri tak pernah ikut campur dengan perusahaan pusat milik papanya dia hanya mengerjakan apa yang ditugaskan oleh papanya
"Maaf tuan muda...". Ucap Ayara menunduk padahal dirinya sudah sangat kesal dengan pria didepannya "mengapa ia sombong sekali..." rutuk Ayara dalam hati
Ayara kaget bagaimana bisa ia mengetahui isi pikiranku, Ayara segera mencari alasan yang tepat
"tidak, itu tidak benar tuan muda, apa yang anda pikirkan saya tidak berani menjelekkan putra tunggal Wijaya Zain..." Ucap Ayara terbata
Baiklah, kali ini aku memaafkanmu, siapa namamu..?
"Ayara tuan muda.."ucap Ayara lega
"nona Ayara kau telah membuat kesalahan fatal dengan menghina ku, bisakah anda mengulang perkataan mu waktu itu.." seringai licik tersungging dibibir Arkana
Ayara menunduk ia telah salah berurusan dengan seorang Arkana ia tidak akan melepaskan mangsanya dengan sangat mudah
"Mengapa kau diam nona Ayara dimana keberanian mu waktu itu saat menghinaku..apa aku yang akan menyebutkan hinaan mu padaku.."
"Saya kan sudah minta maaf..."ucap Ayara menatap Arkana
"Saya tidak butuh permintaan maaf mu nona, saya perintahkan engkau untuk mengulang hinaan mu padaku.."
Ayara hanya diam jika ia memberontak maka urusannya pasti akan panjang
"Baiklah jika kamu tidak mau mengulang hinaanmu biar aku saja yang mengulangnya.." ucap Arkana
"Pertama Kau bilang diri ku Arrogant, kedua kau menganggapku reporter dan ketiga kau memarahiku dan membentakku dan keempat ..." Belum sempat Arkana meneruskan bicaranya Ayara sudah memotongnya dan membuat Arkana sangat marah
__ADS_1
"Tuan muda saya sudah meminta maaf mengapa anda mengungkitnya kembali.."
"Nona Ayara saya peringatkan satu kali lagi jangan pernah memotong ucapan seorang Arkana.." ucap Arkana geram
"Kau banyak mempunyai kesalahan padaku....jadi jika besok kau dipanggil ke kantor pusat sudah ku pastikan hidupmu akan hancur.." geretak Arkana padahal dirinya tak mempunyai wewenang apapun.
Ayara menelan ludah nya dengan susah payah wajahnya sudah pucat pasi bayangan dirinya yang akan memulai usahanya dari nol lagi sudah terbayang dikelopak matanya.
Arkana yang melihatnya sangat terhibur, gadis yang berani saat menghinanya terlihat seperti mayat hidup.
Ayara tersadar dari bayangan hitamnya ia segera berbicara pada Arkana
"Maaf kan saya tuan muda, saya akan melakukan apapun untuk menyelamatkan saham saya.."
Terlintas dipikiran Arkana untuk mengerjai gadis berani didepannya
"Sungguh ...kau akan melakukan apapun.."
Ayara mengangguk seraya berkata " selama saya bisa dan tidak melewati batas saya akan lakukan..."
"Melewati batas..?" Ulang Arkana "kamu kira saya mau menyentuhmu.. jangan harap" ucap Arkana geram
Tapi dalam hati Arkana ia mengatakan "baru kali ini seorang gadis tak mau disentuh olehku.." tapi Arkana segera menepis perasaanya
"Baiklah apa yang akan saya lakukan..?" Tanya Ayara
"Temani diriku bekerja hari ini sampai selesai.. bagaimana tidak susah kan..?" Dalam pikiran Arkana ia ingin mengerjai gadis ini dengan menyuruh menunggunya karena hari ini dia akan pulang larut malam
Ayara melototkan matanya apa yang ada dipikiran pria arrogant itu
"Apa tidak ada syarat lain tuan muda..."
Arkana terkejut karena baru sekarang ada seorang gadis yang menolak menemaninya, padahal gadis diluaran sana menginginkanya walau hanya sekedar di sapa
"Tidak ada.." ucap Arkana datar
Ayara masih memikirkan nya terlebih dahulu sedangkan Arkana sudah tak sabar ingin mendengar keputusannya entah kenapa Arkana ingin sekali gadis ini mengatkan "iya"
"Jam berapa tuan muda nanti pulang..?" bukan jawaban yang Arkana dapatkan melainkan pertanyan yang membuat Arkana semakin geram
Arkana hanya mengedikkan bahunya tanda tidak tahu dan berkata "tergantung..jika pekerjaan saya selesai maka kita langsung pulang.."
"Baiklah saya akan menerima syarat itu..tapi setelah syarat itu terpenuhi maka kau tidak akan mencabut sahamku di perusahan pusat..."
Arkana sangat senang entah apa yang merasukinya tetapi Arkana tetap terlihat dingin dan berwibawa hanya dalam hatinya ia sangat bahagia.
"Baiklah deal .." ucap Arkana sambil mengulurkan tangannya namun Ayara hanya mengatupkan tangannya didepan dada, Arkana menarik tangannya seraya berkata
"Sombong sekali .."
Tapi Ayara tak menggubris perkataan Arkana.
tunggu part selanjutnya yaa para readers
__ADS_1
autor lagi sibuk didunia nyata😂 dan autor juga butuh asupan berupa like, vote dan difavoritkan oleh para readers ok🥱🥱 dan jadilah pengikutnya🥴
~pena misterius~