
"Perlu apa lagi kau kesini .." ucap Arkana datar
"Arkana...aku masih berusaha untuk membujuk papamu, jadi bersabarlah" ucap Sintya
Melihat kedua orang didepannya ini seperti ada masalah, Ayara berniat untuk keluar ruangan terlebih dahulu.
"Maaf tuan muda apakah saya boleh keluar..?"
"Yaa keluarlah gadis miskin, untuk apa kau disini mengganggu saja..." Ucap Sintya
Ayara hendak melangkah untuk keluar namun suara Arkana mampu membuatnya duduk kembali
"Siapa yang menyuruhmu keluar, duduk dan diamlah..." ancam Arkana
"Dasar gadis benalu..." gumam Sintya
"Jika kau tak berkepentingan lagi disini silahkan keluar aku lagi sibuk.."
"Arkana..mengapa kau tak mau bersabar... Aku sudah mendapat restu mama mu tinggal papamu saja yang belum ...."
"Apa kau tidak dengar papa ku mengatakan apa..? Dia sudah jelas-jelas menolakmu dengan kasar..dan kau masih ingin berusaha...mustahil..."ucap Arkana mengejek
"Aku akan meminta bantuan papaku...pasti papamu tidak akan lagi menolakku ..."
"Apa kau masih tuli...jika papaku sudah mengatakan tidak berarti ia tidak akan pernah lagi merubahnya..Bodoh....dan ingat jika kau masih ingin kesini ketuk pintu dulu jangan jadi sok penguasa disini..."
Sintya sudah sangat dipermalukan oleh Arkana didepan gadis miskin itu, sedangkan gadis miskin itu tengah sibuk dengan handphonenya.
"Hey..gadis miskin puas kau melihat diri ku dipermalukan..." Bentak Sintya
Ayara kaget dan menatap Sintya pasalnya sedari tadi dia hanya diam dan tak bermaksud untuk mencampuri urusan mereka.
"Mengapa kau menatap ku seperti itu..tundukkan pandanganmu sekarang...aku tak suka ditatap oleh mu" ucap Sintya
"Nona Sintya terhormat, cukup sudah anda menghina saya, saya tidak pernah puas melihat orang yang dihina bukankah anda sendiri yang mempermalukan diri sendiri dengan mengatakan bahwa anda akan jadi nona muda Arkana...lalu dimana letak kesalahan saya.."
"Kesalahan kamu itu banyak, sudah menjadi benalu diantara saya dan Arkana.."
Arkana hanya diam melihat perdebatan antara dua wanita yang ada didepannya
"Benalu..?"
"Saya tidak menempel pada tuan muda Arkana... kedatangan saya kesini real atas nama pekerjaan, apa yang nona pikirkan..?"
"Ooo kau pikir aku tidak tahu...sekarang emang tentang pekerjaan..tapi esok tidak ada yang tahu.."
__ADS_1
"Mohon maaf ya nona...saya sudah memiliki calon tunangan..dan seminggu lagi saya akan melangsungkannya...jadi saya tidak tertarik dengan ucapan anda..." Ucap Ayara menahan emosi
"Kamu itu kelihatannya aja sok polos...tapi hatimu sangatlah busuk..."
Plak...
Tamparan mendarat di pipi Sintya ...
Arkana kaget dengan tindakan gadis polos didepannya..ia tidak menyangka jika Ayara akan menampar Sintya yang sudah sangat keterlaluan.
"Beraninya kau gadis miskin..." Ucap Sintya yang sangat marah
Dan Sintya hendak menampar balik Ayara namun segera Ayara memegang tangan Sintya dengan kuat hingga pergelangan gadis itu memerah
"Aku tidak pernah menghina diri mu tapi mengapa kau tak pernah berubah sejak dulu selalu saja menghinaku, manusia memiliki batas kesabaran dan kesabaranku sekarang sudah habis...jika kau merasa aku puas jika engkau dipermalukan maka aku sendiri yang akan mempermalukan mu..."
"Tahu apa kamu tentang diri ku..." Tantang Sintya
"Baiklah...dari pembicaraan mu tadi dengan tuan muda Arkana saya sudah menangkap kalau kau...ditolak mentah-mentah oleh pak Zain untuk menjadi menantunya...betul tuan muda Arkana..?
