BALAS DENDAM SANG PRESDIR

BALAS DENDAM SANG PRESDIR
07.marah


__ADS_3

mobil mewah itu nampak hening selama perjalanan pulang kerumah.


"kak, maafin april" ucap nya memecah keheningan


(......)


"kak.," pangging aprilia pelan


Daniel hanya menatap nya, namun aprilia dapat mengerti arti dari tatapan itu.


kembali hening,


mobil yang ditumpangi kakak beradik itu kini memasuki halaman rumah yang begitu luas.


April turun dari mobil dibantu Dira supir pribadi Daniel.


"mandi lalu istrahat lah kakak benci aroma alkohol." ucap daniel datar.


April melangkah gontai bahkan mama nya tidak bisa berbuat apa apa melihat amarah di mata anak sulung nya.


💕💕💕💕💕


pagi datang disambut hangat nya matahari pagi, Aprilia bangun dengan badan yang terasa sangat berat mungkin pengaruh minuman keras semalam.


Dia bangun lalu mandi, beberapa menit kemudian dia keluar dari kamar mandi bermaksud langsung turun dan sarapan, seketika langkahnya berhenti, ia teringat akan kejadian semalam.


"pasti kak Niel masih marah,"gumam nya.


Aprilia mengurung kan niat nya dia kembali duduk di sofa tunggal tepat di depan jendela kamar nya, dia mengingat semua apa yang sudah terjadi, bagaimana kakak nya tidak marah melihat dia begitu, "jangankan kakak aku aja benci pada diri ku sendiri kak."ucapnya lirih air matanta menetes membasahi pipi nya.


🏵🏵🏵


sementara itu Daniel dan Irma mamanya duduk di meja makan, suasana nya hening mereka sibuk dengan sarapan masing masing dan fikiran masing entah lah apa yang mereka fikir kan.


"kamu gak sibuk,? sudah hampir jam 8 nak," suara Irma memecah keheningan tempat itu sambil menarik tisu melap wajah nya.


"nggak ma, Niel ada meeting sama klien jam 2 siang itu pun diluar perusahaan,."jawabnya


"bagaimana apa ada perubahan dengan perusahaan kamu,? apa ada kemajuan atau bahkan penurunan.?" tanya Irma lagi.


"tidak ma, aku punya sekretaris handal yang bisa aku andalkan."ucap Daniel tenang


mamaNya manggut manggut tanda mengerti.


"Inah.!!" panggil Irma


inah kepala pelayan rumah itu datang dwngan sedikit berlari,


"iya nyonya besar apa yang anda butuhkan" jawab Inah seraya membungkukkan setengah tubuh nya.


"panggilkan nona april nah, dia belum sarapan, dan sepertinya pagi ini ada jadwal nya masuk kampus.!!" perintah Irma.


"baik nyonya, saya permisi."ucap Inah


tok..tok..tok..

__ADS_1


Inah berkali kali mengetok pintu kamar April tapi tidak ada jawaban


"apa mungkin masih Tidur?." Batin Inah


Inah memberanikan diri membuka pintu kamar majikannya itu,


ceklekk...


"pintu nya tidak di kunci."gumamnya lagi


"permisi non,.."ucap Inah sambil melihat seisi ruangan tapi ia tak menemukan orang yang dia cari. Inah berjalan ke kamar mandi,


"kali aja lagi mandi" batinnya, namun tetap aja kosong. Inah berjalan menuju pintu bermaksud, namun seketika langkah nya dihentikan oleh suara seseorang,


"bik Inah nyari siapa.?" tanya April yang tiba tiba tersadar dari lamunan nya ketika bik Inah menutup pintu kamar mandi.


"oh eh non.." inah gelagapan gugup karna kaget.


"kok oh eh oh eh ada apa.?" tanya april lagi


"anu non, nyonya besar minta bik inah manggil non April sarapan," ucap nya masih sedikit gugup


"bik bilang ke mama April masih tidur karna kurang enak badan dan tolong sarapan april di antar ke kamar aja."pinta april.


"bail lah non, kalau begitu bibik permisi dulu."ucap Inah lalu pergi meninggalkan kamar milik april.


