
Berjam jam Lidya harus berkutat dengan semua pakan kotor, hingga akhirnya perkerjaan dadakan itu selesai juga.
"akhirnya selesai juga." Ucapnya.
Baru saja ia hendak melangkah keluar dari Laundry room, tiba tiba
"jadi asisten baru kayaknya lebih cocok," ejek April yang entah kapan berdiri disana.
"maksud kamu ?" Lidya mengerutkan Kening nya mendengar ucapan adik iparnya barusan.
"hahahahah bercanda kakak ipar cantik." goda April lalu pergi.
"kalau bukan karna adik ipar gue injak injak pala lo." gerutu Lidya.
Baru saja Lidya menghempaskan bokong nya di ranjang, berniat meluruskan otot otot nya yang hampir kaku, tiba tiba pintu kamar mandi terbuka dan terlihat Daniel muncul dari balik pintu,
"eh mas, pelan pelan." Lidya mengingatkan.
hanya sebuah senyum kecil yang menjawab perhatiaan nya.
"mas, adik kamu terlalu, menyuruh ku menyuci pakaian sendiri ditambah pakaian semua asisten dirumah ini." adunya.
"oh ya, lalu kamu melakukan nya?" tanya Daniel, Lidya menganggukan kepalanya dengan cepat.
"hmm, kamu memang istri terbaik sayang."
deg.
Seketika rasa lelah Lidya hilang tampak hatinya yang berbunga bunga. tidak dapat dipungkiri saat ini Lidya sudah mulai menumbuhkan rasa kepada Daniel hanya dengan perlakuan yang sedikit berubah lebih lembut.
__ADS_1
Tanpa ia sadri bahwa kehadirannya hanya sebagai alat Untuk Daniel agar lebih mudah membalaskan dendam nya.
"aku banyak pekerjaan sayang, aku keruang kerja dulu." Daniel pergi meninggalkan Lidya sendiri dengan suasana hati yang susah untuk di jabarkan.
"iya sayang" bisik nya setelah punggung Daniel lenyap di balik pintu.
***
Di sisi lain di kediaman Hendra terlihat keributan besar. Aurel marah besar saat tahu putri kesayangan nya terpaksa menikah dengan anak suami nya, yang berarti kakak tiri nya juga walau beda ibu.
"pokok nya mama enggak mau tahu pa, papa jemput paksa Lidya sekarang juga." suara Aurel dipenuhi dengan emosi.
"bagaimana caranya papa jemput Lidya, bahkan Lidya sedang menjalani misi selanjutnya." jawab Hendra berusaha tenang.
"misi.? misi apa lagi pa?" Tanya Aurel. wanita paruh baya itu menghempaskan bokong nya di sofa tunggal ruang keluarga.
"Lidya sedang berusaha membuat Daniel jatuh hati padanya, dengan seperti itu Lidya akan mudah menguasai seluruh harta Daniel." Jelas Hendra.
"jika papa tidak bisa menjemput Lidya sekarang maka mama sendiri yang akan bertindak." berharap gertakannya kali ini berhasil.
"ma, Lidya terikat kontrak..
"apa,!! Lidya kawin kontrak.?!" Bentak nya, mata Aurel tampak memerah karena amarah dan emosi serta kesal dengan kecerobohan sang suami menyatu.
"bukan ma,
"lalu.?!" Tanya nya tak sabar menunggu penjelasan sang suami.
"makanya mama dengarin dulu jangan main ngegas gitu ma." Hendra mulai kesal sadri tadu istrinya tidak memberinya peluang untuk menjelaskan apa pun. Hendra menarik nafas dan membuang nya kasar.
__ADS_1
"saat putri kita melamar pekerjaan di perusahaan itu, tanpa kita sadari mata mata Daniel mengawasi kita, maka di dalam perjanjian kontrak kerja terselip perjanjian apabila Daniel ingin menikahinya kapan pun, maka putri kita harus siap. jika tidak akan berakibat fatal untuk dia dan juga keluarga kita..
"Dan Lidya menandatangani kontrak itu tanpa membaca isinya.?" tanya Aurel memotong penjelasan suami nya.
Hendra hanya mengangguk membenarkan tebakan istrinya.
"bodoh.!!" maki Aurel.
"sekarang bagaimana pa.? apa yang harus kita lakukan agar putri kita terbebas dari tempat itu.?" pertanyaan Aurel membuat Kekesalan Henrda bertambah naik.
"mama tau putri kita itu sangat cerdas, jadi ada baiknya jika mama diam saja dab terima hasil nya." ucap Hendra melepas kekesalannya.
Kini Aurel bungkam seribu bahasa. tiba tiba..
"cucu kesayangan ku pasti tidak akan tergoda pada anak sialan itu. walau pun dia tidak tahu jika Daniel kakak tirinya, namun ibu percaya dengan dia tahu jika keluarga kita dengan keluarga itu tidak pernah berdamai Lidya tidak akan pernah menaruh hati pada anak itu." tiba tubi Ibu Rani mama dari Hendra berucap membuat mata dua pasangan suami istri yang sedang berdebat beralih menatap nya.
"mama, tapi Aurel takut jika sampai hal itu terjadi, bagaimana?" kini Aurel berhasil menitikkan air mata. tampak jelas mimik wajah nya menujukkan kekhawatiran.
"kamu tenang saja sayang. Lidya pewaris sifat mama, jadi mama yakin itu tidak akan pernah terjadi." Bujuk Rani pada menantu kesayangan nya itu.
Bersambung.....
🏵🏵🏵🏵
kembali di aku.
jangan lupa dukungannya ya gaessss
love you
__ADS_1
🙏💕