
Pagi yang sangat cerah menyapa indah nya Dunia, namun berbeda dengan suasana hati LIDYA CINTYA DERMAWAN suasana hati nya yang mendung dapat terlihat dari raut wajah nya yang sembab akibat di tetesi air mata.
kini Dia sedang berada di kamar tamu milik Tuan Muda Daniel Irawan. tinggal beberapa jam lagi sia akan melepas masa lajang nya dan harus menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak dia cintai.
Lidya terus menangis membanting banting kasur nya, "apa sih tujuan dari semua ini.? kenapa harus gue.?" gumam nya disela sela tangis nya.
jam demi jam berlalu tak terasa sudah pukul 2 siang. tiba tiba
tok,tok,tok
"permisi mbak"sapa seseorang
"ada apa.?" tanya Lidya singkat.
"kami di perintah tuan muda untuk make over embak" tutur nya sopan.
"mm" jawab nya malas.
"kita mulai sekarang ya mbak" ijin Yuna, petugas tata rias pengantin.
"mm" hanya itu yang keluar dari mulut Lidya
hanya butuh waktu 25 menit Lidya sudah siap di make over dan "sempurna." ucap Yuna setelah selesai Yuna pamit lalu meninggalkan Lidya dikamar itu.
Lidya tengah duduk di meja rias, dia melihat sosok dirinya di dalam kaca besar itu.
"entah mimpi buruk apa yang membawa ku kedalam jeratan seperti ini, menikah dengan pria arogan dan bahkan tanpa cinta sedikit pun,"ratap nya.
"sudah siap meratapi nasib.?" ucap seseorang yang entah sejak kapan dia berdiri disana.
Lidya menoleh ke arah suara itu, kamu ucapnya ternyata pemilik suara itu adalah Aprilia adik Daniel yang sebentar lagi akan menjadi adik ipar nya.
"ada apa?" tanya nya singkat
__ADS_1
"sudah ditunggu sama penghulu." ucapnya singkat.
"baiklah saya turun sekarang"jawab Lidya
"hmm" jawab april lalu pergi.
dengan langkah gontai Lidya keluar kamar dan berjalan menuju ruang khusus dimana akan dilaksanakan pernikahan. tanpa ada pesta dan perayaan sedikit pun, bahkan yang hadir hanya penghulu, saksi dan kedua mempelai. sedih bukan sihh...
acara dimulai hingga kini Lidya sah menjadi seorang istri dari Daniel Irawan., air mata jatuh membasahi pipi nya, tak ada sedikit pun kebahagiaan tergambar di wajah nya.
"baiklah Tuan saya kira semua sudah selesai, saya undur diri dulu kebetulan saya masih punya undangan lagi."tutur pak penghulu.
"baiklah pak terima kasih."ucap daniel lalu memerintahkan supir untuk mengantar pak penghulu.
setelah penghulu pergi dan kini tinggallah mereka berdua, suasana hening Lidya memandangi Daniel yang sibuk dengan ponsel nya,,
"apa saya boleh ke kamar duluan tuan.?" Lidya memberanikan diri bertanya
Lidya beranjak pergi lalu masuk ke kamar kecil yang kini sah menjadi milik nya di rumah milik tuan muda.
"apa ini? kenapa sepertinya tidak ada yang berbeda ? apa dia hanya ingin status.? atau memang benar kalau keluarga ini dan keluargaku punya hubungan di masa lalu? pa.. ma.. nenek Lidya mau pulang..." rengek nya, dia bahkan tak hentinya menangis, hingga Lidya tertidur pulas.
sementara di ruang kerja daniel dia sedang berkutat dengan leptop nya, Ray yang memang kini sudah tinggal di rumah itu juga sama sibuknya dengan tuan muda.
"bagaimana wanita itu apa dia sudah bangun dan makan malam.?" tanya nya memecah keheningan ruangan itu,
"belum tuan, saya bahkan sudah menyuruh Inah membangunkan nya tapi kamar nya terkunci." jawab Ray.
suasana kembali hening sampai tiba tiba terdengar suara ketokan pintu,
"apa mama boleh masuk.? "tanya Irma dari balik pintu
"masuk aja mam" sahut Daniel
__ADS_1
"malam nyonya." sapa Ray
"hus ini dirumah Ray tante ya tetap tante kamu, kamu juga anak tante jadi gak ada nyonya nyonyaan." jawab Irma
"baiklah ny... eh tan" ucap Ray,
"Niel apa rencana mu berikut nya.? mama mohon jangan ada KDRT nak, jangan kamu kotori tangan kamu untuk menyiksa nya," ucap Irma pada anak sulung nya itu.
"ma, sekarang Niel hanya ingin memantau pergerakan nya saja, dan memancing agar mangsa keluar dari persembunyiannya." ucap Daniel tenang.
"caranya.?"tanya Irma
"di kamar nya sudah di pasang cctv rahasia dan ponsel nya juga sudah di sadap ke ponsel Tuan, apa bila dia sedang melakukan panggilan atau saling mengirim pesan semua akan masuk ke ponsel tuan muda, dan gps nya aktif." sahut Ray karna memang dialah yang melakukan itu semua.
"hmm, baiklah mama ke kamar dulu, istrahat lah nak, Ray itu manusia bukan robot mu." ucap Irma kepada anak nya.
"iya ma sebentar ini juga sudah clear." jawab ray
"yasudah lah, Ray tante duluan ya" ucap wanita paruh baya itu lalu pergi
sekretaris Ray hanya menganggukkan kepala nya.
BERSAMBUNG....
💕💕💕
hallo readerss sayang...
mohon tinggalkan jejak nya ya gaessss
salam penulis emperan
salam dari dunia halu.. 💕💕
__ADS_1