Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)

Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)
Sah


__ADS_3

****


Tak terasa dimana waktu yang begitu sakral akan terjadi, aula yang akan menjadi saksi ucapnya ijab qobul itu sudah dipenuhi oleh semua orang dan rata-rata semuanya para pengusaha tinggi tak terkecuali tuan Buana dan Pramana juga menghadiri pesta pernikahan itu.


Arkana sudah siap dengan baju tuxedo rancangan Ayara tampak sekali diwajahnya yang putih gurat kegelisahan yang memancar.


"Sial mengapa diriku begitu gelisah..."


"Tenang nak biasa memang begitu perasaan seorang pengantin dalam mengucapkan kalimat sakral nanti.."


Ucap tuan Zain yang tiba-tiba muncul dipintu kamar hotel


"Papa.."


"Papa juga begitu dulu..tapi semuanya terbayarkan oleh mamamu yang memberikan papa kebahagiaan berupa kehadiran mu di Dunia ini Ayarapun juga akan memberikan keturunan padamu nanti sehingga hubungan mu dan Ayara akan semakin erat nantinya...."


"Keturunan..." Arkana saja tak berpikir jauh ke situ ia melangsungkan pernikahan hanya untuk mendapatkan aset kekayaan milik papanya tidak lebih


"mengapa papa berpikiran sejauh itu.."


"Papa tahu kalau kamu menikahi Ayara hanya karena sebuah aset makanya papa ingin jika usia pernikahanmu tidak sampai satu tahun maka perjanjian akan batal dan sebaliknya jika pernikahanmu sampai satu tahun walaupun tak memiliki keturunan perjanjian akan tetap terjadi dan seluruh aset tetap menjadi milikmu...."


"Apa-apa an ini pah Arkana sudah mau mengikuti seluruh perintah papa mulai dari bertunangan sampai pernikahanpun Arkana tetap lakukan jangan seenaknya dong pah...."


Arkana benar-benar marah dirinya seolah dipermainkan oleh papanya.


"Keputusan berada ditanganmu jika kau tak menikahi Ayara terpaksa seluruh aset akan papa serahkan kepada panti asuhan di negara ini....jadi bersiaplah bekerja mulai dari nol lagi"


"Papa selalu be..."


"Cepat pikirkan semua orang menunggumu diluar jika kau tak keluar papa anggap kau mundur dari perjanjian ini...."


Tuan Zain memotong ucapan Arkana dan keluar dari Ruangan itu.


Arggghhhhh...


"Tidak... aku tidak mau mengulangnya dari nol kerja kerasku selama ini akan menjadi sia-sia, aku sudah berada ditengah jalan dengan bertunangan dengan gadis itu dan selangkah lagi aku akan sampai pada aset itu, satu tahun...baiklah aku akan menempuhnya dengan baik papa tidak bisa mempermainkan diriku lagi..."

__ADS_1


Sedangkan tuan Zain juga takut kalau Arkana tidak mau mengikuti perintahnya apa yang mau ia katakan nantinya ia akan malu dengan semua orang terutama dengan pak Rahman sahabatnya.


Kini waktunya ucapan sakral itu akan diucapkan namun Arkana belum juga datang padahal waktunya sudah lewat 3 menit yang lalu semua orang sudah pada menunggu sedangkan pak Zain sudah mondar mandir dengan raut wajah gelisah.


"Pah dimana Arkana mengapa ia belum turun juga tidak mungkinkan ia kabur..."


"Tenang mah...papa akan mengeceknya..." ucap Zain


Tuan Zain juga takut kalau Arkana akan kabur dihari pernikahannya namun saat ingin melangkah tampaklah sosok Arkana sedang turun tangga menuju ke pelaminan, tuan Zain langsung menghembuskan nafas lega dan menghampiri sosok itu


"Bagus nak kau memang bijak dalam memilih sesuatu kau memang pantas menjadi penerus Wijaya Zain corp nantinya.."


Arkana tak menjawab ucapan papanya dan pergi menuju kursi pelaminan kini Arkana sudah bertatap muka dengan seorang penghulu yang akan membimbing dirinya mengucapkan kalimat sakral itu dan pak Rahman sendiri yang akan menikah kan Arkana sebagai wali Ayara.


Hotel itu bergemuruh dengan lantangan suara SAH yang membuat Arkana bernafas dengan lega pasalnya ia baru tadi malam menghafalkan kalimat sakral itu.


Ayara masih enggan untuk turun ke pelaminan menemui Arkana yang sudah sah sebagai suaminya ia masih tidak percaya dengan dirinya yang menikah dengan pria yang begitu arrogant sepertinya.


"Ya alloh bangunkan hamba dari mimpi buruk ini ya alloh... Ini terlalu berat bagi hamba untuk dijalankan namun hamba yakin bahwa alloh tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan ummatnya....bismillah"


"Masya alloh Kau cantik sekali nak..."


