Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)

Bahagia Bersamamu ( Ayara&Arkana)
Bab 8: Ditolak


__ADS_3

Hey para readers jangan lupa tinggalkan jejak kalian untuk menyemangati Autor pena misterius dengan cara like, vote dan komen ok👍 ditungguu dikolom komentar dan jangan lupa simpen difavorit kalian yaa ok...langsung aja yuhuuu🎉


Setelah selesai makan, Arkana penasaran dengan kedua gadis ini


"Apa hubungannya kamu dengan gadis itu..?" ucap Arkana datar


Sintya tersenyum karena akhirnya calon suaminya berbicara juga karena dari tadi pria ini seperti orang bisu


"oh...singkatnya dulu itu dia gadis miskin yang dibully waktu sekolah dasar termasuk aku juga yang ngebully.."ucap Sintya tertawa


Arkana tak menggubris perkataan Sintya sampai Sintya berdiri


"Ayok aku sudah tak sabar ingin bertemu dengan orang tuamu.." ucapnya yakin


"percaya diri sekali wanita ini.."ucap Arkana dalam hati.


Tibalah keduanya dikediaman Wijaya Zain, Sintya hanya mengekor dibelakang Arkana yang berjalan dengan cepat didepannya


"Pah aku bawa calon menantumu.."ucap arkana menghampiri papa mamanya yang berada di Ruang tamu


pak zain menoleh menatap sorot mata Sintya dengan tajam. Sintya menghampiri mama Sandra dan memeluknya


"Hallo tante apa kabar masih ingat dengan saya..?"tanya Sintya tersenyum senang


"kabar baik, ingat donk sayang nak Sintya kan teman masa kecil Arkana.."ucap Sandra lembut


sedangkan pak Zain hanya melihat gerak gerik Sintya dengan wajah datar


"Hallo om, om apa kabar.." tanya Sintya basa-basi


"Apa pekerjaan mu..?" Ucap Zain dengan suara beratnya,


bukan jawaban yang dilontarkan melainkan pertanyaan yang ia dapatkan


"Sebagai Model om, saya juga bekerja sama dengan Arkana diperusahaannya, masak om gak tau? Saya termasuk model internasional loh om dan saya sangat pantas untuk menjadi pendamping anak om kelak" ucap Sintya bangga


sedangkan Arkana menggerutu merutuki gadis bodoh didepannya


"dasar gadis bodoh.."


Sedangkan Zain hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan gadis sombong seraya berkata


"saya tidak punya waktu untuk mencari informasi tentang orang sombong seperti kamu.." ucapnya berdiri ingin meninggalkan meja makan namun Arkana menahannya

__ADS_1


"bagaimana pah..? Apa papa setuju? "Tanya Arkana


"kamu pasti tahu jawaban papa.."ucap Zain


sedangkan Sintya langsung angkat bicara mengetahui dirinya ditolak


"saya minta maaf om, saya tidak bermaksud untuk menyombongkan diri, saya hanya ingin merasa pantas untuk jadi istri Arkana saja.."ucap Sintya memelas


"Anak sama bapak sama saja.." ucap Zain meninggalkan Meja makan


"tapi om.." belum sempat Sintya melanjutkan bicaranya, Zain sudah memotongnya


"saya Wijaya Zain menolakmu untuk menjadi menantu dikeluargan ini..camkan itu" ucapnya lantang.


Sekujur tubuh Sintya langsung lemas tatkala mendengar ucapan Zain


Sedangkan Arkana sudah bisa menebak keputusan papa nya dan lantas ia langsung keluar rumah dan kembali menuju kantornya.


Sintya masih sangat shok dengan keputusan Zain pasalnya ia akan gagal jadi menantu dan istri milyader. Tapi ia tidak putus asa ia masih mencoba membujuk mama Sandra untuk membantunya


"tante bantu ngomong sama om yaa tan karena saya dan Arkana saling mencintai.."ucap nya dengan isak tangis


"iya nanti tante coba ngomong sama om yaa "sambil memeluk Sintya.


"Argggh.." geramnya.


