Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)

Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)
pergi ke Rumah mertua


__ADS_3

jangan lupa like dan vote nya ya teman-teman🥺


Next...


Setelah Arkana berhasil menyalakan lampu Ayara tak bergeming ia tak menyadari dengan terangnya lampu karena ia setia memejamkan matanya .


Arkana menatap intens wajah pucat Ayara wajah yang tepat berada didepan matanya nafasnya kembali memburu tatkala melihat bibir ranum yang begitu tipis dan mungil. Hingga Ayara tersadar dan membuka matanya dan langsung bertemu dengan retina mata Arkana cukup lama dalam pandangan itu hingga Arkana memutuskan kontak duluan.


"Mau sampai kapan kau berada diatas tubuhku hah.."


Ayara tersentak dan baru sadar kalau ia sedang berada diatas tubuh Arkana dengan jarak sangat intim dan dalam keadaan memeluk.


"Sa...saya refleks tadi maaf.."


Ayara hendak bangun dari tubuh Arkana namun naas resleting gamis nya tersangkut dikancing kemeja Arkana yang membuatnya terjatuh kembali.


Bruk..


Mata keduanya kembali beradu pandang hingga Arkana berucap kembali


"Kau sepertinya suka sekali berada diatas tubuhku..."


"Hmm tidak... yang benar saja resleting saya tersangkut dikancing kemeja anda tuan muda..."


"Perbaiki cepat...kau sangat berat"


"Ya aku sedang mencobanya kau bersabarlah saya juga tidak mau dalam keadaan begini dan ini semua salah anda mengapa anda mematikan lampunya..."


"Mengapa kau menyalahkanku disini aku yang dirugikan kau telah mengganggu tidurku dan menimpa tubuhku kau kira tubuhmu ringan...?"


"Anda jangan marah bantu saya .."


Arkana berusaha menahan hasratnya akibat Ayara yang selalu bergerak diatas tubuhnya


"Kau jangan banyak bergerak...kau bisa aku makan nanti"


"Makan..? Kalau anda lapar jangan makan saya makan nasi sana..."


Arkana menghembuskan nafasnya dengan kasar istrinya memang benar-benar polos.


Akhirnya Ayara berhasil melepas resleting gamisnya dan beranjak dari tubuh Arkana dan kembali ke sofa.


"Oh ya jangan matikan lampunya lagi dan kalau tidur jangan pakai kemeja...ingat itu"


"Mengapa kau memerintahkan ku dan mana tanda maafnya.. kau seenaknya saja"


"Saya dah ngantuk ..selamat malam tuan muda" ucap Ayarap pura-pura menguap


Ayara kembali terlelap disofa sedangkan Arkana harus mandi untuk menghilangkan hasratnya karena tidak cukup untuk sekedar cuci muka.


"Dia seenaknya tidur sedangkan aku harus tersiksa dengan kelakuannya bisa-bisa gila aku kalau terus bersamanya..".


*****

__ADS_1


Sinar matahari pagi masuk kecelah gorden Apertemen itu mengusik dua insan yang sedang sangat terlelap karena kejadian semalam membuat mereka tertidur sangat malam bahkan kejadian semalam sudah mereka lupakan buktinya mereka masih bertengkar dan saling menyalahkan sedangkan pasangan lain akan bersifat sama-sama dingin .


Ayara mengerjapkan matanya karena sinar matahari menusuk retina matanya


"Alhamdulillah alloh masih memberikanku umur yang panjang tak ada nikmat yang lebih indah selain umur yang panjang dan kesehatan"


Ayara memulihkan kesadarannya dan melihat Arkana masih tertidur dan sekarang ia ingat bahwa ia sudah menjadi seorang istri


"Rasanya tidak percaya..."


Ayara mengambil handphone nya di meja rias dengan langkah gontai ia sangat terkejut melihat jam sudah menunjukkan pukul 06:00 segera ia berlari ke Kamar Mandi dan tak lupa membawa handuk serta baju pemberian Arkana.


"Astaghfirulloh... Mengapa bisa aku kesiangan hari ini untung aku lagi datang bulan jadi tidak ketinggalan sholat dan inikan hari pertamaku pergi kerumah mertua ... Apa tanggapan nya nanti ini semua salah pria arrogant itu yang mengajakku bertengkar semalam"


Arkana terbangun mendengar suara gemericiknya air dikamar mandi dan ditambah nada dering handphone nya yang bergetar


"Halo mah...."


"Inikan masih pagi..."