"Cantik sekali menantu mama pasti Arkana tak akan pernah bosan melihatmu...ya udah ayo turun suamimu sudah menunggumu dibawah"


Ayara hanya tersenyum tak menanggapi ucapan wanita yang ada didepannya ia masih tidak percaya dengan pernikahannya yang entah atas dasar apa . Semua mata langsung terfokus padanya tatkala ia turun dari tangga menuju pelaminan hingga sampailah ia tepat disamping Arkana suaminya, Arkana masih tak bergeming ia masih menatap Ayara dengan tatapan takjub


"Benarkah ini gadis sampah..." Gumamnya ia tak percaya dengan gadis didepannya ini Arkana mengakui kalau Ayara memang selalu tampil cantik disetiap harinya namun hari ini ia benar-benar perfect sekali tampak dari wajahnya yang begitu memancar sampai ia sadar dari ketakjubannya tatkala Ayara menyentuh tangannya dan menciumnya baru kali ini ia disentuh dan menyentuh bibir wanita pasalnya Arkana tidak pernah berdekatan dengan seorang wanita selain mamanya karena ia dikenal pria anti lengket.


Kini saatnya bagi Arkana untuk mencium kening Ayara, Arkana tampak begitu ragu untuk menyentuh kening yang begitu putih nan bersih itu hingga Arkana memejamkan matanya dan mendaratkan ciuman di dahi gadis yang sudah sah manjadi istrinya itu sambil melafalkan doa yang diberikan oleh papanya dan Arkana tersadar saat selesai melafalkan doa itu


"Sial Mengapa aku membaca doa itu...bukankan papa bilang kalau doa itu untuk memper erat hubungan dan aku sudah membacanya argggh ..bodoh kau Arkana dah lah aku tak perduli" gerutu Arkana


Tepuk tangan kembali bergemuruh di gedung hotel pencakar langit itu tatkala dua insan sudah resmi menjadi pasangan yang sudah halal. Kini saat nya untuk keduanya duduk dikursi resepsi untuk menyalami para tamu yang ingin mengucapkan selamat dan para awak media yang selalu menanyakan hal-hal yang menyebalkan.


"Apa keinginan tuan muda dan nona kedepannya....?"


"Dimana kalian akan honeymoon...?"

__ADS_1


"Keinginan punya anak berapa...?"


Dan masih banyak lagi pertanyaan yang begitu menggelikan bagi keduanya namun keduanya kompak untuk membisu tak menggubris pertanyaan reporter itu. Para pejabat tinggipun mulai naik keatas panggung guna memberikan selamat kepada putra tunggal Wijaya Zain sekaligus mencari muka didepan tuan Zain.


( Memangnya hilang ya mukanya kok masih dicari🤭)


"Selamat atas pernikahanmu tuan muda.." sambil menjabat tangan Arkana


"Dan selamat atas dirimu juga nona Ayara..." Ucap pengusaha itu ingin menjabat tangan Ayara namun Ayara segera menangkupkan kedua tangannya didepan dada.


Acara demi acara sudah dilewatkan mulai dari sungkeman kepada orang tua hingga sesi foto bersamapun sudah dilalui, Ayara sebenarnya enggan untuk foto romantis bersama Arkana tapi apakah daya ia tidak bisa berkutik dengan perintahnya ia sudah rugi besar dalam sesi foto romantis itu ia harus menahan amarahnya tatkala fotografer sialan itu menyuruhnya untuk mencium pipi Arkana dan terpaksa iapun melakukannya.


Semua acarapun akhirnya selesai gedung pencakar langit itu pun sudah mulai sepi dengan kepulangan semua tamu kini tinggal keluarga Arkana dan Ayara saja dalam hotel itu.


"Nak nanti malam kau nginep saja di Apertemenmu mama sudah menyuruh orang untuk mempersiapkan kepulangan mu dan Ayara kesana lagi pula kalau pulang ke Rumah kasian Ayara pasti ia lelah..."


Memang Hotel tempat pernikahan ini sangat jauh dengan lokasi Rumah utama Arkana harus menempuh 2 jam untuk sampai dilokasi Rumah Arkana sedangkan Apertemen Arkana hanya ditempuh tidak sampai 30 menit saja.


"Baiklah kami pulang dulu ibu titip Ayara ya nak ibu percaya sama kamu..." Ucap ibu Mirna pada Arkana terdapat gurat kesedihan dalam wajah ibu itu


"Ibu tidak usah sedih Ayara akan sering berkunjung ke Rumah ibu dan Ayah nantinya...jadi janganlah bersedih"


Suasana haru itu membuat Arkana jengah ia tidak habis pikir kepada seorang wanita mengapa harus menangis dalam setiap keadaan. Aneh


*****


Arkana sudah duduk didalam mobil bersama Ayara mereka diantar oleh sopir suruhan papanya tak ada pembicaraan dalam mobil itu selalu tercipta keheningan didalamnya sampai mobil itu terparkir di halaman Apartemen yang tidak begitu luas . Arkana dan Ayara turun dan masuk dalam Apartemen itu Ruangan itu tidak begitu luas cuma ada kamar utama disana yang merupakan kamar Arkana sendiri memang Apartemen itu milik Arkana untuk dirinya refreshing tak ada pembantu dalam Apartemen itu, Ayara bingung mau melakukan apa dan bagaimana sedangkan Arkana sudah naik tangga menuju kamanya yang berada dilantai atas.


"Tuan muda dimana kamar saya..?"


"Jangan pakai bahasa formal saya tidak suka itu.."


"Maaf..tuan muda dimana kamarku..?"


"Diatas ikuti aku...".


Jangan lupa like dan vote nya yaa guys see next timeđź‘‹

__ADS_1


__ADS_2