Ayara sudah sampai di kantor Arkana ia mulai bicara dengan resepsionis


"permisi, apa tuan muda Arkana ada..?" Tanya Ayara


Yaa Ayara sudah berniat untuk menemui Arkana setelah jam istirahat kantor untuk meminta maaf.


"Ada nona, apa nona ingin bertemu dengan tuan muda..?" Tanya resepsionis itu


"iya saya ingin bertemu dengannya karena saya ada urusan penting dengan tuan muda.." ucap Ayara lembut


"apa sudah membuat janji.."


"saya memang belum membuat janji dengan beliau tapi apakah anda bisa meneleponnya..?"jawab Ayara


"baiklah saya akan mencobanya..".


Didalam ruangannya Arkana masih merasa sangat kesal Aura tampan wajahnya yang sangat dingin dan memerah mampu membuat sang asisten takut dan tak berani mengganggu tuan mudanya sedangkan teleponnya dari tadi tak berhenti berdering yang menandakan seseorang berusaha menghubunginya

__ADS_1


"Sintya" nama itu yang tertera dilayar handphone Arkana


Arkana tak menghiraukan panggilan itu ia terus saja diam memikirkan bagaimana caranya ia mengambil hak warisnya, jika ia tidak menikah secepatnya maka ia telah sia-sia bekerja selama ini, maka seluruh aset kekayaan papanya akan jatuh ke seluruh panti asuhan dan otomotis ia tidak memiliki hak waris apapun dan papanya tidak pernah bermain-main dengan ucapannya.


nada dering telepon kantor berbunyi namun tak mampu membuyarkan lamunan Arkana ia masih sibuk dengan pikirannya hingga sang asisten Roni yang mengangkatnya


"ada apa.." tanyanya datar


"tuan muda tidak bisa diganggu..kembalilah besok.."lanjutnya.


Arkana tersadar dari lamunannya dan bertanya


"ada apa..?" Dengan tatapan tajam kepada sang asisten


"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan tuan muda..tapi ia tidak membuat janji.."jawab sang asisten menunduk karena mendapat tatapan elang dari tuannya


"siapa..?"


"maaf tuan muda saya tidak menanyakannya.." ucap sang asisten takut


"telpon lagi.." ucapnya tegas dan mampu membuat sang asisten menelepon kembali.


Ayara masih menunggu telepon diangkat ia berharap Arkana bisa menemuinya dan segera meminta maaf padanya, jika bukan karena sahamnya mengkin Ayara sudah tak ingin bertemu dengan manusia kutub utara yang sangat dingin itu, menyebalkan.


Akhirnya teleponpun diangkat tapi bukan Arkana yang mengangkat melainkan sang asisten, setelah resepsionis itu melakukan panggilan Ayara berharap cemas terlihat dari raut sang resepsionis yang sedang dimarahi dari balik telpon, setelah mengakhiri panggilannya resepsionis itu terlihat sinis melihat ke Ayara sambil berkata


"Tuan muda tidak bisa ditemui kembalilah besok dan membuat janji dengannya.."ucapnya


"gara-gara kau aku yang dimarahi oleh Asisten Roni.." lanjutnya.


Ayara membuang nafas kasar pasalnya ia telah gagal bertemu dengan Arkana dan harus membuat janji dengan sang asisten


"sulit sekali bertemu dengannya, sudah seperti kepala negara saja.."ucap Ayara ngedumel.


"Baiklah saya minta maaf kepadamu dan terima kasih atas bantuannya..saya permisi dulu" ucap Ayara kepada resepsionis padahal dalam hati Ayara mengatai resepsionis itu


"dasar bos sama karyawan sama saja, Angkuh, itukan memang pekerjaan seorang resepsionis.."ucap Ayara kesal tapi ia berusaha tersenyum untuk menutupi kekesalannya sedangkan resepsionis itu tak menghiraukan ucapan Ayara dan memilih bermain handphone nya.


sampai disini dulu ya guys..đź‘‹đź‘‹ see you next time.


jika like nya sedikit kemungkinan Autor akan jarang up karena Autor lagi persiapan buat ujian kelulusan dan jika like nya banyak autor akan nyempatin buat terus up untuk para readers setia.


~pena misteius~

__ADS_1


__ADS_2