
Mobil sport milik Daniel meninggalkan halaman perusahaa, melaju menuju rumah atau lebih tepat nya di sebut istana,istana yang berhasil ia bangun sendiri pada usia 25 tahun 3 tahun yang lalu sebelum ia pergi dan harus stay di thailand demi urusan bisnis nya. sepeninggal Daniel tinggal lah ibu dan adik kesayangan daniel dirumah tersebut.
"aku datang ma.." batin Daniel
mobil mewah Daniel memasuki halaman istana itu, beberapa satpam dan pengawal menghadang mereka karna memang tidak ada satu orang pun yang mengetahui kedatangan nya.
"siapa kalian.."ucap kepala pengawal Reno Hartono dengan nada tegas dan tatapan bringas nya
Daniel menurun kan pelan kaca mobil nya dan membuka kaca mata hitam nya, menatap kearah Reno dengan tajam.
"Tu..tuan.."ucap Reno dengan raut wajah yang tadi Bringas garang dalam seketika berubah menjadi pucat pasi bak maling ketangkap di siang bolong, badanya gemetar keringatnya bercucuran.
"mampus." batinnya
"jalan" perintah Daniel datar
lalu sopir yang mengemudi melajukan kembali mobil dengan pelan.
mobil mewah itu behenti di depan pintu utama rumah Tuan muda daniel, Reno membukakan pintu untuk tuan nya dan juga menundukan tubuh nya.
Daniel masuk setwlah pelayan membuka kan pintu.
"supriseeee....!!!!"teriak Daniel
__ADS_1
mama Daniel sontak kaget.!
"Daniel...." ucap sang mama seolah tak percaya dengan apa yang dia lihat. wanita paruh itu nampak masih mematung tanpa gerakan sedikit pun. nampak jelas raut bahagia campur kaget mewarnai wajah nya.
Daniel memeluk dan mencium pipi mamanya. nampak jelas bahwa hati anak nya menyimpan rindu yang teramat dalam hingga tak lagi terucapkan dengan kata kata.
Air mata bahagia menetes membasahi wajah ibu dan anak itu.
sementara Aprilia baru saja tiba di depan pintu utama rumah nya melihat mama dan seseorang sedang melepas rindu. "kak" ucapnya pelan bulir bulir air matanya mulai merembes keluar, dia yakin tak yakin kalau itu kakak nya ya kakak yang menjadi sosok seorang ayah baginya kakak yang sudah mati matian mendidik nya namun dengan penuh kasih dan sayang.
Aprilia berjalan pelan namun lagi lagi dia mematung melihat bahwa yang do hadapannya ini adalah kakak semata wayang nya. "kak Daniel.." ucapnya pelan namun mampu didengar oleh indera pendengaran Daniel, Daniel menoleh..
"sayang...,"panggil daniel merentangkan Tangan nya Aprilia yang sudah sejak tadi menangis dengan cepat memeluk kakak nya ia menangis, namun yakin lah itu air mata bahagia dan air mata kerinduan yang sudah 3 tahun ini terpendam.
"kenapa..?" tanya Daniel menghapus air mata adik kesayangan nya itu.
"bukan gitu pril... kakak hanya ing..
"tapi gak papa kak, apa pun alasannya gak penting lagi, yang terpenting sekarang kakak ada disini untuk aku dan mama.." balas aprilia memotong ucapan kakak nya
"iya sayang kakak janji kakak tidak akan meninggalkan kalian lagi."jawab daniel sambil membelai rambut adik semata wayang nya itu.
senyum bahagia terukir penuh di bibir seorang wanita paruh baya itu melihat anak anak nya saling menyayangi satu sama lain.
__ADS_1
"ma.. Niel ke kamar dulu, bersih bersih lalu istirahat sebentar." ijin daniel pada mamanya.
"iya nak." jawabnya tersenyum.
Baru saja Daniel hendak melangkah masuk ke kamar mandi
"tink" bunyi sebuah notifikasi di ponsel nya.
"semua telah beres dia.masuk perangkap tanpa rasa curiga sedikitpun" isi pesan tersebut.
"bagus, terus pantau gerak gerik nya.!" balas daniel
"baik tuan.!"balasnya.
"ini awal yang baik, selamat bermain bersama asisten pribadi presdir," batinya dengan senyum sinis dibibir nya. lalu melanjutkan langkah nya demi melanjutkan ritual mandinya.
Bersambung.....
💕💕
hallo readers sayang...
jangan lupa tinggalin jejak ya gaessss
__ADS_1
maaf kalo cerita nya agak gak nyambung mohon pengertiannya untuk penulis emperan macam saya...
salam dunia Halu... 🏵🏵