BALAS DENDAM SANG PRESDIR

BALAS DENDAM SANG PRESDIR
02 Ruangan presdir


__ADS_3

Daniel masuk keruangan megah dan luas itu dia menatap rindu semua isi ruangan tersebut, bagai mana tak rindu sudah hampir 3 tahub dia tak berkunjung langsung di perusahaan nya itu.


dia berjalan menuju meja kerja nya dan dusuk di kursi kebesarannya itu. Daniel menyandarkan punggung nya lalu menghela napas panjang. matanya tertuju pada sebuah foto yang terpajang di meja nya itu.


"mah.." ucap daniel lirih tangannya meraih foto itu. ya, itu adalah foto wanita cinta pertama daniel wanita yang sangat berarti baginya dibanding apapun juga, dia adalah Irma Wani Irawan ibunda dari Daniel Irawan.


"Daniel sudah disini mah, daniel akan memulainya." Ucapnya pelan namun penuh arti


"Niel janji akan membuat mereka merasakan derita yang mama rasakan dulu,"ucapnya namun kini setetes air mata jatuh dari sudut matanya tatapanya penuh kebencian


tiba tiba


tok..tok..tok


Daniel sadar dari lamunannya, Dengan cepat ia sisa air mata nya dan memperbaiki posisi duduk nya.


"masuk.." ucap nya ia mengembalikan foto ibunya ketempat semula.


"permisi Tuan.." ucap Ray lalu berjalan menuju meja kebesarab Tuannya Daniel.


" ini semua laporan perusahan bulan ini tuan" ucap Ray lalu menyerahkan beberapa map berisi laporan perusahaan itu kepada daniel


Daniel hanya mengangguk.

__ADS_1


"saya permisi Tuan,," Ray pamit keluar


"Ray.. panggilkan kepala HRD kemari" ucap nya tanpa menoleh


"baik Tuab" jawab ray lalu keluar dari ruangan presdir


sekretaris Ray berjalan menuju ruangan nya yang berada tepat didepan ruang kerja presdir tersebut dan menekan tombol pada telepon yang terletak di meja kerja nya memenggil kepala HRD atas suruhan Presdir.


Hentakan kaki yang beradu dengan lantai menandakan seseorang menuju ruangan nya sekretaris Ray tau itu adalah kepala HRD.


tok.tok.tok


Ray megetok pintu rungan presdir. lalu membuka pelan setelah ijin dari si empunya ruangan


"Tuan ini Kepala HRD nya.." ucap ray sedikit gugup melihat tatapan sang Tuan.


"baik tuan.. saya permisi." ucap Ray lalu keluar dari ruangan itu.


HRD merasa sangat takut dab gugup 2 tahun dia menjabat sebagai kepala HRD di perusahan ini dan ini pertama kalinya di bertatap muka langsung dengan pemilik perusahaan tempat dia mencari sesuap nasi.


Daniel menatap tajam kepala HRD yang tengah berdiri di hadapannya dengan tatapan sinis menatap dari atas hingga bawah


kepala HRD yang biasa di sebut dengan Sely itu pun merasa kikuk dan takut saat melihat tuan muda memandangi nya demikian.

__ADS_1


"apa Tubuh mu seindah itu untuk dipamerkan, hah.??!" tanya Daniel dengan tatapan jijik


deg.


"mampus gue.."ucapnya sely dalam hati memperhatikan pakaian mini nya yang hampir memuntahkan semua isi nya.


"saya bebicara dengan anda." ucap Daniel dengan suara yang kini mulai meninggi.


"ma..maaf Tuan.." ucap sely terbata karna gugup.


"saya tidak mau melihat ini untuk besok dan seterusnya.." ucapnya datar


"ba..baik tuan." jawab nya gemetaran


"saya minta kamu rekrut seorang karyawan wanita untuk mejadi asisten pribadi saya atas nama LIDYA CINTIA DERMAWAN, dan mulai besok dia sudah berada di ruangan depan disebelah ruangan sekretaris ray." ucap nya


"baik Tuan." jawab sely cepat


"silahkan kembali keruangan mu." ucapnya datar


"sa..saya permisi tuan." ucap sely lalu berjalan keluar dari ruangan presdir itu.


terukir senyum sinis di bibir Daniel "mari kita mulai permainan ini." ucapnya pelan namun tatapan kebencian memenuhi sorot matanya...

__ADS_1


Bersambung


💕💕


__ADS_2