"Hah... Benarkah"


Arkana segera melihat jam dihandphonenya dan benar apa kata mamanya ini sudah pukul 6 lewat.


"Ya sudah Arkana tutup dulu handphonenya Arkana akan segera ke sana..".


"Sial mengapa gadis itu tak membangunkanku..."


Arkana menggedor pintu Kamar Mandi dengan sangat keras


"Saya juga kesiangan tuan muda dan tak sempat membangunkan anda lagi pula saya baru masuk kesini jadi tunggu dulu.."


"Jika kau tak keluar dalam hitungan ke tiga terpaksa akan ku dobrak pintu ini, satu...dua...ti.."


Ayara segera membuka pintu Kamar mandi untungnya ia sudah memakai baju lengkap dengan kerudungnya


"Anda keterlaluan tuan muda... Ni handuk anda terima kasih " ucap Ayara sambil melempar handuk dan tepat mengenai wajah Arkana.


"Siapa yang mengijinkan mu memakai barangku.."


"Apa anda lupa kalau saya istri anda ... ingat! Milik suami juga milik istri dan sebaliknya milik istri bukan milik suami hahaha..."


"Dan apakah kamu lupa kalau hari ini kita akan pergi ke Rumah mertua mu...."


"Tentu saja saya ingat..."


"Apa kau sudah menyiapkan nama panggilan untukku..?"


"Tentu saja..saya sudah menyiapkan nama panggilan yang cocok untuk anda dan saya akan merubah bicara bahasa formal kepada anda.."


"Ok..." Arkana hendak masuk kedalam kamar mandi namun terhenti oleh pertanyaan Ayara


"Apa anda juga sudah menyiapkan nama panggilan untuk saya.." Ayara mengerlingkan matanya kepada Arkana

__ADS_1


"Aku...aku juga sudah menyiapkannya.."


"Hmm baguslah kita akan bersandiwara nanti.."


Arkana memasuki Kamar mandi dengan cepat karena mama sama papanya sudah menunggu nya di Rumah.


Dddrttt..drtttt..


Handphone Ayara berdering dan tertera nama "ibu" dilayar itu


"Wa alaikum salam ibu..."


"Oh jadi ibu sudah mengirimkan pakaian dan perlengkapan ku ke Rumah Arkana..?"


"Hmmm Baiklah terima kasih ibu..assalamualaikum" panggilan pun diakhiri, Ayara melihat ke arah Kamar Mandi yang masih tertutup.


"Mengapa ia lama sekali... Giliran aku lama ia marah dasar pria arrogant.."


Butuh 30 menit untuk menunggunya selesai mandi dan Ayara sudah memilihkan pakaian untuk Arkana.


"Akhirnya anda selesai juga tuan mu.... aaaaaaa"


Ayara berteriak melihat Arkana yang hanya memakai handuk yang menutupi setengah badannya ia segera berbalik dan menutup matanya.


"Mengapa kau selalu berteriak... Bisa rusak nanti telingaku"


"Anda ..anda mengapa tak memakai baju anda telah menodai mata saya..."


"Apa kau lupa dengan ucapanmu tadi bahwa milik suami adalah milik istri jadi tubuh ini juga milikmu... Apa aku salah"


Senang sekali mengerjaimu gadis aneh


"Ya sudah lupakan cepat pakai pakaian anda kita sudah sangat terlambat.."


Gadis ini memang berbeda disaat wanita lain ingin mendapatkan ku ia tidak menginginkannya apalagi tubuhku yang menjadi dambaan para wanita ia malah menutup matanya dan tak ingin melihatku sungguh sangat berbeda.


"Sudah buka matamu aku sudah memakai baju..kau terlalu lebay"


Hufft.. Ayara menghembuskan nafasnya


"Ya sudah ayo kita berangkat kita akan makan di Rumah nanti" ucap Arkana


"Ya ayo... Eh tunggu.. apa aku boleh minta sesuatu pada anda"


Arkana mengernyitkan dahi


"Apa.."


"Apa saya boleh meminta parfum anda..? Saya hanya membawa handphone saja kesini"


Arkana melihat kearah meja rias memang tidak ada apa-apa disana, bisa dikatakan kalau gadis ini tidak berbedak tapi tak mengurangi kecantikan diwajahnya mungkin karena ia sudah memiliki kulit putih alis tebal serta bibir merah diwajahnya.


"Kau memang tidak tahu malu... Ya sudah parfum ku berada dimobil kita berangkat sekarang"

__ADS_1


"Siap tuan muda.." jawab Ayara dengan memberi hormat pada Arkana.


see you next time👋👋


__ADS_2