
Seperti yang telah Daniel ijinkan kini Aprilia dengan bebas melakukan apa pun terhadap kakak ipar nya atau lebih tepatnya adik tiri nya.
Malam itu Aprilia mengumpulkan semua asisten rumah tangga di ruang keluarga,
"mungkin kalian semua bingung dan penasaran ada perlu apa saya mengumpulkan kalian disini," Ucap Aprilia memecah keheningan.
"Betul non, kami juga sedikit takut apa ada kesalahan yang kami lakukan tanpa kami sadari, " sahut Imah kepala pelaang dan asisten tertua dan terlama di rumah itu.
"ah tidak tidak, saya memberi kalian cuti selama satu bulan kedepan," jawab Aprilia.
"tapi Non, bukannya pekerjaan dirumah begitu banya,lalu siapa yang akan menyelesaikannya semua jika kami semua cuti.?" Tanya Bi Imah menunjukan wajah bingung nya.
"sudah, kalian turuti saja mau nya, mungkin dia ingin belajar menjadi ibu rumah tangga yang baik selama satu bulan kedepan." tiba tiba suara Daniel membuat semua orang mengalihkan pandangan mereka. setelah mengetahui siapa pemilik suara itu, para asisten secara langsung membungkukkan badan memberi hormat bersamaan tanpa komando.
"apaan sih kak." ucap Aprilia sedikit memasang wajah kesal.
"sudah lah, dalam waktu satu bulan kedepan kalian terbebas dengan tugas kalian, yang ingin pulang kampung atau ingin liburan boleh, atau ada yang ingin libur dan istirahat di sini juga tetap boleh" jelas Aprilia kepada semua pelayan termasuk koki.
"baik nona, terimakasih " ucap mereka bersamaan.
"baiklah, sekarang kalian boleh kembali ke kamar masing masing, dan istirahat lah." ucap Aprilia lalu beranjak pergi meninggalkan ruang keluarga.
Pagi ini keadaan rumah keluarga Daniel tampak berbeda dengan biasanya, meja makan yang biasanya sudah tertata rapi dengan berbagai macam jenis makanan kini terlihat kosong. Lidya yang baru saja turun ingin sarapan tentu terkejut kaget melihat hal itu.
__ADS_1
"bagaimana mungkin meja makan masih kosong sementara inu sudah hampir pukul tujuh pagi." ucapnya pada diri sendiri.
seketika Lidya mengalihkan pandangan nya menuju laundry room, matanya menangkap banyak pakaian kotor yang tertumpuk disana, dan semua ruangan rumah tampak belum di sapu.
"Ada apa ini, kemana semua pelayan rumah ini.? kenapa tak ada pekerjaan yang beres.? apa mereka sudah mulai bosan bekerja disini ?" Lidya bertanya pada dirinya sendiri.
"Awas saja jika aku mendapati mereka bermalas malasan." gerutu nya. Batu saja Lidya hendak melangkahkan kaki nya, tiba tiba Aprilia turun
"mau kemana lo.?" tanya nya.
"aku baru saja hendak membangunkan para pekerja rumah ini, sudah jam segini sarapan belum juga siap, bagaimana jika sebentar lagi mas Daniel turun dan melihat sarapan tidak ada, bisa bisa dia marah," Jawab Lidya antusias, dengan nada bicara dibuat se akrab mungkin.
"tidak perlu. karna mulai hari ini para asisten libur dan yang akan menggantikan mereka untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah adalah kamu, jadi jika kamu tidak ingin kak Daniel memarahi mu maka siapkan sarapan secepat mungkin." jelas Aprilia lalu pergi meninggalkan Lidya seorang diri.
Mendengar dia menyebut Nyonya muda Daniel emosi Aprilia terpancing,
"apa nyonya muda ?" tanya nya saat badan nya sudah terbalik sempurna menghadap wanita di hadapannya.
"iya, dan itu benar adanya. dan aku ini adalah kakak iparmu kalau kau lupa." jawab nya lantang
"hahahaa, sepertinya saya perlu membelikan kamu kaca yang ukurannya jauh lebih besar atau bahkan lebih besar dari rumah minimalis orang tua mu." ejek Aprilia.
"Kau,!" Lidya mengangkat tangan nya hendak mendaratkan sebuah tamparan di pipi manis adik tirinya itu yang menjelma menjadi adik iparnya, saat netra nya menangkap sosok lelaki yang kini menjadi pujaan hatinya berjalan menuruni anak tangga.
__ADS_1
"kenapa berhenti.? coba seberapa kuat nya tangan hina mu itu menampar ku," kini suara Aprilia sudah mulai meninggi.
Daniel yang baru saja tiba, memplototkan mata nya, bagaimana tidak selama ini dia mengenal adik nya seorang wanita ramah dan murah hati, ternyata memiliki sifat preman seperti yang di lihat nya saat ini.
"eh oh." Lidya tampak Gelagapan,
"eh oh, eh oh, apa.?!" bentak nya lagi.
"dan ini keputusan keluarga bahwa mulai hari ini kamu akan menggantikan pekerjaan semua pelayan rumah ini, dan kamu boleh melihat ruangan itu, didalam nya sudah banyak pakaian yang menanti mu." jelas nya sambil telynjuk nya di angkat mengarah Laundry room.
Lidya mengalihkan pandangannya, kearah Daniel seolah meminta nya agar Daniel marah dengan tindakan adiknya itu.
Daniel mengangkat bahunya acuh, tanda tak perduli dengan keadaan.
"keputusan ditangan nya, jika kamu siap mengabdikan hidup mu untuk ku maka lakukan lah. " hanya kalimat itu lah yang keluar dari mulut Tuan muda lalu pergi meninggalkan dua wanita itu, seolah memberi ijin agar keduanya melanjutkan pertikaian yang sempat tertunda.
🏵🏵🏵🏵
mohon dukungan ny gaesss
jangan lupa di like vote dan komen nya ya.
💕🙏
__ADS_1