BALAS DENDAM SANG PRESDIR

BALAS DENDAM SANG PRESDIR
20.TEKAD APRILIA


__ADS_3

"Keluarga Irawan merasa menang atas berita duka yang menimpa keluarga kita. namun dengan tekad bulat mama dan nenek untuk membesarkan kita bersama maka mama kembali bekerja di perusahaan kakek, dan Nenek mengurus kita dirumah saat mama bekerja."


"Hingga kakak menamatkan pendidikan SMA, barulah mama kembali berhenti bekerja dan urusan perusahaan beralih menjadi tugas kakak. hingga saat ini perusahaan peninggalan kakek masih tetap bereproduksi dengan baik seperti yang kamu ketahui sendiri."


Tetesan air mata mengakhiri cerita Daniel.


"kak, apa monika tahu jika aku saudara tiri nya.?" tanya Aprilia.


"ya, bahkan tujuan mendekati kamu saat kakak itu adalah menghancurkan krluarga kita." jawab Daniel mengingatkan April peristiwa beberapa bulan lalu.


"Lalu apa rencana kakak selanjutnya, bagaimana dengan Lidya kak.?" tanya nya lagi.


"Lidya akan menjadi bola kakak dalam peperangan," jawab Daniel lagi.


"apa mama mengijinkan ?" tanyanya lagi, pada Irma.


"Demi semua sakit yang telah kita lalui, hingga Meninggal nya Kakek mu dan wasiat kakek mu, mama mengijinkan dan mempercayakannya kepada kalian berdua." jawab Bu Irma.


"Baiklah, aku akan mengajukan proposal magang di perusahaan itu dan menjalankan misi dengan baik." Tekad Aprilia kini sudah bulat, hati nya begitu pedih mengingat betapa sakitnya perjuangan mama dan kakaknya saat itu.


"terimakasih sayang," ucap Daniel dan membawa adik semata wayang nya kedalam dekapan nya.

__ADS_1


****


Pagi indah menyambut, Sinar mentari sudah mulai muncul dari ufuk timur dan menghangatkan bumi, Aprilia Irawan tampak melangkah memasuki lobi perusahaan megah yang diberi nama, DERMAWAN GROUP.


Setelah melalui beberapa prosedur akhirnya Aprilia diterima magang di perusahaan tersebut. Aprilia di tempatkan di bagian keuangan bukan karena itu jurusan study nya namun karena bagian itu lah yang sedang membutuhkan tenaga magang seperti Aprilia.


"baik lah, walau bukan di bagian yang aku inginkan yang pasti lewat ini aku juga akan sering bolak balik ruangan pemimpin utama perusahaan ini, " ucap nya dalam hati.


Aprilia segera pulang setelah froposal magang nya disetujui dan besok hari pertama nya bekerja dan sampai enam bulan kedepan dia akan leluasa memantau gerak gerik musuh nya. Karena menurut Nya sangat berbahaya jika dia terlalu lama berkeliaran di luar rumah, seperti yang Daniel ingatkan pagi tadi sebelum dirinya berangkat dengan diantar oleh supir pribadi dan dua orang bodyguard pilihan Daniel.


selama perjalanan pulang Aprilia sibuk dengan ponsel nya. tangan nya sibuk menari nari di atas benda persegi itu. hingga konsentrasinya buyar ketika ENO supirnya memanggil namanya.


"eh, ia" Jawab April sedikit gugup karena kaget dengan suara Eno yang sedari tadi memanggilnya.


"sudah sampai non," ucap Eno mengingatkan agar majikan nya itu turun sebelum dia memasukan mobil ke garasi istana milik Tuan Daniel.


Aprilia turun, lalu melangkahkan kaki nya memasuki rumah, saat hendak membuka pintu kamar nya samar Aprilia mendengar suara bisik bisik dari arah kamar Daniel yang hanya berjarak beberapa langkah dari kamar nya, awalnya Aprilia ingin mengabaikan nya, namun langkah nya kembali terhenti saat ia mendengar namanya disebut. Aprilia melangkah mendekat ternyata Lidya sedang membicarakannya dengan seseorang melalui ponsel.


"kurang ajar, jadi lo masih belom kapok dengan pelajaran yang kemaren gue berikan, oke lo bakal ngerasain yang lebih dari itu." ucap Aprilia.


Langkah kakinya kini memasuki kamar miliknya. Aprilia menghempaskan tubuh nya di sofa empuk yang ditata rapi di kamar nya. dengan perasaan kesal terhadap istri bohongan kakaknya itu, Ia mengambil ponselnya lalu mencari nomor kakak nya, setelah menemukan yang ia cari lalu tangannya menekan tombol hijau ia menempelkan benda pipih itu di telinga nya. setelah terhubung

__ADS_1


"kak, coba deh kakak dengar panggilan yang barusan saja ia lakukan, dengan siapa dia berbicara" pintanya dengan nada kesal.


Tampak tuan Daniel tersenyum di seberang sana. bagaimana tidak sebelum adiknya meminta dirinya sudah sejak awal mendengar percakapan itu.


"lalu apa yang akan kamu lakukan sayang ?" tanya nya antusias.


"aku akan membalas dengan mengganti pekerjaan semua asisten rumah tangga padanya tanpa terkecuali." jawab Aprilia.


"what.? tega banget bu." nada bicara Daniel dibuat seolah olah kasian,


"kakak, kakak ingat, saat ibu seharusnya membutuhkan istirahat setelah melahirkan malah disuruh mengurusi semua pekerjaan rumah.?" Kekesalan Aprilia semakin menjadi setelah mendengar jawaban kakaknya barusan.


"baiklah, lakukan saja yang membuat mu senang, tapi jangan sampai kamu membunuhnya." ucap Daniel diiringi gelak tawa Tuan Muda yang sangat amat jarang terdengar.


"asiaaapppppp.!!!" seru Aprilia kegirangan lalu memutus panggilan secara sepihak membuat Daniel menggelengkan kepalanya.


🏵🏵🏵


mohon dukungannya gaess ku


love you 💕🙏

__ADS_1


__ADS_2