BALAS DENDAM SANG PRESDIR

BALAS DENDAM SANG PRESDIR
14. Hancur.


__ADS_3

Sepeninggal Kania, Daniel masih saja diam membisu ditempat nya,


"bagaimana bisa dia begini.? ada apa? ada masalah kah.? perasaan hubungan yang sudah kami lalui beberapa tahun ini baik baik saja." Daniel berbicara pada dirinya sendiri.


Ia nampak mengusap wajah nya kasar. lalu pergi setelah wetres Resto datang membawa bil permintaannya.


Daniel melajukan mobil nya, fikiran nya kemana mana hatinya sangat sakit ketika mendengar keputusan sepihak yang dibuat Kania.


mengemudi dalam keadaan seperti itu membuat Daniel tidak fokus, saat mobil mewah milik nya berbelok ke kiri tiba tiba truk besar dengan laju kencang menghantam mobil nya.


Mobil mewah Daniel kini hancur dan tidak tahu bagaimana nasib sang tuan muda saat ini.


seperkian detik tempat itu sudah dipenuhi para pengendara yang lalu lalang, saat mengetahui ada kecelakaan hebat mereka langsung berhenti.


"telpon ambulan" seru mereka.


"lama pak, kita bawa sekarang kerumah sakit terdekat, pakai mobil saya saja pak," tawar seseorang yang baru muncul di tempat itu.


"yasudah minggir pak buk, ucap para pria itu lalu menggendong tubuh kekar sang Tuan muda yang sudah berlumuran darah.


"Tuan.!" pekik Ray. dia terkejut bukan main.


"bapak mengenal nya.?" tanya seseorang dari mereka


"ya dia pimpinan saya, baiklah saya akan membawa nya kerumah sakit dan terimakasih untuk bantuan semuanya." ucap Ray lalu pergi.


****

__ADS_1


Irma nampak mondar mandir di depan pintu ruang UGD dengan tangan menutup mulut dan air mata terus mengalir tanpa henti. begitu juga dengan April adik Daniel yang tengah duduk di samping Ray dengan isak tangis yang sedari tadi tidak berhenti.


ceklek.


semua langsung memalingkan wajah menatap satu arah yang sama.


"bagaimana keadaan putra saya dok, " tanya Irma.


"Pasien baik baik saja buk, tidak ada luka yang terlalu serius, hanya syok saja." jelas Doktet Nafis membuat semua anggota keluarga dan rekan disana menghela nafas lega.


"saya permisi dulu bu, satu jam lagi saya kembali memeriksa kondisi pasien." pamit nya.


"apa kami sudah boleh melihat kak Daniel dok.?" tanya april dengan suara serak khas orang baru menangis.


" boleh, tapi jangan terlalu berisik." jawab Dokter Nafis lalu pergi.


"kak," panggilnya lirih tangan nya menggenggam erat tangan kekar kakak kesayangan nya itu. berulang kali ia mencium punggung tangan sang kakak berharap cepat sadar.


Sama halnya yang dirasakan Irma, bahkan hati nya lebih gelisah, meski raut wajah nya sudah sedikit lebih tenang , sebisa mungkin Irma menutupi kegelisahan nya.


***


di sisi lain di rumah kediaman Kania, tampak Kania sedang adu mulut dengan sang ayah.


"Papa bingung dengan jalan fikiran mu Nia." ucap sang papa kesal.


"coba papa fikirin, papa memaksa Kania menikah sementara Kania masih pengen bebas pa, pengen menikmati masa muda Kania," kini ucapan Kania mampu menaikkan emosi Ibrahim sang papa.

__ADS_1


"kamu tahu perusahaan sedang tidak baik, semua nya sedang dalam keadaan buruk. Dan..


"Dan apa pa? dengan menikahkan Kania maka itu dapat memperbaiki semua nya.? Kania langsung memotong kalimat Papanya.


"ya, dan itu untuk kebaikan kamu juga." timpal sang mama.


"serah mama papa yang jelas sekarang Nia sudah tidak punya hubungan apa pun dengan kak Daniel, Kania sudah putus, dan sebentar lagi kak Daniel akan menikah." ucap Kania lalu beranjak pergi meninggalkan kedua orang tua nya.


Ibrahim mendengus kesal. harapanya memanfaatkan Daniel yang akan menjadi menantunya agar dapat memperbaiki keadaan perusahaan pupus sudah.


Kania duduk termenung di sofa tunggal menghadap jendela. air mata nya bercucuran bebas membasahi wajah cantiknya.


"maafkan Nia kak, Nia tidak mau kakak terlibat dalam akal busuk papa, papa hanya ingin memanfaatkan kakak, maka dari itu Nia memilih jalan ini." ucapnya disela isak tangis nya.


Kania mengambil sebuah map berisi semua foto kenangan selama mereka pacaran. tangis nya semakin menjadi jadi hatinya bagaikan dicabik cabik sakit rasanya.


Kania duduk di Ranjang nya tangan nya mendekap erat foto foto itu, karena lelah dengan suasana hati yang begitu kacau Kania tertidur dengan sisa butiran airmatanya.


🏵🏵🏵


hallo gaesss


mohon dukungan nya ya..


maaf jika jarang up karena kesibukan di dunia Nyata sungguh menyita waktu


salam dari dunia halu.

__ADS_1


🙏💕💕


__ADS_2