
satu minggu sudah Kania berada di kota yang sama dengan kekasih hatinya. Kania sudah mulai sibuk dengan pekerjaan yang sudah di serahkan sang ayah kepadanya.
Berbeda dengan Daniel yang sedang santai diruangan kebesaran nya, tidak ad pekerjaan mendesak yang harus ia kerjakan. Rasa rindu yang selalu menghantui pikiran Daniel. Namun seketika ia teringat akan istri pajangannya dirumah yang gelagak nya mulai jatuh hati padanya.
Daniel mengambil ponsel milik nya dan mencari nama my herat ❤ lalu memulai panggilan. panggilan pertama terlewatkan. lalu saat mencoba kedua kali,
"kak, maaf Nia tadi ada rapat dadakan makanya Nia tidak menjawab panggilan kakak." jelas Kania buru buru takut lelakinya salah paham.
"heart tidak apa apa aku tau kinu kesibukan kita hampir sama." jawab Daniel santai.
"kak, nanti malam Nia pengen jalan sama kakak boleh.?" pinta nya.
"Boleh boleh saja sayang emang mau jalan kemana, hm?" Tanya nya lembut.
"Nanti malam aku tunjukin, aku tunggu kakak dirumah, seperti biasa ya kak." ucap Kania mencoba memancing apakah kekasih hati nya lupa akan kebiasaan mereka jika pergi bersama.
"oke" jawab Daniel santai.
"Kak, Nia tutup telfon nya, ada tamu yang harus Nia temui." jelas kania lalu mengakhiri panggilan nya.
****
malam telah tiba, mobil sport milik Daniel melaju menuju kediman sang kekasih hati, ia bahkan tidak melupakan sedikit pun caranya bertamu kerumah kekasih nya itu, seperti yang sudah ia lakukan 2 tahun yang lalu.
__ADS_1
"malam om, tante." sapa Daniel sopan
"malam nak Daniel." sahut mama,papa Kania ramah.
"Niel mau ajak Kania jalan jalan om,tante" ucap Daniel langsung to the point. takut jika tidak begitu maka akan terjadi drama obrolan yang panjang.
"mau lepas rindu nih ceritanya." Goda Ratna mama Kania. yang membuat Daniel Cengar cengir tak jelas.
"pergi lah, tapi ingat pulangnya jangan terlalu larut ." ucap Dody papanya Kania mengingat kan.
"baik om, kalau begitu kami pamit om,tante assalamualaikum." ucap Daniel berpamitan.
"Walaikumsalam" balas mama papa Kania bersamaan.
Diperjalanan Kania tampak diam seribu bahasa, sepertinya ada sesuatu yang mengganjal dihati gadis itu. Melihat gelagat kekasih nya yang tak seperti biasanya membuat Daniel mengerutkan kening nya lalu
"kak, kita makan di resto biasa aja yah." pinta Kania tanpa menjawab pertanyaan Daniel. hanya sebuah anggukan dari pria itu menandakan dirinya setuju.
Kini keduanya sudah duduk di sofa ruangan VVIP restoran itu. setelah memesan makan dan minum, tidak ada percakapan diantara keduanya, Sampai pesanaan sudah dihidangkan di hadapan mereka.
Keduanya mulai menyantap makan malam. suasana nya sangat jauh berbeda dengan dua tahun lalu, kini keduanya sudah seperti orang yang baru kenal.
"kak," panggil Kania tiba tiba memecah keheningan yang sekian jam terjadi. sembari tangan nya mengusap pelan wajah nya dengan tissue.
__ADS_1
"iya," jawab Daniel
"papa ingin Kania secepatnya menikah kak, dan jika Kakak belum juga siap untuk menghalalkan Nia, papa sudah punya orang yang akan dijodohkan dengan Nia kak." Kania menundukkan kepalanya,tak berani beradu tatap dengan sang kekasih.
Deg.
ucapan Kania barusan membuat Daniel mengerutkan kening nya.
"Nia misi ku belum selesai maka aku tidak pernah berpikiran sampai kesana sampai aku menuntaskan semua nya, sepertinya aku sudah cerita dari sebelum sebelumnya." jelas Daniel meminta pengertian Kania.
"kak, selama ini aku cukup sabar menunggu kakak, tapi kakak selalu melibatkan masalah keluarga kakak, yang menjadikan itu alasan kakak tidak berpikiran menikah,!" Nada bicara Kania mulai tinggi menandakan jika gadis itu sudah mulai emosi.
"Apa apaan ini.? kenapa tiba tiba kamu begini.? bukan kah dari dulu kamu selalu setuju sampai aku menyelesaikan masalah ini lalu kita akan menikah." Emosi Daniel juga sudah mulai terpancing,
"maaf kak, kalau begini terus Nia minta Putus aja." ucap Kanie kesal lalu memalingkan wajah cemberut nya.
"kamu yakin dengan ucapan kamu barusan.?" tanya Daniel.
"yakin, sangat yakin. karna aku yakin kamu juga sudah mulai jatuh hati pada istri bohongan kamu itu, atau mungkin kamu sudah tidur dengannya." todong Kania asal.
bola mata Daniel membulat sempurna., gadis yang dulu selalu mendukung dirinya dan selalu memberi semangat kini berubah hampir seratus delapan puluh derajat.
"lebih baik kita akhiri ini semuanya kak, Nia juga berhak memilih yang lebih baik dan mungkin kakak bukan yang terbaik." ucap Kania lalu beranjak pergi meninggalkan Daniel dalam kebingungannya.
__ADS_1
🏵🏵🏵🏵
🙏💕