Arkana hanya mengangguk menanggapi pertanyaan Ayara
"Mungkin itu sebuah karma dari tuhan atas kejahatan mu padaku...dan pak Zain sudah benar menolakmu mungkin beliau sudah mengetahui kelakuanmu dan niat mu seperti apa.." ucap Ayara panjang lebar
"Diam kau gadis miskin...mulutmu memang tidak berbobot, penampilan mu saja sok alim tapi gaya bicaramu tidak dijaga..."
Setelah Sintya kehilangan kata-kata....Sintya memilih pergi agar tidak dipermalukan lagi oleh Ayara.
"Tunggu pembalasan ku gadis miskin...kau akan menyesal telah menghina ku dan menamparku.." ucap Sintya sebelum keluar dari ruangan itu.
Ayara menghembuskan nafas beratnya baru kali ini ia kehilangan kesabaran dan menampar seseorang namun ia meyakinkan diri kalau Sintya memang kelewat batas.
Sedangkan pria didepannya ini hanya diam dan terlihat sangat fokus bekerja di depan layar laptopnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore yang biasanya Ayara sudah pulang kerumahnya namun tidak dengan hari ini ia dikurung dalam ruangan yang dinginnya melebihi kutub utara, pria didepannya ini sangatlah dingin ia sedari tadi hanya diam dan bekerja, Ayarapun mengirim pesan kepada orang tuanya bahwa ia akan pulang larut malam agar orang tuanya tidak khawatir jikalau dirinya belum pulang, melihat tumpukan kertas yang masih banyak bisa dipastikan kalau Ayara akan pulang larut malam untungnya hari ini ia datang bulan jadi bisa tenang tanpa melakukan kewajiban.
Ayara memberanikan diri untuk bertanya kepada Arkana
"Apakah masih lama pak..?" Ucap Ayara karena jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, ia sudah menahan kantuk dari tadi dan baterai hp nya pun sudah habis
"Mungkin.."
Ayara mendengus kesal karena jawaban yang sangat singkat dari Arkana
"Apakah ia tidak lelah bekerja dan duduk seharian didepan laptop..." Gumam Ayara
__ADS_1
Karena tidak tahan kantuk Ayara tertidur di atas kursi dengan tangannya sebagai bantal di atas meja.
Melihat Ayara tertidur, Arkana menghentikan pekerjaannya dan memandang pemandangan yang sangat langka itu.
"Gadis unik..."
Arkana memandang setiap inci dari wajah Ayara..entah mengapa ia ingin lebih berlama-lama lagi dengan gadis ini padahal pekerjaannya selesai sedari tadi...ia hanya bermain game di laptopnya .
"Tidurnya sangat damai sekali..."
"Cantik..."
Namun segera Arkana sadar
"Mengapa aku memuji gadis sampah ini...aku sampai melakukan hal bodoh hanya untuk bersamanya..." rutuk Arkana.
Namun ia tak tega untuk membangunkan gadis ini...dan Arkana pun tak pernah lepas menatap wajah damai Ayara.
Pukul 10 malam Ayara mengerjapkan matanya...ia kaget karena ia tertidur selama 2 jam dan pria dingin itu sudah tak ada dikursinya
"Apa ia meninggalkan ku..?"
Namun terdengar suara air didalam kamar mandi dan itu menandakan bahwa Arkana berada disana.
Arkana keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah fresh dan itu membuat Ayara terpesona ditambah air yang masih mengalir di wajah putihnya itu yang membuat ketampanannya bertambah.
"Kau sudah bangun..?"
Ayara masih dalam ketidaksadaran hingga ia tak mendengar pertanyaan Arkana hingga deheman Arkana menyadarkannya.
"Ehhemmm..tundukkan pandangan mu.."
Ayara segera menunduk dan mengucapkan kalimat istighfar
"Maaf kan hamba ya alloh ....hamba hilaf.."ucapnya dalam hati sambil mengelus dadanya.
"Maaf tuan muda...apakah kita akan pulang sekarang..?"
"Hemm.."
stop dulu guyss
jangan lupa lihat profil pena misterius ya guys...karna ada novel baru disana dadada👋👋
see you next time...
__ADS_1
~pena misterius~