Tuan muda daniel masih duduk di tempat nya ditemani Nyonya besar,


"maaf nyonya, non april katanya lagi kurang enak badan dia masih ingin istrahat dan meminta saya membawa kan sarapan nya kekamar," jelas bik Inah


"siapkan sarapan nya saya tunggu di depan pintu kamar nya sekarang."ucap Daniel lalu pergi menuju kamar adiknya.


"ba..baik tuan.." ucap inah gugup. dengan cepat inah menyiapkan roti dan susu sarapan anak majikannya. setelah siap diatas nampan inah berjalan cepat menaiki anak tangga lalu menemui Tuan mudanya.


"ini Tuan " ucap Inah menundukkan kepala nya.


Daniel menerima nampan berisi sarapan adik nya


" baik, sekarang lanjutkan pekerjaan mu" ucapnya.


"baik Tuan saya permisi." ucap Inah lalu bergegas pergi.


ceklekkk...


pintu kamar april terbuka lebar april menoleh kearah pintu..


deg..


jantung nya teras berhenti melihat yang datang bukan inah melainkan kakak nya.


"mampus gue menghindar malah dapat juga.."batinnya


"sarapan dulu." ucap daniel datar


"kak kenap...

__ADS_1


"katanya kamu lagi gak enak badan dan mau sarapan dikamar makanya kakak kemari membawakan sarapan mu, apa kakak sudah tidak diperbolehkan masuk kamar mu sesuka hati kakak.? potong Danel menatap adik nya, namun tatapan tajam meaih tetap terasa oleh april.


"bukan gitu kak, kakak tetap bebas masuk kamar april kapan pun kakak mau, tapi bukan berarti kakak harus membawakan sarapan untuk april." ucap nya sambil menundukkan kepala nya.


"bagus, kakak kesini juga punya maksud tersendiri, kamu sarapan lah dulu." ucap daniel lalu melangkah menuju balkon kamar adik nya.


"rasanya selera ku hilang begitu saja melihat mata elang kakak itu" ucapnya dalam hati


suasana hening namun tampak ke tegangan di raut wajah Aprilia.


"bagaimana kuliah mu.?" tanya Daniel memecah keheningan ruangan itu


"ba..baik kak," jawab April gugup


"kapan pengajuan proposal magang mu.? tanya nya lagi


"bulan depan kak." ucapnya tetap menundukkan kepalanya


"aku disini, bukan dibawah sana"ucap Daniel


"ma,maaf kak" ucap April bertambah takut.


"baik, untuk kejadin semalam kakak beri satu poin maaf untuk kelakuan hina kamu.!!" ucap nyabdengan nada datar.


"hahhh... syukur lah." ucapnya dalam hati


"tapi dengan satu syarat dan harus kamu lakukan.." tambah nya lagi.


"apa itu kak" tanya april


"TIDAK BISA KELUAR RUMAH TANPA PENGAWAL,TIDAK DAPAT MEMBAWA TEMAN SIAPA PUN ITU KERUMAH TANPA IJIN KAKAK, TIDAK DAPAT BERTEMAN DENGAN ORANG ORANG BARU,DAN TIDAK DAPAT MENOLAK PERINTAH KAKAK.!!" ucap daniel dengan suara nya sedikit di tekan.


"tapi kak...


belum sempat april melanjutkan ucapannya terpotong, saat mata daniel menatap nya tajam tanda sebuah amarah sedang berkobar.


"kakak tidak mau ada penolakan.." ucap Daniel.


lalu pergi meninggalkan kamar adiknya...


"ini semua demi kebaikan mu, suatu saat nanti jika itu sudah moment yang pas kakak akan memberitahukan semua nya tanpa setitik pun kakak sembunyikan, jadi kamu harus nurut omongan kakak, paham.!!" ucap daniel yang sudah bersiri di depan pintu lalu pergi meninggalkan adikknya


"rahasia.? tapi apa.? buat penasaran aja " april mendegus kesal.


BERSAMBUNG.....


💕💕💕💕


hai readess sayang


jangan lupa like and coment nya ya kakak...


maaf jika alur nya lambat


salam penulis emperan

__ADS_1


salam dari dunia halu 💕💕


__ADS_2